QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 26 [QS. 25:26]

اَلۡمُلۡکُ یَوۡمَئِذِۣ الۡحَقُّ لِلرَّحۡمٰنِ ؕ وَ کَانَ یَوۡمًا عَلَی الۡکٰفِرِیۡنَ عَسِیۡرًا
Al-mulku yauma-idzil haqqu lir-rahmani wakaana yauman ‘alal kaafiriina ‘asiiran;

Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah.
Dan adalah (hari itu), satu hari penuh kesukaran bagi orang-orang kafir.
―QS. 25:26
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
25:26, 25 26, 25-26, Al Furqaan 26, AlFurqaan 26, Al Furqan 26, AlFurqan 26, Al-Furqan 26

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 26

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 26. Oleh Kementrian Agama RI

Kerajaan yang hak pada hari kiamat itu adalah kepunyaan Allah Yang Maha Pemurah.
Dia-lah Yang mempunyai kekuasaan yang menentukan yang akan mengadili sekalian hamba-Nya dengan penuh keadilan dan memperlakukan hamba-hamba-Nya yang beriman dengan penuh kasih sayang.
Pada hari itu terasa benar akibat kekafiran dan keingkaran orang-orang musyirikin, yaitu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir, karena tidak ada yang memberi syafaat atau pertolongan kepada mereka yang telah putus asa itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari itu kepemilikan dan pengakuan manusia menjadi terputus.
Kepemilikan saat itu hanya berada di tangan Allah.
Hari itu menjadi hari yang sangat sulit bagi orang-orang kafir.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Allah Yang Maha Pemurah) tiada seorang pun yang menyaingi-Nya dalam hal ini.

(Dan adalah) hari itu (satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir) berbeda dengan keadaan orang-orang yang beriman.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Pada hari itu kerajaan yang haq hanyalah milik Dzat yang Maha Pemurah saja tidak yang lainnya.
Hari itu adalah hari yang penuh dengan kesukaran dan kesulitan bagi orang-orang kafir.
Karena mereka akan menerima balasan dan adzab yang sangat pedih.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah.
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 26), hingga akhir ayat.

Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui Firman-Nya:

Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?
Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 16)

Di dalam kitab sahih disebutkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menggulung langit dengan tangan kanan kekuasaan-Nya, dan menggenggam bumi dengan tangan kekuasaan lainnya, kemudian berfirmanlah Dia:

Akulah Raja, Akulah Yang Maha Membalas, di manakah raja-raja bumi, di manakah orang-orang yang kelewat batas, di manakah orang-orang yang takabur?

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan adalah (hari itu) satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir.
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 26)

Yakni sangat sulit, sebab hari itu adalah hari keadilan dan hari peradilan serta diputuskan-Nya semua perkara.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.
(Q.S. Al-Muddatsir [74]: 9-10)

Demikianlah keadaan orang-orang kafir pada hari itu.
Adapun keadaan orang-orang mukmin disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya:

Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat).
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 103)

Imam Ahmad meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Husain ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, telah menceritakan kepada kami Darraj, dari Abul Haisam, dari Abu Sa’id Al-Khudri yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya mengenai makna firman-Nya: dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.
(Q.S. Al-Ma’aarij [70]: 4) “Wahai Rasulullah, betapa lamanya hari tersebut.” Maka Rasulullah ﷺ menjawab: Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sungguh akan diringankan bagi orang mukmin (lamanya hari tersebut) sehingga terasa lebih cepat baginya dari suatu salat fardu yang dikerjakannya di bumi.


Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 26 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 26 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 26 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 77 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 25:26
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Furqaan.

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.4
Ratingmu: 4.2 (28 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta