QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 10 [QS. 25:10]

تَبٰرَکَ الَّذِیۡۤ اِنۡ شَآءَ جَعَلَ لَکَ خَیۡرًا مِّنۡ ذٰلِکَ جَنّٰتٍ تَجۡرِیۡ مِنۡ تَحۡتِہَا الۡاَنۡہٰرُ ۙ وَ یَجۡعَلۡ لَّکَ قُصُوۡرًا
Tabaarakal-ladzii in syaa-a ja’ala laka khairan min dzalika jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru wayaj’al laka qushuuran;

Mahasuci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia jadikan bagimu yang lebih baik daripada itu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan Dia jadikan (pula) istana-istana untukmu.
―QS. 25:10
Topik ▪ Surga ▪ Sifat surga dan kenikmatannya ▪ Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.
25:10, 25 10, 25-10, Al Furqaan 10, AlFurqaan 10, Al Furqan 10, AlFurqan 10, Al-Furqan 10
English Translation - Sahih International
Blessed is He who, if He willed, could have made for you (something) better than that – gardens beneath which rivers flow – and could make for you palaces.
―QS. 25:10

 

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 10

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Sebagai hiburan kepada Nabi yang selalu dihina dan direndahkan oleh orang-orang kafir itu, Allah menjelaskan bahwa kalau Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberikan kepadanya kebun-kebun yang lebih baik dari yang diminta oleh orang-orang kafir itu dan akan memberikan pula istana-istana yang paling megah dan indah.
Hal itu amat mudah bagi Allah tetapi bukan demikian yang dikehendaki-Nya.
Allah menghendaki agar Rasul pembawa risalah-Nya sebagai manusia biasa yang menjadi ikutan dan teladan bagi umatnya dalam memperjuangkan suatu cita-cita, memperjuangkan kebenaran dan meninggikan kalimat Allah.

Di samping perjuangan yang amat berat itu Nabi harus pula memikirkan keperluan dan hajat pribadinya.
Begitulah seharusnya seorang Rasul yang akan menjadi contoh dan teladan.
Kalaulah Nabi Muhammad itu seorang kaya mempunyai kebun-kebun dan istana serta perbendaharaan yang berlimpah-limpah tentulah tidak akan sebesar itu nilai perjuangannya dan tentulah tidak akan dapat dicontoh oleh pengikut-pengikutnya di belakang hari.
Apa arti istana, apa arti kebun-kebun dan apa arti perbendaharaan yang berlimpah-limpah bila seorang berhadapan dengan Khaliknya Yang Mahakuasa, Mahakaya dan Maha Perkasa?
Demikianlah Nabi Muhammad rida dengan keadaannya.
meskipun miskin, lemah dan menerima berbagai hinaan dan cemoohan kaumnya, tetapi dia senang dan bahagia karena dia mengemban tugas suci dari Tuhannya.
Pernah beliau berkata,
“Ya Tuhanku apapun yang terjadi pada diriku dan bagaimana pun beratnya penderitaanku tetapi aku tetap bahagia selama Engkau rida terhadapku.”











25:10, 25 10, 25-10, Al Furqaan 10, tafsir surat AlFurqaan 10, Al Furqan 10, AlFurqan 10, Al-Furqan 10



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta