Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 37 [QS. 25:37]

وَ قَوۡمَ نُوۡحٍ لَّمَّا کَذَّبُوا الرُّسُلَ اَغۡرَقۡنٰہُمۡ وَ جَعَلۡنٰہُمۡ لِلنَّاسِ اٰیَۃً ؕ وَ اَعۡتَدۡنَا لِلظّٰلِمِیۡنَ عَذَابًا اَلِیۡمًا
Waqauma nuuhin lammaa kadz-dzabuurrusula aghraqnaahum waja’alnaahum li-nnaasi aayatan wa-a’tadnaa li-zhzhaalimiina ‘adzaaban aliiman;

Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul.
Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia.
Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih,
―QS. 25:37
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Azab orang kafir
25:37, 25 37, 25-37, Al Furqaan 37, AlFurqaan 37, Al Furqan 37, AlFurqan 37, Al-Furqan 37

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 37

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 37. Oleh Kementrian Agama RI

Dan demikian pula Allah telah bertindak (membinasakan) kaum Nuh yang telah mendustakan para Rasul, di mana Nuh telah menunaikan risalahnya dengan melaksanakan dakwah kepada kaumnya sedangkan yang beriman kepadanya hanya sedikit sekali, lalu Allah menenggelamkan mereka dalam sebuah topan besar yang membinasakan semua manusia dan binatang selain binatang air kecuali yang berada dalam kapal Nabi Nuh itu.
Dan Allah menjadikan ceritera mereka itu (peristiwa itu) jadi pelajaran bagi umat manusia supaya mereka selalu mengingati dan mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang telah menyelamatkan mereka dari bahaya topan.
Hal ini sesuai dengan firman Allah:

Sesungguhnya Kami tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera, agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
(Q.S.
Al Haqqah: 11-12)

Lalu Allah menerangkan akibat orang-orang yang mendustakan risalah Nuh dengan firman-Nya “dan kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim siksa yang pedih”.
Dan ayat ini mengandung peringatan pada orang-orang Quraisy supaya mereka jangan sampai mendustakan Nabi Muhammad karena besar kemungkinan merekapun akan ditimpa azab seperti umat-umat terdahulu yang telah mendustakan Rasul-rasul-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Demikian pula yang Kami lakukan sebelum Musa terhadap kaum Nuh yang mendustakan rasulnya.
Barangsiapa mendustakan seorang rasul, maka sebenarnya dia telah mendustakan semua para rasul.
Sesungguhnya Kami telah menenggelamkan mereka dengan badai topan yang dapat dijadikan pelajaran oleh semua manusia.
Kami telah menjadikan untuk mereka dan setiap orang musyrik siksa yang pedih di akhirat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) ingatlah (kaum Nuh tatkala mereka mendustakan Rasul-rasul) mereka mendustakan Nabi Nuh, mengingat Nabi Nuh tinggal bersama mereka dalam kurun waktu yang lama sekali, maka diungkapkan dalam ayat ini seolah-olah Nabi Nuh menduduki tempat Rasul-rasul.
Atau karena dengan mendustakan Nabi Nuh maka seolah-olah mereka mendustakan Rasul-rasul lainnya yang membawa risalah yang sama dengan apa yang dibawa oleh Nabi Nuh, yaitu ajaran Tauhid (Kami tenggelamkan mereka) lafal ayat ini menjadi jawab dari Lamma (dan Kami jadikan cerita mereka bagi manusia) sesudah mereka (sebagai tanda) pelajaran (dan Kami telah menyediakan) di akhirat (untuk orang-orang yang zalim) yakni orang-orang kafir (azab yang pedih) siksaan yang sangat menyakitkan di samping azab yang telah mereka rasakan sewaktu hidup di dunia.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami telah menenggelamkan kaum Nabi Nuh ke dalam banjir bandang tatkala mereka mendustakannya.
Sesungguhnya ketika mereka mendustakan satu Rasul pada hakikatnya mereka telah mendustakan semua Rasul.
Kami jadikan tenggelamnya mereka itu sebagai pelajaran bagi manusia, dan Kami sediakan untuk orang-orang yang berjalan di atas jalan mereka Di Hari Kiamat adzab yang sangat dahsyat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu.
(Muhammad:10)

Demikian pula yang telah dilakukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala terhadap kaum Nuh ‘alaihis salam yang mendustakan Rasul-Nya.
Barang siapa yang mendustakan salah seorang rasul Allah, berarti ia mendustakan semua rasul Allah, sebab tidak ada bedanya antara rasul yang satu dengan rasul yang lainnya.
Seandainya Allah menakdirkan untuk mengutus kepada mereka semua rasul, maka pastilah mereka akan mendustakan para rasul Allah itu.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul.
(Al Furqaan:37)

Allah subhanahu wa ta’ala tidak mengutus kepada mereka selain Nuh ‘alaihis salam saja.
Ia tinggal di kalangan mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun, seraya menyeru mereka untuk menyembah Allah subhanahu wa ta’ala dan memperingatkan mereka akan azab Allah (bila mereka tidak menaati seruannya).

Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit (Huud:40)

Karena itulah Allah menenggelamkan mereka semuanya, sehingga tiada seorang pun dari mereka yang tersisa, dan tidak ada seorang Bani Adam pun yang ada di muka bumi tersisa kecuali orang-orang yang menaiki perahu Nuh ‘alaihis salam

dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia.
(Al Furqaan:37)

Yakni pelajaran yang dijadikan sebagai peringatan bagi mereka, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung), Kami bawa (nenek moyang) kalian ke dalam bahtera, agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kalian dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
(Al Haaqqah:11-12)

Kami biarkan kalian menaiki bahtera menempuh ombak lautan agar kalian ingat akan nikmat Allah kepada kalian, bahwa kalian telah diselamatkan dari tenggelam, dan menjadikan kalian termasuk keturunan orang-orang yang beriman kepada-Nya dan membenarkan perintah-Nya.


Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Al Furqaan (25) ayat 37 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Furqaan (25) ayat 37 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Furqaan (25) ayat 37 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 77 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah25
Nama SurahAl Furqaan
Arabالفرقان
ArtiPembeda
Nama lainTabaraka
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu42
JuzJuz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat77
Jumlah kata896
Jumlah huruf3876
Surah sebelumnyaSurah An-Nur
Surah selanjutnyaSurah Asy-Syu'ara'
4.9
Ratingmu: 4.5 (15 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/25-37









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta