Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al Furqaan

Al Furqaan (Pembeda) surah 25 ayat 62


وَ ہُوَ الَّذِیۡ جَعَلَ الَّیۡلَ وَ النَّہَارَ خِلۡفَۃً لِّمَنۡ اَرَادَ اَنۡ یَّذَّکَّرَ اَوۡ اَرَادَ شُکُوۡرًا
Wahuwal-ladzii ja’alallaila wannahaara khilfatan liman araada an yadz-dzakkara au araada syukuuran;

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.
―QS. 25:62
Topik ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan
25:62, 25 62, 25-62, Al Furqaan 62, AlFurqaan 62, Al Furqan 62, AlFurqan 62, Al-Furqan 62
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 62. Oleh Kementrian Agama RI

Dan Dia pula yang menjadikan malam dan siang silih berganti agar supaya yang demikian itu jadi pelajaran dan i'tibar bagi orang-orang yang selalu mengingati nikmat Allah dan bertafakur tentang keajaiban ciptaan-Nya, sehingga timbul rasa dan dorongan hatinya untuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah itu.
Jika seandainya malam dan siang tidak bergiliran, dan matahari terus saja bersinar, niscaya hal demikian itu membawa perasaan jemu atau bosan dan lelah karena tidak dapat istirahat di malam harinya.
Demikian pula jika malamnya terus berlangsung tanpa kelihatan sinar matahari, niscaya membawa perasaan kurang tenang.
Adapun bergiliran siang dan malam itu memberikan kesempatan pula untuk menyempurnakan kekurangan dalam soal peribadatan yang sunah yaitu bilamana seseorang karena kesibukan bekerja pada siang harinya tidak sempat berdoa atau membaca wiridnya, maka dapat dilaksanakan pada malam harinya, seperti tersebut dalam sebuah hadis sahih:

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala mengulurkan tangan-Nya di malam hari supaya orang yang berbuat dosa pada siang hari dapat bertobat dan mengulurkan tangan-Nya pada siang hari supaya dapat bertobat orang yang berdosa pada malam harinya, sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya.
(H.R.
Muslim dari Abu Musa)

Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab pernah salat Duha lama sekali.
Tatkala beliau ditegor oleh seorang sahabat, beliau menjawab: "Sesungguhnya ketinggalan beberapa wirid dan amalku hari ini, karena kesibukan, maka aku bermaksud menutup kekurangannya itu dengan mengadakan salat ini, lalu beliau membaca ayat 62 ini.

Al Furqaan (25) ayat 62 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Furqaan (25) ayat 62 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Furqaan (25) ayat 62 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allahlah yang menjadikan malam dan siang secara silih berganti, yang satu datang menggantikan yang lain.
Kami atur semua ini agar siapa saja dapat mengambil pelajaran dari aturan semacam ini, sehingga dapat mengetahui kebijaksanaan dan kekuasaan Allah.
Atau agar ia dapat menyukuri nikmat yang agung ini.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dia pula yang menjadikan malam dan siang silih berganti) yakni satu sama lainnya saling silih berganti dengan yang lainnya (bagi orang yang ingin mengambil pelajaran) dapat dibaca Yadzdzakkara dan Yadzkura, yang pembahasannya sebagaimana pada ayat sebelumnya.
Yakni, ia ingat akan kebaikan yang tidak dilakukan pada salah satu di antaranya, kemudian ia melakukan pada waktu yang lainnya, sebagai ganti dari apa yang tidak dilakukannya di waktu yang pertama tadi (atau orang yang ingin bersyukur) atas nikmat Rabb yang telah dilimpahkan kepadanya pada dua waktu itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Dia pula yang menjadikan malam dan siang silih berganti, yang satu menggantikan yang lain, bagi orang yang ingin mengambil pelajaran dari kejadian tersebut dengan beriman kepada pengatur dan penciptanya, atau orang yang ingin bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat dan karunia-karunia-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti.
(Al Furqaan:62)

Yakni masing-masing dari keduanya silih berganti, tiada henti-hentinya.
Bila yang satunya datang, yang lainnya pergi, dan bila yang lain datang, maka yang satunya pergi, demikianlah seterusnya.
Hal yang sama disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan Dia telah menundukkan (pula) bagi kalian matahari dan bulan yang terus-menerus beredar.
(Ibrahim:33)

Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat.
(Al A'raf:54)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan.
(Yaa Siin:40)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.
(Al Furqaan:62)

Artinya, Allah menjadikan siang dan malam silih berganti sebagai pertanda waktu buat hamba-hamba-Nya untuk beribadah kepada-Nya.
Maka barang siapa yang meninggalkan suatu amalan di malam hari, ia dapat menyusulnya di siang hari, dan barang siapa yang meninggalkan suatu amalan di siang hari, ia dapat menyusulnya di malam hari.
Dalam sebuah hadis sahih telah disebutkan melalui firman-Nya:

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala membuka lebar tangan-Nya di malam hari untuk (menerima) tobat orang yang melakukan dosa di siang hari, dan Dia membuka lebar tangan-Nya di siang hari untuk (menerima) tobat orang yang berbuat dosa di malam hari.

Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Hamzah, dari Al-Hasan, bahwa Umar ibnul Khattab mengerjakan salat duhanya cukup panjang.
Ketika ditanyakan kepadanya, "Engkau telah melakukan sesuatu pada hari ini yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya." Maka ia menjawab, "Sesungguhnya masih ada sesuatu dari wiridku yang tersisa, maka aku suka untuk menyempurnakannya (mengqadainya)" Lalu ia membaca ayat ini, yaitu firman-Nya: Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.
(Al Furqaan:62)

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat, bahwa barang siapa yang meninggalkan sesuatu amalan di malam hari, maka ia boleh mengerjakannya di siang hari, atau barang siapa yang meninggalkan sesuatu amalan di siang hari, maka ia dapat mengerjakannya di malam hari.
Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah, Sa'id ibnu Jubair, dan Al-Hasan.

Mujahid dan Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, "Khilfah" yakni saling bertentangan, yang satu mempunyai ciri khas gelap, sedangkan yang lain mempunyai ciri khas terang.

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Fur­qaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur'an.
Al Qur'an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur'an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur'an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur'an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu 'aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.


Gambar Kutipan Surah Al Furqaan Ayat 62 *beta

Surah Al Furqaan Ayat 62



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Furqaan

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah25
Nama SurahAl Furqaan
Arabالفرقان
ArtiPembeda
Nama lainTabaraka
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu42
JuzJuz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat77
Jumlah kata896
Jumlah huruf3876
Surah sebelumnyaSurah An-Nur
Surah selanjutnyaSurah Asy-Syu'ara'
4.4
Rating Pembaca: 4.6 (12 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ Surah al furqon tentang nikmat allah