QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 40 [QS. 25:40]

وَ لَقَدۡ اَتَوۡا عَلَی الۡقَرۡیَۃِ الَّتِیۡۤ اُمۡطِرَتۡ مَطَرَ السَّوۡءِ ؕ اَفَلَمۡ یَکُوۡنُوۡا یَرَوۡنَہَا ۚ بَلۡ کَانُوۡا لَا یَرۡجُوۡنَ نُشُوۡرًا
Walaqad atau ‘alal qaryatillatii umthirat matharassau-i afalam yakuunuu yaraunahaa bal kaanuu laa yarjuuna nusyuuran;

Dan sesungguhnya mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui sebuah negeri (Sadum) yang (dulu) dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya (hujan batu).
Maka apakah mereka tidak menyaksikan runtuhan itu, bahkan adalah mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan.
―QS. 25:40
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Hikmah dari kisah umat-umat terdahulu ▪ Fenomena ketegangan permukaan bumi
25:40, 25 40, 25-40, Al Furqaan 40, AlFurqaan 40, Al Furqan 40, AlFurqan 40, Al-Furqan 40

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 40

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 40. Oleh Kementrian Agama RI

Sesungguhnya kaum musyrikin Mekah sering melalui negeri Sodom yang dahulu pernah dihujani dengan hujan batu yang sederas-derasnya dan bekas kediaman Nabi Lut as yang terkenal dengan perbuatan homosexual.
Maka apakah mereka tidak menyaksikan bekas runtuhan itu sebagai azab akibat mendustakan seorang utusan Allah.
Kemudian Allah menjelaskan bahwa sebab utama yang menutup mata hati mereka tentang turunnya azab itu bukannya mereka tidak melihat tetapi oleh karena mereka tidak percaya akan adanya hari kebangkitan pada hari kiamat, sesudah mereka mati.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dalam perjalanan mereka ke Syam, orang-orang Quraisy selalu melewati negeri kaum Luth yang dihujani dengan hujan yang paling jelek karena membawa bebatuan dari tanah yang terbakar.
Apakah mereka tidak memperhatikan negeri itu dan mengambil pelajaran dari musibah yang dialami penduduknya?
Mereka tentu telah melihat semua itu, tetapi bukan untuk mengambil pelajaran.
Sebab, mereka tidak percaya kepada hari kiamat dan kebangkitan.
Mereka pun tidak memperkirakan hari di saat mereka akan dibangkitkan untuk dimintakan pertanggungjawaban.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya mereka telah melalui) yakni orang-orang kafir Mekah itu sering melewati (sebuah negeri yang dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya) lafal As Sau’ adalah bentuk Mashdar dari lafal Saa-a.

Maksudnya mereka telah dihujani dengan batu-batu, negeri tempat tinggal mereka adalah suatu kota yang paling besar bagi kaum Nabi Luth, kemudian Allah membinasakan mereka sebab mereka gemar melakukan perbuatan yang keji.

(Maka apakah mereka tidak menyaksikan bekas-bekasnya) di dalam perjalanan mereka menuju ke negeri Syam, kemudian mereka mengambil pelajaran darinya?
Istifham atau kata tanya pada ayat ini mengandung makna Taqrir, maksudnya, hendaklah mereka mengambil pelajaran dari bekas-bekas itu (bahkan adalah mereka itu tidak mengharapkan) mereka tidak takut sama sekali (akan kebangkitan) maksudnya hari mereka dihidupkan kembali, mereka sama sekali tidak beriman kepadanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya mereka, yaitu kaum musyrik Makkah dan rombongannya telah melewati negeri kaum Nabi Luth yakni negeri Sadum, yang dulu dihujani dengan hujan batu dari langit.
Namun mereka tetap tidak mau mengambil pelajaran darinya bahkan mereka sama sekali tidak mengharapkan akhirat di Hari Kiamat nanti, yang mana mereka akan mendapatkan balasan di dalamnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui sebuah negeri (Sadum) yang (dulu) dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya (hujan batu).
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 40)

Yaitu kotanya kaum Nabi Lut kota Sadum yang telah dibinasakan oleh Allah, buminya dibalikkan, lalu dihujani dengan hujan batu dari Sijjil.
Seperti yang disebut di dalam firman-Nya:

Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu), maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang diberi peringatan itu.
(Q.S. Asy-Syu’araa [26]: 173)

Dan sesungguhnya kalian (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi, dan di waktu malam.
Maka apakah kalian tidak memikirkan?
(Q.S. As-Saffat [37]: 137-138)

Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).
(Q.S. Al-Hijr [15]: 76)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya kedua kota itu benar-benar terletak di jalan umum yang terang.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 79)

Karena itulah dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Maka apakah mereka tidak menyaksikan runtuhan itu.
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 40)

yang karenanya lalu mereka mengambil pelajaran dari azab dan pem­balasan Allah yang telah menimpa para penduduknya akibat mendustakan rasul-Nya dan menentang perintah-perintah Allah subhanahu wa ta’ala

bahkan mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan.
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 40)

Yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang kafir yang melalui jalan tersebut tidak mengambil pelajaran dari apa yang mereka lihat, sebab mereka adalah orang-orang yang tidak mempercayai adanya hari berbangkit kelak di hari kiamat.


Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 40 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 40 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 40 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 77 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 25:40
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Furqaan.

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.6
Ratingmu: 4.8 (28 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim