Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 21 [QS. 25:21]

وَ قَالَ الَّذِیۡنَ لَا یَرۡجُوۡنَ لِقَآءَنَا لَوۡ لَاۤ اُنۡزِلَ عَلَیۡنَا الۡمَلٰٓئِکَۃُ اَوۡ نَرٰی رَبَّنَا ؕ لَقَدِ اسۡتَکۡبَرُوۡا فِیۡۤ اَنۡفُسِہِمۡ وَ عَتَوۡ عُتُوًّا کَبِیۡرًا
Waqaalal-ladziina laa yarjuuna liqaa-anaa laulaa unzila ‘alainaal malaa-ikatu au nara rabbanaa laqadiistakbaruu fii anfusihim wa’atau ‘utuu-wan kabiiran;

Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami:
“Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?”
Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas(dalam melakukan) kezaliman”.
―QS. 25:21
Topik ▪ Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.
25:21, 25 21, 25-21, Al Furqaan 21, AlFurqaan 21, Al Furqan 21, AlFurqan 21, Al-Furqan 21

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 21

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 21. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang yang mengingkari dan tidak percaya hari kebangkitan pada Hari Kiamat bahwa mereka akan dihadapkan ke hadirat Allah untuk diadili segala amal perbuatannya di dunia, mereka berkata dengan penuh kesombongan: “Mengapa tidak diturunkan kepada kita malaikat yang menjadi saksi atas kebenaran Muhammad, sehingga dapat menghilangkan keragu-raguan kita tentang kebenaran wahyu yang diturunkan kepadanya atau jika hal itu sulit untuk dilaksanakan, mengapa kita tidak langsung saja melihat Tuhan kita yang dengan nyata menerangkan kepada kita bahwa Muhammad itu benar-benar diutus oleh-Nya untuk menyampaikan kabar gembira dan memberi peringatan, dan jika yang demikian itu dilaksanakan, niscaya kita semuanya akan beriman kepada Muhammad”.
Mereka mengucapkan yang demikian itu tidak lain hanyalah karena kesombongan mereka sendiri, dan karena kelaliman mereka dengan mendustakan seorang utusan Allah.
Mereka sama sekali tidak menghiraukan mukjizat besar dan nyata yang telah dikemukakan oleh Rasulullah ﷺ kepada mereka, dan setiap orang yang berakal sehat pasti tercengang mendengar ucapan-ucapan mereka itu dan menilainya seperti ucapan orang yang sinting sebagaimana tercantum dalam firman Allah:

Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?.
(Q.S.
At Tur: 32)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang mengingkari kebangkitan dan tidak memperkirakan balasan perbuatan mereka itu mengatakan, “Mengapa tidak turun malaikat kepada kami untuk mendukungmu atau Tuhan menampakkan dirinya di depan kami untuk memberitahukan bahwa Dia telah mengutusmu?”
Sesungguhnya diri mereka telah sombong.
Mereka telah melampaui batas dalam kezaliman dan kesombongan mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuannya dengan Kami,) yakni orang-orang yang tidak takut kepada adanya hari berbangkit dan hari pembalasan (“Mengapakah tidak) (diturunkan kepada kita malaikat) yang menjadi Rasul-rasul kepada kita (atau mengapa kita tidak melihat Rabb kita?”) kemudian kita diberi tahu, bahwa Muhammad adalah Rasul-Nya.
Lalu Allah berfirman, (“Sesungguhnya mereka memandang besar) merasa besar (tentang diri mereka dan mereka telah melampaui batas) berlaku sangat kurang ajar (dengan kelewat batas yang sangat besar) disebabkan mereka berani meminta melihat Allah subhanahu wa ta’ala di dunia.
Lafal ‘Atauw dengan memakai huruf Wau sesuai dengan kata asalnya, berbeda dengan lafal ‘Ataa yang huruf akhirnya telah diganti menjadi Ya, seperti dalam surah Maryam.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yang tidak mempunyai keinginan untuk bertemu dengan Rabbnya setelah kematiannya karena mengingkarinya berkata :
Mengapakah tidak diturunkan kepada kita Malaikat saja, lalu dia memberitahukan kepada kita bahwa Muhammad adalah orang yang benar, atau mengapa kita tidak melihat Rabb kita secara nyata, sehingga Dia sendiri yang mengabarkan kepada kita tentang kebenarannya dan kebenaran risalahnya??
Sesungguhnya mereka bangga dengan diri mereka sendiri sehingga berani berkata yang demikian.
Mereka telah melampaui batas dalam kesesatan dan kekafiran mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan tentang kerasnya kekafiran dan keingkaran orang-orang kafir.
Hal ini terbaca dari ucapan mereka, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Mengapakah tidak diturunkan malaikat kepada kita.
(Al Furqaan:21)

Yakni untuk membawa risalah sebagaimana risalah diturunkan kepada para nabi, seperti yang diceritakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain menyitir ucapan mereka melalui firman-Nya:

Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah.
(Al An’am:124)

Makna ayat ini dapat pula ditakwilkan bahwa maksud mereka yang diutarakan oleh firman-Nya:

Mengapakah tidak diturunkan malaikat kepada kita.
(Al Furqaan:21)

sehingga kita dapat melihat mereka dan mereka memberitahukan kepada kita bahwa Muhammad adalah utusan Allah, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya menceritakan perkataan mereka:

atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami.
(Al Israa’:92)

Tafsir atau makna ayat ini telah diterangkan di dalam surat Al-Isra.
Karena itu, dalam ayat ini disebutkan bahwa mereka (orang-orang kafir) mengatakan:

atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?
(Al Furqaan:21)

Dalam firman selanjutnya disebutkan:

Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman.
(Al Furqaan:21)

Dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:

Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka.
(Al An’am:111), hingga akhir ayat.


Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Al Furqaan (25) ayat 21 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Furqaan (25) ayat 21 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Furqaan (25) ayat 21 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 77 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah25
Nama SurahAl Furqaan
Arabالفرقان
ArtiPembeda
Nama lainTabaraka
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu42
JuzJuz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat77
Jumlah kata896
Jumlah huruf3876
Surah sebelumnyaSurah An-Nur
Surah selanjutnyaSurah Asy-Syu'ara'
4.5
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/25-21









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta