Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Fath (Kemenangan) – surah 48 ayat 5 [QS. 48:5]

لِّیُدۡخِلَ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ وَ الۡمُؤۡمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجۡرِیۡ مِنۡ تَحۡتِہَا الۡاَنۡہٰرُ خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَا وَ یُکَفِّرَ عَنۡہُمۡ سَیِّاٰتِہِمۡ ؕ وَ کَانَ ذٰلِکَ عِنۡدَ اللّٰہِ فَوۡزًا عَظِیۡمًا ۙ
Liyudkhilal mu’miniina wal mu’minaati jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiihaa wayukaffira ‘anhum sai-yi-aatihim wakaana dzalika ‘indallahi fauzan ‘azhiiman;
Agar Dia masukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
Mereka kekal di dalamnya dan Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka.
Dan yang demikian itu menurut Allah suatu keuntungan yang besar,
―QS. Al Fath [48]: 5

(And) that He may admit the believing men and the believing women to gardens beneath which rivers flow to abide therein eternally and remove from them their misdeeds – and ever is that, in the sight of Allah, a great attainment –
― Chapter 48. Surah Al Fath [verse 5]

لِّيُدْخِلَ Karena Dia hendak memasukkan

That He may admit
ٱلْمُؤْمِنِينَ orang-orang mukmin laki-laki

the believing men
وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ dan orang-orang mukmin perempuan

and the believing women
جَنَّٰتٍ surga

(to) Gardens
تَجْرِى mengalir

flow
مِن dari

from
تَحْتِهَا bawahnya

underneath them
ٱلْأَنْهَٰرُ sungai-sungai

the rivers
خَٰلِدِينَ mereka kekal

(to) abide forever
فِيهَا didalamnya

therein,
وَيُكَفِّرَ dan Dia hendak menghapus

and (to) remove
عَنْهُمْ dari mereka

from them
سَيِّـَٔاتِهِمْ kesalahan mereka

their misdeeds,
وَكَانَ dan adalah

and is
ذَٰلِكَ demikian itu

that
عِندَ di sisi

with
ٱللَّهِ Allah

Allah
فَوْزًا keuntungan

a success
عَظِيمًا besar

great.

Tafsir

Alquran

Surah Al Fath
48:5

Tafsir QS. Al Fath (48) : 5. Oleh Kementrian Agama RI


Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Bukhari bahwa Anas bin Malik bertanya kepada Rasulullah ﷺ mengenai turunnya ayat 1 sampai dengan ayat 3 surah ini, dalam perjalanan pulang ke Madinah, setelah Perjanjian Hudaibiyyah.
Rasulullah ﷺ berkata,
"Sesungguhnya telah turun kepadaku ayat yang lebih aku suka daripada apa yang ada di permukaan bumi ini.
"
Kemudian beliau membacanya.
Para sahabat berkata,
"Alangkah baiknya ya Rasulullah, sesungguhnya telah diterangkan apa yang akan dianugerahkan kepada engkau, tetapi apakah yang akan dianugerahkan Allah kepada kami?"
Maka turunlah ayat ini, yang menerangkan anugerah yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman.


Kaum Muslimin yang membaiat Nabi Muhammad dan menerima Perjanjian Hudaibiyyah memperoleh tambahan nikmat dari Allah yang lebih besar lagi dengan menghapus dosa kesalahan-kesalahan yang telah mereka perbuat dan menyediakan tempat yang penuh kebahagiaan bagi mereka di surga.
Hal itu merupakan kemenangan yang besar bagi mereka.

Tafsir QS. Al Fath (48) : 5. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Semua itu agar Allah memasukkan orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan, dan Rasul-Nya ke dalam surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya dan mereka hidup kekal di dalamnya.
Juga agar Dia menghapus segala kesalahan mereka.


Balasan itu di sisi Allah merupakan keberuntungan yang besar.
Juga agar Dia menyiksa orang-orang munafik, laki-laki dan perempuan, serta orang-orang musyrik, laki-laki dan perempuan, yang berburuk sangka kepada Allah dengan menyangka bahwa Allah tidak akan membela Rasul-Nya.


Mereka akan mendapat kebinasaan yang buruk dan mereka tidak akan dapat lepas darinya.
Allah memurkai mereka dan menjauhkan mereka dari rahmat-Nya serta menyediakan untuk mereka neraka jahanam sebagai tempat kembali yang amat buruk untuk menyiksa mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Supaya Allah memasukkan orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawah pohon dan bangunannya, sungai-sungai.
Mereka tinggal di dalamnya untuk selama-lamanya dan Allah menghapus dosa yang pernah mereka lakukan dan tidak akan disiksa atas hal itu.


Balasan atas itu semua di sisi Allah adalah keselamatan dari segala macam kecemasan dan perolehan segala sesuatu yang diharapkan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Supaya Dia memasukkan) lafal Liyudkhila ini berta’alluq kepada lafal yang tidak disebutkan, yakni Dia memerintahkan berjihad supaya memasukkan


(orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka.
Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya.
(QS. Al-Fath [48]: 5)


Dalam hadis Anas yang lalu telah disebutkan bahwa ketika para sahabat mengatakan,
"Wahai Rasulullah, selamat buat engkau, maka apakah yang buat kami?"
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai’mereka kekal di dalamnya.
(QS. Al-Fath [48]: 5)
Yakni tinggal di dalamnya untuk selama-lamanya.

dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka.
(QS. Al-Fath [48]: 5)

Yaitu dosa-dosa dan kekeliruan-kekeliruan mereka.
Dia tidak menghukum mereka atas hal tersebut, bahkan memaafkan, mengampuni, dan menutup, serta mengasihani dan mensyukurinya.

Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah.
(QS. Al-Fath [48]: 5)


Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman­Nya:

Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 185), hingga akhir ayat.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Fath (48) Ayat 5

Diriwayatkan oleh asy-Syaikhaan (al-Bukhari dan Muslim), at-Tirmidzi, dan al-Hakim, yang bersumber dari Anas bahwa ketika Rasulullah ﷺ pulang dari Hudaibiyyah, bersabdalah beliau kepada para shahabat: “Telah turun kepadaku ayat yang lebih aku cintai daripada segala apa yang ada di muka bumi ini.”

Kemudia Rasulullah membacakan ayat tersebut (al-Fath: 2) kepada mereka, mereka berkata: “Betapa untung dan bahagianya tuan, ya Rasulullah.
Allah telah menerangkan nasib tuan di kemudian hari.
Namun bagaimana nasib kami ?” Maka turunlah ayat selanjutnya (al-Fath: 5) yang menjelaskan nasib mereka di akhirat.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Fath (48) Ayat 5

FAWZ
فَوْز

Arti kata dasar fawz adalah mendapatkan kebaikan, kejayaan atau kemenangan disertai dengan keselamatan.

Selain fawz kata dasar lain yang sama maknanya adalah mafaaz dan mafaazah.

Kata mafaaz dan mafaazah juga dapat diartikan dengan tempat yang penuh dengan anugerah bagi orangorang yang berjaya dan juga dapat diartikan dengan alat yang menyebabkan berjaya.

Sedangkan orang mendapat anugerah dalam bahasa Arab disebut dengan faa’iz jamaknya faa’izuun

Kesemua bentuk kata di atas disebut dalam Al Qur’an kecuali kata faa’iz dalam bentuk tunggal.

Kata fawz diulang sembilan belas kali dalam Al Qur’an.

Sekali dalam bentuk fawzul kabiir yang artinya adalah kemenangan yang besar, yaitu dalam surah Al Buruuj (85), ayat 11.
Dua kali dalam bentuk fawzul mubiin yang artinya adalah kejayaan yang nyata, yaitu dalam surah:
-Al An’aam (6), ayat 16;
-Al Jaatsiyah (45), ayat 30.
Sebanyak tiga belas kali ianya berbentuk fawzul ‘adzhiim dan tiga kali berbentuk fawzan ‘adzhiima yang keduanya berarti kemenengan yang agung, yaitu dalam surah:
An Nisaa‘ (4), ayat 13, 73;
-Al Maa’idah (5), ayat 119;
At Taubah (9), ayat 72, 89, 100, 111;
Yunus (10), ayat 64;
Al Ahzab (33), ayat 71;
-Ash Shaffsat (37), ayat 60;
-Al Mu’min (40), ayat 9;
Ad Dukhaan (44), ayat 57;
Al Fath (48), ayat 5;
Al Hadid (57), ayat 12;
Ash Shaff (61), ayat 12;
-At Taghaabun (64), ayat 9.
Yang dimaksud dengan kejayaan yang nyata, besar dan agung pada sebahagian besar ayat-ayat tersebut adalah anugerah agung di akhirat berupa masuk ke syurga selama-lamanya yang di bawahnya mengalir sungai-sungai dan penuh dengan karunia serta rahmat Allah, dijauhkan dari api neraka dan diampuni semua dosa.
Kejayaan seperti ini akan diperoleh orang-orang yang beriman, taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan yang beramal salih.

Khusus pada surah Yunus (10), ayat 64, diterangkan bahwa kejayaan agung yang diperoleh orang yang beriman dan bertakwa bukan hanya berupa kenikmatan di akhirat saja, melainkan ia termasuk kebahagiaan yang menggembirakan di dunia juga, seperti merasakan rasa kasih sayang di antara sesama orang beriman, pujian yang baik, mimpi yang baik (Ar Ru’ya Ash Salihan) dan juga kemudahan yang diberikan Allah untuk melakukan amal kebajikan dan akhlak yang mulia serta dijauhkan dari perilaku yang tercela.

Sedangkan dalam surah An Nisaa‘ (4), ayat 73, yang dimaksudkan dengan fawzan ‘adzhiimaadalah kemenangan tentara muslim dalam perang.
Pada ayat tersebut diceritakan bahawa setelah tentara muslim menang dalam peperangan dan memperoleh banyak harta rampasan perang, orang-orang munafik yang tidak ikut berperang menyesal dan beranganangan sembari berkata: ”Alangkah baiknya kalau aku turut serta bersama-sama mereka, supaya aku juga beroleh kemenangan yang amat besar"

Kata mafaaza disebut sekali saja dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah An Naba‘ (78), ayat 31. Sama dengan sebahagian besar ayat di atas, kata mafaaza pada ayat ini artinya adalah tempat yang penuh kemenangan, yaitu syurga.
Tempat ini akan diperoleh oleh orang-orang yang bertakwa.

Adapun kata mafaazah disebut dalam Al Qur’an dua kali, yaitu dalam surah:
-Ali’Imran (3), ayat 188;
Az Zumar (39), ayat 61.
Artinya juga hampir serupa dengan arti-arti sebelumnya, yaitu selamat dari neraka dan masuk ke dalam syurga.

Pada surah Ali Imran (3), ayat 188 ditegaskan bahawa orang-orang kafir yang bergembira dengan perilaku dan ucapan dosa yang mereka lakukan, dan suka dipuji dengan apa yang mereka tidak lakukan, mereka tidak akan berada di tempat yang selamat mafaazah dari azab dan siksa Allah.
Namun sebaliknya orang-orang yang bertakwa akan berada di tempat yang selamat mafaazah dari azab neraka, karena mereka mempunyai alat untuk menyelamatkan diri (mafaazah), yaitu ketakwaan.

Sedangkan kata faa’izuun diulang empat empat kali dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
At Taubah (9), ayat 20;
-Al Mu’minuun (23), ayat 111;
An Nuur (24), ayat 52;
Al Hasyr (59), ayat 20.
Orang-orang berjaya yang disebut dalam ayat-ayat tersebut adalah:

1.Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah dengan harta benda dan jiwa mereka.
(surah At Taubah (9), ayat 20).

2. Orang-orang yang memohon kepada Allah dengan berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik." Mereka juga terus bersabar atas cemoohan dan ejekan orang-orang kafir terhadap keyakinan dan ucapan mereka.
(Al Mu’minuun (23), ayat 111).

3. Siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut melanggar perintah Allah serta, menjaga dirinya jangan terdedah kepada azab Allah.
(An Nuur (24), ayat 52).

4. Mereka adalah ahli syurga (Al Hasyr (59), ayat 20)

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 428-430

Unsur Pokok Surah Al Fath (الفتح)

Surat Al-Fath terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Jumu’ah.

Dinamai "Al-Fath (kemenangan)" diambil dari perkataan "Fat-han" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangan-peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari.
"Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari."

Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya.

Keimanan:

▪ Allah mempunyai tentara di langit dan di bumi.
▪ Janji Allah kepada orang mukmin bahwa mereka akan mendapat ampunan Tuhan dan pahala yang besar.
▪ Allah mengutus Muhammad ﷺ sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
▪ Agama Islam akan mengalahkan agama-agama lain.

Hukum:

▪ Orang pincang dan orang-orang yang sakit dibebaskan dari kewajiban berperang.

Kisah:

▪ Kejadian-kejadian sekitar Bai’aturridhwan dan Perdamaian Hudaibiyyah".

Lain-lain:

▪ Berita gembira yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa dia bersama-sama orang-orang mukmin akan memasuki kota Mekah dengan kemenangan, dan hal ini memang terlaksana setelah setahun kemudian.
▪ Sikap orang-orang mukmin terhadap sesama mukmin dan sikap mereka terhadap orang-orang kafir.
▪ Sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya sudah disebutkan dalam Taurat dan Injil.
▪ Janji Allah bahwa orang Islam akan menguasai daerah-daerah yang sewaktu Nabi Muhammad ﷺ belum dikuasai.

Audio

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fath ayat 5 - Gambar 1 Surah Al Fath ayat 5 - Gambar 2
Statistik QS. 48:5
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fath.

Surah Al-Fath (Arab: الفتح , “Kemenangan”) adalah surah ke-48 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al-Fath yang berarti Kemenangan diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda dia yang diriwayatkan Sahih Bukhari; Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari.
Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah kepadanya.

Nomor Surah48
Nama SurahAl Fath
Arabالفتح
ArtiKemenangan
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu111
JuzJuz 26
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat29
Jumlah kata560
Jumlah huruf2509
Surah sebelumnyaSurah Muhammad
Surah selanjutnyaSurah Al-Hujurat
Sending
User Review
4.5 (27 votes)
Tags:

48:5, 48 5, 48-5, Surah Al Fath 5, Tafsir surat AlFath 5, Quran Al-Fath 5, Surah Al Fath ayat 5

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 59 [QS. 28:59]

59. Jangan menduga bahwa kehancuran negeri-negeri terjadi dengansewenang-wenang. Tidak, Allah Maha adil, dan karena itu Tuhanmu tidak mungkin akan membinasakan negeri-negeri di sekitar Mekah dan atau … 28:59, 28 59, 28-59, Surah Al Qashash 59, Tafsir surat AlQashash 59, Quran AlQasas 59, Al Qasas 59, AlQasas 59, Al-Qasas 59, Surah Al Qasas ayat 59

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #3

Dalam Islam, pakaian harus … bersih, rapi dan sopan mewah dan menarik Mewah dan bersih mahal dan bagus bermerek Benar!

Pendidikan Agama Islam #27

Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah … at-Taubah ar-Rahman an-Naml Yusuf Hud Benar! Kurang tepat! Surah yang

Pendidikan Agama Islam #5

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang … independent parsial jujur optimis disiplin Benar! Kurang tepat! Orang yang

Instagram