Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Furqaan (Pembeda) - surah 25 ayat 68 [QS. 25:68]

وَ الَّذِیۡنَ لَا یَدۡعُوۡنَ مَعَ اللّٰہِ اِلٰـہًا اٰخَرَ وَ لَا یَقۡتُلُوۡنَ النَّفۡسَ الَّتِیۡ حَرَّمَ اللّٰہُ اِلَّا بِالۡحَقِّ وَ لَا یَزۡنُوۡنَ ۚ وَ مَنۡ یَّفۡعَلۡ ذٰلِکَ یَلۡقَ اَثَامًا
Waal-ladziina laa yad’uuna ma’allahi ilahan aakhara walaa yaqtuluunan-nafsallatii harramallahu ilaa bil haqqi walaa yaznuuna waman yaf’al dzalika yalqa atsaaman;
dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina;
dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat,
―QS. Al Furqaan [25]: 68

Daftar isi

And those who do not invoke with Allah another deity or kill the soul which Allah has forbidden (to be killed), except by right, and do not commit unlawful sexual intercourse.
And whoever should do that will meet a penalty.
― Chapter 25. Surah Al Furqaan [verse 68]

وَٱلَّذِينَ dan orang-orang yang

And those who
لَا (mereka) tidak

(do) not
يَدْعُونَ menyembah

invoke
مَعَ beserta

with
ٱللَّهِ Allah

Allah
إِلَٰهًا Tuhan

god
ءَاخَرَ lain

another,
وَلَا dan tidak

and (do) not
يَقْتُلُونَ mereka membunuh

[they] kill
ٱلنَّفْسَ jiwa/seseorang

the soul
ٱلَّتِى yang

which
حَرَّمَ mengharamkan

Allah has forbidden *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah has forbidden *[meaning includes next or prev. word]
إِلَّا kecuali

except
بِٱلْحَقِّ dengan baik

by right
وَلَا dan tidak

and (do) not
يَزْنُونَ mereka berzina

commit unlawful sexual intercourse.
وَمَن dan barangsiapa

And whoever
يَفْعَلْ berbuat

does
ذَٰلِكَ demikian

that
يَلْقَ dia mendapat

will meet
أَثَامًا dosa

a penalty.

Tafsir Quran

Surah Al Furqaan
25:68

Tafsir QS. Al-Furqaan (25) : 68. Oleh Kementrian Agama RI

Keenam:
Pada ayat ini, Allah menerangkan lagi sifat-sifat hamba Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yaitu dia tidak menyembah selain Allah, dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.
Dia benar-benar menganut tauhid yang murni.

Bila dia beribadah, maka ibadahnya itu hanya semata-mata karena Allah, dan bila dia berbuat kebajikan, perbuatannya itu karena Allah bukan karena dia atau ingin dipuji orang.
Bila dia berdoa, benar-benar doanya langsung dipanjatkan ke hadirat Allah tidak melalui perantara.

Dia yakin sepenuhnya bahwa yang sanggup mengabulkan doanya hanya Allah semata.



Mereka tidak melakukan pembunuhan terhadap siapa pun karena menyadari bahwa jiwa seseorang menjadi hak atas dirinya.

Ia tidak boleh dibunuh kecuali dengan hak yang telah ditetapkan oleh Allah seperti murtad atau membunuh orang tanpa hak.
Mereka tidak akan melakukan perbuatan zina karena menyadari bahwa berzina itu termasuk dosa besar, suatu perbuatan yang sangat terkutuk dan dimurkai Allah.

Dengan memelihara kemurnian tauhid yang menjadi dasar bagi akidah, seseorang akan bersih jiwanya, jernih pikirannya, dan tidak dapat diombang-ambingkan oleh kepercayaan-kepercayaan yang menyesatkan.
Dengan menjauhi pembunuhan tanpa hak, akan bersihlah dirinya dari perbuatan zalim dan bersihlah masyarakat dari kekacauan.

Hak setiap warga masyarakat akan terpelihara dengan baik sehingga mereka benar-benar dapat menikmati keamanan dan ketenteraman.
Dengan memelihara dirinya dari perbuatan zina akan bersihlah dirinya dari kekotoran dan bersih pula masyarakat dari keonaran dan kekacauan nasab yang menimbulkan berbagai kesulitan dan ketidakstabilan.



Sehubungan dengan hal ini, dalam sebuah hadis Nabi ﷺ dijelaskan:

‘Abdullah bin Mas’ud berkata,
"Aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Dosa apakah yang paling besar?
Rasulullah menjawab, ‘Engkau menjadikan tandingan bagi Allah padahal Dia yang menciptakan kamu.
Aku bertanya pula, ‘Dosa apakah lagi?
Rasulullah menjawab, ‘Dosa membunuh anakmu karena takut (miskin) karena dia akan makan bersamamu.
Kemudian aku bertanya lagi, ‘Dosa apakah lagi?
Rasulullah menjawab, ‘Dosa berzina dengan istri tetanggamu.
Allah menurunkan ayat ini untuk membenarkan sabda Nabi Muhammad."
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kemudian Allah mengancam orang-orang yang melakukan perbuatan dosa itu dengan ancaman yang amat keras, yaitu neraka di hari Kiamat sebagai balasan atas semua dosa yang telah mereka perbuat di dunia.
Bahkan Allah akan melipatgandakan azab bagi mereka karena dosa besar yang mereka lakukan itu.
Mereka akan dilemparkan ke neraka dan akan tetap di sana.
Di samping menderita siksaan jasmani seperti minuman yang sangat panas yang membakar kerongkongan dan usus mereka, mereka juga mendapat siksaan batin atau rohani, karena selalu mendapat penghinaan dan selalu menyesali kesalahan mereka sewaktu di dunia dahulu.

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 68. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kelima, mereka selalu memurnikan tawhid dan membuang segala bentuk kemusyrikan dalam sembahan.
Keenam, tidak membunuh jiwa yang dilarang untuk dibunuh.


Tetapi jika dianiaya, mereka akan membunuh atas dasar kebenaran.
Ketujuh, menjauhi perbuatan zina.


Mereka mencukupkan diri dengan berbagai kenikmatan yang halal saja agar terhindar dari siksa yang membinasakan.
Sesungguhnya siapa saja yang melakukan perkara-perkara jelek ini akan mendapatkan siksa.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan orang-orang yang mentauhidkan Allah, tidak berdoa dan menyembah Tuhan selain Allah, tidak membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk membunuhnya kecuali dengan alasan yang dibenarkan untuk membunuhnya karenanya, berupa kufur setelah iman, atau zina setelah pernikahan atau membunuh jiwa tanpa dosa.
Dan mereka tidak berzina, sebaliknya mereka menjaga kemaluan mereka kecuali terhadap pasangan-pasangan sah mereka atau hamba sahaya mereka.


Barangsiapa yang melakukan salah satu dari dosa-dosa besar ini, maka di akhirat dia akan menerima hukuman setimpal.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah) membunuhnya


(kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu) yakni salah satu di antara ketiga perbuatan tadi


(niscaya dia mendapat pembalasan dosanya) hukumannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Syaqiq, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya,
"Dosa apakah yang paling besar?"
Beliau ﷺ menjawab,
"Bila kamu menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal Dia telah menciptakanmu."
Lalu si penanya bertanya lagi,
"Kemudian apa lagi?"
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Bila kamu membunuh anakmu karena takut dia ikut makan bersamamu."
Ia bertanya lagi,
"Kemudian apa lagi?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Bila kamu berzina dengan istri tetanggamu."
Abdullah ibnu Mas’ud berkata, bahwa lalu Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya yang membenarkan hal tersebut, yaitu:
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah.
(QS. Al-Furqaan [25]: 68), hingga akhir ayat.

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkannya melalui hadis Al-A’masy dan Mansur – Al-Bukhari menambahkan:
serta Wasil -.
Mereka bertiga menerima hadis ini dari Abu Wa-il alias Syaqiq ibnu Salamah, dari Abu Maisarah Amr ibnu Syurahbil, dari Ibnu Mas’ud.


Menurut lafaz Imam Bukhari dan Imam Muslim melalui Ibnu Mas’ud adalah seperti berikut:
Ibnu Mas’ud mengatakan, ‘Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar?, dan seterusnya.”

Jalur hadis yang garib:

Ibnu Jarir mengatakan telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ishaq Al-Ahwazi, telah menceritakan kepada kami Amir ibnu Mudrik, telah menceritakan kepada kami As-Sirri ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Asy-Sya’bi, dari Masruq yang mengatakan bahwa Abdullah pernah mengatakan,
"Pada suatu hari Rasulullah ﷺ pergi, lalu aku mengikutinya.
Rasulullah ﷺ duduk di atas sebuah gundukan tanah, maka aku duduk di bagian yang lebih rendah darinya, sedangkan mukaku sejajar dengan kedua lututnya.
Aku sengaja ingin menemaninya dalam kesendiriannya itu.
Aku bertanya, ‘Semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu, wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar?’ Rasulullah ﷺ menjawab, ‘Bila kamu mendakwakan bahwa Allah mempunyai tandingan, padahal Dialah yang menciptakanmu.’ Aku bertanya, ‘Kemudian dosa apakah lagi?’ Beliau menjawab, ‘Bila kamu membunuh anakmu karena tidak suka dia makan bersamamu.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian dosa apa lagi?
Beliau ﷺ menjawab, ‘Bila kamu berzina dengan istri tetanggamu.’ Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya:
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah.
(QS. Al-Furqaan [25]: 68), hingga akhir ayat.
.

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Mansur, dari Hilal ibnu Yusaf, dari Salamah ibnu Qais yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda dalam haji wada’-nya,
"Ingatlah, sesungguhnya dosa yang terbesar itu ada empat macam."
Salamah ibnu Qais mengatakan bahwa sejak ia mendengar hal tersebut dari Rasulullah ﷺ, ia sangat membenci keempat perbuatan itu, yaitu:
Janganlah kalian mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang hak, dan janganlah kalian berzina, serta janganlah kalian mencuri.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Madini rahimahullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Fudail ibnu Gazwan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sa’id Al-Ansari, ia pernah mendengar AbuTayyibah Al-Kala’i mengatakan, ia pernah mendengar Al-Miqdad ibnul Aswad r.a. berkata bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada para sahabatnya:
"Bagaimanakah pendapat kalian tentang zina?"
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya, dan ia tetap haram , sampai hari kiamat."
Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabatnya,
"Sungguh dosa seseorang lelaki yang berzina dengan sepuluh orang wanita lebih ringan daripada ia berzina dengan istri tetangganya."
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Bagaimanakah pendapat kalian tentang mencuri?"
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya, dan ia merupakan perbuatan yang haram."
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Sungguh dosa seseorang yang mencuri dari sepuluh rumah lebih ringan daripada mencuri dari rumah tetangganya."

Abu Bakar ibnu Abud Dunia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ammar ibnuNasr, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, dari Abu Bakar ibnu Abu Maryam, dari Al-Haisam ibnu Malik At-Ta-i, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Tiada suatu dosa pun sesudah syirik yang lebih besar daripada dosa seorang lelaki yang meletakkan nutfah (air mani)nya ke dalam rahim yang tidak halal baginya (yakni berzina).

Ibnu Juraij mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ya’la dari Sa’id ibnu Jubair, ia pernah mendengar Ibnu Abbas mengatakan bahwa pernah ada sejumlah orang dari kalangan orang-orang musyrik yang banyak membunuh dan banyak berzina.
Lalu mereka datang menghadap kepada Nabi Muhammad ﷺ dan berkata,
"Sesungguhnya agama yang engkau katakan dan engkau seru itu benar-benar baik.
Sekiranya saja engkau beritakan kepada kami bahwa apa yang telah kami perbuat ada kifaratnya."
Maka turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah.
(QS. Al-Furqaan [25]: 68), hingga akhir ayat.
Turun pula firman-Nya:
Katakanlah,
"Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri."
(QS. Az-Zumar [39]: 53), hingga akhir ayat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr, dari Abu Fakhitah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada seorang lelaki:
Sesungguhnya Allah melarangmu menyembah makhluk, sedangkan Dia kamu tinggalkan (tidak disembah).
Dan Allah melarangmu membunuh anakmu, sedangkan anjingmu kamu beri makan.
Dan Allah melarangmu berzina dengan istri tetanggamu.
Sufyan mengatakan bahwa hal inilah yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah.
(QS. Al-Furqaan [25]: 68), hingga akhir ayat.

Adapun firman Alah subhanahu wa ta’ala:

barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya).
(QS. Al-Furqaan [25]: 68)

Telah diriwayatkan dari Abdullah ibnu Amr, ia pernah mengatakan bahwa Asam adalah nama sebuah lembah di neraka Jahanam.
Ikrimah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya).
(QS. Al-Furqaan [25]: 68)
Bahwa Asam adalah nama lembah-lembah yang terdapat di dalam neraka Jahanam tempat untuk menyiksa para penzina.
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Sa’id ibnu Jubair dan Mujahid.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya).
(QS. Al-Furqaan [25]: 68)
Yang dimaksud dengan asaman ialah pembalasan dosa, dahulu kami mengatakannya sebagai nama sebuah lembah di dalam neraka Jahanam.

Telah diriwayatkan kepada kami bahwa Luqman pernah mengatakan kepada anaknya,
"Hai anakku, hindarilah perbuatan zina, karena sesungguhnya perbuatan zina itu permulaannya adalah takut, sedangkan akhirnya adalah penyesalan."

Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan lain-lainnya melalui Abu Umamah Al-Bahili secara mauquf dan marfu’ disebutkan bahwa gayyan dan asaman adalah nama dua buah sumur di dasar neraka Jahanam semoga Allah melindungi kita dari kedua sumur itu berkat karunia dan kemurahan-Nya.

As-Saddi telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).
(QS. Al-Furqaan [25]: 68)
Bahwa asaman ialah pembalasan.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Furqaan (25) Ayat 68

Diriwayatkan oleh asy-Syaikhaan (al-Bukhari dan Muslim) yang bersumber dari Ibnu Mas’ud bahwa Ibnu Mas’ud bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang dosa yang paling besar.
Rasulullah ﷺ menjawab:
“Engkau membuat sekutu untuk Allah, padahal Ia yang menjadikanmu.” Ia bertanya : “Kemudian apa lagi?” Rasulullah menjawab:
“Membunuh anakmu karena takut makan besertamu.” Ia bertanya: “Kemudian apa lagi?” Rasulullah menjawab:
“Engkau berzina dengan istri tetanggamu.” Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Furqaan: 68) yang membenarkan kata-kata Rasulullah tadi.

Diriwayatkan oleh asy-syaikhaan yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa kaum musyrikin gemar membunuh dan berzina.
Pada suatu hari bertanyalah mereka kepada Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya yang tuan katakan dan tuan serukan adalah baik.
Tunjukkan kepada kami, apa yang harus kami lakukan untuk menghapus dosa kami.” Maka turunlah ayat ini (al-Furqaan: 68) yang melarang mereka menyekutukan Allah, membunuh, dan berzina; dan surah az-Zumar ayat 53 yang melarang mereka berputus asa dari Rahmat Allah dan ampunan-Nya.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dll, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika turun ayat, wal ladziina laa yad’uuna ma’allaahi ilaahan aakhara wa laa yaqtuluunan nafsal latii harramallaahu illaa bil haq..
(dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhny] kecuali dengan alasan yang benar..) (al-Furqaan: 68) kaum musyrikin Mekah berkata: “Kami telah membunuh orang tanpa alasan yang hak, telah menyeru kepada tuhan selain Allah, dan juga telah melakukan zina.” Maka turunlah ayat selanjutnya (al-Furqaan: 70) yang menunjukkan jalan untuk bertobat kepada Allah.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Furqaan (25) ayat 68

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Urwah bin Az Zubair dari Abdurrahman bin Abdul Qariy bahwa dia berkata,
aku mendengar Umar bin Al Khaththab ra. berkata,
aku mendengar Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca surah Al Furqan dengan cara yang berbeda dari yang aku baca sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membacakannya kepadaku dan hampir saja aku mau bertindak terhadapnya namun aku biarkan sejenak hingga dia selesai membaca. Setelah itu aku ikat dia dengan kainku lalu aku giring dia menghadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan aku katakan: Aku mendengar dia membaca Al Qur’an tidak sama dengan aku sebagaimana anda membacakannya kepadaku. Maka Beliau berkata,
kepadaku: Bawalah dia kemari. Kemudian Beliau berkata,
kepadanya: Bacalah. Maka dia membaca. Beliau shallallahu alaihi wasallam kemudian bersabda:
Begitulah memang yang diturunkan. Kemudian Beliau berkata kepadaku: Bacalah. Maka aku membaca. Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Begitulah memang yang diturunkan. Sesungguhnya Al Qur’an diturunkan dengan tujuh huruf, maka bacalah oleh kalian mana yang mudah.

Shahih Bukhari, Kitab Persengketan – Nomor Hadits: 2241

Unsur Pokok Surah Al Furqaan (الفرقان)

Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al-Furqaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Alquran.

Alquran dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-Esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

▪ Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya.
▪ Hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi.
▪ Allah tidak punya anak dan sekutu.
Alquran benar-benar diturunkan dari Allah.
▪ Ilmu Allah meliputi segala sesuatu.
▪ Allah bersemayam di atas Arsy.
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam.
Rasulrasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah.
▪ Pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya Malaikat ke bumi.
▪ Orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

▪ Tidak boleh mengabaikan Alquran.
▪ Larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir.
▪ Larangan membunuh atau berzina.
▪ Kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Alquran.
▪ Larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

▪ Kisah-kisah Musa `alaihis salam Nuh `alaihis salam.
Kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

▪ Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Alquran.
▪ Kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-Esaan dan kekuasaan Allah.
Hikmah Alquran diturunkan secara berangsur-angsur.
▪ Sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu, tidak mempergunakan akal.
▪ Sifat-sifat hamba Allah yang sebenarnya.

Audio Murottal

QS. Al-Furqaan (25) : 1-77 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 77 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Furqaan (25) : 1-77 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 77

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Furqaan ayat 68 - Gambar 1 Surah Al Furqaan ayat 68 - Gambar 2
Statistik QS. 25:68
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Furqaan.

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,”Pembeda”) adalah surah ke-25 dari Alquran.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Alquran (lihat nama lain Alquran).
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah ﷻ dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku’ 6 ruku’
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu’ara’
Sending
User Review
4.4 (28 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

25:68, 25 68, 25-68, Surah Al Furqaan 68, Tafsir surat AlFurqaan 68, Quran Al Furqan 68, AlFurqan 68, Al-Furqan 68, Surah Al Furqan ayat 68

Video Surah

25:68


More Videos

Kandungan Surah Al Furqaan

۞ QS. 25:1 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 25:2 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Segala sesuatu milik Allah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Kekuasaan Allah •

۞ QS. 25:3 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 25:4 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:6 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 25:7 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:8 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:9 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:10 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 25:11 • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:12 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat neraka

۞ QS. 25:13 • Memasuki neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 25:14 • Memasuki neraka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 25:15 • Pahala iman • Allah menepati janji • Nama-nama surga • Keabadian surga •

۞ QS. 25:16 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya •

۞ QS. 25:17 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 25:18 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:19 • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Siksa orang kafir • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 25:20 Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 25:21 • Allah tidak dapat dilihat di dunia • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:22 • Saat kematian orang kafir • Azab orang kafir

۞ QS. 25:23 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 25:24 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 25:25 • Tugas-tugas malaikat • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 25:26 • Segala sesuatu milik Allah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 25:27 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 25:28 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 25:29 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah

۞ QS. 25:30 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 25:31 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 25:32 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:33 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:34 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 25:36 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 25:37 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 25:39 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:40 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:42 • Azab orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 25:43 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 25:44 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 25:45 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 25:46 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 25:47 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 25:48 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 25:49 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan)

۞ QS. 25:50 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:53 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 25:54 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

۞ QS. 25:55 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 25:57 Ar Rabb (Tuhan) • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 25:58 • Keluasan ilmu Allah • Al Hayy (Maha Hidup) • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 25:59 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Arsy • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 25:60 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:61 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 25:62 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 25:63 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 25:64 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 25:65 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat neraka

۞ QS. 25:66 • Keabadian neraka • Sifat neraka

۞ QS. 25:67 • Hemat dalam bekerja

۞ QS. 25:68 Tauhid Uluhiyyah • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 25:69 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksaan ahli neraka dilipatgandakan • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 25:70 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 25:73 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 25:74 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 25:75 • Pahala iman • Tugas-tugas malaikat • Nama-nama surga • Memasuki surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 25:76 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat di surga •

۞ QS. 25:77 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

Tidakkah kau perhatikan Allah tundukkan untukmu apa yang di langit & bumi
dan sempurnakan untukmu NIKMAT-Nya lahir & batin.
Dan di antara manusia ada yang membantah (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk
QS. Luqman [31]: 20

Allah berfirman:
“Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu”.
Mereka tidak menganiaya Kami,
tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.
QS. Al-A’raf [7]: 160

Jangan terpengaruh oleh apa yang kau lihat pada orang kafir! Mereka bergelimang kemewahan & bergerak bebas dalam dagang & usaha.
Itu kesenangan sekejap yang akan hilang.
Tempat kembali mereka ialah neraka Jahanam, seburuk tempat kembali
QS. Ali ‘Imran [3]: 196-197

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit & apa yang ada di bumi.
Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan,
niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu.
QS. Al-Baqarah [2]: 284

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan ...

Correct! Wrong!

Surah yang menjelaskan bahwa ''Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta'', yaitu ...

Correct! Wrong!

Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang ...

Correct! Wrong!

Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #19
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #19 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #19 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Kamus Istilah Islam

Al-Qari'ah

Apa itu Al-Qari’ah? Surah Al-Qari’ah adalah surah ke-101 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surah Quraisy. Nama Al-...

Abu Musa Al-Asy'ari

Siapa itu Abu Musa Al-Asy’ari? Abu Musa al-Asy’ari , yang bernama asli Abdullah bin Qais bin Sulaim al-Asy’ari,adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad. Abu Musa al-Asy’ari ...

Sifat Iradah

Apa itu Sifat Iradah? Apa yang dimaksud dengan Iradah? Kehendak Tuhan, juga disebut Rencana Tuhan, adalah suatu konsep tentang rencana oleh Tuhan yang terjadi terhadap seluruh makhluk ciptaan-Nya, sep...