Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Furqaan

Al Furqaan (Pembeda) surah 25 ayat 22


یَوۡمَ یَرَوۡنَ الۡمَلٰٓئِکَۃَ لَا بُشۡرٰی یَوۡمَئِذٍ لِّلۡمُجۡرِمِیۡنَ وَ یَقُوۡلُوۡنَ حِجۡرًا مَّحۡجُوۡرًا
Yauma yaraunal malaa-ikata laa busyra yauma-idzil(n)-lilmujrimiina wayaquuluuna hijran mahjuuran;

Pada hari mereka melihat malaikat dihari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa mereka berkata:
“Hijraan mahjuuraa.
―QS. 25:22
Topik ▪ Mengingat kematian ▪ Saat kematian orang kafir ▪ Kewajiban hamba pada Allah
25:22, 25 22, 25-22, Al Furqaan 22, AlFurqaan 22, Al Furqan 22, AlFurqan 22, Al-Furqan 22
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Pada hari orang-orang kafir itu melihat malaikat maka pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa, ketika mereka berkata: "hijran mahjura",
yang artinya diharamkan kepada kamu menerima kabar baik yaitu akan dapat ampunan atau masuk surga, karena keduanya itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang beriman kepada Allah dan membenarkan Rasul-Nya".
Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan sebab-sebab kemalangan dan kerugian orang kafir itu pada ayat berikutnya.

Al Furqaan (25) ayat 22 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Furqaan (25) ayat 22 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Furqaan (25) ayat 22 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari kiamat, mereka akan melihat malaikat seperti yang mereka inginkan.
Peristiwa itu justru membuat mereka lari dan bukan menjadi berita gembira.
Mereka memohon perlindungan Allah dari para malaikat seperti halnya mereka memohon perlindungan dari segala yang mengejutkan mereka di dunia.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Pada hari mereka melihat Malaikat) di antara makhluk-makhluk Allah yang lainnya, yaitu pada hari kiamat.
Lafal Yauma dinashabkan oleh lafal Udzkur, yang keberadaannya diperkirakan sebelumnya, maksudnya, ingatlah pada hari mereka melihat Malaikat (di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa) yakni orang-orang kafir, berbeda keadaannya dengan orang-orang Mukmin, bagi mereka kabar gembira yaitu mendapatkan surga (dan mereka berkata:
'Hijran mahjuuran'") sebagaimana kebiasaan mereka di dunia apabila mereka tertimpa kesengsaraan, artinya:
lindungilah kami di tempat perlindungan.
Mereka pada hari itu meminta perlindungan kepada Malaikat.
Kemudian Allah berfirman,

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Pada hari mereka melihat malaikat, yakni ketika sakaratul maut, di dalam kubur, dan di Hari Kiamat dengan bentuk yang tidak mereka sangka.
Bukan untuk menyampaikan kabar gembira dengan surga namun untuk mengatakan kepada mereka :
Allah telah mengharamkan surga bagi kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "Hijran Mahjura.” (Al Furqaan:22)

Maksudnya, mereka tidak dapat melihat malaikat di hari yang paling baik bagi mereka, bahkan di hari mereka dapat melihat para malaikat, tiada kabar gembira bagi mereka.
Yang demikian itu bertepatan dengan saat mereka menjelang kematiannya, yaitu di saat para malaikat memberitahukan kepada mereka bahwa mereka masuk neraka dan mendapat murka dari Tuhan Yang Mahaperkasa.
Saat itu malaikat berkata kepada orang kafir tepat-padasaat roh keluar dari tubuhnya, "Keluarlah, hai jiwa yang kotor, dari tubuh yang kotor.
Keluarlah kamu menuju ke dalam siksaan angin yang amat panas, air yang panas lagi mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam."

Roh orang kafir itu menolak, tidak mau keluar dan bercerai-berai ke seluruh tubuhnya.
Maka malaikat maut memukulinya (hingga keluar secara paksa).
Hal ini digambarkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala melalui firman-Nya:

Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka.
(Al Anfaal:50), hingga akhir ayat.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya.
(Al An'am:93)

Yakni memukuli mereka dengan tangannya.

(sambil berkata), "'Keluarkanlah nyawamu.” Di hari kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.
(Al An'am:93)

Karena itulah dalam ayat yang mulia ini Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa.
(Al Furqaan:22)

Hal ini berbeda dengan keadaan yang dialami oleh orang-orang mukmin, saat mereka menjelang kematiannya.
Karena sesungguhnya mereka mendapat berita gembira akan kebaikan-kebaikan dan beroleh hal-hal yang menggembirakan.
Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah, " kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), "Janganlah kalian merasa takut dan janganlah kalian merasa sedih, dan bergembiralah kalian dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian.” Kamilah pelindung-pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan di akhirat, di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kalian minta.
Sebagai balasan (bagi kalian) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Fussilat: 30-32)

Di dalam hadis sahih disebutkan melalui Al-Barra ibnu Azib, bahwa malaikat berkata kepada roh orang mukmin, "Keluarlah, hai jiwa yang baik, dari tubuh yang baik, jika kamu hendak memakmurkannya.
Keluarlah kamu menuju kehidupan yang penuh dengan kenikmatan dan keharuman serta Tuhan yang tidak murka." Hadis ini secara utuh disebutkan di dalam tafsir surat Ibrahim pada pembahasan firman-Nya:

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.
(Ibrahim:27)

Ulama lain mengatakan, makna yang dimaksud dari firman-Nya:

Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira.
(Al Furqaan:22)

Yakni pada hari kiamat, menurut Mujahid dan Ad-Dahhak serta lain-lainnya.
Tidak ada pertentangan di antara pendapat ini dan pendapat sebelumnya.
Karena para malaikat pada kedua hari tersebut —yaitu hari kematian dan hari berbangkit— menampakkan dirinya kepada orang-orang mukmin, juga orang-orang kafir.
Maka para malaikat menyampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin, bahwa mereka akan mendapat rahmat dan rida.
Sedangkan kepada orang-orang kafir para malaikat memberitahukan bahwa mereka akan mendapat kekecewaan dan kerugian, maka di hari itu tiada berita bagi orang-orang yang berdosa.

dan mereka berkata, "Hijran Mahjura.” (Al Furqaan:22)

Yaitu para malaikat berkata kepada orang-orang kafir, "Haram berat bagi kalian mendapat keberuntungan pada hari ini." Asa! kata al-hijr artinya terlarang.
Dikatakan, "Hajaral Qadi 'Ala Fulanin, (kadi menahan si Fulan)," yakni manakala si kadi menahan kebebasannya, adakalanya karena orang yang bersangkutan jatuh pailit (dalam usahanya), atau karena masih kecil (berusia muda) (sehingga dilarang melakukan tasarruf), atau karena kurang akalnya, atau karena faktor yang lain.
Diambil dari kata ini juga pengertian Hijir (Isma'il) yang ada di sisi Ka'bah, karena orang-orang yang bertawaf dilarang melakukan tawaf di dalamnya, melainkan tawaf hanya dilakukan di luarnya.
Termasuk ke dalam pengertian ini dikata­kan kepada 'aql (penjamin) dengan sebutan hijr karena ia mencegah orang yang berada di bawah jaminannya melakukan hal-hal yang tidak layak.
Kesimpulannya ialah bahwa damir yang terkandung di dalam firman-Nya:

dan mereka mengatakan.
(Al Furqaan:22)

kembali kepada malaikat.
Demikianlah menurut pendapat Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Ad-Dahhak, Qatadah, Atiyyah Al-Aufi, Ata Al-Khurrasani, Khasif, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.
Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Na'im, telah menceritakan kepada kami Musa (yakni Ibnu Qais), dari Atiyyah Al-Aufi, dari Abu Sa'id Al-Khudri sehubungan dengan makna firman-Nya: dan mereka mengatakan, "Hijran Mahjura." (Al Furqaan:22) Maksudnya, haram berat mendapat berita gembira seperti berita gembira yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.
Ibnu Jarir meriwayatkan hal ini dari Ibnu Juraij yang pernah mengatakan bahwa hal itu merupakan perkataan orang-orang musyrik.

Pada hari mereka melihat malaikat.
(Al Furqaan:22)

Yakni orang-orang musyrik itu meminta perlindungan kepada Allah dari (kebengisan) para malaikat.
Demikian itu (kata Ibnu Juraij) karena orang-orang Arab di masa dahulu bila seseorang dari mereka mengalami musibah atau kesengsaraan, ia mengatakan, "Hijran Mahjura."

Pendapat ini sekalipun mempunyai alasan dan sumber, tetapi jika dipandang dari segi konteks ayat jauh sekali dari kebenaran, terlebih lagi jumhur ulama telah me-nas-kan hal yang bertentangan dengannya.

Akan tetapi, Ibnu Abu Nujaih pernah meriwayatkan dari Mujahid bahwa Mujahid pernah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, "Hijran Mahjura" Makna yang dimaksud ialah memohon perlindungan dengan sangat, sehingga pendapat ini mirip dengan apa yang telah dikemukakan oleh Ibnu Juraij.
Tetapi herannya disebutkan di dalam riwayat Ibnu Abu Hatim, dari Abu Nujaih, dari Mujahid yang mengatakan bahwa Hijran Mahjura artinya memohon perlindungan, yang mengatakannya adalah para malaikat.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui maksud sebenarnya.

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Fur­qaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur'an.
Al Qur'an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur'an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur'an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur'an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu 'aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.


Gambar Kutipan Surah Al Furqaan Ayat 22 *beta

Surah Al Furqaan Ayat 22



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Furqaan

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.6
Rating Pembaca: 4.6 (14 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku