QS. Al Fath (Kemenangan) – surah 48 ayat 18 [QS. 48:18]

لَقَدۡ رَضِیَ اللّٰہُ عَنِ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ اِذۡ یُبَایِعُوۡنَکَ تَحۡتَ الشَّجَرَۃِ فَعَلِمَ مَا فِیۡ قُلُوۡبِہِمۡ فَاَنۡزَلَ السَّکِیۡنَۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَثَابَہُمۡ فَتۡحًا قَرِیۡبًا
Laqad radhiyallahu ‘anil mu’miniina idz yubaayi’uunaka tahtasy-syajarati fa’alima maa fii quluubihim fa-anzalassakiinata ‘alaihim wa-atsaabahum fathan qariiban;

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).
―QS. 48:18
Topik ▪ Iman ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin ▪ Pahala Iman
48:18, 48 18, 48-18, Al Fath 18, AlFath 18, Al-Fath 18

Tafsir surah Al Fath (48) ayat 18

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Fath (48) : 18. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menyampaikan kepada Rasulullah ﷺ bahwa Dia telah meridai baiat yang telah dilakukan para sahabat kepada beliau pada waktu Bai’ah Ar-Ridhwan.
Para sahabat yang ikut baiat pada waktu itu lebih kurang 1.400 orang.

Menurut riwayat, ada seorang yang ikut bersama Rasulullah ﷺ, tetapi tidak ikut baiat, yaitu Jadd bin Qais al-Ansari.
Dia adalah seorang munafik.
Para sahabat yang melakukan baiat itu telah berjanji akan menepati semua janji yang telah mereka ucapkan walaupun akan berakibat kematian diri mereka sendiri.
Hal itu tersebut dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dari Salamah bin al-Akwa’, bahwa ia berkata:

Aku telah melakukan baiat kepada Rasulullah ﷺ kemudian aku berjalan menuju bayangan pohon (Samurah).
Ketika orang-orang mulai sedikit, Nabi ﷺ berkata, “Wahai Ibnu al-Akwa’, tidakkah kamu ikut melakukan baiat.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, aku sudah melakukan baiat.” Rasulullah berkata, “Yang ini juga.” Maka aku melakukan baiat untuk kedua kalinya.
Aku (Yazid bin Abu ‘Ubaid, salah seorang sanad hadis ini) bertanya pada Salamah bin al-Akwa’, “Wahai Abu Muslim (panggilan Salamah), untuk apa kalian melakukan baiat pada hari itu?”
Ia menjawab, “Untuk mati.”
(Riwayat Bukhari dari Salamah bin al-Akwa’)

Allah menjanjikan balasan berupa surga yang penuh kenikmatan kepada orang-orang yang ikut baiat itu.
Hal ini ditegaskan pula dalam hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

Tidak seorang pun akan masuk neraka dari orang-orang yang ikut baiat di bawah pohon (Samurah) itu.

Menurut Nafi’, ketika ‘Umar bin al-Khaththab mendengar bahwa para sahabat sering berdatangan mengunjungi pohon itu untuk mengenang dan memperingati peristiwa Bai’ah Ar-Ridhwan, maka beliau memerintahkan untuk menebang pohon itu.
Umar memerintahkan agar pohon dan tempat itu tidak dikeramatkan dan dipuja oleh orang-orang yang datang kemudian sehingga menjadi tempat timbulnya syirik.
Perbuatan Umar tersebut adalah sebagai saddu dhari’ah (menutupi celah atau kesempatan agar tidak terjadi syirik di kemudian hari).

Selanjutnya Allah menerangkan bahwa Dia mengetahui isi hati dan kebulatan tekad kaum Muslimin yang melakukan baiat itu.
Oleh karena itu, Allah menanamkan dalam hati mereka ketenangan, kesabaran, dan ketaatan kepada keputusan Rasulullah ﷺ Allah menjanjikan pula kepada mereka kemenangan pada Perang Khaibar yang terjadi dalam waktu yang dekat.
Dengan demikian, ayat ini termasuk ayat yang menerangkan peristiwa yang terjadi pada masa yang akan datang, yaitu kemenangan kaum Muslimin pada Perang Khaibar.
Dan peristiwa itu benar-benar terjadi.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya Allah benar-benar memperkenankan orang-orang Mukmin ketika berjanji setia kepadamu tanpa paksaan di bawah sebuah pohon.
Dia mengetahui keikhlasan dan kesetiaan hati mereka kepada risalahmu.
Dengan kesetiaan itu, Allah menurunkan ketenangan dan memberikan kemuliaan kepada mereka saat mengadakan baiat dan perdamaian, dan juga memberikan harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil.
Dan Allah Mahaperkasa atas segala sesuatu lagi Mahabijaksana dalam setiap keputusan-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu) di Hudaibiyah (di bawah pohon) yaitu pohon Samurah, jumlah mereka yang menyatakan baiat itu ada seribu tiga ratus orang atau lebih.

Kemudian mereka berbaiat kepada Nabi ﷺ yaitu hendaknya mereka saling bahu-membahu melawan orang-orang Quraisy dan janganlah mereka lari karena takut mati (maka Dia mengetahui) yakni Allah mengetahui (apa yang ada dalam hati mereka) yaitu kejujuran dan kesetiaan mereka (lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat waktunya) yaitu takluknya tanah Khaibar sesudah mereka kembali dari Hudaibiyah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang rida-Nya kepada kaum mukmin yang telah berjanji setia kepada Rasulullah ﷺ di bawah pohon Dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan jumlah mereka, bahwa mereka semuanya terdiri dari seribu empat ratus orang, dan bahwa pohon tersebut adalah pohon Samurah yang terdapat di Hudaibiyah.
Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mahmud telah menceritakan kepada kami Ubaidillah, dari Israil, dari Tariq, bahwa Abdur Rahman r.a.
pernah menceritakan bahwa ia berangkat untuk menunaikan haji dan bersua dengan suatu kaum yang sedang salat, lalu ia bertanya “Masj!d apakah ini?”
Mereka menjawab, “Ini adalah pohon bekas tempat Rasulullah ﷺ melakukan baiat Ridwan di bawahnya.”

Maka aku (Abdur Rahman) menemui Sa’id ibnul Musayyab dan kuceritakan kepadanya hal tersebut.
Sa’id menjawab, bahwa sesungguh­nya ayahnya pernah bercerita kepadanya bahwa dia termasuk salah seorang yang berjanji setia kepada Rasulullah ﷺ di bawah pohon itu.

Abdur Rahman r.a.
melanjutkan kisahnya, “Kemudian di tahun berikutnya kami berangkat lagi (untuk menunaikan haji), tetapi kami lupa tempat pohon itu berada.
Maka Sa’id mengatakan, ‘Sesungguhnya sahabat-sahabat Muhammad ﷺ tidak mengetahui tempat pohon itu sedangkan kalian mengetahuinya.
Berarti kalian lebih mengetahui’.”

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka (Q.S. Al-Fath [48]: 18)

Yakni kepercayaan, kejujuran, dan ketaatan mereka.

lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).
(Q.S. Al-Fath [48]: 18)

melalui apa yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk mereka berupa perjanjian damai antara mereka dan musuh-musuh mereka, dan kebaikan yang banyak yang mereka peroleh akibat ditandatanganinya perjanjian tersebut Hal ini berlanjut sampai dengan kemenangan atas Khaibar, kemenangan atas kota Mekah, kemudian kemenangan atas semua negeri dan kawasan.
Ini merupakan anugerah Allah kepada mereka, juga apa yang diperoleh mereka berupa kemuliaan, pertolongan, dan kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Fath (48) Ayat 18

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Salamah bin al-Akwa’.
Bahwa ketika para shahabat sedang beristirahat di siang hari, seorang utusan Rasulullah ﷺ berseru: “Hai kaum Muslimin.
Ayo berbaiat (berjanji setia).
Mari berbaiat!” Serentak kaum Muslimin menghadap Rasulullah ﷺ di saat beliau sedang berteduh di bawah pohon samurah.
Mereka pun berbaiat kepada Rasulullah ﷺ Ayat ini (al-Fath:18) turun melukiskan peristiwa tersebut serta menjanjikan ketabahan dan kemenangan bagi mereka.

Pada waktu itu tersiar desas-desus bahwa ‘Utsman bin ‘Affan (utusan Rasulullah ke Mekah) dibunuh oleh kaum kafir Quraisy.
Timbullah solidaritas di kalangan kaum Mukminin.
Mereka bertekad menggempur kaum kafir Quraisy.
Merekapun berbaiat kepada Rasulullah ﷺ Ayat ini (al-Fath: 18) turun melukiskan peristiwa tersebut serta menjanjikan ketabahan dan kemenangan bagi mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Fath (الفتح)
Surat Al Fat-h terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Jumu’ah.

Dinamai “Al Fath (kemenangan)” diambil dari perkataan “Fat-han” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangan-peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari
“Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari.”

Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam petjuangannya dan tentang

Keimanan:

Allah mempunyai tentara di langit dan di bumi
janji Allah kepada orang mu’min bahwa mereka akan mendapat ampunan Tuhan dan pahala yang besar
Allah mengutus Muhammad ﷺ sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan
Agama Islam akan mengalahkan agama-agama lain

Hukum:

Orang pincang dan orang-orang yang sakit dibebaskan dari kewajiban berperang

Kisah:

Kejadian-kejadian sekitar Bai’aturridhwan dan Perdamaian Hudaibiyyah”.

Lain-lain:

Berita gembira yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa dia bersama-sama orang-orang mu’min akan memasuki kota Mekah dengan kemenangan, dan hal ini memang terlaksana setelah setahun kemudian
sikap orang­ orang mu’min terhadap sesama mu’min dan sikap mereka terhadap orang-orang kafir
sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya sudah disebutkan dalam Taurat dan Injil
janji Allah bahwa orang Islam akan menguasai daerah-­daerah yang sewaktu Nabi Muhammad s.a.w, belum dikuasai

Ayat-ayat dalam Surah Al Fath (29 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Fath (48) ayat 18 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Fath (48) ayat 18 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Fath (48) ayat 18 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Fath - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 29 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 48:18
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fath.

Surah Al-Fath (Arab: الفتح , "Kemenangan") adalah surah ke-48 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al-Fath yang berarti Kemenangan diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad S.A.W dalam peperangannya.

Nabi Muhammad S.A.W sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda dia yang diriwayatkan Sahih Bukhari; Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari.
Kegembiraan Nabi Muhammad S.A.W itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad S.A.W dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah[1] kepadanya.

Nomor Surah 48
Nama Surah Al Fath
Arab الفتح
Arti Kemenangan
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 111
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 29
Jumlah kata 560
Jumlah huruf 2509
Surah sebelumnya Surah Muhammad
Surah selanjutnya Surah Al-Hujurat
4.8
Ratingmu: 4.2 (16 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al fath 18 ▪ laqod radiyallahu

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim