QS. Al Fath (Kemenangan) – surah 48 ayat 24 [QS. 48:24]

وَ ہُوَ الَّذِیۡ کَفَّ اَیۡدِیَہُمۡ عَنۡکُمۡ وَ اَیۡدِیَکُمۡ عَنۡہُمۡ بِبَطۡنِ مَکَّۃَ مِنۡۢ بَعۡدِ اَنۡ اَظۡفَرَکُمۡ عَلَیۡہِمۡ ؕ وَ کَانَ اللّٰہُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ بَصِیۡرًا
Wahuwal-ladzii kaffa aidiyahum ‘ankum wa-aidiyakum ‘anhum bibathni makkata min ba’di an azhfarakum ‘alaihim wakaanallahu bimaa ta’maluuna bashiiran;

Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
―QS. 48:24
Topik ▪ Iman ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala ▪ Segala sesuatu milik Allah
48:24, 48 24, 48-24, Al Fath 24, AlFath 24, Al-Fath 24

Tafsir surah Al Fath (48) ayat 24

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Fath (48) : 24. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, ‘Abd bin humaid, Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa’i, dari Anas bin Malik, bahwa ia berkata, “Pada Perang Hudaibiyyah, 80 orang musyrik Mekah dengan bersenjata lengkap telah menyerbu perkemahan Rasulullah dan para sahabat dari bukit Tan’im.
Berkat doa Rasulullah ﷺ, serangan itu dapat dipatahkan dan semua penyerbu itu dapat ditawan.
Kemudian Rasulullah ﷺ membebaskan dan memaafkan mereka maka turunlah ayat ini.”

Allah yang menahan dan menghambat serbuan orang-orang musyrik yang menyerbu perkemahan Rasulullah di Hudaibiyyah dan Allah pula yang menjanjikan kemenangan bagi Rasulullah ﷺ dan kaum Muslimin.
Kemudian Dia pula yang menimbulkan dalam hati Rasulullah ﷺ rasa iba dan kasih sayang sehingga beliau membebaskan orang-orang kafir yang ditawan.
Tidak seorang pun di antara mereka yang dibunuh, sekalipun kaum Muslimin telah berhasil memperoleh kemenangan.
Pada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui semua yang dikerjakan oleh makhluk-Nya, tidak ada suatu apa pun yang tersembunyi bagi-Nya.
Oleh karena itu, Dia akan memberi balasan segala amal perbuatan mereka dengan balasan yang setimpal dan adil.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hanya Allah yang menahan tangan orang-orang kafir untuk membinasakan kalian dan, hanya Dialah yang menahan tangan kalian untuk memerangi mereka di tengah kota Mekah sesudah Dia memenangkan kalian atas mereka.
Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari kalian dan tangan kalian dari mereka di lembah Mekah) yakni di Hudaibiah (sesudah Allah memenangkan kalian atas mereka) karena sesungguhnya delapan puluh orang lelaki dari kalangan mereka mengelilingi perkemahan kalian dengan tujuan untuk menyergap kalian, tetapi akhirnya mereka dapat dilumpuhkan dan mereka dihadapkan kepada Rasulullah ﷺ maka ia memberi maaf kepada mereka lalu dilepaskannya mereka dengan bebas.

Hal ini merupakan penyebab adanya perjanjian gencatan senjata (dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.) Lafal Ta’maluuna dapat dibaca Ya’maluuna, kalau dibaca Ya’maluuna maka artinya, “Dan adalah Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” Maksud ungkapan ayat ini ialah bahwa Allah masih tetap bersifat demikian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(Q.S. Al-Fath [48]: 24)

Ini merupakan anugerah dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, ketika Dia menahan tangan kaum musyrik dari memerangi mereka.
Karena itu, tiada suatu keburukan pun yang menimpa kaum muslim dari kejahatan kaum musyrik.
Dia pulalah yang menahan tangan kaum muslim dari memerangi kaum musyrik, hingga kaum muslim tidak memerangi mereka di Masjidil Haram.
Bahkan masing-masing dari kedua belah pihak menahan dirinya dan terikat dalam perjanj ian gencatan senjata, yang dalam perjanj ian ini terkandung banyak kebaikan bagi kaum mukmin dan kesudahan yang baik bagi kaum muslim dalam kehidupan dunia dan akhirat mereka.

Dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan di dalam hadis Salamah ibnul Akwa’ r.a.
bahwa ketika kaum muslim menggiring tujuh puluh orang tawanan (kaum musyrik) dalam keadaan terikat ke hadapan Rasulullah ﷺ, lalu Rasulullah ﷺ memandang kepada mereka dan bersabda:

Lepaskanlah mereka, maka hal ini akan menjadi permulaan bagi kedurhakaan mereka dan akibatnya.

Salamah ibnul Akwa’ r.a.
mengatakan bahwa sehubungan dengan peristiwa inilah diturunkan firman-Nya: Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka.
(Q.S. Al-Fath [48]: 24), hingga akhir ayat.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Hammad, dari Sabit, dari Anas ibnu Malik r.a.
yang mengatakan bahwa ketika hari Hudaibiyah, turunlah menyerang Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya sebanyak delapan puluh orang lelaki bersenjata dari kalangan penduduk Mekah dari arah Bukit Tan’im.
Mereka bertujuan menyerang Rasulullah ﷺ secara tiba-tiba disaat lengah.
Tetapi pada akhirnya mereka ketahuan, lalu ditangkap.
Perawi melanjutkan, bahwa lalu Rasulullah ﷺ memaafkan mereka dan turunlah firman-Nya: Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka.
(Q.S. Al-Fath [48]: 24)

Imam Muslim, Imam Abu Daud di dalam kitab sunnahnya dan Imam Turmuzi serta Imam Nasai telah menceritakan hadis ini di dalam kitab tafsir, bagian dari kitab sunnahnya masing-masing melalui berbagai jalur dari Hammad ibnu Salamah dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, telah menceritakan kepada kami Al-Husain ibnu Waqid, telah menceritakan kepada kami Sabit Al-Bannani, dari Abdullah ibnu Mugaffal Al-Muazani r.a.
yang mengatakan, “Dahulu kami bersama Rasulullah ﷺ di bawah sebuah pohon yang disebutkan Allah di dalam Al-Qur’an.
Dan tersebutlah bahwa salah satu dari tangkai pohon itu mengenai punggung Rasulullah ﷺ dan Ali ibnu Abu Talib r.a., sedangkan Suhail ibnu Amr berada di hadapan Rasulullah ﷺ Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepada Ali r.a.: ‘Tulislah Bismillahir Rahmanir Rahim (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).’ Maka Suhail memegang tangan Ali dan berkata, ‘Kami tidak mengenal Ar-Rahman dan Ar-Rahim.
Tetapi tulislah sebagai pendahuluan dari masalah kami ini dengan kalimat yang telah kami kenal.
Tulislah Bismikallahumma,’ Lalu Ali menulisnya, ini adalah perjanjian perdamaian antara Muhammad utusan Allah dan penduduk Mekah.’ Tetapi Suhail kembali memegang tangan Ali, dan berkata, ‘Sungguh kami berbuat aniaya terhadapmu jika engkau benar utusan-Nya (yakni Suhail tidak percaya Nabi ﷺ adalah utusan-Nya), tetapi tulislah dalam masalah kita ini sesuai dengan apa yang kami kenal.’ Suhail berkata, ‘Tulislah, ini adalah perjanjian damai yang disetujui oleh Muhammad ibnu Abdullah.’

Ketika kami dalam keadaan demikian, tiba-tiba muncullah tiga puluh orang pemuda menuju ke arah kami dengan senjata yang lengkap, lalu mereka mengepulkan debu di hadapan kami.
Maka Rasulullah ﷺ berdoa untuk melumpuhkan mereka.
Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan telinga mereka kesakitan, lalu kami bangkit menangkap mereka.
Dan Rasulullah ﷺ bertanya kepada mereka, ‘Apakah kalian datang dalam perlindungan seseorang?’ Atau, ‘Apakah ada seseorang yang menjamin keamanan kalian?’ Mereka menjawab, ‘Tidak ada.’ Yakni mereka bertujuan untuk perang.
Maka Rasulullah ﷺ membebaskan mereka, dan Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya: Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka.
‘ (Q.S. Al-Fath [48]: 24), hingga akhir ayat.”

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Ya’qub Al-Qummi, telah menceritakan kepada kami Ja’far, dari Ibnu Abza yang mengatakan bahwa ketika Rasulullah ﷺ keluar dengan membawa hadyu dan sampai diZul Hulaifah, Umar r.a.
berkata kepadanya, “Wahai Nabi Allah, apakah engkau akan memasuki tempat suatu kaum yang bermusuhan denganmu tanpa membawa senjata dan tanpa membawa pasukan?”
Maka Rasulullah ﷺ mengirimkan utusan ke Madinah, dan akhirnya tiada seorang pasukan pun dan tiada pula sebuah senjata pun melainkan semuanya dibawa.
Ketika Rasulullah ﷺ sampai di dekat Mekah, orang-orang Quraisy melarang beliau memasukinya.
Lalu Rasulullah ﷺ meneruskan perjalanan hingga sampai di Mina dan selanjutnya beliau berkemah di Mina.
Kemudian datanglah informan Nabi ﷺ yang menceritakan kepada beliau bahwa Ikrimah ibnu Abu Jahal telah keluar (dari Mekah) untuk memerangimu dengan membawa lima ratus orang.
Maka Nabi ﷺ bersabda kepada Khalid ibnul Walid r.a.: Hai Khalid, ini adalah anak pamanmu, dia, telah datang dengan pasukan berkudanya.
Maka Khalid berkata, “Aku pedang Allah dan pedang Rasul-Nya.” Maka sejak hari itu ia dijuluki dengan gelar’ pedang Allah’.
Khalid r.a.
berkata, “Wahai Rasulullah, kirimkanlah aku ke mana pun engkau kehendaki,” Maka Rasulullah ﷺ mengirimkannya bersama pasukan berkuda, lalu bertemu dengan pasukan berkuda Ikrimah dan dapat memukulnya mundur hingga masuk ke tembok (perbatasan) kota Mekah.
Kemudian Ikrimah kembali untuk kedua kalinya, tetapi Khalid r.a.
dan pasukannya dapat memukulnya mundur hingga kembali masuk ke benteng kota Mekah.
Kemudian Ikrimah kembali mencoba untuk ketiga kalinya, tetapi Khalid dan pasukannya dapat memukulnya mundur hingga masuk ke dalam benteng kota Mekah.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya: Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah.
(Q.S. Al-Fath [48]: 24) sampai dengan firman-Nya: dengan azab yang pedih.
(Q.S. Al-Fath [48]: 25) Maka Allah subhanahu wa ta’ala Menahan Nabi ﷺ dari membinasakan mereka sesudah Nabi ﷺ beroleh kemenangan atas mereka, mengingat masih ada sisa kaum muslim yang tinggal di Mekah, sebab dikhawatirkan mereka akan terinjak-injak oleh pasukan berkuda.

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan hal yang semisal dari Ibnu Abza.
Akan tetapi, konteks ini masih diragukan kebenarannya, karena sesungguhnya peristiwa tersebut bukan terjadi di tahun Hudaibiyah, mengingat Khalid r.a.
pada masa itu masih belum masuk Islam.
Bahkan dia berada di barisan terdepan dari kaum musyrik saat itu, seperti yang disebutkan di dalam hadis sahih.
Peristiwa ini tidak pula terjadi di saat umrah qada, karena mereka (kaum musyrik) menetapkan kepada Nabi ﷺ bahwa ia boleh datang ke Mekah pada tahun berikutnya.
Maka di tahun itu Nabi ﷺ melakukan umrah qadanya dan tinggal di Mekah selama tiga hari.
Ketika beliau datang, mereka tidak mencegahnya, tidak memeranginya, tidak pula membunuhnya.

Jika dikatakan bahwa hal itu terjadi pada hari kemenangan atas kota Mekah, maka sebagai jawabannya dapat dikatakan tidak masuk akal pula, sebab Nabi ﷺ di tahun kemenangan atas kota Mekah tidak membawa hadyu, karena sesungguhnya beliau datang hanyalah untuk perang dengan membawa pasukan yang sangat besar jumlahnya.

Konteks hadis di atas mengandung cela dan terdapat sesuatu kekeliruan padanya, maka harap direnungkan, dan hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku seseorang yang tidak aku curigai, dari Ikrimah maula Ibnu Abbas r.a.
yang telah menceritakan bahwa sesungguhnya orang-orang Quraisy mengirimkan empat puluh orang lelaki dari kalangan mereka atau lima puluh orang.
Mereka ditugaskan untuk berkeliling di sekitar perkemahan Rasulullah ﷺ dengan tujuan untuk menangkap salah seorang dari sahabat beliau ﷺ Akan tetapi, pada akhirnya merekalah yang tertangkap, lalu dibawa ke hadapan Rasulullah ﷺ dan beliau memaafkan dan melepaskan mereka.
Padahal sebelumnya mereka melempari perkemahan Rasulullah ﷺ dengan batu dan anak panah.

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa berkenaan dengan peristiwa itu turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala: Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan yang (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka.
(Q.S. Al-Fath [48]: 24), hingga akhir ayat.

Qatadah mengatakan, telah menceritakan kepada kami bahwa seorang lelaki yang dikenal dengan nama Ibnu Zanim naik ke puncak lereng dari Hudaibiyah, maka kaum musyrik menghujaninya dengan anak panah hingga gugurlah dia.
Kemudian Rasulullah ﷺ mengirimkan pasukan berkuda untuk menangkap mereka.
Akhirnya dua belas orang dari pasukan kaum musyrik itu berhasil ditangkap, lalu dihadapkan kepada Rasulullah ﷺ Maka beliau bertanya kepada mereka, “Apakah kamu mempunyai perjanjian?
Apakah kamu mempunyai jaminan keamanan?”
Mereka menjawab, “Tidak.” Maka Rasulullah ﷺ melepaskan mereka (sekalipun mereka tidak mempunyai penjamin), dan berkenaan dengan peristiwa itu Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya: Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka.
(Q.S. Al-Fath [48]: 24), hingga akhir ayat.


Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Fath (48) ayat 24
Telah menceritakan kepadaku Amru bin Muhammad An Naqid telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas bin Malik, bahwa delapan puluh orang dari penduduk Makkah turun dari bukit Tan’im kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan persenjataan yang lengkap. Mereka hendak menyerang Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya karena bentuk permusuhannya terhadap beliau. Namun akhirnya mereka menyerah dan beliau membiarkan mereka hidup, maka Allah Azza Wa Jalla menurunkan ayatnya: Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Makkah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka (Qs. Al Fath: 24).

Shahih Muslim, Kitab Jihad dan Ekspedisi – Nomor Hadits: 3373

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Fath (48) Ayat 24

Diriwayatkan oleh Muslim, Tirmidzi, dan an-Nasa-i, yang bersumber dari Anas.
Diriwayatkan pula oleh Muslim yang bersumber dari salamah bin al-Akwa’.
Diriwayatkan pula oleh Ahmad dan an-Nasa-i, yang bersumber dari ‘Abdullah bin Mughaffal al-Muzani.
Dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Ishaq yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika terjadi peristiwa Hudaibiyyah, ada delapan puluh pasukan musuh yang bersenjata lengkap bermaksud menyergap Rasulullah ﷺ dari Gunung Tan’im.
Akan tetapi mereka tersergap dan tertawan, lalu dilepaskan kembali atas perintah Rasulullah ﷺ Ayat ini (al-Fath: 24) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan kemenangan kaum Muslimin dengan tidak menumpahkan darah.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Fath (الفتح)
Surat Al Fat-h terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Jumu’ah.

Dinamai “Al Fath (kemenangan)” diambil dari perkataan “Fat-han” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangan-peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari
“Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari.”

Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam petjuangannya dan tentang

Keimanan:

Allah mempunyai tentara di langit dan di bumi
janji Allah kepada orang mu’min bahwa mereka akan mendapat ampunan Tuhan dan pahala yang besar
Allah mengutus Muhammad ﷺ sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan
Agama Islam akan mengalahkan agama-agama lain

Hukum:

Orang pincang dan orang-orang yang sakit dibebaskan dari kewajiban berperang

Kisah:

Kejadian-kejadian sekitar Bai’aturridhwan dan Perdamaian Hudaibiyyah”.

Lain-lain:

Berita gembira yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa dia bersama-sama orang-orang mu’min akan memasuki kota Mekah dengan kemenangan, dan hal ini memang terlaksana setelah setahun kemudian
sikap orang­ orang mu’min terhadap sesama mu’min dan sikap mereka terhadap orang-orang kafir
sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya sudah disebutkan dalam Taurat dan Injil
janji Allah bahwa orang Islam akan menguasai daerah-­daerah yang sewaktu Nabi Muhammad s.a.w, belum dikuasai

Ayat-ayat dalam Surah Al Fath (29 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Fath (48) ayat 24 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Fath (48) ayat 24 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Fath (48) ayat 24 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Fath - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 29 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 48:24
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fath.

Surah Al-Fath (Arab: الفتح , "Kemenangan") adalah surah ke-48 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al-Fath yang berarti Kemenangan diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad S.A.W dalam peperangannya.

Nabi Muhammad S.A.W sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda dia yang diriwayatkan Sahih Bukhari; Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari.
Kegembiraan Nabi Muhammad S.A.W itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad S.A.W dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah[1] kepadanya.

Nomor Surah 48
Nama Surah Al Fath
Arab الفتح
Arti Kemenangan
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 111
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 29
Jumlah kata 560
Jumlah huruf 2509
Surah sebelumnya Surah Muhammad
Surah selanjutnya Surah Al-Hujurat
4.8
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim