Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 66 [QS. 25:66]

اِنَّہَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرًّا وَّ مُقَامًا
Innahaa saa-at mustaqarran wamuqaaman;

Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
―QS. 25:66
Topik ▪ Neraka ▪ Keabadian neraka ▪ Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat
25:66, 25 66, 25-66, Al Furqaan 66, AlFurqaan 66, Al Furqan 66, AlFurqan 66, Al-Furqan 66

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 66

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 66. Oleh Kementrian Agama RI

Mereka benar-benar takut akan jatuh ke dalam siksaan neraka karena siksaan neraka itu amat pedih dan dahsyat dan karena neraka itu seburuk-buruk tempat yang disediakan bagi hamba Allah yang ingkar dan durhaka.
Orang-orang kafir kekal di dalamnya selama-lamanya, menderita berbagai macam siksaan.
Meskipun kulit mereka telah hangus terbakar dan panasnya api neraka telah menembus kedalam daging dan tulang belulang mereka namun mereka tetap hidup untuk merasakan siksaan itu sebagai tersebut dalam firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka.
Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(Q.S.
An Nisa: 56)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya jahanam itu adalah tempat menetap dan tempat kediaman yang paling buruk bagi penghuninya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya ia adalah seburuk-buruk) sejelek-jelek (tempat menetap dan tempat kediaman) yakni Jahanam adalah tempat menetap dan tempat tinggal yang paling buruk.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya Neraka Jahanam adalah seburuk tempat menetap dan tempat kediaman.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnur Rabi’, telah mencerita­kan kepada kami Abul Ahwas, dari Al-A’masy, dari Malik ibnul Haris yang mengatakan bahwa apabila seseorang dilemparkan ke dalam neraka, maka ia terjatuh ke dalamnya.
Dan apabila sampai pada salah satu pintunya, dikatakan kepadanya, “Tetaplah di tempatmu, kamu akan diberi jamuan terlebih dahulu.” Maka ia diberi minum racun ular hitam dan kalajengking.
Perawi mengatakan bahwa lalu kulit, rambut, urat, dan otot-ototnya pecah.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnur Rabi’, telah menceritakan kepada kami Abul Ahwas, dari Al-A’masy, dari Mujahid, dari Ubaid ibnu Umair yang mengatakan, “Sesungguhnya di dalam neraka benar-benar terdapat sumur-sumur yang di dalamnya terdapat ular-ular yang besarnya seperti unta, dan kalajengking-kalajengking yang besarnya seperti begal yang besar.
Apabila ahli neraka dilemparkan ke dalam neraka, maka ular-ular dan kalajengking-kalajengking itu keluar dari tempat persembunyiannya menuju kepada mereka, lalu menggigit dan mematuki kulit dan rambut mereka sehingga daging mereka sampai ke telapak kaki tersayat.
Dan apabila ular-ular dan kalajengking-kalajengking itu merasakan panasnya neraka, maka mereka kembali ke tempatnya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Musa, tela’ menceritakan kepada kami Salam ibnu Miskin, dari Abu Zhalali, dari Anas ibnu Malik r.a., dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Sesungguhnya ada seorang hamba di dalam neraka Jahanam berseru selama seribu tahun dengan mengucapkan, “Ya hannan Ya Mannan ” (Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih, wahai Tuhan Yang Maha Pemberi anugerah).
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Jibril, “Pergilah kamu dan bawalah hamba-Ku itu.” Jibril berangkat, dan ia menjumpai ahli neraka dalam keadaan terjungkal seraya menangis.
Lalu Jibril kembali menghadap kepada Tuhannya, dan menceritakan kepada-Nya apa yang telah dilihatnya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Bawalah dia kepada-Ku, sesungguhnya dia berada di tempat anu.” Maka Jibril membawa orang tersebut dan memberdirikannya di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala Allah berfirman, “Hai hamba-Ku, bagaimanakah kamu jumpai tempat tinggal dan tempat peristirahatanmu?” Si hamba menjawab, “Wahai Tuhanku, benar­ benar tempat yang buruk dan tempat peristirahatan yang buruk.” Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Kembalikanlah hamba-Ku (ke tempatnya).” Si hamba berkata, “Wahai Tuhanku, setelah Engkau keluarkan daku dari neraka, daku sama sekali tidak berharap untuk dikembalikan kepadanya.” Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Biarkanlah hamba-Ku.”


Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Al Furqaan (25) ayat 66 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Furqaan (25) ayat 66 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Furqaan (25) ayat 66 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Furqan (25) ayat 63-66 - Nina Azura (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Furqan (25) ayat 63-66 - Nina Azura (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 77 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah25
Nama SurahAl Furqaan
Arabالفرقان
ArtiPembeda
Nama lainTabaraka
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu42
JuzJuz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat77
Jumlah kata896
Jumlah huruf3876
Surah sebelumnyaSurah An-Nur
Surah selanjutnyaSurah Asy-Syu'ara'
4.8
Ratingmu: 4.2 (16 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/25-66







Pembahasan ▪ surat alfurqan ayat 65-66

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta