Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Furqaan

Al Furqaan (Pembeda) surah 25 ayat 7


وَ قَالُوۡا مَالِ ہٰذَا الرَّسُوۡلِ یَاۡکُلُ الطَّعَامَ وَ یَمۡشِیۡ فِی الۡاَسۡوَاقِ ؕ لَوۡ لَاۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡہِ مَلَکٌ فَیَکُوۡنَ مَعَہٗ نَذِیۡرًا ۙ
Waqaaluuu maali hadzaarrasuuli ya’kuluth-tha’aama wayamsyii fiil aswaaqi laulaa unzila ilaihi malakun fayakuuna ma’ahu nadziiran;

Dan mereka berkata:
“Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar?
Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?,
―QS. 25:7
Topik ▪ Azab orang kafir
25:7, 25 7, 25-7, Al Furqaan 7, AlFurqaan 7, Al Furqan 7, AlFurqan 7, Al-Furqan 7
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 7. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang kafir mengatakan bahwa tidak mungkin Muhammad itu menjadi Rasul karena tidak terdapat padanya tanda-tanda bahwa dia diangkat menjadi Rasul.
Dia hanyalah orang biasa saja seperti kita bahkan jika dilihat bagaimana kehidupannya tambah nyatalah bahwa dia berbohong mendakwakan dirinya sebagai Rasul karena dia sama dengan kita bahkan sebagai manusia dia lebih rendah kedudukannya dan lebih miskin dari kita.
Kritik-kritik itu dapat disimpulkan, sebagai berikut:

1.
Mereka berkata: Kenapa Muhammad itu makan minum juga seperti manusia biasa dan tak ada kelebihannya sedikitpun dari kita, tidak akan mungkin dia berhubungan dengan Tuhan.
Orang yang dapat berhubungan dengan Tuhan hanya orang-orang yang jiwanya suci dan tinggi sehingga tidak mementingkan makan dan minum lagi.

2.
Mengapa tidak diturunkan malaikat bersamanya yang dapat menjadi bukti bagi kerasulannya dan membantunya dalam memberi peringatan dan memberi petunjuk kepada manusia.

3.
Mengapa Muhammad itu pergi ke pasar untuk mencari nafkah hidupnya seperti orang biasa?
Di mana letak kelebihannya sehingga ia diangkat Allah sebagai Rasul.

4.
Mengapa Allah tidak menurunkan saja kepadanya perbendaharaan dari langit agar dia dapat menumpahkan seluruh perhatiannya kepada dakwah untuk menyebarkan agamanya, sehingga dia tidak perlu lagi pergi ke pasar melakukan jual beli untuk mencari nafkah hidupnya.

5.
Atau kenapa tidak diberikan kepadanya kebun yang luas yang hasilnya dapat menutupi kebutuhannya.

Ibnu Abbas berkata mengenai turunnya ayat ini sebagai berikut: Pada suatu kesempatan berkumpullah 'Utbah bin Raui'ah, Abu Sofyan bin Harb, An Nadr bin Haris, Abdul Buhturi, Al Aswad bin Al Muttalib Zam'ah bin Abdullah bin Abi Umayyah.
Umayyah bin Khalaf.
Al As bin Wail dan Munabbih bin Al Hajjaj.
Sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain.
Kirimlah utusan kepada Muhammad untuk berbicara dan berdebat dengan dia sehingga ada alasan bagimu untuk tidak mempercayainya.
Lalu sebagian mereka pergi menemui Rasulullah dan berkata kepadanya.
Pemuka-pemuka kaummu telah berkumpul dan meminta engkau datang untuk berbicara dengan mereka.
Maka datanglah Rasulullah menemui mereka.
Mereka berkata: "Hai Muhammad kami minta engkau datang kemari untuk berbicara dengan kami dan untuk mengetahui alasan bagi dakwahmu ini.
Jika engkau mengemukakan seruanmu itu karena ingin mencari harta, maka kami akan mengumpulkan harta kami untuk diserahkan kepadamu.
Jika engkau menginginkan kehormatan maka kami akan menjadikan kamu pemimpin kami yang kami hormati.
Jika engkau ingin menjadi raja, kami angkat engkau menjadi raja kami.
Rasulullah menjawab: "Tak ada sedikitpun perhatianku terhadap apa yang kamu kemukakan itu.
Aku datang menyeru kamu bukan karena menuntut harta kehormatan atau kerajaan dari kamu.
Tetapi yang sebenarnya ialah, Allah telah mengutusku kepadamu sebagai Rasul, dan menurunkan kepadaku Alquran.
Allah memerintahkan kepadaku supaya aku memberi peringatan dan kabar gembira kepadamu, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan risalah Tuhanku kepadamu dan aku berikan nasihat dan petunjuk kepadamu.
Kalau kamu menerima seruanku itu maka berbahagialah kamu di dunia dan akhirat.
Kalau kamu menolak, aku akan sabar dan tabah menunggu hasil seruanku itu sampai Allah memberikan keputusan antara aku dan kamu.
Mereka menjawab: "Jika engkau hai Muhammad tidak mau menerima apa yang kami tawarkan, maka mintalah kepada Tuhanmu supaya Dia mengirimkan malaikat yang akan menguatkan dan membenarkan seruanmu itu dan dia dapat berbicara dengan kami tentang kebenaranmu, dan mintalah agar Dia memberikan kepadamu kebun yang luas, istana emas dan perak yang dapat memenuhi kebutuhanmu, sehingga tidak perlu engkau pulang pergi ke pasar untuk mencari nafkah hidupmu.
Dengan demikian kami akan dapat mengetahui keutamaanmu dan kedudukanmu di sisi Tuhanmu, jika benar engkau seorang Rasul yang diutus Tuhanmu".
Rasulullah menjawab: "Saya tidak akan berbuat seperti yang kamu usulkan itu.
Bukanlah aku yang akan meminta semua itu kepada-Nya.
Aku bukan diutus untuk itu, tetapi Allah mengutusku sebagai pembawa peringatan dan kabar gembira".
Maka turunlah ayat ini (Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Ishak Ibnu Jarir dan Ibnu Munzir).
Setelah mereka berputus asa karena semua tawaran mereka ditolak oleh Muhammad tak ada jalan lain bagi mereka kecuali menuduhnya sebagai orang yang kena sihir sehingga tidak dapat lagi membedakan antara yang baik dan yang buruk.
Orang-orang seperti itu tidaklah pantas untuk dipercaya apalagi untuk diangkat Allah sebagai Nabi.

Al Furqaan (25) ayat 7 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Furqaan (25) ayat 7 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Furqaan (25) ayat 7 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka menghina Muhammad dengan mengatakan, "Keistimewaan apa yang membedakan orang yang mengaku dirinya sebagai rasul, padahal dia memakan makanan seperti kita dan berjalan di pasar-pasar untuk mencari penghidupan seperti yang dilakukan manusia lainnya?
Kalau dia betul-betul seorang rasul, tentunya Allah akan mencukupi semua itu.
Dan tentunya juga dia meminta kepada Tuhannya agar menurunkan seorang malaikat yang akan membantunya memberi peringatan dan bermenyampaikan risalah.
Malaikat itu nantinya akan membenarkan dia sehingga kami dapat mempercayainya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka berkata, "Mengapa Rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar?
Mengapa tidak) (diturunkan kepadanya Malaikat, agar Malaikat itu memberikan peringatan bersama dengan dia?) maksudnya yang membenarkan kerasulannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang muysrik berkata :
Mengapa orang yang dianggap utusan Allah yakni Muhammad, memakan makanan seperti yang kita lakukan dan juga berjalan di pasar-pasar untuk mencari rizki??
Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang Malaikat yang bersaksi tentang kejujurannya,

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan tentang kebandelan, keingkaran, dan pendustaan yang dilakukan oleh orang-orang kafir terhadap perkara hak.
Mereka melakukan demikian tanpa hujah dan tanpa dalil, melainkan hanya beralasan dengan ucapan mereka, seperti yang disitir oleh firman berikut:

Mengapa rasul ini memakan makanan.
(Al Furqaan:7) Yakni seperti kami makan, dan berhajat seperti kami berhajat.

dan berjalan di pasar-pasar?
(Al Furqaan:7)

Yaitu mondar-mandir ke pasar karena mencari mata pencaharian dan berdagang.

Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?
(Al Furqaan:7)

Mereka mengatakan bahwa mengapa tidak diturunkan kepadanya malaikat dari sisi Allah, lalu malaikat itu menjadi saksi atas kebenaran yang diakuinya?
Makna ini sama dengan apa yang terdapat di dalam firman-Nya yang menceritakan ucapan Fir'aun:

Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?
(Az Zukhruf:53)

Demikian pula mereka mengatakan hal yang sama seperti apa yang dikatakan oleh Fir'aun, hati mereka serupa dalam hal kekafirannya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Furqaan (25) Ayat 7

ASWAAQ
أَسْوَاق

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah as suq. Lafaz ini bersifat umum, digunakan bagi mudzakkar dan muannats. Artinya pasar barang-barang dan perbekalan. Dinamakan demikian karena perniagaan dibuat di dalamnya, berlaku jual beli" dan karena barangan diserahkan dan dihantar kepadanya.

Ar Raghib berkata,
"Ia adalah tempat penyerahan bekalan-bekalan ke dalamnya untuk dijual dan dibeli" Aswaaq al harb artinya medan perang."

Lafaz aswaaq disebut dua kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah Al Furqaan (25), ayat 7 dan 20.

Lafaz ini dikaitkan dengan kata al­ masy yang berarti (nabi) berjalan di pasar bagi mencari nafkah sebagaimana manusia berjalan. Maksudnya, sekiranya benar apa yang nabi dakwa, mengapa keadaannya tidak berlainan dengan keadaan manusia. Hal itu karena orang kafir dangkal dan cetek penglihatan kepada perkara-perkara yang hissi (tampak), sedangkan perbedaan rasul­rasul dengan manusia lainnya bukanlah dari segi jasmani, tetapi dari segi maknawi, sebagaimana Allah menyatakan dalam surah Al Kahfi ayat 110:

"Katakanlah: Aku hanya manusia seperti kamu juga, diwahyukan kepadaku Tuhan kamu adalah Tuhan yang satu"

Perkara itu juga adalah salah satu dari lima alasan orang musyrik yang terdapat dalam ayat ketujuh yang menurut anggapan mereka seseorang itu tidak layak menjadi rasul dengan perkara itu, yaitu rasul tidak patut mencari sara hidup yang biasanya dilakukan dengan pergi ke pasar membeli belah atau berniaga untuk nafkah dirinya dan keluarganya.

Dalam ayat 20, Ibn Katsir berkata,
"Dalam ayat ini, Allah menceritakan tentang kesemua rasul-rasul terdahulu yang mereka juga makan dan memerlukan kepada makanan, berjalan di pasar bagi mencari nafkah dan berjual beli. Hal itu bukanlah menafikan keadaan dan kedudukan mereka, karena Allah menjadikan mereka mulia dengan karakter yang baik, sifat-sifat yang terpuji, pertuturan yang mulia dan perbuatan yang sempurna serta mukjizat yang agung."

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:75-76

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Fur­qaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur'an.
Al Qur'an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur'an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur'an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur'an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu 'aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.


Gambar Kutipan Surah Al Furqaan Ayat 7 *beta

Surah Al Furqaan Ayat 7



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Furqaan

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.9
Rating Pembaca: 4.7 (13 votes)
Sending







✔ asbabul nuzul al furqon ayat 7

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku