Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 20 [QS. 25:20]

وَ مَاۤ اَرۡسَلۡنَا قَبۡلَکَ مِنَ الۡمُرۡسَلِیۡنَ اِلَّاۤ اِنَّہُمۡ لَیَاۡکُلُوۡنَ الطَّعَامَ وَ یَمۡشُوۡنَ فِی الۡاَسۡوَاقِ ؕ وَ جَعَلۡنَا بَعۡضَکُمۡ لِبَعۡضٍ فِتۡنَۃً ؕ اَتَصۡبِرُوۡنَ ۚ وَ کَانَ رَبُّکَ بَصِیۡرًا
Wamaa arsalnaa qablaka minal mursaliina ilaa innahum laya’kuluunath-tha’aama wayamsyuuna fiil aswaaqi waja’alnaa ba’dhakum liba’dhin fitnatan atashbiruuna wakaana rabbuka bashiiran;
Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar.
Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain.
Maukah kamu bersabar?
Dan Tuhanmu Maha Melihat.
―QS. Al Furqaan [25]: 20

Daftar isi

And We did not send before you, (O Muhammad), any of the messengers except that they ate food and walked in the markets.
And We have made some of you (people) as trial for others – will you have patience?
And ever is your Lord, Seeing.
― Chapter 25. Surah Al Furqaan [verse 20]

وَمَآ dan Kami

And not
أَرْسَلْنَا tidak mengutus

We sent
قَبْلَكَ sebelummu

before you
مِنَ dari

any
ٱلْمُرْسَلِينَ Rasul-rasul

Messengers
إِلَّآ kecuali

but
إِنَّهُمْ sesungguhnya mereka

indeed, they
لَيَأْكُلُونَ sungguh mereka memakan

[surely] ate
ٱلطَّعَامَ makanan

food
وَيَمْشُونَ dan mereka berjalan

and walked
فِى di

in
ٱلْأَسْوَاقِ pasar-pasar

the markets.
وَجَعَلْنَا dan Kami jadikan

And We have made
بَعْضَكُمْ sebagian kamu

some of you
لِبَعْضٍ bagi sebagian yang lain

for others
فِتْنَةً fitnah/cobaan

a trial,
أَتَصْبِرُونَ apakah/maukah kamu bersabar

will you have patience?
وَكَانَ dan adalah

And is
رَبُّكَ Tuhanmu

your Lord
بَصِيرًا Maha Melihat

All-Seer.

Tafsir Quran

Surah Al Furqaan
25:20

Tafsir QS. Al-Furqaan (25) : 20. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa rasul-rasul sebelumnya juga makan dan minum seperti dia.
Kecaman-kecaman orang kafir terhadap dirinya amat menyakitkan hati Muhammad, kecaman-kecaman itu bukan semata-mata kecaman saja, bahkan mengandung hinaan yang sangat merendahkan dirinya padahal dia adalah seorang Rasul yang dimuliakan Allah.

Maka untuk menghibur dan meringankan tekanan batin yang diderita Nabi Muhammad ﷺ yang disebabkan kecaman dan hinaan itu, Allah menyatakan kepadanya bahwa Dia tidak pernah mengutus seorang rasul sebelumnya seperti yang dikehendaki oleh orang-orang kafir Mekah itu.

Semua Rasul yang diutusnya adalah manusia yang tidak bebas dari sifat-sifat manusiawinya, tetapi membutuhkan makanan dan minuman, tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai dengan firman-Nya pada ayat-ayat yang lain.

وَمَآ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ﴿۷﴾ وَمَا جَعَلْنٰهُمْ جَسَدًا لَّا يَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوْا خٰلِدِيْنَ ﴿۸﴾

Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui.
Dan Kami tidak menjadikan mereka (rasul-rasul) suatu tubuh yang tidak memakan makanan dan mereka tidak (pula) hidup kekal.
(Al-Anbiyaa [21]: 7-8)

Jadi perbedaan antara manusia sebagai Rasul dan manusia umumnya terletak pada keutamaan pribadinya, ketinggian akhlaknya, kesucian hati dan keikhlasannya dalam menunaikan tugasnya, karena itu diturunkanlah wahyu Allah kepadanya dan dikuatkan pula dengan mukjizat-mukjizat yang tidak dapat manusia menandinginya apalagi mengalahkannya.
Maka ejekan dan kecaman orang kafir itu amat jauh dari sasarannya, tidak wajar dilontarkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Kalau mereka benar-benar hendak membatalkan kebenaran yang dibawanya bukannya dengan kecaman seperti itu yang harus mereka kemukakan.



Mereka telah ditantang untuk menandingi mukjizat yang diberikan Allah kepadanya yaitu membuat satu surah pendek saja yang serupa nilainya dengan surah pendek dari Alquran.

Tetapi mereka tidak berdaya dan tidak sanggup membuatnya walaupun mereka sudah termasuk golongan orang yang pintar dan tinggi sastranya.
Hanya rasa benci dan dengki telah menggelapkan hati nurani mereka dan rasa takut akan kehilangan pengaruh dan kedudukan telah meluapkan amarah mereka.

Karena itu mereka tetap menantang walaupun dalam hati mereka telah menyadari kekhilafan mereka.

Kemudian Allah menjelaskan pula bahwa manusia diuji dengan berbagai macam ujian.
Masing-masing manusia diberi kebebasan untuk apakah dia akan tabah dan sabar menghadapi ujian itu ataukah dia akan berpaling dari kebenaran karena tidak tahan menanggung amarah dan rasa dengki di dalam hatinya.
Allah menjadikan sebagian manusia sebagai Nabi dan Rasul, pembawa risalah Tuhan-Nya, sebagian lain dijadikan-Nya raja dan penguasa yang berkuasa atas manusia lainnya, sebagian lagi dijadikan-Nya kaya dan kuat, miskin dan lemah dan demikian seterusnya.
Orang-orang yang mempergunakan akal dan pikirannya, terutama orang-orang yang beriman tidaklah akan terpengaruh oleh perbedaan tingkat, derajat, kekayaan dan kedudukan, tetapi dia akan tetap menerima yang benar dan menolak yang salah tanpa memperhitungkan darimana datangnya kebenaran itu, apakah kebenaran itu datangnya dari seorang kepala negara atau menteri atau dari seorang hina dina tidak mempunyai pengaruh apa-apa.



Ali bin Abi Talib pernah berkata,
"Perhatikanlah apa yang dikatakan dan janganlah kamu memperhatikan siapa yang mengatakannya."
Si miskin diuji ketabahan hatinya menghadapi keadaannya yang serba kurang, tidak seperti orang kaya yang dapat menikmati berbagai macam kesenangan jasmani dengan kekayaannya itu.

Orang-orang kafir Mekah itu diuji kebersihan hati mereka dengan memberikan karunia kerasulan kepada Nabi Muhammad, sedang dia adalah seorang biasa saja di antara mereka, bukan dari orang-orang kaya atau dari pemimpin kabilah yang berpengaruh besar.
Semua manusia diuji kekuatan mentalnya menghadapi perbedaan dan jurang pemisah antara berbagai macam golongan dalam masyarakat.
Barang siapa yang menang dalam menghadapi ujian itu dialah yang akan mendapatkan kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rasulullah ﷺ bersabda:


"Lihatlah kepada orang yang rendah derajatnya dari kamu, dan janganlah melihat orang yang lebih tinggi dari kamu, karena melihat kepada orang yang lebih tinggi itu akan membawamu kepada merendahkan nilai nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadamu."
(Riwayat Muslim)

Demikianlah ujian yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan Dia Maha Mengetahui siapa di antara hamba-Nya itu yang tabah dan sabar menghadapi ujian itu sehingga ia termasuk orang-orang yang lulus dan menang.
Dia akan memberi balasan sebaik-baiknya kepada pemenang-pemenang itu dan akan menimpakan siksaan kepada orang-orang yang kalah yang karena ketidaksabarannya dan karena kesombongannya dia sampai mendurhakai nikmat yang telah diberikan-Nya kepada mereka.

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 20. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kalaulah orang-orang musyrik itu mencelamu karena kamu memakan makanan dan berjalan di pasar untuk bekerja dan mencari penghasilan, maka itu sebenarnya adalah ketentuan Allah yang berlaku pada rasul-rasul sebelum kamu.
Setiap orang yang Kami utus dari mereka selalu memakan makanan dan pulang pergi ke dan dari pasar.


Kami jadikan sebagian kalian, wahai manusia, cobaan bagi sebagian yang lain.
Para perusak itu selalu berusaha menutupi jalan menuju hidayah dan kebenaran dengan berbagai macam cara.


Maka apakah kalian akan bersabar mempertahankan kebenaran kalian, wahai orang-orang Mukmin, dan tetap berpegang teguh pada agama kalian sampai datang pertolongan Allah?
Bersabarlah! Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dan akan membalas kalian semua sesuai dengan perbuatannya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Rasul! Kami tidak mengutus Rasul-Rasul sebelum dirimu melainkan mereka adalah manusia biasa.
Mereka memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar.


Wahai sekalian manusia! Kami jadikan sebagian kalian cobaan dan ujian bagi sebagian yang lain yakni dengan petunjuk dan kesesatan, kekayaan dan kemiskinan, sehat dan sakit, apakah kalian akan bersabar dan tetap menjalankan kewajiban yang telah diwajibkan Allah atas kalian.
Serta mensyukurinya sehingga Maula kalian (Allah) akan memberikan pahala kepada kalian?
Atukah kalian tidak bersabar sehingga kalian berhak mendapatkan hukuman?
Wahai Rasul! Rabb-mu melihat mana orang yang putus asa dan mana orang yang sabar, mana orang yang kufur dan mana orang yang bersyukur.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelum kamu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar) maka kamu adalah sama seperti mereka dalam hal ini.
Maksudnya, telah dikatakan pula hal yang serupa terhadap mereka, sebagaimana apa yang dikatakan kepadamu sekarang ini.


(Dan Kami jadikan sebagian kalian cobaan bagi sebagian yang lain) yakni orang yang kaya dicoba dengan adanya orang fakir dan orang yang sehat dicoba dengan adanya orang yang sakit, dan orang yang terhormat dicoba dengan adanya orang yang rendah.
Maka golongan yang kedua dari orang-orang tadi mengatakan, ‘Mengapa aku tidak seperti dia dalam segala hal?’


(Maukah kalian bersabar?) di dalam menghadapi perkataan yang kalian dengar dari orang-orang yang kalian mendapat cobaan dari mereka.
Istifham atau kata tanya di sini mengandung arti perintah, maksudnya bersabarlah kalian


(dan adalah Rabbmu Maha Melihat") terhadap orang-orang yang sabar dan yang tidak sabar.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, memberitahukan tentang para rasul terdahulu yang telah Dia utus, bahwa mereka memakan makanan dan memerlukan gizi, serta biasa berjalan di pasar-pasar untuk mencari mata pencaharian dan berdagang.
Hal tersebut tidaklah bertentangan dengan keadaan mereka dan juga kedudukan mereka, karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menjadikan pada diri mereka tanda-tanda yang baik, sifat-sifat yang terpuji, ucapan-ucapan yang utama, amal perbuatan yang sempurna, dan mukjizat-mukjizat yang cemerlang serta dalil-dalil (bukti-bukti) yang jelas sehingga orang yang mempunyai hati yang sehat dan pandangan yang lurus akan membenarkan bahwa apa yang disampaikan oleh mereka itu dari Allah subhanahu wa ta’ala Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain, yaitu:

Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk kota.
(QS. Yusuf [12]: 109)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 8), hingga akhir ayat.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami jadikan sebagian kalian cobaan bagi sebagian yang lain.
Maukah kalian bersabar?
(QS. Al-Furqaan [25]: 20)

Yaitu Kami uji sebagian kalian dengan sebagian yang lain, dan Kami cobai sebagian kalian dengan sebagian yang lain agar Kami mengetahui siapa orang yang taat dan siapa orang yang durhaka (di antara kalian).
Karena itu, disebutkan oleh firman-Nya:

Maukah kalian bersabar?
Dan adalah Tuhanmu Maha Melihat.
(QS. Al-Furqaan [25]: 20)

Yakni siapakah yang patut diberi wahyu.
Pengertiannya sama dengan apa yang terkandung di dalam firman-Nya:

Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.
(QS. Al-An’am [6]: 124)

Maksudnya, siapa yang berhak dianugerahi tugas kerasulan, dan siapa yang tidak berhak menerimanya.

Muhammad ibnu Ishaq telah mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan Kami jadikan sebagian kalian cobaan bagi sebagian yang lain.
Maukah kalian bersabar?
(QS. Al-Furqaan [25]: 20)
Seakan-akan Allah berfirman,
"Seandainya Aku menghendaki dunia ini Aku jadikan bersama para rasul-Ku, agar mereka tidak ditentang, tentulah Aku dapat melakukannya.
Akan tetapi, sengaja Aku menghendaki untuk menguji hamba-hamba-Ku dengan para rasul-Ku, dan Aku menguji para rasul-Ku dengan mereka."

Di dalam kitab Sahih Muslim telah diriwayatkan melalui Iyad ibnu Hammad, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:

Allah berfirman,
"Sesungguhnya Aku akan mengujimu dan menguji (hamba-hamba)-Ku denganmu."

Di dalam kitab musnad disebutkan dari Rasulullah ﷺ:

Seandainya aku menghendaki, tentulah Allah akan menjadikan untukku gunung-gunung itu emas dan perak.

Di dalam kitab sahih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah disuruh memilih antara menjadi seorang nabi lagi seorang raja atau menjadi seorang hamba lagi seorang rasul.
Maka Nabi ﷺ memilih agar dirinya dijadikan seorang hamba lagi seorang rasul.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Furqaan (25) Ayat 20

Diriwayatkan oleh al-Wahidi dari Juwaibir, dari adl-Dlahhak, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir dari Sa’id dan ‘Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa kaum musyrikin suka mencela dan mencemooh Rasulullah ﷺ karena miskinnya beliau, dengan ucapan: “Bagaimana mungkin seorang Rasul makan dan pergi ke pasar (untuk berdagang).” Rasulullah ﷺ merasa sedih, sehingga turunlah ayat ini (al-Furqaan: 20) yang menegaskan bahwa semua Rasul berbuat seperti itu.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Furqaan (25) Ayat 20

ASWAAQ
أَسْوَاق

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah as suq. Lafaz ini bersifat umum, digunakan bagi mudzakkar dan muannats.
Artinya pasar barang-barang dan perbekalan.
Dinamakan demikian karena perniagaan dibuat di dalamnya, berlaku jual beli" dan karena barangan diserahkan dan dihantar kepadanya.

Ar Raghib berkata,
"Ia adalah tempat penyerahan bekalan-bekalan ke dalamnya untuk dijual dan dibeli" Aswaaq al harb artinya medan perang."

Lafaz aswaaq disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Furqaan (25), ayat 7 dan 20.

Lafaz ini dikaitkan dengan kata al masy yang berarti (nabi) berjalan di pasar bagi mencari nafkah sebagaimana manusia berjalan.
Maksudnya, sekiranya benar apa yang nabi dakwa, mengapa keadaannya tidak berlainan dengan keadaan manusia.
Hal itu karena orang kafir dangkal dan cetek penglihatan kepada perkara-perkara yang hissi (tampak), sedangkan perbedaan rasulrasul dengan manusia lainnya bukanlah dari segi jasmani, tetapi dari segi maknawi, sebagaimana Allah menyatakan dalam surah Al Kahfi ayat 110:

"Katakanlah: Aku hanya manusia seperti kamu juga, diwahyukan kepadaku Tuhan kamu adalah Tuhan yang satu"

Perkara itu juga adalah salah satu dari lima alasan orang musyrik yang terdapat dalam ayat ketujuh yang menurut anggapan mereka seseorang itu tidak layak menjadi rasul dengan perkara itu, yaitu rasul tidak patut mencari sara hidup yang biasanya dilakukan dengan pergi ke pasar membeli belah atau berniaga untuk nafkah dirinya dan keluarganya.

Dalam ayat 20, Ibnu Katsir berkata,
"Dalam ayat ini, Allah menceritakan tentang kesemua rasulrasul terdahulu yang mereka juga makan dan memerlukan kepada makanan, berjalan di pasar bagi mencari nafkah dan berjual beli.
Hal itu bukanlah menafikan keadaan dan kedudukan mereka, karena Allah menjadikan mereka mulia dengan karakter yang baik, sifat-sifat yang terpuji, pertuturan yang mulia dan perbuatan yang sempurna serta mukjizat yang agung."

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:75-76

Unsur Pokok Surah Al Furqaan (الفرقان)

Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al-Furqaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Alquran.

Alquran dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-Esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

▪ Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya.
▪ Hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi.
▪ Allah tidak punya anak dan sekutu.
▪ Alquran benar-benar diturunkan dari Allah.
▪ Ilmu Allah meliputi segala sesuatu.
▪ Allah bersemayam di atas Arsy.
▪ Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam.
▪ Rasul-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah.
▪ Pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya Malaikat ke bumi.
▪ Orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

▪ Tidak boleh mengabaikan Alquran.
▪ Larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir.
▪ Larangan membunuh atau berzina.
▪ Kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Alquran.
▪ Larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

▪ Kisah-kisah Musa `alaihis salam Nuh `alaihis salam.
▪ Kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

▪ Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Alquran.
▪ Kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-Esaan dan kekuasaan Allah.
▪ Hikmah Alquran diturunkan secara berangsur-angsur.
▪ Sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu, tidak mempergunakan akal.
▪ Sifat-sifat hamba Allah yang sebenarnya.

Audio Murottal

QS. Al-Furqaan (25) : 1-77 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 77 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Furqaan (25) : 1-77 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 77

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Furqaan ayat 20 - Gambar 1 Surah Al Furqaan ayat 20 - Gambar 2
Statistik QS. 25:20

Ayat ini terdapat dalam surah Al Furqaan.

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,”Pembeda”) adalah surah ke-25 dari Alquran.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Alquran (lihat nama lain Alquran).
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah ﷻ dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku’ 6 ruku’
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu’ara’
Sending
User Review
5 (1 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

25:20, 25 20, 25-20, Surah Al Furqaan 20, Tafsir surat AlFurqaan 20, Quran Al Furqan 20, AlFurqan 20, Al-Furqan 20, Surah Al Furqan ayat 20

Video Surah

25:20


Load More

Kandungan Surah Al Furqaan

۞ QS. 25:1 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 25:2 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Segala sesuatu milik Allah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Kekuasaan Allah •

۞ QS. 25:3 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 25:4 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:6 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 25:7 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:8 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:9 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:10 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 25:11 • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:12 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat neraka

۞ QS. 25:13 • Memasuki neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 25:14 • Memasuki neraka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 25:15 • Pahala iman • Allah menepati janji • Nama-nama surga • Keabadian surga •

۞ QS. 25:16 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya •

۞ QS. 25:17 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 25:18 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:19 • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Siksa orang kafir • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 25:20 Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 25:21 • Allah tidak dapat dilihat di dunia • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:22 • Saat kematian orang kafir • Azab orang kafir

۞ QS. 25:23 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 25:24 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 25:25 • Tugas-tugas malaikat • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 25:26 • Segala sesuatu milik Allah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 25:27 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 25:28 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 25:29 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah

۞ QS. 25:30 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 25:31 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 25:32 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:33 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:34 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 25:36 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 25:37 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 25:39 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:40 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:42 • Azab orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 25:43 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 25:44 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 25:45 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 25:46 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 25:47 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 25:48 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 25:49 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan)

۞ QS. 25:50 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:53 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 25:54 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

۞ QS. 25:55 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 25:57 Ar Rabb (Tuhan) • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 25:58 • Keluasan ilmu Allah • Al Hayy (Maha Hidup) • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 25:59 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Arsy • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 25:60 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 25:61 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 25:62 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 25:63 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 25:64 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 25:65 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat neraka

۞ QS. 25:66 • Keabadian neraka • Sifat neraka

۞ QS. 25:67 • Hemat dalam bekerja

۞ QS. 25:68 Tauhid Uluhiyyah • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 25:69 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksaan ahli neraka dilipatgandakan • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 25:70 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 25:73 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 25:74 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 25:75 • Pahala iman • Tugas-tugas malaikat • Nama-nama surga • Memasuki surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 25:76 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat di surga •

۞ QS. 25:77 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

Tidak ada paksaan bagi seseorang untuk memeluk suatu agama.
Jalan kebenaran & kesesatan telah jelas melalui tanda-tanda kekuasaan Allah yang menakjubkan.
QS. Al-Baqarah [2]: 256

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam,
siang,
matahari & bulan.
Janganlah sembah matahari maupun bulan,
tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya,
Jika Ialah yang kamu hendak sembah.
QS. Fussilat [41]: 37

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang ingkar & mereka pandang hina orang beriman. Padahal orang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas
QS. Al-Baqarah [2]: 212

Taatilah Allah & Rasul,
dan ulil amri di antaramu.
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) & Rasul (sunnahnya),
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah & hari kemudian
QS. An-Nisa’ [4]: 59

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis ...

Correct! Wrong!

Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah ...

Correct! Wrong!

Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Correct! Wrong!

+

Array

Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Correct! Wrong!

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada bulan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal, di Tahun Gajah. Lalu pada tanggal 17 Rabiul Awal ini merupakan hari ketika Rasulullah hijrah atau meninggalkan Mekkah menuju Madinah.

Pendidikan Agama Islam #12
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #12 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #12 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Kamus Istilah Islam

Kaum ‘Ad

Siapa itu Kaum ‘Ad? Kaum `Ad adalah sebuah suku bangsa kuno yang tinggal di daerah Al-Ahqaf di sebelah utara Hadramaut, antara Yaman dan Oman. Mereka hidup pasca banjir besar pada masa Nabi Nuh. Kehidupan mereka dikisahkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Awalnya mereka merupakan sebuah suku yang sejahtera namun menyekutukan Allah dan menentang nabi yang diut … • kaum ‘Ad, kaum Ad, kaum Aad, kaum ‘Aad

At-Taubah

Apa itu At-Taubah? Surah At-Taubah adalah surah ke-9 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti “Pengampunan” karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini. Dinamakan juga dengan Bara’ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adal … • At-Taubah, At Taubah

Idris `alaihis salam

Siapa itu Idris `alaihis salam? Idris atau Nabi Idris adalah salah seorang rasul yang pertama kali diberikan tugas untuk menyampaikan risalah kepada kaumnya. Ia diberikan hak kenabian oleh Allah setelah Adam dan Syits. Dikatakan bahwa Idris lahir dan tinggal di Babil, Irak, untuk berdakwah kepada kaumnya yang bernama Bani Qabil da … • Idris