Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Tampilkan Lainnya ...

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 58 [QS. 25:58]
وَ تَوَکَّلۡ عَلَی الۡحَیِّ الَّذِیۡ لَا یَمُوۡتُ وَ سَبِّحۡ بِحَمۡدِہٖ ؕ وَ کَفٰی بِہٖ بِذُنُوۡبِ عِبَادِہٖ خَبِیۡرَا
Watawakkal ‘alal hai-yil-ladzii laa yamuutu wasabbih bihamdihi wakafa bihi bidzunuubi ‘ibaadihi khabiiran;
Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.
Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya,
―QS. 25:58
Topik ▪ Perumpamaan orang kafir dan mukmin
English Translation - Sahih International
And rely upon the Ever-Living who does not die, and exalt (Allah) with His praise.
And sufficient is He to be, with the sins of His servants, Acquainted –
―QS. 25:58

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
وَتَوَكَّلْ dan bertawakallah

And put your trust
عَلَى atas/kepada

in
ٱلْحَىِّ Yang Hidup

the Ever-Living,
ٱلَّذِى yang

the One Who
لَا tidak

does not die, *[meaning includes next or prev. word]
يَمُوتُ mati

does not die, *[meaning includes next or prev. word]
وَسَبِّحْ dan bertasbih

and glorify
بِحَمْدِهِۦ dengan memuji-Nya

with His Praise.
وَكَفَىٰ dan cukup-lah

And sufficient is
بِهِۦ dengan-Nya/Dia

He
بِذُنُوبِ dengan/terhadap dosa-dosa

regarding the sins
عِبَادِهِۦ hamba-hamba-Nya

(of) His slaves,
خَبِيرًا Maha Mengetahui

All-Aware,

 

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 58

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bertakwalah dalam segala urusan kalian kepada Allah, Zat yang Mahahidup yang tidak akan mati.
Sucikan dan agungkanlah Dia dengan memuji segala nikmat-Nya.
Biarkanlah orang yang keluar dari jalan kebenaran.
Allah Maha Mengetahui ihwal mereka dan akan membalas dosa-dosa mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup Kekal Yang tidak mati, dan bertasbihlah) seraya

(memuji kepada-Nya) yakni, katakanlah, ‘Subhanallah Wal Hamdulillah’ yang artinya, Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah.

(Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya) lafal Bihi berta’alluq kepada lafal Dzunubi.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bertakwalah kepada Allah yang memiliki seluruh makna kehidupan yang sempurna, sesuai dengan keagungan-Nya, yang tidak akan mati.
Sucikanlah Dia dari sifat-sifat kekurangan.
Cukuplah Allah sebagai Dzat yang mengetahui dosa-dosa yang dilakukan oleh para hamba-Nya.
Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari diri-Nya.
Dia akan menghisab mereka dan memberi balasan kepada mereka atasnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati.
(QS. Al-Furqaan [25]: 58)

Bertawakallah kamu dalam semua urusanmu kepada Allah Yang Mahahidup Yang tidak mati selama-lamanya.
Dialah,

Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
(QS. Al-Hadid [57]: 3)

Yang Mahakekal, Mahatetap selama-lamanya, Yang Mahahidup lagi Yang Maha Berdikari, Tuhan segala sesuatu dan Yang memilikinya.
Jadikanlah Dia sebagai tempat mengadu dan tempat berlindungmu.
Dialah tempat untuk bertawakal dan mengadu, maka sesungguhnya Dia akan memberimu kecukupan, menolongmu, mendukungmu, dan menjadikanmu berhasil.
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.
Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.
Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.
(QS. Al-Ma’idah [5]: 67)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abi Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad ibnu Ali ibnu Nufail yang mengatakan bahwa ia pernah belajar dari Ma’qal ibnu Ubaidillah, dari Abdullah ibnu Abu Husain, dari Syahr ibnu Hausyab yang menceritakan bahwa Salman bersua dengan Nabi ﷺ di sebuah jalan kota Madinah, lalu Salman bersujud kepada Nabi.
Maka Nabi ﷺ bersabda:
Janganlah kamu bersujud kepadaku, hai Salman.
Tetapi bersujudlah kepada Tuhan Yang Hidup (Kekal) yang tidak mati.

Hadis ini berpredikat mursal lagi hasan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.
(QS. Al-Furqaan [25]: 58)

Yakni barengkanlah antara tahmid dan tasbih dalam doamu.
Karena itulah Rasulullah ﷺ dalam doanya mengucapkan:

Mahasuci Engkau, ya Allah, Tuhan kami, dan dengan memuji kepada Engkau.

Dengan kata lain, dapat diartikan bahwa ikhlaslah kamu dalam beribadah kepada-Nya dan bertawakallah kamu kepada-Nya.
Sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:

(Dialah) Tuhan masyriq dan magrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.
(QS. Al-Muzzammil [73]: 9)

maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya.
(QS. Hud [11]: 123)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Katakanlah,
“Dialah Allah Yang Maha Penyayang, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nyalah kami bertawakal.”
(QS. Al-Mulk [67]: 29)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.
(QS. Al-Furqaan [25]: 58)

Yakni melalui ilmu-Nya Yang Mahasempurna, tiada sesuatu pun yang tersembunyi luput dari pengetahuan-Nya, dan tiada sesuatu pun yang seberat zarrah terhalang dari pengetahuan-Nya: