QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 17 [QS. 25:17]

وَ یَوۡمَ یَحۡشُرُہُمۡ وَ مَا یَعۡبُدُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ فَیَقُوۡلُ ءَاَنۡتُمۡ اَضۡلَلۡتُمۡ عِبَادِیۡ ہٰۤؤُلَآءِ اَمۡ ہُمۡ ضَلُّوا السَّبِیۡلَ
Wayauma yahsyuruhum wamaa ya’buduuna min duunillahi fayaquulu aantum adhlaltum ‘ibaadii ha’ulaa-i am hum dhalluussabiil(a);

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka bersama apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Dia berfirman (kepada yang disembah),
“Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?”

―QS. 25:17
Topik ▪ Hisab ▪ Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan ▪ Tauhid Rububiyyah
25:17, 25 17, 25-17, Al Furqaan 17, AlFurqaan 17, Al Furqan 17, AlFurqan 17, Al-Furqan 17
English Translation - Sahih International
And (mention) the Day He will gather them and that which they worship besides Allah and will say,
“Did you mislead these, My servants, or did they (themselves) stray from the way?”
―QS. 25:17

 

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 17

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 17. Oleh Kementrian Agama RI

Pada hari Kiamat orang-orang musyrik dikumpulkan bersama-sama dengan sembahan-sembahan mereka.
Lalu Allah mengemukakan pertanyaan-pertanyaan kepada sembahan-sembahan itu.
Benarkah mereka dahulu di dunia menyuruh mereka itu menyembahnya sehingga mereka telah sesat dari jalan yang benar, mempersekutukan Allah dengan sesembahan itu sehingga mereka mengingkari ajaran-ajaran Allah dan ajaran-ajaran Rasul-Nya.
Di antara sembahan-sembahan yang disembah orang-orang kafir itu termasuk beberapa malaikat, Nabi Isa dan Uzair.
Mereka merasa sangat heran dan tercengang mendengar pertanyaan-pertanyaan itu karena mereka tidak pernah menyuruh manusia menyembah mereka, bahkan mereka selalu menyeru kepada tauhid, menyembah Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun.
Dalam ayat ini disebutkan pertanyaan Allah yang khusus dihadapkan kepada Nabi Isa yaitu firman-Nya:

وَاِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَاَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُوْنِيْ وَاُمِّيَ اِلٰهَيْنِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ قَالَ سُبْحٰنَكَ مَا يَكُوْنُ لِيْٓ اَنْ اَقُوْلَ مَا لَيْسَ لِيْ بِحَقٍّ اِنْ كُنْتُ قُلْتُهٗ فَقَدْ عَلِمْتَهٗ تَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ وَلَآ اَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِكَ اِنَّكَ اَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ

Dan (ingatlah) ketika Allah ﷻ berfirman,
“Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang,
“Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?”
(Isa) menjawab,
“Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku.
Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya.
Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu.
Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”
(al-Ma’idah [5]: 116)











25:17, 25 17, 25-17, Al Furqaan 17, tafsir surat AlFurqaan 17, Al Furqan 17, AlFurqan 17, Al-Furqan 17



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta