QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 12 [QS. 25:12]

اِذَا رَاَتۡہُمۡ مِّنۡ مَّکَانٍۭ بَعِیۡدٍ سَمِعُوۡا لَہَا تَغَیُّظًا وَّ زَفِیۡرًا
Idzaa raathum min makaanin ba’iidin sami’uu lahaa taghai-yuzhan wazafiiran;

Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.
―QS. 25:12
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Kedahsyatan hari kiamat ▪ Keutamaan nabi Sulaiman as.
25:12, 25 12, 25-12, Al Furqaan 12, AlFurqaan 12, Al Furqan 12, AlFurqan 12, Al-Furqan 12

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 12

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 12. Oleh Kementrian Agama RI

Apabila orang-orang kafir itu telah digiring ke neraka, maka nerakapun melihat mereka dari jauh, terdengarlah suaranya yang gemuruh karena kemarahan melihat orang-orang kafir itu seakan-akan neraka itu seekor singa yang lapar melihat mangsanya mendekatinya.
Ibnu Munzir dan Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Ubaid ibnu Umair berkata: Sesungguhnya Jahanam itu bergemuruh suaranya sehingga para malaikat dan Nabi-nabi gemetar persendiannya mendengar suara itu, sehingga Nabi Ibrahim jatuh berlutut dan berkata: “Ya Tuhanku tak ada yang aku mohonkan hari ini kecuali keselamatan diriku”.
Dapatlah dibayangkan bagaimana seramnya keadaan di waktu itu dan bagaimana dahsyatnya siksa yang akan diterima oleh mereka dan bagaimana beratnya penderitaan yang akan mereka rasakan di waktu itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apabila mereka melihat neraka, dan neraka itu melihat mereka dari kejauhan, meraka mendengar desisan apinya yang menyala-nyala, yang siap membinasakan mereka.
Perumamaannya seperti nafas yang keluar tersengal-sengal dari dada seseorang yang marah sebagai tanda kesusahan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya) yakni suara mendidihnya seperti halnya orang yang sedang marah (dan suara nyalanya) suara yang keras sekali dari nyala apinya.

Atau makna yang dimaksud adalah jika orang-orang tersebut melihat neraka sekalipun dari tempat yang jauh, mereka akan mendengar suara gemuruh dan nyala apinya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apabila neraka melihat orang-orang yang mendustakan Hari Kiamat dari jarak yang jauh, mereka mendengar suara mendidih dan suara nyalanya karena ia sangat geram dengan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh.
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 12)

Maksudnya, bila neraka Jahanam melihat mereka di Padang Mahsyar.

Menurut As-Saddi, dari jarak seratus tahun.

mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 12)

Yakni karena merasa geram dan marah kepada mereka.
Sama seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedangkan neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah.
(Q.S. Al-Mulk [67]: 7-8)

Yaitu hampir saja sebagian dari neraka terpisah dengan sebagian yang lainnya karena kemarahannya yang sangat terhadap orang-orang yang kafir kepada Allah.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Idris ibnu Hatim ibnul Ahnaf Al-Wasiti, bahwa ia mendengar Muhammad ibnul Hasan Al-Wasiti meriwayatkan hadis ini dari As-bag ibnu Zaid, dari Khalid ibnu Kasir, dari Khalid ibnu Duraik berikut sanadnya, dari seorang lelaki dari kalangan sahabat Nabi ﷺ yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Barang siapa yang mengatakan dariku, padahal aku tidak mengatakannya, atau mendakwakan dirinya bukan kepada kedua orang tuanya, atau menisbatkan dirinya bukan kepada mawalinya (orang-orang yang telah memerdekakannya), maka hendaklah ia bersiap-siap untuk menempati tempat duduknya di neraka.
Menurut riwayat lain disebutkan: hendaklah ia bersiap-siap menduduki tempat duduknya di antara kedua mata neraka Jahanam.
Ketika ditanyakan, “Wahai Rasulullah, apakah neraka Jahanam mempunyai kedua mata?”
Rasulullah ﷺ bersabda menjawabnya: Bukankah kalian telah mendengar Allah subhanahu wa ta’ala pernah berfirman, “Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh.” (Q.S. Al-Furqaan [25]: 12), hingga akhir ayat.

Ibnu Abu Hatim telah mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Ayyasy, dari Ais ibnu Salim, dari Abu Wa-il yang menceritakan bahwa kami berangkat bersama Abdullah ibnu Mas’ud dengan ditemani oleh Ar-Rabi ibnu Khaisam.
Lalu mereka melewati sebuah tempat pandai besi, maka Abdullah berhenti melihat besi yang sedang dipanggang di dalam api.
Ar-Rabi ibnu Khaisam melihatnya pula.
Maka tiba-tiba tubuh Ar-Rabi’ terhuyung-huyung dan jatuh.
Kemudian Abdullah melewati tempat pembakaran air panas untuk mandi sauna di pinggir Sungai Furat.
Ketika Abdullah melihat api menyala dengan hebatnya di dalam tempat pembakaran itu, lalu ia membaca firman-Nya: Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 12) Maka Ar-Rabi’ jatuh pingsan, lalu mereka menggotongnya pulang ke rumah keluarganya.
Abdullah mengikatnya ke punggung kendaraannya, ternyata ia tidak sadar juga sesampainya di rumah.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Raja’, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Yahya, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa sesungguhnya seorang hamba diseret ke dalam neraka, maka neraka bergelegak sekali gelegak seperti suara geraman begal keledai saat melihat gandum (makanannya).
Kemudian neraka itu menggelegar sekali gelegar, dengan suara yang membuat tidak ada seorang pun yang mendengarnya melainkan merasa takut.
Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim berikut sanadnya secara ringkas.

Imam Abu Ja’far ibnu Jarir telah meriwayatkannya pula.
Ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ibrahim Ad-Dauraqi, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Yahya, dari Mujahid berikut sanadnya sampai kepada Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa sesungguhnya bila seorang hamba diseret ke dalam neraka, maka neraka surut dan sebagian darinya terpisah dari sebagian yang lain.
Maka Tuhan Yang Maha Pemurah bertanya kepada neraka, “Mengapa kamu?”
Neraka menjawab, “Sesungguhnya dia meminta perlindungan kepada-Mu dariku.” Maka Allah berfirman, “Lepaskanlah hamba-Ku.” Sesungguhnya ada seorang lelaki yang diseret ke dalam neraka, maka ia berkata, “Wahai Tuhanku, bukan seperti ini yang aku dugakan kepada-Mu.” Allah berfirman, “Lalu apakah prasangkaanmu terhadap-Ku?”
Dia menjawab, “Engkau luaskan rahmat-Mu buatku.” Maka Allah berfirman (kepada neraka), “Lepaskanlah hamba-Ku.” Dan sesungguhnya ada seorang lelaki yang diseret ke dalam neraka, maka neraka bergelegak terhadapnya sebagaimana begal menggeram ketika melihat gandum, lalu neraka menggelegar sekali gelegar yang membuat tiada seorang pun yang mendengarnya melainkan ketakutan.
Sanad asar ini sahih.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Mansur, dari Mujahid, dari Ubaid ibnu Umair sehubungan dengan makna firman-Nya: mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 12) Sesungguhnya neraka Jahanam itu menggelegar sekali gelegar, lalu tiada seorang malaikat terdekat pun, dan tiada pula seorang nabi yang menjadi rasul pun melainkan jatuh tersungkur dengan muka di bawah (karena ketakutan), semua persendian tulangnya bergetar sehingga Ibrahim ‘alaihis salam sendiri terduduk bersideku di atas kedua lututnya seraya berkata, “Wahai Tuhanku, aku tidak memohon kepadamu hari ini kecuali untuk keselamatan diriku.”


Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 12 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 12 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 12 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 77 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 25:12
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Furqaan.

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.8
Ratingmu: 4.4 (28 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta