QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 52 [QS. 25:52]

فَلَا تُطِعِ الۡکٰفِرِیۡنَ وَ جَاہِدۡہُمۡ بِہٖ جِہَادًا کَبِیۡرًا
Falaa tuthi’il kaafiriina wajaahidhum bihi jihaadan kabiiran;

Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar.
―QS. 25:52
Topik ▪ Allah memiliki kunci alam ghaib
25:52, 25 52, 25-52, Al Furqaan 52, AlFurqaan 52, Al Furqan 52, AlFurqan 52, Al-Furqan 52

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 52

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 52. Oleh Kementrian Agama RI

Oleh karena itu Allah melarang Nabi Muhammad ﷺ mengikuti orang-orang kafir yang mengajaknya supaya menyetujui atau mengadakan kompromi dengan mereka dalam hal-hal yang pokok dalam agama.
Hendaklah ia tetap bersikap tegas dan konsekwen dalam melaksanakan dakwah kepada mereka dan berjihad dengan Alquran dengan sungguh-sungguh.
Seperti firman Allah:

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka.
(Q.S.
At Taubah: 73)

Nabi Muhammad ﷺ diperintahkan Allah supaya menyampaikan risalahnya dengan sungguh-sungguh, melaksanakan jihad dan perjuangan dengan penuh kebijaksanaan, kesabaran.
ketabahan dan jangan takut atau gentar oleh ancaman dari musuh yang manapun.
bahkan harus tenang dan yakin, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala pasti menolongnya, sehingga kemenangan terakhir berada di tangan Nabi dan kaum mukminin, agama Islam unggul mengatasi agama yang lain, walaupun kaum musyrikin tidak menyukainya

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Teruskanlah dakwahmu kepada kebenaran dan dalam menyampaikan risalah Tuhanmu.
Apabila mereka menentang misi dakwahmu dan menyakiti orang-orang Mukmin, maka perangilah mereka.
Berjuanglah untuk itu dengan sekuat tenaga.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir) memperturutkan hawa nafsu mereka (dan berjihadlah terhadap mereka dengannya) dengan Alquran (dengan jihad yang besar).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Janganlah kamu menaati orang-orang kafir dengan meninggalkan risalah yang kamu bawa.
Sebaliknya, curahkanlah kesungguhanmu di dalam menyampaikan risalah.
Berjihadlah dengan sungguh-sungguh menghhadapi orang-orang kafir dengan al-Qur’an ini tanpa tercampuri oleh kebosanan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

Maka janganlah kamu mengikuti orang- orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur’an.
(Al Furqaan:52)

Menurut Ibnu Abbas, damir yang ada dalam ayat ini merujuk kepada Al-Qur’an.

dengan jihad yang besar.
(Al Furqaan:52)

Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain oleh firman-Nya:

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu.
(At Taubah:73), hingga akhir ayat.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit.
(Al Furqaan:53)

Artinya, Dialah yang menciptakan kedua air itu, yakni air yang tawar dan yang asin.
Air yang tawar terdapat di sungai-sungai, mata air-mata air, dan sumur-sumur, air tawar ini segar lagi mudah diminum.

Demikianlah menurut takwil Ibnu Juraij, lalu dipilih oleh Ibnu Jarir.
Pengertian ini tidak diragukan lagi kebenarannya, karena sesungguhnya di alam wujud ini tiada suatu laut pun yang airnya berasa tawar lagi menyegarkan.
Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan hal ini tiada lain untuk mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya akan nikmat-nikmat yang telah Dia limpahkan kepada mereka agar mereka bersyukur kepada-Nya.

Air yang tawar adalah air yang dikonsumsi oleh manusia, Allah membagi-baginya di antara makhluk-Nya karena mereka sangat memerlukannya, melalui sungai-sungai dan mata air-mata air di setiap kawasan di belahan bumi ini sesuai dengan kebutuhan mereka, baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk keperluan tanah mereka.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Furqaan (25) Ayat 52

JIHAAD
جِهَاد

Arti jihaad ialah mencurahkan semua tenaga dan kemampuan dalam melawan musuh. Orang yang berjihad disebut mujahid jamaknya adalah mujaahiduun.

Menurut Al Isfahani bentuk jihad ada tiga.
Pertama, jihad melawan musuh yang nampak.
Kedua, jihad melawan syaitan.
Ketiga, jihad melawan hawa nafsu.

Kata jihaad diulang empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah
-At Taubah (9), ayat 24;
-Al Hajj (22), ayat 78;
-Al Furqaan (25), ayat 52;
-Al Mumtahanah (60), ayat 1.

Sementara kata mujaahiduun diulang tiga kali yaitu dalam surah
-An Nisaa (4), ayat 95 (tiga kali);
-Muhammad (47), ayat 31.

Penggunaan kata jihad di dalam Al­ Quran mempunyai makna yang luas. Ia tidak hanya bermaksud perang melawan orang kafir saja. Ini terlihat dalam keterangan ahli tafsir ketika menafsirkan surah Al Hajj (22), ayat 78, dimana dalam ayat itu Allah memerintahkan orang beriman bersungguh­-sungguh dalam berjihad di jalan Allah

Imam Asy Syaukani mengurutkan be­berapa pendapat mengenai maksud jihad yang terdapat dalam ayat itu. Ada yang me­ngatakan, yang dimaksudkan dengan jihad dalam ayat itu adalah berperang melawan orang kafir dan mempertahankan diri apabila mereka menyerang daerah umat Islam.

Ada juga yang berpendapat, yang dimaksudkan jihad dalam ayat itu adalah bersungguh­-sungguh dalam melaksanakan perintah Allah pada ayat sebelumnya yaitu shalat (rukuk dan sujud), beribadah kepada Allah dan melakukan kebaikan. Ada juga yang berpendapat, maksud jihad itu adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya se­cara umum.

Sementara Imam Ibnu Katsir cenderung berpendapat, yang dimaksudkan jihad dalam ayat itu adalah mencakup segala bentuk mujahadah baik itu jihad dengan meng­gunakan lisan, harta maupun jiwa.

Imam Al Alusi juga sependapat dengan Imam Ibn Katsir, malah beliau menambah termasuk jihad yang dimaksudkan dalam ayat itu adalah jihad “an nafs” yaitu menyucikan jiwa dengan cara melaksanakan kewajibannya dan meninggalkan perkara yang tidak patut bagi­nya; jihad “al-qalb” yaitu membersihkan hati supaya tidak terikat dan tidak bergantung pada makhluk dan jihad “ar-ruh” yaitu dengan cara menyadari Dzat yang wujudnya hakiki hanyalah wujud Allah.

Termasuk kategori pekerjaan yang di­anggap jihad oleh Al Qur’an adalah menyebar­kan ajaran Al Qur’an dengan sungguh­ sungguh sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad dalam surah Al Furqaan (25), ayat 52. Dalam ayat itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya berjihad secara bersungguh-sungguh menyebarkan Al­ Quran kepada orang kafir yaitu dengan cara membacakan Al Qur’an yang didalamnya terdapat mau’izah, perintah dan larangan dihadapan mereka.

Diantara pekerjaan yang juga dianggap jihad di dalam Al Qur’an adalah berhijrah ke Madinah yang dilakukan oleh para sahabat Nabi. Dalam surah Al Mumtahanah (60), ayat 1, Allah menegaskan apabila para sahabat berhijrah meninggalkan Makkah karena jihad dan karena ingin mendapatkan keridhaan Nya, mereka tidak boleh berkasih sayang dengan musuh­ musuh Islam. Dalam surah At Taubah (9), ayat 24, Allah menegaskan orang beriman harus menempatkan Allah, Rasul dan jihad fiisabilillah berada di atas segala-galanya. la tidak boleh dikalahkan oleh kecintaan ke­pada keluarga, kawan, harta, usaha niaga maupun rumah tempat tinggal.

Apabila seorang mukmin bersungguh­-sungguh dalam berjihad, maka dia mendapat balasan yang agung dari Allah. Diantaranya adalah yang disebutkan dalam surah An Nisaa (4), ayat 95. Dalam ayat itu kata mujaahiduun diulang tiga kali dan ditegaskan derajat orang yang berjihad fisabilillah baik dengan harta maupun jiwanya adalah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan derajat orang yang tidak mau berjihad. Ketinggian derajat itu berupa syurga yang lebih tinggi tingkat­annya dan pahala yang lebih besar di akhirat nanti.

Dalam surah Muhammad (47), ayat 31, Allah menegaskan dengan adanya perang melawan musuh-musuh Islam, akan tampak­lah orang yang memang mempunyai ke­sungguhan dalam berjihad fisabilillah dan yang memang benar-benar mempunyai ke­sabaran yang tinggi.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:157-158

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 52 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 52 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 52 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 77 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah25
Nama SurahAl Furqaan
Arabالفرقان
ArtiPembeda
Nama lainTabaraka
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu42
JuzJuz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat77
Jumlah kata896
Jumlah huruf3876
Surah sebelumnyaSurah An-Nur
Surah selanjutnyaSurah Asy-Syu'ara'
4.6
Ratingmu: 4.4 (16 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/25-52









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta