Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Furqaan

Al Furqaan (Pembeda) surah 25 ayat 58


وَ تَوَکَّلۡ عَلَی الۡحَیِّ الَّذِیۡ لَا یَمُوۡتُ وَ سَبِّحۡ بِحَمۡدِہٖ ؕ وَ کَفٰی بِہٖ بِذُنُوۡبِ عِبَادِہٖ خَبِیۡرَا
Watawakkal ‘alal hai-yil-ladzii laa yamuutu wasabbih bihamdihi wakafa bihi bidzunuubi ‘ibaadihi khabiiran;

Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.
Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.
―QS. 25:58
Topik ▪ Perumpamaan orang kafir dan mukmin
25:58, 25 58, 25-58, Al Furqaan 58, AlFurqaan 58, Al Furqan 58, AlFurqan 58, Al-Furqan 58
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 58. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan agar bertawakal kepada-Nya yang hidup Kekal tidak mati, Tuhan seru sekalian alam, berserah diri kepada-Nya, dan bersabar dalam segala nasib yang menimpa dirinya, karena Tuhanlah yang memberi kecukupan kepadanya, yang menyampaikan kepada tujuan kebahagiaan, dan bertasbih dengan memuji-Nya, menyucikan-Nya dari segala sekutu, anak atau istri dari segala sifat yang tidak pantas yang dilemparkan oleh kaum musyrikin kepada-Nya.
Perintah Allah bartawakal kepada-Nya itu bukan berarti bahwa manusia tidak perlu berusaha lagi, atau tidak perlu memikirkan sebab-sebab yang menimbulkan usaha itu, tetapi maksudnya ialah agar manusia ,menyerahkan kepada Allah segala sesuatu yang telah diusahakannya, sebab tawakal itu ditugaskan kepada hati, sedang usaha ditugaskan kepada tubuh anggota.
Bidangnya barlainan yaitu bidang hakikat dan bidang syariat.
dan cukuplah Dia Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.
baik yang nampak maupun yang tidak.
Oleh karena dalam ayat ini Allah memerintahkan supaya bertawakal hanya kepada Allah Yang Maha Hidup, maka jelas sekali bahwa semua makhluk akan mati, tidak patut bartawakal kepada selain-Nya.
Hanya Allah lah Yang Maha Hidup Kekal, yang mengetahui segala amal perbuatan dan dosa-dosa hamba-Nya dan mampu memberi balasan amal-amalnya, yang baik dengan pahala dan yang buruk dengan siksa.
Kesempurnaan kekuasaan Allah itu dijelaskan lagi dalam ayat berikutnya.

Al Furqaan (25) ayat 58 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Furqaan (25) ayat 58 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Furqaan (25) ayat 58 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bertakwalah dalam segala urusan kalian kepada Allah, Zat yang Mahahidup yang tidak akan mati.
Sucikan dan agungkanlah Dia dengan memuji segala nikmat-Nya.
Biarkanlah orang yang keluar dari jalan kebenaran.
Allah Maha Mengetahui ihwal mereka dan akan membalas dosa-dosa mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup Kekal Yang tidak mati, dan bertasbihlah) seraya (memuji kepada-Nya) yakni, katakanlah, 'Subhanallah Wal Hamdulillah' yang artinya, Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah.
(Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya) lafal Bihi berta'alluq kepada lafal Dzunubi.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bertakwalah kepada Allah yang memiliki seluruh makna kehidupan yang sempurna, sesuai dengan keagungan-Nya, yang tidak akan mati.
Sucikanlah Dia dari sifat-sifat kekurangan.
Cukuplah Allah sebagai Dzat yang mengetahui dosa-dosa yang dilakukan oleh para hamba-Nya.
Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari diri-Nya.
Dia akan menghisab mereka dan memberi balasan kepada mereka atasnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati.
(Al Furqaan:58)

Bertawakallah kamu dalam semua urusanmu kepada Allah Yang Mahahidup Yang tidak mati selama-lamanya.
Dialah,

Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
(Al Hadiid:3)

Yang Mahakekal, Mahatetap selama-lamanya, Yang Mahahidup lagi Yang Maha Berdikari, Tuhan segala sesuatu dan Yang memilikinya.
Jadikanlah Dia sebagai tempat mengadu dan tempat berlindungmu.
Dialah tempat untuk bertawakal dan mengadu, maka sesungguhnya Dia akan memberimu kecukupan, menolongmu, mendukungmu, dan menjadikanmu berhasil.
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.
Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.
Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.
(Al Maidah:67)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abi Zar'ah, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad ibnu Ali ibnu Nufail yang mengatakan bahwa ia pernah belajar dari Ma'qal ibnu Ubaidillah, dari Abdullah ibnu Abu Husain, dari Syahr ibnu Hausyab yang menceritakan bahwa Salman bersua dengan Nabi ﷺ di sebuah jalan kota Madinah, lalu Salman bersujud kepada Nabi.
Maka Nabi ﷺ bersabda: Janganlah kamu bersujud kepadaku, hai Salman.
Tetapi bersujudlah kepada Tuhan Yang Hidup (Kekal) yang tidak mati.

Hadis ini berpredikat mursal lagi hasan.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.
(Al Furqaan:58)

Yakni barengkanlah antara tahmid dan tasbih dalam doamu.
Karena itulah Rasulullah ﷺ dalam doanya mengucapkan:

Mahasuci Engkau, ya Allah, Tuhan kami, dan dengan memuji kepada Engkau.

Dengan kata lain, dapat diartikan bahwa ikhlaslah kamu dalam beribadah kepada-Nya dan bertawakallah kamu kepada-Nya.
Sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:

(Dialah) Tuhan masyriq dan magrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.
(Al Muzammil:9)

maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya.
(Huud:123)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Katakanlah, "Dialah Allah Yang Maha Penyayang, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nyalah kami bertawakal.” (Al Mulk:29)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.
(Al Furqaan:58)

Yakni melalui ilmu-Nya Yang Mahasempurna, tiada sesuatu pun yang tersembunyi luput dari pengetahuan-Nya, dan tiada sesuatu pun yang seberat zarrah terhalang dari pengetahuan-Nya:

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Fur­qaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur'an.
Al Qur'an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur'an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur'an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur'an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu 'aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.


Gambar Kutipan Surah Al Furqaan Ayat 58 *beta

Surah Al Furqaan Ayat 58



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Furqaan

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.6
Rating Pembaca: 4.2 (8 votes)
Sending








[bookmark] 📖 Lihat Semua Bookmark-ku