Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Furqaan

Al Furqaan (Pembeda) surah 25 ayat 69


یُّضٰعَفۡ لَہُ الۡعَذَابُ یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ وَ یَخۡلُدۡ فِیۡہٖ مُہَانًا
Yudhaa’af lahul ‘adzaabu yaumal qiyaamati wayakhlud fiihi muhaanan;

(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,
―QS. 25:69
Topik ▪ Neraka ▪ Keabadian neraka ▪ Kebutuhan muslim terhadap amal saleh
25:69, 25 69, 25-69, Al Furqaan 69, AlFurqaan 69, Al Furqan 69, AlFurqan 69, Al-Furqan 69
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 69. Oleh Kementrian Agama RI

Keenam:
Pada ayat ini Allah menerangkan lagi sifat-sifat hamba Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yaitu dia tidak menyembah selain Allah, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
Dia benar-benar menganut tauhid yang murni.
Bila dia beribadat, maka ibadahnya itu hanya semata-mata karena Allah, bila dia berbuat kebaikan perbuatannya itu karena Allah bukan karena ria atau ingin hendak dipuji orang.
Bila dia berdoa benar-benar doanya langsung dipanjatkan ke hadirat Allah tanpa menghubungkannya dengan makam atau kuburan atau para wali.
Karena dia yakin sepenuhnya bahwa yang sanggup mengabulkan doanya hanya Allah semata.
Mereka tidak melakukan pembunuhan terhadap siapapun karena menyadari bahwa jiwa seseorang menjadi haknya sepenuhnya, dan tidak boleh dibunuh kecuali dengan hak yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala seperti murtad atau membunuh orang tanpa hak.
Mereka tidak akan melakukan perbuatan zina karena menyadari bahwa berzina itu termasuk dosa besar, suatu perbuatan yang sangat terkutuk dan dimurkai Allah.
Maka dengan memelihara kemurnian tauhid yang menjadi dasar bagi akidah, seseorang akan bersih jiwanya, jernih pikirannya tidak dapat diombang ambingkan oleh kepercayaan-kepercayaan yang menyesatkan.
Dengan menjauhi pembunuhan tanpa hak akan bersihlah dirinya dari perbuatan zalim dan bersihlah masyarakat dari kekacauan dan hurn hara dan dipeliharalah hak setiap warga masyarakat dengan baik sehingga masyarakat benar-benar dapat menikmati keamanan dan ketenteraman.
Dan dengan memelihara dirinya dari perbuatan zina akan bersihlah dirinya dari kekotoran dan bersih pula masyarakat dari keonaran dan kekacauan nasab yang menimbulkan berbagai kesulitan dan ketidak stabilan.
Sehubungan dengan ini Nabi ﷺ bersabda: "Berkata Ibnu Mas'ud bahwa aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ: Dosa apakah yang paling besar?
Rasulullah menjawab: "Dosa mempersekutukan Allah dengan selain-Nya".
Aku bertanya pula: "Dosa apakah lagi?"
Rasulullah menjawab: "Dosa membunuh anakmu karena takut (miskin) karena dia akan makan bersamamu".
Kemudian aka bertanya lagi: Dosa apakah lagi?"
Rasulullah menjawab?: "Dosa berzina dengan istri tetanggamu.
Maka turunlah ayat ini, memberitahukan sabda Rasulullah ﷺ itu.

Meskipun dalam hadis ini disebut "membunuh anak sendiri dan berzina dengan istri tetangga" tetapi yang dimaksud ialah membunuh siapa saja tanpa hak dan berzina dengan siapa saja sesuai dengan ayat 63 ini.
Kemudian Allah mengancam orang-orang yang melakukan perbuatan dosa itu dengan ancaman yang amat keras, yaitu neraka di hari kiamat sebagai balasan atas semua dosa yang telah mereka perbuat di dunia.
Bahkan Allah akan melipat gandakan azab bagi mereka karena dosa besar yang mereka lalukan itu.
Mereka akan dilemparkan ke neraka dan akan tetap di neraka itu menerima siksaan penghinaan yang sangat menusuk perasaan mereka.
Jadi di neraka itu mereka bukan saja menderita siksaan jasmani dengan dibakar tubuh mereka dan berbagai macam siksaan lainnya seperti minuman yang sangat panas membakar kerongkongan dan usus mereka tetapi menderita pula siksaan batin, siksaan rohani.
karena selalu mendapat penghinaan dan selalu menyesal atas kesalahan mereka se waktu di dunia dahulu.

Al Furqaan (25) ayat 69 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Furqaan (25) ayat 69 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Furqaan (25) ayat 69 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari kiamat, dia akan mendapatkan siksa yang berlipat ganda dan kekal di dalamnya dalam keadaan hina dan tercela.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yakni akan dilipatkan) menurut qiraat yang lain ia dibaca Yudha'afu dengan ditasydidkan huruf `Ainnya (azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu) Fi'il tadi bila dibaca Jazm yakni Yudha'af dan Yakhlud maka kedudukannya menjadi Badal, jika keduanya dibaca Rafa' yakni Yudha'afu dan Yakhludu berarti keduanya merupakan jumlah Isti'naf (dalam keadaan terhina) lafal Muhaanan berkedudukan menjadi Hal atau keterangan keadaan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Siksanya di Hari Kiamat dilipatgandakan dan dia dikekalkan di dalamnya dalam keadaan rendah dan terhina.
Ancaman kekal ini berlaku untuk siapa yang melakukan seluruhnya atau bagi siapa yang mempersekutukan Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Takwil ini lebih serasi dengan makna lahiriah ayat, dan dengan pengertian yang sama disebutkan dalam konteks selanjutnya yang berfungsi sebagai mubdal minhu-nya, yaitu firman Allah subhanahu wa ta'ala:

(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat.
(Al-Furqan:69)

Yakni siksaan itu diulang-ulang terhadapnya dan diperkeras.

dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina.
(Al Furqaan:69)

Maksudnya, dalam keadaan terhina lagi rendah.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh.
(Al Furqaan:70)

Artinya, pembalasan dari perbuatannya yang buruk-buruk adalah seperti yang telah disebutkan di atas.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Furqaan (25) ayat 69
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur telah menceritakan kepadaku Sa'id bin Jubair -atau dia berkata,
telah menceritakan kepadaku Al Hakam dari Sa'id bin Jubair berkata,
- Abdurrahman bin Abza menyuruhku, katanya, Tanyalah kepada Ibnu Abbas tentang dua ayat ini dan apa maksudnya, yaitu yang pertama firman Allah dalam QS Al Isra ayat 33, (Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haq (alasan yang benar) dan yang kedua firman Allah dalam QS An Nisaa' ayat 93: Dan barangsiapa yang membunuh orang beriman dengan sengaja.... Maka aku bertanya kepada Ibnu 'Abbas, maka dia menjelaskan, Ketika turun firman Allah yang serupa ini pada surah al Furqan, orang-orang musyrik penduduk Makkah berkata,
Sungguh kita telah membunuh jiwa yang diharamkan Allah dan kita juga menyembah selain Allah dan kita telah banyak berbuat maksiat, maka Allah menurunkan firman-Nya yang artinya: ...kecuali siapa yang bertaubat dan beriman... (QS Al Furqan ayat 70). Nah, ayat-ayat ini turun untuk mereka. Adapun ayat yang ada dalam surah An Nisaa' adalah bila seseorang telah mengenal Islam dan syari'atnya, kemudian dia membunuh seseorang dengan sengaja maka balasan baginya adalah neraka jahannam. Kemudian keterangan ini aku sampaikan kepada Mujahidmaka dia berkata,
"Kecuali siapa yang menyesali perbuartannya."

Shahih Bukhari, Kitab Perilaku Budi Pekerti yang Terpuji - Nomor Hadits: 3566

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Fur­qaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur'an.
Al Qur'an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur'an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur'an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur'an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu 'aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.


Gambar Kutipan Surah Al Furqaan Ayat 69 *beta

Surah Al Furqaan Ayat 69



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Furqaan

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (29 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku