QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 25 [QS. 25:25]

وَ یَوۡمَ تَشَقَّقُ السَّمَآءُ بِالۡغَمَامِ وَ نُزِّلَ الۡمَلٰٓئِکَۃُ تَنۡزِیۡلًا
Wayauma tasyaqqaqussamaa-u bil ghamaami wanuzzilal malaa-ikatu tanziilaa;

Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang.
―QS. 25:25
Topik ▪ Malaikat ▪ Tugas-tugas malaikat ▪ Ampunan Allah yang luas
25:25, 25 25, 25-25, Al Furqaan 25, AlFurqaan 25, Al Furqan 25, AlFurqan 25, Al-Furqan 25

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 25

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 25. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Muhammad supaya memberi peringatan kepada kaumnya tentang kedahsyatan hari kiamat, di mana langit akan pecah, dan semua benda angkasa yang berada di dalamnya akan hancur bagaikan kabut yang beterbangan, akibat benturan planet-planet dan bintang-bintang yang tidak berjalan lagi menurut ketentuan orbitnya masing-masing, sebagaimana dalam firman Allah:

Dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.
(Q.S.
An Naba: 19-20)

Dan seperti firman Allah:

Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan ..
maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

(Q.S.
At Takwir: 1,2,3 dan 14)

Maka pada hari yang dahsyat itu diturunkanlah malaikat secara bergelombang sambil membawa kitab-kitab yang berisi catatan semua amal hamba-hamba Allah yang mereka saksikan ketika mereka masih hidup di dunia untuk dijadikan bahan bukti ketika diadili Allah di padang mahsyar.

Related Images:

We cannot display this gallery

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ingatlah, wahai Nabi, hari ketika langit pecah dan terbuka.
Kemudian dari celah-celahnya keluar kabut putih dan secara pasti malaikat turun.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ingatlah di hari ketika langit pecah) yaitu semua langit (mengeluarkan kabut) seraya mengeluarkan kabut yang berwarna putih (dan diturunkan Malaikat) dari setiap lapisan langit (bergelombang-gelombang) pada hari kiamat itu.

Dinashabkannya lafal Yauma karena pada sebelumnya diperkirakan ada lafal Udzkur.

Menurut qiraat yang lain lafal Tasyaqqaqu dibaca Tasysyaqqaqu dengan ditasydidkannya huruf Syin yang diambil dari asal kata Tatasyaqqaqu.

Kemudian huruf Ta yang kedua diganti menjadi Syin lalu diidgamkan kepada Syin yang kedua sehingga menjadi Tasysyaqqaqu.

Sedangkan menurut qiraat yang lainnya lagi lafal Nuzzila dibaca Nunzilu dan lafal Al Malaaikatu dibaca Al Malaaikata, sehingga bacaan lengkapnya menurut qiraat ini menjadi Nunzilul Malaaikata, artinya, Kami menurunkan Malaikat-malaikat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai Rasul, ingatlah pada hari ketika langit pecah kemudian melalui celahnya Nampak kabut putih yang tipis.
Dan Allah menurunkan para malaikat langit lalu mengelilingi para makhluk yang sedang berada di padang mahsyar.
Allah kemudian datang sesuai dengan keagungan-Nya untuk memutuskan hukum di antara para hamba-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang kedahsyatan hari kiamat dan semua peristiwa besar yang terjadi padanya.
Antara lain ialah terbelahnya langit, lalu mengeluarkan kabut putih, yaitu naungan yang berupa cahaya yang amat besar lagi menyilaukan mata.
Pada hari itu malaikat-malaikat turun dari langit, lalu mengelilingi semua makhluk di padang mahsyar.
Kemudian datanglah Tuhan Yang Mahasuci lagi Mahatinggi untuk memutuskan peradilan.

Mujahid mengatakan bahwa hal ini sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya:

Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan.
(Al Baqarah:210), hingga akhir ayat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnu Ammar ibnul Haris, telah menceritakan kepada kami Muammal, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Ali ibnu Zaid, dari Yusuf ibnu Mahran, dari Ibnu Abbas, bahwa ia membaca ayat berikut, yaitu firman-Nya: Dan (ingatlah) hari (ketika itu) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkan malaikat bergelombang-gelombang.
(Al Furqaan:25) Kemudian Ibnu Abbas mengatakan bahwa Allah menghimpun makhluk pada hari kiamat di suatu padang yang amat luas, jin, manusia, binatang ternak, binatang pemangsa, burung-burung, dan semua makhluk lainnya.
Lalu terbelahlah langit yang paling bawah dan para penghuninya turun, mereka berjumlah jauh lebih banyak daripada jin, manusia, dan semua makhluk lainnya.
Lalu para penghuni langit itu mengelilingi jin, manusia, dan semua makhluk.
Kemudian terbelah pula langit yang kedua.
Para penghuninya turun, lalu mengelilingi para malaikat yang telah turun sebelum mereka, jin, manusia, dan makhluk lainnya, mereka mempunyai bilangan yang jauh lebih banyak daripada para penghuni langit terbawah dan semua makhluk yang telah ada.
Lalu terbelah pulalah langit yang ketiga, dan turunlah para penghuninya yang jumlah mereka jauh lebih banyak daripada penduduk langit yang terbawah, penduduk langit yang kedua, dan semua makhluk.
Kemudian mereka mengelilingi para malaikat yang telah turun sebelumnya, juga jin, manusia, dan semua makhluk.
Demikianlah seterusnya, penduduk setiap langit turun dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada sebelumnya berkali lipat, hingga terbelahlah langit yang ketujuh.
Penduduk langit yang ketujuh turun dalam jumlah jauh lebih banyak daripada penduduk langit sebelumnya, dan lebih banyak daripada jin, manusia, dan semua makhluk.
Lalu mereka mengelilingi para malaikat yang telah turun sebelum mereka dari kalangan penduduk langit, juga jin, manusia serta semua makhluk lainnya.
Lalu turunlah Tuhan kita Yang Mahaagung lagi Mahamulia dalam naungan awan putih, sedangkan di sekitar-Nya terdapat malaikat-malaikat karubiyyin.
Jumlah malaikat karubiyyin jauh lebih banyak daripada semua penduduk langit yang tujuh lapis, juga jin, manusia, dan semua makhluk.
Mereka mempunyai tanduk seperti mata-mata tombak, mereka tinggal di bawah ‘Arasy, suara mereka gemuruh mengucapkan tasbih, tahlil, dan taqdis kepada Allah subhanahu wa ta’ala Jarak antara bagian telapak kaki seseorang dari mereka sampai ke mata kakinya sama dengan jarak perjalanan lima ratus tahun.
Tinggi antara mata kaki sampai lututnya sama dengan perjalanan lima ratus tahun.
Tinggi antara lutut sampai pangkal pahanya sama dengan perjalanan lima ratus tahun.
Tinggi antara pangkal paha sampai tenggorokannya sama dengan jarak perjalanan lima ratus tahun.
Dan tinggi antara bagian bawah tenggorokannya sampai ke bagian bawah telinganya sama dengan jarak perjalanan lima ratus tahun.
Sedangkan tinggi selebihnya (sampai ke kepalanya) sama dengan jarak perjalanan lima ratus tahun.
Neraka Jahanam adalah penggaruknya.

Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim lengkap dengan lafaznya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, telah menceritakan kepadaku Al-Hajjaj, dari Mubarak ibnu Fudalah, dari Ali ibnu Zaid ibnu Jad’an, dari Yusuf ibnu Mahran, ia pernah mendengar Ibnu Abbas mengatakan bahwa sesungguhnya langit ini apabila terbelah akan turun darinya para malaikat yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada manusia dan jin.
Peristiwa ini akan terjadi di hari pertemuan, yaitu di hari bertemunya penduduk langit dan penduduk bumi.
Maka di awal kedatangan mereka penduduk bumi mengatakan, “Tuhan kita telah datang.” Lalu para malaikat berkata, “Belum datang, tetapi akan datang.” Kemudian terbelahlah langit yang kedua.
Setelah itu terbelah pula langit lainnya, langit demi langit, dan turunlah para malaikat yang menghuninya dalam jumlah jauh lebih banyak daripada sebelumnya, sampai langit yang ketujuh.
Maka turunlah dari langit yang ketujuh para malaikat yang jumlah mereka jauh lebih banyak daripada semua malaikat yang turun sebelumnya dan jin serta manusia.
Maka turunlah malaikat karubiyyin, lalu turunlah Tuhan kita dengan diusung oleh delapan malaikat penyangga’ Arasy.
Ketinggian antara mata kaki setiap malaikat sampai dengan lututnya sama dengan jarak perjalanan tujuh puluh tahun, dan ketinggian antara pahanya sampai ke pundaknya sama dengan jarak perjalanan tujuh puluh tahun.
Setiap malaikat dari semua malaikat itu tidak memandang wajah temannya karena masing-masing malaikat meletakkan kepalanya di antara kedua susunya (yakni menundukkan kepalanya) seraya mengucapkan, “Subhanal Malikil Quddus” (Mahasuci Tuhan, Raja Yang Mahasuci).
Pada kepala mereka terdapat sesuatu yang mencuat seakan-akan seperti mata tombak, sedangkan ‘Arasy berada di atasnya.
Hanya sampai di sini kisah hadis.

Pada garis besarnya hadis ini bersumber dari Ali ibnu Zaid ibnu Jad’an, di dalam sebagian besar konteksnya terdapat ke-daif-an, juga mengandung kemungkaran yang berat.

Di dalam hadis yang menceritakan tentang As-Sur (sangkakala) telah disebutkan kisah yang mendekati kisah ini, hadisnya cukup terkenal.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Maka pada hari itu terjadilah kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.
Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit.
Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
( Al-Haqqah: 15-17)

Syahr ibnu Hausyab mengatakan bahwa para malaikat penyangga ‘Arasy ada delapan.
Empat malaikat di antara mereka mengatakan, “Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji kepada-Mu, bagi-Mu segala puji atas sifat Penyantun-Mu padahal Engkau mengetahui.” Sedangkan yang empat lainnya mengucapkan, “Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji kepada-Mu, bagi-Mu segala puji atas maaf-Mu, padahal Engkau ber-kuasa.” Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.

Abu Bakar ibnu Abdullah mengatakan, “Apabila penduduk bumi melihat ‘Arasy turun kepada mereka dari atas, maka semua pandangan mata terbelalak memandang ke arahnya, semua persendian tulang mereka bergetar, dan kalbu mereka copot dari tempatnya di dada mereka menuju ke tenggorokan mereka.”

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, telah menceritakan kepada kami Al-Mu’tamir ibnu Sulaiman, dari Abdul Jalil, dari Abu Hazim,dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala saat turun terdapat seribu hijab antara Dia dan Makhluk-Nya, sebagian dari hijab itu terdiri atas nur (cahaya) dan kegelapan.
Maka air yang ada dalam kegelapan itu mengeluarkan suara yang membuat hati menjadi copot.
Kisah ini mauquf hanya sampai pada Abdullah ibnu Amr, bersumber dari ucapannya, barangkali dia menyimpulkannya dari takwil surat Az-Zamilatain, (Al-Muddas’s’ir dan Al-Muzzammil).
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 25 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 25 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 25 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 77 & Terjemahan


Gambar

We cannot display this gallery



Statistik Q.S. 25:25
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Furqaan.

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah25
Nama SurahAl Furqaan
Arabالفرقان
ArtiPembeda
Nama lainTabaraka
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu42
JuzJuz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat77
Jumlah kata896
Jumlah huruf3876
Surah sebelumnyaSurah An-Nur
Surah selanjutnyaSurah Asy-Syu'ara'
4.9
Ratingmu: 4.9 (27 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/25-25









Video

Panggil Video Lainnya

We cannot display this gallery
RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta