Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Furqaan

Al Furqaan (Pembeda) surah 25 ayat 28


یٰوَیۡلَتٰی لَیۡتَنِیۡ لَمۡ اَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِیۡلًا
Yaa wailata laitanii lam attakhidz fulaanan khaliilaa;

Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).
―QS. 25:28
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan ▪ Setiap nabi menerima ujian
25:28, 25 28, 25-28, Al Furqaan 28, AlFurqaan 28, Al Furqan 28, AlFurqan 28, Al-Furqan 28
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 28. Oleh Kementrian Agama RI

Inilah kecelakaan yang besar pula.
Kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku yang telah menjerumuskan aku ke dalam kesesatan".
Memang yang menjerumuskan manusia ke dalam kecelakaan dan kesesatan itu ada kalanya setan sendiri atau setan yang berbentuk manusia, seperti seorang musyrik Arab yang bernama Ubay bin Khalaf.

Diriwayatkan dalam sebuah hadis bahwa seorang yang bernama 'Uqbah bin Abu Mu'it sering duduk menghadiri pengajian Nabi Muhammad ﷺ, sehingga karena dipandang sebagai kenalannya, maka pada suatu hari ia mengundang Nabi ﷺ makan di rumahnya.
Setelah makanan disiapkan, Nabi ﷺ tidak mau makan, melainkan setelah tuan rumah mengucapkan dua kalimat syahadat.
Maka 'Uqbah mengucapkan kalimat syahadat, dan pada hari itu ia sudah dipandang memeluk agama Islam.

Berita tentang 'Uqbah masuk Islam itu setelah sampai kepada Ubay bin Khalaf teman akrabnya membangkitkan kemarahannya, sampai ia berkata kepada 'Uqbah: "Apa betul engkau telah meninggalkan agama nenek moyangmu dan memeluk agama Muhammad?"
Uqbah menjawab: "Demi Allah, tidak.
Muhammad hanya datang ke rumahku.
Aku sodorkan makanan kepadanya, tetapi ia tidak mau makan kecuali bila aku sudah mengucapkan dua kalimah syahadat.
Oleh karena aku malu, jika ada tamu tidak mau makan makananku, maka aku mengucapkan dua kalimat syahadat itu, dan sekali-kali bukan dengan maksud masuk Islam".
Ubay bin Khalaf berkata: "Jika benar ucapanmu itu, bahwa kamu hanya berpura-pura saja, maka saya tidak suka bersahabat lagi dengan kamu kecuali kamu harus berani menginjak Muhammad dan meludahi wajahnya".
Pada suatu hari Uqbah menjumpai Muhammad ﷺ sedang salat di Darun Nadwah, dekat Baitullah, lalu dikerjakan perbuatannya yang terkutuk itu dan Nabi ﷺ berkata: "Awas hai Uqbah, bila aku menjumpai nanti di luar kota Mekah, Insya Allah pasti aku akan memukulmu dengan pedang pada lehermu".
Maka pada waktu perang Badar Uqbah ditawan dan Nabi menyuruh Ali bin Abu Talib memotong lehernya.
Itulah akibat yang diderita oleh Uqbah bin Abu Mu'it, karena murtadnya dan perbuatannya yang sangat terkutuk terhadap Nabi ketika beliau sedang salat di muka Baitullah itu.
Pantaslah jika ia pada hari kiamat nanti mengeluarkan keluhannya yang penuh dengan penyesalan itu.

Adapun nasib yang menimpa Ubay bin Khalaf, ialah ketika terjadi perang Uhud, Nabi ﷺ melemparkan sebuah tombak kepadanya yang tepat mengenai tenggorokannya.
Ia tidak banyak mengeluarkan darah, karena darahnya terbendung dalam kerongkongannya.
Ia hanya meraung-raung saja menderita kesakitan, sehingga dengan cara sempoyongan ia kembali kepada kaumnya, yang tidak dapat menolong lagi dan iapun mati beberapa hari kemudian dalam keadaan yang sangat menyedihkan.
Oleh karena itu Nabi ﷺ memberi pedoman supaya selalu mencari sahabat atau teman yang akrab yang baik.
Sabda beliau:

Manusia akan dikumpulkan di padang mahsyar bersama teman se agamanya.
Oleh karena itu, perhatikanlah olehmu siapa yang dijadikan teman akrabmu itu.

(H.R.
Abu Daud dan Tirmizi)

Dan sabda Rasulullah ﷺ:

Jangan bersahabat melainkan dengan orang yang beriman, dan jangan memakan hidanganmu melainkan orang yang bertakwa.
(H.R.
Abu Daud dan Tirmizi)

Dan Sabda Rasulullah ﷺ:

Perumpamaan teman duduk yang baik dan yang jahat, ialah seperti pembawa minyak kasturi dan pandai besi.
Pembawa minyak kasturi itu adakalanya kamu menerima atau membeli minyak daripadanya.
Dan paling sedikit kamu mendapatkan bau harum daripadanya.
Adapun pandai besi kadang-kadang ia membakar pakaianmu karena semburan apinya atau paling sedikit kamu menjumpai bau keringatnya yang busuk".

(H.R.
Syaikhani dari Abu Musa Al Asy'ari)

Al Furqaan (25) ayat 28 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Furqaan (25) ayat 28 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Furqaan (25) ayat 28 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dengan nada menyesal karena mengikuti orang-orang yang menyesatkan, mereka berkata, "Aduhai kiranya aku tidak menjadikan Polan sebagai teman yang Engkau jadikan pemimpinku.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kecelakaan besar bagiku) huruf Alif dari lafal Yaa Wailataa merupakan pergantian Ya Idhafah, asalnya adalah Yaa Wailatii maknanya alangkah binasanya aku (kiranya aku dahulu tidak menjadikan si Polan itu) yakni Ubay bin Khalaf yang dijilatnya tadi (teman akrab).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ia merasa rugi seraya berkata :
Alangkah nikmatnya sekiranya aku tidak menjadikan orang-orang kafir itu sebagai teman, yang kemudian aku mengikuti dan mencintainya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setiap orang yang zalim kelak di hari kiamat akan menyesal dengan penyesalan yang sangat, dan ia akan menggigit kedua tangannya seraya berkata seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.
Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku).
(Al Furqaan:27-28)

karena si Fulan memalingkannya dari jalan petunjuk, lalu membawanya ke jalan kesesatan, jalannya orang-orang yang menyeru kepada kesesatan, baik dia adalah Umayyah ibnu Khalaf atau saudara lelakinya (yaitu Ubay ibnu Khalaf) dan lain-lainnya.

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Fur­qaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur'an.
Al Qur'an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur'an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur'an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur'an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu 'aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.


Gambar Kutipan Surah Al Furqaan Ayat 28 *beta

Surah Al Furqaan Ayat 28



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Furqaan

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.6
Rating Pembaca: 4.4 (20 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku