Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Furqaan

Al Furqaan (Pembeda) surah 25 ayat 41


وَ اِذَا رَاَوۡکَ اِنۡ یَّتَّخِذُوۡنَکَ اِلَّا ہُزُوًا ؕ اَہٰذَا الَّذِیۡ بَعَثَ اللّٰہُ رَسُوۡلًا
Wa-idzaa ra-auka in yattakhidzuunaka ilaa huzuwan ahadzaal-ladzii ba’atsallahu rasuulaa;

Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan):
“Inikah orangnya yang di utus Allah sebagai Rasul?.
―QS. 25:41
Topik ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
25:41, 25 41, 25-41, Al Furqaan 41, AlFurqaan 41, Al Furqan 41, AlFurqan 41, Al-Furqan 41
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 41. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa orang kafir selalu mengejeknya, dengan mengatakan: "Apakah ini orang yang diutus sebagai Rasul?".

Al Furqaan (25) ayat 41 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Furqaan (25) ayat 41 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Furqaan (25) ayat 41 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Jika mereka melihat kamu, mereka menjadikanmu sebagai bahan ejekan dan cacian.
Sebagian mereka berkata kepada yang lainnya, "Inikah orang yang diutus oleh Allah kepada kami sebagai rasul yang harus kami ikuti?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apabila mereka melihat kamu, maka tidak lain) (mereka menjadikan kamu sebagai ejekan) sasaran ejekan mereka, di dalam ejekannya itu mereka mengatakan, ("Inikah orangnya yang diutus oleh Allah sebagai Rasul?) menurut pengakuannya.
Mereka mengatakan demikian dengan nada menghina dan menganggap remeh risalah yang dibawanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai Rasul!! Apabila para pendusta itu melihatmu, maka mereka akan mengejekmu dengan mengatakan :
Inikah orang yang mengaku dirinya telah diutus oleh Allah sebagai Rasul kepada kita??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan tentang ejekan yang dilontarkan oleh orang-orang musyrik kepada Rasulullah ﷺ bila mereka melihatnya, seperti yang disebut di dalam firman-Nya:

Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok.
(Al Anbiyaa:36), hingga akhir ayat.

Maksudnya, mereka menuduhnya melakukan suatu hal yang aib dan mendiskreditkannya.
Maka dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?” (Al Furqaan:41)

Mereka mengatakannya dengan nada sinis dan mengejek, semoga Allah melaknat mereka.
Hal ini ditegaskan oleh Allah subhanahu wa ta'ala melalui firman-Nya dalam ayat yang lain:

Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang rasul sebelum kamu.
(Al-An’am 10, Ar-Ra’d: 32 dan Al-Anbiya: 41),

Kata Pilihan Dalam Surah Al Furqaan (25) Ayat 41

HUZUWAA
هُزُوًا

Asal lafaz huzuwaa adalah huz'an, yaitu berdasarkan qira'at ulama Kufah. Sedangkan Hafsah membacanya dengan huzuwan dengan menjadikan al zay berbaris depan dan menukar al hamzah kepada al waw, seperti lafaz kuf'an menjadi kufuwan. Kata ini bisa dalam bentuk mudhaf ilayh (sandaran kepadanya) dengan menghilangkan mudhaf (sandarannya) yaitu mawdhu' atau makaan huz'in (tempat untuk diperolok, dipersenda atau diejek), dan bisa dalam bentuk mashdar (kata dasar/terbitan) yang bermakna ism maf''ul yaitu mahzu'an ( orang yang dipermainkan dan direndahkan)

Lafaz ini disebut 11 kali di dalam Al Qur'an, yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 67, 231;
-Al Maa'idah (5), ayat 57, 58;
-Al Kahfi (18), ayat 56, 106;
-Al Anbiyaa' (21), ayat 36;
-Al Furqaan (25), ayat 41;
-Luqman (31), ayat 6;
-Al Jaatsiyah ( 45), ayat 9 dan 35.

Pada surah Al Baqarah (2), ayat 67 lafaz huzuwaa dikaitkan dengan perkataan adanya tuduhan Bani Isra'il kepada Musa, "Adakah engkau wahai Nabi Musa menjadikan kami tempat untuk diperolok-olok dan engkau mau jadikan kami orang yang dipersendakan dan dipermainkan."

Pada ayat ini, suruhan Musa kepada mereka supaya menyembelih sapi (baqarah) sebagaimana yang diwahyukan kepadanya untuk mengetahui pembunuh seseorang yang berlaku di antara mereka dianggap sebagai huzuwa atau bahan olok-olok. Awalnya mereka berkeinginan supaya Musa berdoa kepada Allah untuk mengetahui si pembunuh itu. Namun, apa yang mereka minta lain yang disampaikan oleh Musa. Oleh karena itu mereka berkata demikian. Padahal mereka enggan melaksanakan sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah melalui Nabi Musa.

Al Qurtubi rnenerangkan, "Kata- kata ini memberikan isyarat tentang larangan mempermainkan dan mempersenda agama Allah dan orang Islam karena perbuatan itu adalah tanda kejahilan dan yang melakukannya akan mendapat azab dan balasan, sebagaimana yang di jelaskan dalam surah Al Jaatsiyah (45), ayat 9

Pada ayat-ayat yang lain, lafaz huzuwaa mencakup beberapa keadaan, yaitu:

Pertama, larangan menjadikan bahan huzuwaa atau mainan dan olok-olokkan pada apa yang datang dari Allah berupa kitab, ayat-ayat Nya, rasul-rasul Nya, agama Nya dan sebagainya. Sebagaimana terdapat dalam surah Al Baqarah (2), ayat 231.

Kedua, larangan bagi orang yang beriman mengikuti orang yang menjadikan agama Allah sebagai bahan persendaan dan gurauan dari Ahli Kitab dan orang kafir (Al Maa 'idah (5), ayat 57). Seperti ketika kumandang azan untuk mendirikan shalat, maka mereka mempersendanya dan memperolok-oloknya (Al Maa' idah (5), ayat 58).

Diriwayatkan dari As Suddi, seseorang lelaki dari orang Nasrani di Madinah, tatkala ia mendengar kumandang azan maka ia berkata,
"Bakarlah pendusta ini" Pada suatu malam pembantunya masuk dengan membawa api, sedang ia dan keluarganya dalam keadaan tidur, lalu api itu jatuh dan rumah pun terbakar, maka ia dan keluarganya turut terbakar.

Seperti mempersenda dan mendustakan hujah, dalil dan mukjizat yang didatangkan Allah kepada rasul-rasul Nya (Al Kahfi (18), ayat 56).

Seperti mendustakan dan mempersenda kerasulan Muhammad dari kalangan kafir Quraisy seperti Abu Jahl (Al Anbiya' (21), ayat 36), (Al Furqan (25), ayat 41).

Seperti menjadikan jalan Allah atau ayat-ayat Allah bahan permainan dan olok-olokkan (Luqman (31), ayat 6), (Al Jaatsiyah ( 45), ayat 9 dan 35).

Ketiga, perkhabaran tentang siksaan yang menimpa ke atas orang yang menjadikan ayat-ayat Allah dan apa saja yang datang darinya sebagai bahan ejekan, sendaan dan olok-olokkan. Seperti bagi mereka 'adzaab muhiin yaitu siksaan yang berterusan, selamanya dan menghinakan di hari kiamat. (Luqman (31), ayat 6) dan (Al Jaatsiyah (45), ayat 9)

Seperti menggugurkan amalan-amalan mereka yang mereka sangka baik dan betul dan tidak memberi sebarang timbangan untuk menilai amal mereka, maka mereka menjadi penghuni neraka jahanam di hari akhirat. (Al Kahfi (18), ayat 104-106).
Diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Abu Hurairah dari Rasulullah dimana Rasulullah bersabda, pada hari kiamat, didatangkan seorang lelaki yang tegap, gemuk, tinggi dan besar. Namun, Allah tidak menimbang sebarang amalnya walau sebelah sayap seekor nyamuk.

Kesimpulannya, kata huzuwan atau huzuwa mencakup makna sesuatu dijadikan bahan persendaan, ejekan, permainan, sendaan dan yang sinonim dengannya.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:644-646

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Fur­qaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur'an.
Al Qur'an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur'an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur'an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur'an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu 'aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.


Gambar Kutipan Surah Al Furqaan Ayat 41 *beta

Surah Al Furqaan Ayat 41



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Furqaan

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.7
Rating Pembaca: 4.9 (29 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku