Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Fath (Kemenangan) – surah 48 ayat 18 [QS. 48:18]

لَقَدۡ رَضِیَ اللّٰہُ عَنِ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ اِذۡ یُبَایِعُوۡنَکَ تَحۡتَ الشَّجَرَۃِ فَعَلِمَ مَا فِیۡ قُلُوۡبِہِمۡ فَاَنۡزَلَ السَّکِیۡنَۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَثَابَہُمۡ فَتۡحًا قَرِیۡبًا
Laqad radhiyallahu ‘anil mu’miniina idz yubaayi’uunaka tahtasy-syajarati fa’alima maa fii quluubihim fa-anzalassakiinata ‘alaihim wa-atsaabahum fathan qariiban;
Sungguh, Allah telah meridai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon, Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balasan dengan kemenangan yang dekat,
―QS. Al Fath [48]: 18

Certainly was Allah pleased with the believers when they pledged allegiance to you, (O Muhammad), under the tree, and He knew what was in their hearts, so He sent down tranquillity upon them and rewarded them with an imminent conquest
― Chapter 48. Surah Al Fath [verse 18]

لَّقَدْ sesungguhnya

Certainly
رَضِىَ meridhai

Allah was pleased *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah was pleased *[meaning includes next or prev. word]
عَنِ dari

with
ٱلْمُؤْمِنِينَ orang-orang yang beriman

the believers
إِذْ ketika

when
يُبَايِعُونَكَ mereka berjanji setia kepadamu

they pledged allegiance to you
تَحْتَ di bawah

under
ٱلشَّجَرَةِ pohon

the tree,
فَعَلِمَ maka Dia mengetahui

and He knew
مَا apa yang

what
فِى di dalam

(was) in
قُلُوبِهِمْ hati mereka

their hearts,
فَأَنزَلَ lalu Dia menurunkan

so He sent down
ٱلسَّكِينَةَ ketenteraman

the tranquility
عَلَيْهِمْ atas mereka

upon them
وَأَثَٰبَهُمْ dan Dia memberi balasan kepada mereka

and rewarded them
فَتْحًا kemenangan

(with) a victory
قَرِيبًا dekat

near,

Tafsir

Alquran

Surah Al Fath
48:18

Tafsir QS. Al Fath (48) : 18. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menyampaikan kepada Rasulullah ﷺ bahwa Dia telah meridai baiat yang telah dilakukan para sahabat kepada beliau pada waktu Bai’ah ar-Ridhwan.
Para sahabat yang ikut baiat pada waktu itu lebih kurang 1.400 orang.
Menurut riwayat, ada seorang yang ikut bersama Rasulullah ﷺ, tetapi tidak ikut baiat, yaitu Jadd bin Qais al-Ansari.

Dia adalah seorang munafik.


Para sahabat yang melakukan baiat itu telah berjanji akan menepati semua janji yang telah mereka ucapkan walaupun akan berakibat kematian diri mereka sendiri.

Hal itu tersebut dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dari Salamah bin al-Akwa’, bahwa ia berkata:


Aku telah melakukan baiat kepada Rasulullah ﷺ kemudian aku berjalan menuju bayangan pohon (Samurah).
Ketika orang-orang mulai sedikit, Nabi ﷺ berkata,
"Wahai Ibnu al-Akwa’, tidakkah kamu ikut melakukan baiat.
"
Aku berkata,
"Wahai Rasulullah, aku sudah melakukan baiat."
Rasulullah berkata,
"Yang ini juga.
"
Maka aku melakukan baiat untuk kedua kalinya.
Aku (Yazid bin Abu ‘Ubaid, salah seorang sanad hadis ini) bertanya pada Salamah bin al-Akwa’,
"Wahai Abu Muslim (panggilan Salamah), untuk apa kalian melakukan baiat pada hari itu?"
Ia menjawab,
"Untuk mati.
"
(Riwayat Bukhari dari Salamah bin al-Akwa’)


Allah menjanjikan balasan berupa surga yang penuh kenikmatan kepada orang-orang yang ikut baiat itu.
Hal ini ditegaskan pula dalam hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi dari Jabir r.a., Rasulullah ﷺ bersabda:


Tidak seorang pun akan masuk neraka dari orang-orang yang ikut baiat di bawah pohon (Samurah) itu.



Menurut Nafi’, ketika ‘Umar bin al-Khaththab mendengar bahwa para sahabat sering berdatangan mengunjungi pohon itu untuk mengenang dan memperingati peristiwa Bai’ah ar-Ridhwan, maka beliau memerintahkan untuk menebang pohon itu.
Umar memerintahkan agar pohon dan tempat itu tidak dikeramatkan dan dipuja oleh orang-orang yang datang kemudian sehingga menjadi tempat timbulnya syirik.
Perbuatan Umar tersebut adalah sebagai saddu dhari’ah (menutupi celah atau kesempatan agar tidak terjadi syirik di kemudian hari).


Selanjutnya Allah menerangkan bahwa Dia mengetahui isi hati dan kebulatan tekad kaum Muslimin yang melakukan baiat itu.
Oleh karena itu, Allah menanamkan dalam hati mereka ketenangan, kesabaran, dan ketaatan kepada keputusan Rasulullah ﷺ.
Allah menjanjikan pula kepada mereka kemenangan pada Perang Khaibar yang terjadi dalam waktu yang dekat.
Dengan demikian, ayat ini termasuk ayat yang menerangkan peristiwa yang terjadi pada masa yang akan datang, yaitu kemenangan kaum Muslimin pada Perang Khaibar.
Dan peristiwa itu benar-benar terjadi.

Tafsir QS. Al Fath (48) : 18. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya Allah benar-benar memperkenankan orang-orang Mukmin ketika berjanji setia kepadamu tanpa paksaan di bawah sebuah pohon.
Dia mengetahui keikhlasan dan kesetiaan hati mereka kepada risalahmu.


Dengan kesetiaan itu, Allah menurunkan ketenangan dan memberikan kemuliaan kepada mereka saat mengadakan baiat dan perdamaian, dan juga memberikan harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil.
Dan Allah Mahaperkasa atas segala sesuatu lagi Mahabijaksana dalam setiap keputusan-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sungguh Allah telah meridhai orang mukmin ketika mereka berbaiat kepadamu di bawah pohon, wahai Nabi, dan ini adalah baiat Ridwan di Hudaibiyah.
Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati orang-orang beriman dari keimanan, kejujuran dan penyempurnaan janji.


Maka Allah memberikan kepada mereka ketentraman dan kekuatan hati kepada mereka dan menggantikan untuk mereka apa yang terjadi di masa lalu dengan perdamaian Hudaibiyah akan kemenangan yang sudah dekat yaitu kemenangan di perang Khaibar dan harta rampasan perang yang banyak yang diambil dari harta Yahudi Khaibar.
Allah Mahakuasa untuk menyiksa musuh-musuh-Nya, bijaksana dalam menyusun urusan makhluk-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu) di Hudaibiyah


(di bawah pohon) yaitu pohon Samurah, jumlah mereka yang menyatakan baiat itu ada seribu tiga ratus orang atau lebih.
Kemudian mereka berbaiat kepada Nabi ﷺ yaitu hendaknya mereka saling bahu-membahu melawan orang-orang Quraisy dan janganlah mereka lari karena takut mati


(maka Dia mengetahui) yakni Allah mengetahui


(apa yang ada dalam hati mereka) yaitu kejujuran dan kesetiaan mereka


(lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat waktunya) yaitu takluknya tanah Khaibar sesudah mereka kembali dari Hudaibiyah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang rida-Nya kepada kaum mukmin yang telah berjanji setia kepada Rasulullah ﷺ di bawah pohon Dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan jumlah mereka, bahwa mereka semuanya terdiri dari seribu empat ratus orang, dan bahwa pohon tersebut adalah pohon Samurah yang terdapat di Hudaibiyah.
Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mahmud telah menceritakan kepada kami Ubaidillah, dari Israil, dari Tariq, bahwa Abdur Rahman r.a. pernah menceritakan bahwa ia berangkat untuk menunaikan salat, lalu ia bertanya
"Masj!d apakah ini?"
Mereka menjawab,
"Ini adalah pohon bekas tempat Rasulullah ﷺ melakukan baiat Ridwan di bawahnya."

Maka aku (Abdur Rahman) menemui Sa’id ibnul Musayyab dan kuceritakan kepadanya hal tersebut.
Sa’id menjawab, bahwa sesungguhnya ayahnya pernah bercerita kepadanya bahwa dia termasuk salah seorang yang berjanji setia kepada Rasulullah ﷺ di bawah pohon itu.

Abdur Rahman r.a. melanjutkan kisahnya,
"Kemudian di tahun berikutnya kami berangkat lagi (untuk menunaikan Muhammad ﷺ tidak mengetahui tempat pohon itu sedangkan kalian mengetahuinya.
Berarti kalian lebih mengetahui’."

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka (QS. Al-Fath [48]: 18)

Yakni kepercayaan, kejujuran, dan ketaatan mereka.

lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).
(QS. Al-Fath [48]: 18)

melalui apa yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk mereka berupa perjanjian damai antara mereka dan musuh-musuh mereka, dan kebaikan yang banyak yang mereka peroleh akibat ditandatanganinya perjanjian tersebut Hal ini berlanjut sampai dengan kemenangan atas Khaibar, kemenangan atas kota Mekah, kemudian kemenangan atas semua negeri dan kawasan.
Ini merupakan anugerah Allah kepada mereka, juga apa yang diperoleh mereka berupa kemuliaan, pertolongan, dan kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Fath (48) Ayat 18

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Salamah bin al-Akwa’.
Bahwa ketika para shahabat sedang beristirahat di siang hari, seorang utusan Rasulullah ﷺ berseru: “Hai kaum Muslimin.
Ayo berbaiat (berjanji setia).
Mari berbaiat!” Serentak kaum Muslimin menghadap Rasulullah ﷺ di saat beliau sedang berteduh di bawah pohon samurah.
Mereka pun berbaiat kepada Rasulullah ﷺ Ayat ini (al-Fath:18) turun melukiskan peristiwa tersebut serta menjanjikan ketabahan dan kemenangan bagi mereka.

Pada waktu itu tersiar desas-desus bahwa ‘Utsman bin ‘Affan (utusan Rasulullah ke Mekah) dibunuh oleh kaum kafir Quraisy.
Timbullah solidaritas di kalangan kaum Mukminin.
Mereka bertekad menggempur kaum kafir Quraisy.
Merekapun berbaiat kepada Rasulullah ﷺ Ayat ini (al-Fath: 18) turun melukiskan peristiwa tersebut serta menjanjikan ketabahan dan kemenangan bagi mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Fath (الفتح)

Surat Al-Fath terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Jumu’ah.

Dinamai "Al-Fath (kemenangan)" diambil dari perkataan "Fat-han" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangan-peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari.
"Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari."

Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya.

Keimanan:

▪ Allah mempunyai tentara di langit dan di bumi.
▪ Janji Allah kepada orang mukmin bahwa mereka akan mendapat ampunan Tuhan dan pahala yang besar.
▪ Allah mengutus Muhammad ﷺ sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
▪ Agama Islam akan mengalahkan agama-agama lain.

Hukum:

▪ Orang pincang dan orang-orang yang sakit dibebaskan dari kewajiban berperang.

Kisah:

▪ Kejadian-kejadian sekitar Bai’aturridhwan dan Perdamaian Hudaibiyyah".

Lain-lain:

▪ Berita gembira yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa dia bersama-sama orang-orang mukmin akan memasuki kota Mekah dengan kemenangan, dan hal ini memang terlaksana setelah setahun kemudian.
▪ Sikap orang-orang mukmin terhadap sesama mukmin dan sikap mereka terhadap orang-orang kafir.
▪ Sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya sudah disebutkan dalam Taurat dan Injil.
▪ Janji Allah bahwa orang Islam akan menguasai daerah-daerah yang sewaktu Nabi Muhammad ﷺ belum dikuasai.

Audio

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fath ayat 18 - Gambar 1 Surah Al Fath ayat 18 - Gambar 2
Statistik QS. 48:18
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fath.

Surah Al-Fath (Arab: الفتح , “Kemenangan”) adalah surah ke-48 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al-Fath yang berarti Kemenangan diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda dia yang diriwayatkan Sahih Bukhari; Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari.
Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah kepadanya.

Nomor Surah48
Nama SurahAl Fath
Arabالفتح
ArtiKemenangan
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu111
JuzJuz 26
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat29
Jumlah kata560
Jumlah huruf2509
Surah sebelumnyaSurah Muhammad
Surah selanjutnyaSurah Al-Hujurat
Sending
User Review
4.2 (16 votes)
Tags:

48:18, 48 18, 48-18, Surah Al Fath 18, Tafsir surat AlFath 18, Quran Al-Fath 18, Surah Al Fath ayat 18

▪ al fath 18
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 35 [QS. 68:35]

34-35.Bagi yang durhaka maka azab yang pedih akan menjadi balasannya, sedangkan bagi yang bertakwa balasannya seperti yang diuraikan pada ayat ini. Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa disediakan s … 68:35, 68 35, 68-35, Surah Al Qalam 35, Tafsir surat AlQalam 35, Quran Al-Qalam 35, Surah Al Qolam ayat 35

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 286 [QS. 2:286]

Tidak ada yang berat dalam beragama, dan tidak perlu ada kekhawatiran tentang tanggung jawab atas bisikan-bisikan hati, sebab Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Di … 2:286, 2 286, 2-286, Surah Al Baqarah 286, Tafsir surat AlBaqarah 286, Quran Al-Baqarah 286, Surah Al Baqarah ayat 286

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Arti mubayyin itu menjelaskan, mencerahkan, menerangkan, menjernihkan.

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
ہٰذَا بَیَانٌ لِّلنَّاسِ وَ ہُدًی وَّ مَوۡعِظَۃٌ لِّلۡمُتَّقِیۡنَ

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
--QS. 3:138

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hukum Khuluqiyah ini adalah hukum yang berkenaan dengan akhlak juga budi pekerti manusia. Hukum ini mencakup semua sifat-sifat terpuji yang wajib ada dalam diri manusia sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala terkait hakikat dirinya sebagai makhluk sosial.

Adapun cakupan hukuk khuluqiyah ini seperti moral, adab dan sopan santun, budi pekerti dan perilaku-perilaku yang jauh dari unsur tercela lainnya.

Hukum Khuluqiyah ini adalah salah satu jenis hukum dalam Alquran, adapun jenis hukum lainnya adalah Itiqodiyah dan Amaliyah.

+

Array

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala, antara sesama manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fiqih.

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #7
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #7 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #7 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #16

Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … untuk dibaca sebagai hiburan bagi orang Islam ibrah

Pendidikan Agama Islam #25

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَAyat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat … 3 2 5 6 4 Benar! Kurang tepat! Penjelasan:وَوَضَعْنَا

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … QS. Al A’raf : 31

Instagram