QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 65 [QS. 25:65]

وَ الَّذِیۡنَ یَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَا اصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَہَنَّمَ ٭ۖ اِنَّ عَذَابَہَا کَانَ غَرَامًا
Waal-ladziina yaquuluuna rabbanaaashrif ‘annaa ‘adzaaba jahannama inna ‘adzaabahaa kaana gharaaman;

Dan orang-orang yang berkata:
“Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”.
―QS. 25:65
Topik ▪ Neraka ▪ Nama-nama neraka ▪ Rusaknya keseimbangan pada hari kiamat
25:65, 25 65, 25-65, Al Furqaan 65, AlFurqaan 65, Al Furqan 65, AlFurqan 65, Al-Furqan 65

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 65

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 65. Oleh Kementrian Agama RI

Keempat:
Mereka selalu mengingat hari akhirat dan hari berhisab.
Mereka yakin bahwa semua amal perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan di hari itu, yang baik diberi ganjaran berlipat ganda, dan yang jahat akan dibalasi dengan balasan yang setimpal.
Di kala mereka bermunajat dengan Tuhan di malam hari tergambarlah dalam pikiran mereka bagaimana dahsyatnya suasana di waktu itu seakan-akan mereka benar-benar melihat bagaimana ganasnya api neraka yang selalu menanti para hamba Allah yang durhaka dengan geram dan suara gemuruh untuk menjadi mangsa dan santapannya.
Di kala itu meneteslah air mata mereka dan mereka memohon dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan agar mereka dibebaskan dari siksaan api neraka yang ganas itu.
Orang-orang yang demikian kuat keyakinannya kepada hari akhirat tentulah dia akan mempergunakan kesempatan hidup di dunia berbuat amal kebaikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan melakukan perbuatan jahat karena yakin perbuatannya itu akan dibalas dengan siksaan yang pedih.
Betapapun baiknya suatu peraturan yang dibikin manusia dan betapa ketatnya pengawasan dalam melaksanakannya, tetapi manusia yang tidak insaf dapat saja meloloskan diri dari ikatan peraturan dan undang-undang itu.
Tetapi manusia yang beriman andai kata tidak ada peraturan dan undang-undang dia tidak akan melakukan suatu kejahatanpun, karena dia sadar walaupun dia dapat bebas dari hukuman di dunia, namun tidak akan dapat melepaskan diri dari azab di akhirat.
Kesadaran dan keinsafan inilah yang tertanam dengan kuat di dalam hati setiap muslim yang mendapat julukan “hamba Allah Yang Maha Penyayang”.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ketiga, mereka yang rasa takutnya lebih dominan daripada harapan, seperti halnya orang-orang yang bertakwa.
Karena itu mereka takut akan siksa akhirat.
Kebiasaan mereka adalah berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari siksa jahanam.
Sebab siksa jahanam itu, jika menimpa seseorang yang melakukan kejahatan, tidak akan melepaskannya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan orang-orang yang berkata, “Ya Rabb kami! Jauhkanlah azab Jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”) yang abadi.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan orang-orang yang sekalipun mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah, mereka tetap takut kepada Allah dan berdoa kepada-Nya agar diselamatkan dari adzab Jahanam.
Sesungguhnya adzab di dalamnya akan terus di timpakan kepada para penghuninya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yaitu tetap dan abadi.
Seperti yang dikatakan oleh seorang penyair sehubungan dengan makna garaman ini, melalui salah satu bait syairnya:

Jika dia (orang yang disanjung penyair) menyiksa, maka siksaannya terus-menerus lagi tetap, dan jika dia memberi dengan pemberian yang banyak, ia tidak peduli (berapa pun banyaknya).

Al-Hasan telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: sesungguhnya azab Jahanam itu adalah kebinasaan yang kekal.
(Al Furqaan:65) Segala sesuatu yang menimpa anak Adam, lalu lenyap darinya, tidak dapat dikatakan garam.
Sesungguhnya pengertian garam itu tiada lain bagi sesuatu yang kekal selagi ada bumi dan langit.

Hal yang sama dikatakan oleh Sulaiman At-Taimi.

Muhammad ibnu Ka’b telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: sesungguhnya azab Jahanam itu adalah kebinasaan yang kekal.
(Al Furqaan:65) Yakni mereka tidak merasakan nikmat hidup di dunia ini.
Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala menanyakan kepada orang-orang kafir tentang nikmat (yang telah dikaruniakan-Nya kepada mereka).
Mereka tidak dapat mempertanggungjawabkannya kepada Allah.
Maka Allah menghukum mereka, lalu memasukkan mereka ke dalam neraka.


Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 65 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 65 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 65 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Furqan (25) ayat 63-66 - Nina Azura (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Furqan (25) ayat 63-66 - Nina Azura (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 77 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah25
Nama SurahAl Furqaan
Arabالفرقان
ArtiPembeda
Nama lainTabaraka
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu42
JuzJuz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat77
Jumlah kata896
Jumlah huruf3876
Surah sebelumnyaSurah An-Nur
Surah selanjutnyaSurah Asy-Syu'ara'
4.7
Ratingmu: 4.9 (15 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/25-65







Pembahasan ▪ al furqan ayat 65

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta