Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Furqaan

Al Furqaan (Pembeda) surah 25 ayat 68


وَ الَّذِیۡنَ لَا یَدۡعُوۡنَ مَعَ اللّٰہِ اِلٰـہًا اٰخَرَ وَ لَا یَقۡتُلُوۡنَ النَّفۡسَ الَّتِیۡ حَرَّمَ اللّٰہُ اِلَّا بِالۡحَقِّ وَ لَا یَزۡنُوۡنَ ۚ وَ مَنۡ یَّفۡعَلۡ ذٰلِکَ یَلۡقَ اَثَامًا
Waal-ladziina laa yad’uuna ma’allahi ilahan aakhara walaa yaqtuluunan-nafsallatii harramallahu ilaa bil haqqi walaa yaznuuna waman yaf’al dzalika yalqa atsaaman;

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),
―QS. 25:68
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Dosa-dosa besar ▪ Tauhid Rububiyyah
25:68, 25 68, 25-68, Al Furqaan 68, AlFurqaan 68, Al Furqan 68, AlFurqan 68, Al-Furqan 68
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 68. Oleh Kementrian Agama RI

Keenam:
Pada ayat ini Allah menerangkan lagi sifat-sifat hamba Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yaitu dia tidak menyembah selain Allah, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
Dia benar-benar menganut tauhid yang murni.
Bila dia beribadat, maka ibadahnya itu hanya semata-mata karena Allah, bila dia berbuat kebaikan perbuatannya itu karena Allah bukan karena ria atau ingin hendak dipuji orang.
Bila dia berdoa benar-benar doanya langsung dipanjatkan ke hadirat Allah tanpa menghubungkannya dengan makam atau kuburan atau para wali.
Karena dia yakin sepenuhnya bahwa yang sanggup mengabulkan doanya hanya Allah semata.
Mereka tidak melakukan pembunuhan terhadap siapapun karena menyadari bahwa jiwa seseorang menjadi haknya sepenuhnya, dan tidak boleh dibunuh kecuali dengan hak yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala seperti murtad atau membunuh orang tanpa hak.
Mereka tidak akan melakukan perbuatan zina karena menyadari bahwa berzina itu termasuk dosa besar, suatu perbuatan yang sangat terkutuk dan dimurkai Allah.
Maka dengan memelihara kemurnian tauhid yang menjadi dasar bagi akidah, seseorang akan bersih jiwanya, jernih pikirannya tidak dapat diombang ambingkan oleh kepercayaan-kepercayaan yang menyesatkan.
Dengan menjauhi pembunuhan tanpa hak akan bersihlah dirinya dari perbuatan zalim dan bersihlah masyarakat dari kekacauan dan hurn hara dan dipeliharalah hak setiap warga masyarakat dengan baik sehingga masyarakat benar-benar dapat menikmati keamanan dan ketenteraman.
Dan dengan memelihara dirinya dari perbuatan zina akan bersihlah dirinya dari kekotoran dan bersih pula masyarakat dari keonaran dan kekacauan nasab yang menimbulkan berbagai kesulitan dan ketidak stabilan.
Sehubungan dengan ini Nabi ﷺ bersabda: "Berkata Ibnu Mas'ud bahwa aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ: Dosa apakah yang paling besar?
Rasulullah menjawab: "Dosa mempersekutukan Allah dengan selain-Nya".
Aku bertanya pula: "Dosa apakah lagi?"
Rasulullah menjawab: "Dosa membunuh anakmu karena takut (miskin) karena dia akan makan bersamamu".
Kemudian aka bertanya lagi: Dosa apakah lagi?"
Rasulullah menjawab?: "Dosa berzina dengan istri tetanggamu.
Maka turunlah ayat ini, memberitahukan sabda Rasulullah ﷺ itu.

Meskipun dalam hadis ini disebut "membunuh anak sendiri dan berzina dengan istri tetangga" tetapi yang dimaksud ialah membunuh siapa saja tanpa hak dan berzina dengan siapa saja sesuai dengan ayat 63 ini.
Kemudian Allah mengancam orang-orang yang melakukan perbuatan dosa itu dengan ancaman yang amat keras, yaitu neraka di hari kiamat sebagai balasan atas semua dosa yang telah mereka perbuat di dunia.
Bahkan Allah akan melipat gandakan azab bagi mereka karena dosa besar yang mereka lalukan itu.
Mereka akan dilemparkan ke neraka dan akan tetap di neraka itu menerima siksaan penghinaan yang sangat menusuk perasaan mereka.
Jadi di neraka itu mereka bukan saja menderita siksaan jasmani dengan dibakar tubuh mereka dan berbagai macam siksaan lainnya seperti minuman yang sangat panas membakar kerongkongan dan usus mereka tetapi menderita pula siksaan batin, siksaan rohani.
karena selalu mendapat penghinaan dan selalu menyesal atas kesalahan mereka se waktu di dunia dahulu.

Al Furqaan (25) ayat 68 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Furqaan (25) ayat 68 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Furqaan (25) ayat 68 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kelima, mereka selalu memurnikan tawhid dan membuang segala bentuk kemusyrikan dalam sembahan.
Keenam, tidak membunuh jiwa yang dilarang untuk dibunuh.
Tetapi jika dianiaya, mereka akan membunuh atas dasar kebenaran.
Ketujuh, menjauhi perbuatan zina.
Mereka mencukupkan diri dengan berbagai kenikmatan yang halal saja agar terhindar dari siksa yang membinasakan.
Sesungguhnya siapa saja yang melakukan perkara-perkara jelek ini akan mendapatkan siksa.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah) membunuhnya (kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu) yakni salah satu di antara ketiga perbuatan tadi (niscaya dia mendapat pembalasan dosanya) hukumannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan orang-orang yang mentauhidkan Allah, tidak berdoa dan menyembah Tuhan selain Allah, tidak membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk membunuhnya kecuali dengan alasan yang dibenarkan untuk membunuhnya karenanya, berupa kufur setelah iman, atau zina setelah pernikahan atau membunuh jiwa tanpa dosa.
Dan mereka tidak berzina, sebaliknya mereka menjaga kemaluan mereka kecuali terhadap pasangan-pasangan sah mereka atau hamba sahaya mereka.
Barangsiapa yang melakukan salah satu dari dosa-dosa besar ini, maka di akhirat dia akan menerima hukuman setimpal.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Syaqiq, dari Abdullah ibnu Mas'ud yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya, "Dosa apakah yang paling besar?"
Beliau ﷺ menjawab, "Bila kamu menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal Dia telah menciptakanmu." Lalu si penanya bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?"
Rasulullah ﷺ bersabda, "Bila kamu membunuh anakmu karena takut dia ikut makan bersamamu." Ia bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Bila kamu berzina dengan istri tetanggamu." Abdullah ibnu Mas'ud berkata, bahwa lalu Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan firman-Nya yang membenarkan hal tersebut, yaitu: Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah.
(Al Furqaan:68), hingga akhir ayat.

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkannya melalui hadis Al-A'masy dan Mansur - Al-Bukhari menambahkan: serta Wasil -.
Mereka bertiga menerima hadis ini dari Abu Wa-il alias Syaqiq ibnu Salamah, dari Abu Maisarah Amr ibnu Syurahbil, dari Ibnu Mas'ud.

Menurut lafaz Imam Bukhari dan Imam Muslim melalui Ibnu Mas'ud adalah seperti berikut: Ibnu Mas'ud mengatakan, 'Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar?, dan seterusnya.''

Jalur hadis yang garib:

Ibnu Jarir mengatakan telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ishaq Al-Ahwazi, telah menceritakan kepada kami Amir ibnu Mudrik, telah menceritakan kepada kami As-Sirri ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Asy-Sya'bi, dari Masruq yang mengatakan bahwa Abdullah pernah mengatakan, "Pada suatu hari Rasulullah ﷺ pergi, lalu aku mengikutinya.
Rasulullah ﷺ duduk di atas sebuah gundukan tanah, maka aku duduk di bagian yang lebih rendah darinya, sedangkan mukaku sejajar dengan kedua lututnya.
Aku sengaja ingin menemaninya dalam kesendiriannya itu.
Aku bertanya, 'Semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu, wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar?' Rasulullah ﷺ menjawab, 'Bila kamu mendakwakan bahwa Allah mempunyai tandingan, padahal Dialah yang menciptakanmu.' Aku bertanya, 'Kemudian dosa apakah lagi?' Beliau menjawab, 'Bila kamu membunuh anakmu karena tidak suka dia makan bersamamu.' Aku bertanya lagi, 'Kemudian dosa apa lagi?
Beliau ﷺ menjawab, 'Bila kamu berzina dengan istri tetanggamu.' Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya: Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah.
(Al Furqaan:68), hingga akhir ayat.
.

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah ibnu Sa'id, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Mansur, dari Hilal ibnu Yusaf, dari Salamah ibnu Qais yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda dalam haji wada'-nya, "Ingatlah, sesungguhnya dosa yang terbesar itu ada empat macam." Salamah ibnu Qais mengatakan bahwa sejak ia mendengar hal tersebut dari Rasulullah ﷺ, ia sangat membenci keempat perbuatan itu, yaitu: Janganlah kalian mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang hak, dan janganlah kalian berzina, serta janganlah kalian mencuri.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Madini rahimahullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Fudail ibnu Gazwan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sa'id Al-Ansari, ia pernah mendengar AbuTayyibah Al-Kala'i mengatakan, ia pernah mendengar Al-Miqdad ibnul Aswad r.a.
berkata bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada para sahabatnya: "Bagaimanakah pendapat kalian tentang zina?” Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya, dan ia tetap haram , sampai hari kiamat.” Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabatnya, "Sungguh dosa seseorang lelaki yang berzina dengan sepuluh orang wanita lebih ringan daripada ia berzina dengan istri tetangganya.” Rasulullah ﷺ bersabda, "Bagaimanakah pendapat kalian tentang mencuri?” Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya, dan ia merupakan perbuatan yang haram.” Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh dosa seseorang yang mencuri dari sepuluh rumah lebih ringan daripada mencuri dari rumah tetangganya."

Abu Bakar ibnu Abud Dunia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ammar ibnuNasr, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, dari Abu Bakar ibnu Abu Maryam, dari Al-Haisam ibnu Malik At-Ta-i, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Tiada suatu dosa pun sesudah syirik yang lebih besar daripada dosa seorang lelaki yang meletakkan nutfah (air mani)nya ke dalam rahim yang tidak halal baginya (yakni berzina).

Ibnu Juraij mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ya'la dari Sa'id ibnu Jubair, ia pernah mendengar Ibnu Abbas mengatakan bahwa pernah ada sejumlah orang dari kalangan orang-orang musyrik yang banyak membunuh dan banyak berzina.
Lalu mereka datang menghadap kepada Nabi Muhammad ﷺ dan berkata, "Sesungguhnya agama yang engkau katakan dan engkau seru itu benar-benar baik.
Sekiranya saja engkau beritakan kepada kami bahwa apa yang telah kami perbuat ada kifaratnya." Maka turunlah firman Allah subhanahu wa ta'ala: Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah.
(Al Furqaan:68), hingga akhir ayat.
Turun pula firman-Nya: Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas ter­hadap diri mereka sendiri.” (Az Zumar:53), hingga akhir ayat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr, dari Abu Fakhitah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada seorang lelaki: Sesungguhnya Allah melarangmu menyembah makhluk, sedangkan Dia kamu tinggalkan (tidak disembah).
Dan Allah melarangmu membunuh anakmu, sedangkan anjingmu kamu beri makan.
Dan Allah melarangmu berzina dengan istri tetanggamu.
Sufyan mengatakan bahwa hal inilah yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya: Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah.
(Al Furqaan:68), hingga akhir ayat.

Adapun firman Alah subhanahu wa ta'ala:

barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya).
(Al Furqaan:68)

Telah diriwayatkan dari Abdullah ibnu Amr, ia pernah mengatakan bahwa Asam adalah nama sebuah lembah di neraka Jahanam.
Ikrimah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya).
(Al Furqaan:68) Bahwa Asam adalah nama lembah-lembah yang terdapat di dalam neraka Jahanam tempat untuk menyiksa para penzina.
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Sa'id ibnu Jubair dan Mujahid.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya).
(Al Furqaan:68) Yang dimaksud dengan asaman ialah pembalasan dosa, dahulu kami mengatakannya sebagai nama sebuah lembah di dalam neraka Jahanam.

Telah diriwayatkan kepada kami bahwa Luqman pernah mengatakan kepada anaknya, "Hai anakku, hindarilah perbuatan zina, karena sesungguhnya perbuatan zina itu permulaannya adalah takut, sedangkan akhirnya adalah penyesalan."

Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan lain-lainnya melalui Abu Umamah Al-Bahili secara mauquf dan marfu' disebutkan bahwa gayyan dan asaman adalah nama dua buah sumur di dasar neraka Jahanam semoga Allah melindungi kita dari kedua sumur itu berkat karunia dan kemurahan-Nya.

As-Saddi telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).
(Al Furqaan:68) Bahwa asaman ialah pembalasan.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Furqaan (25) ayat 68
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Urwah bin Az Zubair dari Abdurrahman bin Abdul Qariy bahwa dia berkata,
aku mendengar Umar bin Al Khaththab ra. berkata,
aku mendengar Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca surah Al Furqan dengan cara yang berbeda dari yang aku baca sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membacakannya kepadaku dan hampir saja aku mau bertindak terhadapnya namun aku biarkan sejenak hingga dia selesai membaca. Setelah itu aku ikat dia dengan kainku lalu aku giring dia menghadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan aku katakan: Aku mendengar dia membaca Al Qur'an tidak sama dengan aku sebagaimana anda membacakannya kepadaku. Maka Beliau berkata,
kepadaku: Bawalah dia kemari. Kemudian Beliau berkata,
kepadanya: Bacalah. Maka dia membaca. Beliau shallallahu alaihi wasallam kemudian bersabda:
Begitulah memang yang diturunkan. Kemudian Beliau berkata kepadaku: Bacalah. Maka aku membaca. Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Begitulah memang yang diturunkan. Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan dengan tujuh huruf, maka bacalah oleh kalian mana yang mudah.

Shahih Bukhari, Kitab Persengketan - Nomor Hadits: 2241

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Furqaan (25) Ayat 68

Diriwayatkan oleh asy-Syaikhaan (al-Bukhari dan Muslim) yang bersumber dari Ibnu Mas’ud bahwa Ibnu Mas’ud bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang dosa yang paling besar.
Rasulullah ﷺ menjawab:
“Engkau membuat sekutu untuk Allah, padahal Ia yang menjadikanmu.” Ia bertanya : “Kemudian apa lagi?” Rasulullah menjawab:
“Membunuh anakmu karena takut makan besertamu.” Ia bertanya: “Kemudian apa lagi?” Rasulullah menjawab:
“Engkau berzina dengan istri tetanggamu.” Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Furqaan: 68) yang membenarkan kata-kata Rasulullah tadi.

Diriwayatkan oleh asy-syaikhaan yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa kaum musyrikin gemar membunuh dan berzina.
Pada suatu hari bertanyalah mereka kepada Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya yang tuan katakan dan tuan serukan adalah baik.
Tunjukkan kepada kami, apa yang harus kami lakukan untuk menghapus dosa kami.” Maka turunlah ayat ini (al-Furqaan: 68) yang melarang mereka menyekutukan Allah, membunuh, dan berzina; dan surah az-Zumar ayat 53 yang melarang mereka berputus asa dari Rahmat Allah dan ampunan-Nya.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dll, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika turun ayat, wal ladziina laa yad’uuna ma’allaahi ilaahan aakhara wa laa yaqtuluunan nafsal latii harramallaahu illaa bil haq..
(dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhny] kecuali dengan alasan yang benar..) (al-Furqaan: 68) kaum musyrikin Mekah berkata: “Kami telah membunuh orang tanpa alasan yang hak, telah menyeru kepada tuhan selain Allah, dan juga telah melakukan zina.” Maka turunlah ayat selanjutnya (al-Furqaan: 70) yang menunjukkan jalan untuk bertobat kepada Allah.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Fur­qaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur'an.
Al Qur'an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur'an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur'an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur'an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu 'aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.


Gambar Kutipan Surah Al Furqaan Ayat 68 *beta

Surah Al Furqaan Ayat 68



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Furqaan

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.4
Rating Pembaca: 4.4 (28 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku