QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 13 [QS. 25:13]

وَ اِذَاۤ اُلۡقُوۡا مِنۡہَا مَکَانًا ضَیِّقًا مُّقَرَّنِیۡنَ دَعَوۡا ہُنَالِکَ ثُبُوۡرًا
Wa-idzaa ulquu minhaa makaanan dhai-yiqan muqarraniina da’au hunaalika tsubuuran;

Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan.
―QS. 25:13
Topik ▪ Neraka ▪ Memasuki neraka ▪ Burung-burungan yang disebut dalam Al Qur’an
25:13, 25 13, 25-13, Al Furqaan 13, AlFurqaan 13, Al Furqan 13, AlFurqan 13, Al-Furqan 13

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 13

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 13. Oleh Kementrian Agama RI

Bila mereka dilemparkan ke suatu tempat yang sempit di neraka itu dengan tangan terbelenggu di sanalah mereka akan berseru “celaka aku” Kenapa aku dahulu tidak mengacuhkan petunjuk yang diturunkan Allah dengan perantaraan Rasul-Nya, kenapa aku membantah dan menolaknya benar-benar aku ini seorang yang celaka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka–sesuai dengan kejahatan mereka–dalam keadaan tangan terbelenggu di leher, di sana mereka berteriak meminta segera dibinasakan agar cepat terbebas dari pedihnya azab.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apabila mereka dicampakkan ke tempat yang sempit di neraka itu) dapat dibaca Dhayyiqan dengan memakai harakat Tasydid pada huruf Ya, dapat pula dibaca Takhfif atau tanpa Tasydid sehingga bacaannya menjadi Dhayqan, maksudnya neraka itu menghimpit mereka.

Lafal Minhaa berkedudukan menjadi Hal dari lafal Makaanan, karena pada asalnya ia adalah kata sifat baginya (dengan dibelenggu) yakni tangan dan leher mereka dibelenggu menjadi satu, harakat Tasydid yang ada pada lafal Muqarraniina menunjukkan makna Taktsir atau banyak (mereka di sana mengharapkan kebinasaan) maksudnya mereka ingin mati saja karena pedihnya siksaan.

Dikatakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada mereka,

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sangat sempit di Neraka Jahanam sedangkan tangan mereka dibelenggu hingga ke lehernya.
Mereka berdoa agar segera binasa supaya bisa selamat dari Neraka Jahanam tersebut.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu.
(Al Furqaan:13)

Qatadah telah meriwayatkan dari Abu Ayyub, dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa semisal dengan lubang klem untuk mata tombak, yakni kerena sempitnya tempat itu.

Abdullah ibnu Wahb mengatakan, telah menceritakan kepadaku Nafi’ ibnu Yazid, dari Yahya ibnu Usaid yang me-rafa’-kan hadis ini hingga sampai kepada Rasulullah ﷺ, bahwa beliau ﷺ pernah ditanya mengenai makna firman-Nya: Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu.
(Al Furqaan:13) Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya mereka dipaksakan masuk ke dalam neraka, sebagaimana pasak dipaksakan masuk ke dalam tembok.

Menurut Abu Saleh, makna firman-Nya, “Muqarranin, ” artinya di­belenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan.
(Al Furqaan:13) Yakni kebinasaan, penyesalan, dan kekecewaan.
(Akan dikatakan kepada mereka), “Janganlah kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan di hari ini.
(Al Furqaan:14), hingga akhir ayat.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Ali ibnu Yazid, dari Anas ibnu Malik, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Orang yang mula-mula diberi pakaian api ialah iblis, maka iblis meletakkan pakaian itu pada kedua alisnya dan ia menyeret pakaian itu di belakangnya, sedangkan keturunannya berada sesudahnya, seraya berseru, “Binasalah aku.” Dan mereka diseru, “Alangkah binasanya mereka (iblis dan keturunannya),” hingga berhentilah mereka di neraka.
Maka iblis berkata, “Binasalah aku.” Mereka berkata, “Alangkah binasanya mereka.” Lalu dikatakan kepada mereka (iblis dan keturunan­nya), “Janganlah kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan pada hari ini, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak.”

Akan tetapi, tiada seorang pun dari kalangan Sittah yang mengetengah­kan hadis ini.
Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya dari Ahmad ibnu Sinan, dari Affan dengan sanad yang sama.
Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui hadis Hammad ibnu Salamah dengan sanad yang sama.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Furqaan (25) Ayat 13

TSUBUURAA
ثُبُور

Lafaz tsubuuraa adalah mashdar yaitu kata terbitan yang berasal dari kata tsabara-yatsburu artinya membinasakan, menghancurkan, mengancam dengan kejahatan dan kebinasaan, mengusir dan memalukan. Apabila diiringi dengan kalimat anhu, ia bermakna menahannya.

Menurut pendapat Asy Syawkani, lafaz tsubuuraa adalah mashdar yang dapat diguna­kan beberapa kali maupun banyak kali, oleh karena itu, ia tidak dijamak. Seperti perkataan dharabtuhu dharban katsiira Ism fa’ilnya adalah matsbur.

Lafaz tsubuuraa disebut empat kali (di dalam Al Qur’an) yaitu dalam surah:
-Al Furqaan (25), ayat 13, 14
-Al Insyiqaaq (84), ayat 11.

Sedangkan lafaz matsbur disebut sekali yaitu dalam surah Al Israa (17), ayat 102.
Allah berfirman,

دَعَوْا۟ هُنَالِكَ ثُبُورً

Ibn Qutaibah berpendapat, lafaz tsubuuraa bermakna kehancuran seperti seorang yang berkata,
“wahalakah!” yyaitu “celakalah!”

Asy Syawkani berpendapat, tsubuuraa ada­lah kecelakaan atau kebinasaan, maknanya mereka mau mendapat kecelakaan atau kehancuran pada hari akhirat dan mengucapkan perkataan “Celakalah! Binasalah disebabkan azab dan siksaan yang menimpa mereka.”

Ibn Katsir mengatakan, makna tsubuuraa adalah ucapan dengan al wayl yaitu kecelakaan, al khusrah yaitu kerugian dan al khaybah yyaitu kehinaan.

Diriwayatkan oleh Al Aufi dari Ibn Abbas mengenai ayat

لَّا تَدْعُوا۟ ٱلْيَوْمَ ثُبُورًا وَٰحِدًا وَٱدْعُوا۟ ثُبُورًا كَثِيرًا

maknanya janganlah kamu mengucapkan ucapan “Binasalah!” atau “Celakalah!” dengan sekali ucap, tetapi menjeritlah dengan banyak kali karena siksaan yang banyak.

Ad Dahhak berpendapat, maksud ats tsubuur adalah al halaak yaitu kebinasaan.

Ibn Katsir juga mengatakan, ats tsubuur mencakup al halak (kebinasaan), al wayl (kecelakaan), al khasarah (kerugian) dan ad dimaar (kehancuran) sebagaimana ucapan Nabi Musa kepada Fir’aun (surah Al Israa (17) ayat 102

وَإِنِّى لَأَظُنُّكَ يَٰفِرْعَوْنُ مَثْبُورًا

maksudnya haalikaa (binasa).

Kesimpulannya, tsubuuraa adalah ucapan atau jeritan orang yang berada di dalam neraka yang mengatakan, “Celakalah!” “Binasalah!’, “Merugilah!” dan sebagainya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD. 124-125

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 13 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 13 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 13 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 77 & Terjemahan


Gambar

[ngg src=”tags” ids=”25-13″ display=”basic_thumbnail” images_per_page=”6″ number_of_columns=”2″ order_direction=”DESC”]



Statistik Q.S. 25:13
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Furqaan.

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah25
Nama SurahAl Furqaan
Arabالفرقان
ArtiPembeda
Nama lainTabaraka
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu42
JuzJuz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat77
Jumlah kata896
Jumlah huruf3876
Surah sebelumnyaSurah An-Nur
Surah selanjutnyaSurah Asy-Syu'ara'
4.9
Ratingmu: 4.5 (29 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

[ngg src="galleries" ids="1,2,6" display="basic_thumbnail" override_thumbnail_settings="1" images_per_page="6" number_of_columns="3" ajax_pagination="0" order_by="rand()"]
RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta