Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Furqaan

Al Furqaan (Pembeda) surah 25 ayat 47


وَ ہُوَ الَّذِیۡ جَعَلَ لَکُمُ الَّیۡلَ لِبَاسًا وَّ النَّوۡمَ سُبَاتًا وَّ جَعَلَ النَّہَارَ نُشُوۡرًا
Wahuwal-ladzii ja’ala lakumullaila libaasan wannauma subaatan waja’alannahaara nusyuuran;

Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.
―QS. 25:47
Topik ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
25:47, 25 47, 25-47, Al Furqaan 47, AlFurqaan 47, Al Furqan 47, AlFurqan 47, Al-Furqan 47
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 47. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah menyebutkan kekuasaan-Nya yang kedua ialah bahwa Dia menjadikan malam itu bagi manusia bermanfaat seperti manfaatnya pakaian yang menutup badan dan tidur seperti mati, karena seseorang di waktu tidur tidak sadar sama sekali, dan anggota badannya berhenti bekerja dengan demikian dia mendapat istirahat yang sempurna seperti dalam firman-Nya:

Dan Dia lah yang menidurkan kamu di malam hari.
(Q.S.
Al An'am: 60)

Dan firman-Nya:

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya.
(Q.S.
Az zumar: 42)

Allah menjadikan siang untuk berusaha.
Maka sebagaimana manusia tidur di malam hari untuk istirahat, yang tidurnya itu diserupakan dengan mati, lalu ia bangun berusaha pada siang hari, laksana seorang yang bangun lagi dari matinya, maka demikian pula seluruh umat manusia setelah selesai melaksanakan masa hidupnya di dunia ini, akan dibangkitkan kembali setelah matinya, untuk diadili oleh Tuhan tentang segala yang mereka kerjakan selama hidupnya di dunia itu.
Lukman pernah berkata kepada anaknya:

Sebagaimana kamu tidur lalu kamu dibangunkan, demikian pula kamu dimatikan lalu dibangkitkan.

Al Furqaan (25) ayat 47 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Furqaan (25) ayat 47 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Furqaan (25) ayat 47 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di antara bukti-bukti keesaan Tuhan, Dia menjadikan malam dengan kegelapannya sebagai penutup.
Semua makhluk larut dalam kegelapan yang menyelimutinya, seperti baju yang menyelimuti pemakainya.
Dia membuat manusia bisa tidur untuk beristirahat memulihkan tenaga setelah kelelahan.
Dengan datangnya siang, Dia membuat manusia bangun dan berusaha mencari penghidupan dan rezeki.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dialah yang menjadikan untuk kalian malam sebagai pakaian) yakni yang menutupi bagaikan pakaian (dan tidur untuk istirahat) bagi tubuh setelah selesai dari bekerja (dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha) kalian bangun di waktu itu untuk mencari rezeki dan melakukan pekerjaan-pekerjaan lainnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah-lah yang menjadikan untuk kalian malam yang menutupi kalian dengan kegelapannya sebagaimana pakaian yang menutupi kalian.
Dan menjadikan tidur untuk istirahat untuk jasad kalian, di dalamnya kalian menemukan ketenangan dan ketentraman.
Dan Dia menjadikan siang agar kalian berpencar di muka bumi untuk mencari nafkah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dialah yang menjadikan untuk kalian malam (sebagai) pakaian.
(Al-Furqan:47)

Maksudnya, menyembunyikan wujud dan menutupinya.
Sama dengan yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang).
(Al-Lail: 1)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan tidur untuk istirahat.
(Al Furqaan:47)

Yaitu menghentikan semua gerakan untuk istirahat agar tubuh menjadi segar kembali.
Karena sesungguhnya semua anggota tubuh dan panca indra mengalami kelelahan akibat banyak bergerak dalam melakukan aktivitas di siang hari mencari penghidupan.
Apabila malam hari tiba dan suasana menjadi tenang, maka menjadi tenang pula semua gerakan dan beristirahat, lalu datanglah rasa kantuk, kemudian tertidur.
Tidur merupakan istirahat bagi tubuh dan roh sekaligus.

dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.
(Al Furqaan:47)

Manusia melakukan aktivitasnya di siang hari untuk mencari peng­hidupannya lewat usaha serta kerjanya, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untuk kalian malam dan siang, supaya kalian beristirahat pada malam itu dan supaya kalian mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari), (Al-Qasas: 73), hingga akhir ayat.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Furqaan (25) Ayat 47

SUBAATAA
سُبَاتا

Lafaz ini adalah kata nama dari kata kerja sabata, yang bermakna istirahat, tidur ringan dan masa. Dalam ilmu kedokteran, ia bermakna keadaan pasien yang hilang daya kesadarannya sama sekali.

Lafaz ini disebut dua kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Furqaan (25), ayat 47;
-An Nabaa (78), ayat 9.

Lafaz ini dikaitkan dengan lafaz an naum atau tidur.

Ar Raghib berkata,
"Ia bermakna tidak bekerja, isyarat akan apa yang dikatakan dengan sifat malam."

Az Zamakhsyari berkata,
"Ia bermakna mati, karena sifatnya yang memotong kehidupan dan ini seperti yang dinyatakan dalam ayat Allah,

وَهُوَ ٱلَّذِى يَتَوَفَّىٰكُم بِٱلَّيْلِ

ditafsirkan sebagai, "Dan Dia yang mematikan kamu pada waktu malam."

Ibn Katsir berpendapat, ia bermakna pemotong bagi pergerakan untuk mengistirahatkan badan karena anggota badan merasa penat disebabkan oleh pergerakan yang banyak dalam mencari nafkah pada waktu siang. Apabila malam menjelma dan keadaan tidak sibuk, pergerakan pun berhenti lalu hasilnya tidur yang terdapat di dalamnya relaksasi badan dan roh.

Kesimpulannya makna subaataa ialah istirahat karena ia dikaitkan dengan an naum yang berarti tidur karena dalam tidur ada relaksasi.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:302

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Fur­qaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur'an.
Al Qur'an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur'an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur'an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur'an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu 'aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.


Gambar Kutipan Surah Al Furqaan Ayat 47 *beta

Surah Al Furqaan Ayat 47



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Furqaan

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah25
Nama SurahAl Furqaan
Arabالفرقان
ArtiPembeda
Nama lainTabaraka
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu42
JuzJuz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat77
Jumlah kata896
Jumlah huruf3876
Surah sebelumnyaSurah An-Nur
Surah selanjutnyaSurah Asy-Syu'ara'
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (11 votes)
Sending







✔ tafsir surat alfurqan ayat 47, kosa kata surah al furqan ayat 47, kosa kata tentang surah al furqon ayat 46, tafsir al furqan ayat 47