Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Fath (Kemenangan) – surah 48 ayat 16 [QS. 48:16]

قُلۡ لِّلۡمُخَلَّفِیۡنَ مِنَ الۡاَعۡرَابِ سَتُدۡعَوۡنَ اِلٰی قَوۡمٍ اُولِیۡ بَاۡسٍ شَدِیۡدٍ تُقَاتِلُوۡنَہُمۡ اَوۡ یُسۡلِمُوۡنَ ۚ فَاِنۡ تُطِیۡعُوۡا یُؤۡتِکُمُ اللّٰہُ اَجۡرًا حَسَنًا ۚ وَ اِنۡ تَتَوَلَّوۡا کَمَا تَوَلَّیۡتُمۡ مِّنۡ قَبۡلُ یُعَذِّبۡکُمۡ عَذَابًا اَلِیۡمًا
Qul lilmukhallafiina minal a’raabi satud’auna ila qaumin uulii ba’sin syadiidin tuqaatiluunahum au yuslimuuna fa-in tuthii’uu yu’tikumullahu ajran hasanan wa-in tatawallau kamaa tawallaitum min qablu yu’adz-dzibkum ‘adzaaban aliiman;
Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal,
“Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu harus memerangi mereka kecuali mereka menyerah.
Jika kamu patuhi (ajakan itu) Allah akan memberimu pahala yang baik, tetapi jika kamu berpaling seperti yang kamu perbuat sebelumnya, Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih.”

―QS. Al Fath [48]: 16

Say to those who remained behind of the bedouins,
"You will be called to (face) a people of great military might;
you may fight them, or they will submit.
So if you obey, Allah will give you a good reward;
but if you turn away as you turned away before, He will punish you with a painful punishment."
― Chapter 48. Surah Al Fath [verse 16]

قُل katakanlah

Say
لِّلْمُخَلَّفِينَ kepada orang-orang yang tertinggal

to those who remained behind
مِنَ dari

of
ٱلْأَعْرَابِ orang-orang arab dusun

the Bedouins,
سَتُدْعَوْنَ kamu akan di ajak

"You will be called
إِلَىٰ kepada

to
قَوْمٍ kaum

a people,
أُو۟لِى mempunyai

possessors of military might *[meaning includes next or prev. word]
بَأْسٍ kekuatan

possessors of military might *[meaning includes next or prev. word]
شَدِيدٍ yang sangat

great;
تُقَٰتِلُونَهُمْ kamu memerangi mereka

you will fight them,
أَوْ atau

or
يُسْلِمُونَ mereka menyerah

they will submit.
فَإِن maka jika

Then if
تُطِيعُوا۟ kamu mentaati

you obey,
يُؤْتِكُمُ memberikan kepadamu

Allah will give you *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah will give you *[meaning includes next or prev. word]
أَجْرًا pahala

a reward
حَسَنًا baik

good;
وَإِن dan jika

but if
تَتَوَلَّوْا۟ kamu berpaling

you turn away
كَمَا sebagaimana

as
تَوَلَّيْتُم kamu telah berpaling

you turned away
مِّن dari

before, *[meaning includes next or prev. word]
قَبْلُ sebelum

before, *[meaning includes next or prev. word]
يُعَذِّبْكُمْ Dia akan mengazab kamu

He will punish you
عَذَابًا azab

(with) a punishment
أَلِيمًا pedih

painful."

Tafsir

Alquran

Surah Al Fath
48:16

Tafsir QS. Al Fath (48) : 16. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini seakan-akan menguji isi hati dan kemauan orang-orang munafik Arab Badui, dengan memerintahkan Rasulullah agar mengatakan bahwa jika mereka benar-benar ingin bergabung dengan barisan kaum Muslimin, maka mereka akan diajak memerangi orang-orang yang mempunyai kekuatan yang besar.
Mereka diharuskan untuk memerangi musuh itu kecuali kalau mereka menyerah dan memeluk agama Islam.

Kemudian kepada orang-orang Arab Badui itu dijanjikan bahwa jika mereka ikut berjihad, Allah akan melimpahkan nikmat-Nya kepada mereka, baik di dunia berupa kemenangan dan harta rampasan, maupun di akhirat berupa surga yang penuh kenikmatan.
Sebaliknya jika mereka menyalahi perintah Allah, tidak mau berjihad, dan melaksanakan perintah itu, mereka akan menerima azab yang pedih di akhirat.


Dengan ayat ini, seakan-akan Allah memberikan kesempatan bertobat kepada mereka dengan menerima ajakan jihad itu.
Akan tetapi, di wajah mereka tampak keingkaran dan ketakutan untuk menerima ajakan dan kesempatan bertobat itu.


Maksud
"kaum yang mempunyai kekuatan"
di sini ialah orang-orang kafir Mekah.
Sedangkan menurut sebagian yang lain mengartikan suku Hawazin dan Bani hanifah di Nejed.

Tafsir QS. Al Fath (48) : 16. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tidak ikut turun ke medan perang,
"Kalian akan diajak untuk memerangi kaum yang mempunyai kekuatan perang yang besar.
Apabila kalian mematuhi ajakan itu, niscaya Allah akan memuliakan kalian dengan harta rampasan perang dan pahala di akhirat.


Tetapi jika kalian berpaling seperti sebelumnya, niscaya Allah akan mengazab kalian dengan azab yang pedih."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Katakanlah kepada orang Arab Badui yang tertinggal untuk berperang,
"Kalian akan diajak untuk memerangi suatu kaum yang mempunyai kekuatan yang sangat besar.
Kalian harus memerangi mereka kecuali kalau mereka memilih menyerah untuk tidak berperang.


Jika kalian taat terhadap ajakan Allah kepada kalian untuk memerangi semua kaum pasti Allah akan memberikan kepadamu surga.
Dan jika kalian ingkar seperti apa yang telah kalian lakukan ketika tertinggal untuk pergi bersama Rasul ke Makkah maka pasti Allah akan menyiksa kalian dengan siksaan yang menyakitkan."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal,) yakni orang-orang Badui yang tertinggal tadi sebagai cobaan buat mereka


("Kalian akan diajak untuk memerangi kaum yang mempunyai) kaum yang memiliki


(kekuatan yang besar) menurut suatu pendapat dikatakan, bahwa yang dimaksud adalah menghadapi orang-orang Bani Hanifah yang menguasai tanah Yamamah, dan menurut pendapat yang lain lagi, yang dimaksud adalah kerajaan Persia dan kerajaan Romawi


(kalian akan memerangi mereka) lafal ayat ini menjadi Hal atau kata keterangan keadaan bagi lafal yang diperkirakan keberadaannya, yaitu kaum yang dimaksud tadi


(atau) mereka


(menyerah) karena itu maka kalian tidak berperang lagi.


(Maka jika kalian patuhi) ajakan untuk memerangi mereka itu


(niscaya Allah akan memberikan kepada kalian pahala yang baik dan jika kalian berpaling sebagaimana kalian telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kalian dengan azab yang pedih") azab yang menyakitkan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ulama tafsir berbeda pendapat mengenai kaum yang kaum muslim diseru untuk memerangi mereka yang mempunyai kekuatan yang besar, ada beberapa pendapat di kalangan mereka mengenainya.

Pendapat pertama mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang Hawazin.
Ini menurut riwayat Syu’bah, dari Abu Bisyr, dari Sa’id ibnu Jubair, atau Ikrimah atau dari keduanya.
Hasyim meriwayatkannya pula dari Abu Bisyr, dari keduanya.
Hal yang sama dikatakan oleh Qatadah menurut riwayat yang bersumber darinya.

Pendapat yang kedua mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang Saqif, ini menurut pendapat Ad-Dahhak.

Pendapat yang ketiga mengatakan bahwa mereka adalah Bani Hanifah, dan ini menurut Juwaibir.
Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Muhammad ibnu Ishaq, dari Az-Zuhri, dan hal yang semisal telah diriwayatkan pula dari Sa’id dan Ikrimah.

Pendapat yang keempat mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang Persia, ini menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas r.a. Hal yang sama telah dikatakan pula oleh Arha dan Ikrimah dalam salah satu riwayat yang bersumber darinya, Lain halnya dengan Ka’bul Ahbar, dia mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang Romawi.
Dan menurut riwayat dari Ibnu Abu Laila dan Ata, dan Hasan serta Qatadah, mereka adalah orang-orang Persia dan orang-orang Romawi.


Diriwayatkan dari Mujahid bahwa mereka adalah para penganut agama Wasani (penyembah berhala).
Diriwayatkan pula dari Mujahid bahwa mereka adalah kaum laki-laki yang memiliki kekuatan yang hebat, tetapi tidak ditentukan dari golongan mana mereka itu.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Juraij, dan pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Ishaq Al-Qawariri, dari Ma’mar, dari Az-Zuhri sehubungan dengan firman-Nya:
Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar.
(QS. Al-Fath [48]: 16)
Bahwa mereka itu masih belum tiba saatnya di waktu itu.


Telah menceritakan pula kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dan Ibnu Abu Khalid, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya:
Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar.
(QS. Al-Fath [48]: 16)
Bahwa mereka adalah kaum yang ahli dalam berperang.

Ibnu Abu Hatim mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Az-Zuhri, dan Sa’id ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian memerangi kaum yang bermata sipit dan berhidung pesek, seakan-akan muka mereka seperti tameng yang ditempa.
Sufyan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang Turki.


Ibnu Abu Umar mengatakan,
"Aku menjumpai di tempat lain disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Khalid, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Abu Hurairah r.a. singgah di tempat kami, lalu menafsirkan sabda Rasul ﷺ yang menyebutkan:
kalian akan memerangi kaum yang terompah mereka (terbuat dari) bulu’."
Abu Hurairah mengatakan bahwa mereka adalah kaum yang ahli berperang, yakni orang-orang Kurdi.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam).
(QS. Al-Fath [48]: 16)

Allah memerintahkan kepada kalian untuk berjihad dan berperang melawan mereka, dan peperangan dengan mereka masih terus-menerus berlangsung hingga kalian beroleh kemenangan atas mereka, atau mereka menyerah dan masuk Islam tanpa peperangan, melainkan dengan suka rela.
Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Maka jika kamu patuhi (ajakan itu).
(QS. Al-Fath [48]: 16)

Yakni kamu penuhi dan kamu berangkat berjihad serta menunaikan kewajiban kalian dalam jihad itu.

niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu berpaling sebelumnya.
(QS. Al-Fath [48]: 16)

Yaitu sebagaimana yang kamu lakukan di masa Perjanjian Hudaibiyah, ketika kamu diseru untuk berperang, lalu kamu tetap tinggal di tempatmu (tidak ikut).

niscaya Allah akan mengazab kamu dengan azab yang pedih.
(QS. Al-Fath [48]: 16)

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan uzur yang membolehkan seseorang meninggalkan jihad, yang antara lain uzur yang bersifat tetap (seperti tuna netra) dan pincang yang tidak dapat disembuhkan.
Dan uzur lainnya bersifat temporer, seperti sakit yang menyerang dalam beberapa hari.
kemudian di hari yang lainnya hilang (sembuh).
Maka di saat yang bersangkutan terserang penyakit ini, ia dikategorikan sama dengan orang-orang yang mempunyai uzur yang tetap sampai sembuh dari sakitnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Fath (48) Ayat 16

A’RAAB
أَعْرَاب

Lafaz ini berasal dari kata ‘urb yang bermakna bukan Ajam atau berbangsa Arab dan mereka adalah penduduk negeri Arab.
Lafaz a’raab merujuk kepada"penduduk-penduduk Badwi dan lafaz ini tidak ada mufradnya.

Dalam kamus Al Munjid disebutkan, kata al a’raab bermakna penduduk-penduduk Badwi khususnya.
Dan perkataan a’rabiy digunakan untuk menunjukkan kepada orang Badwi, atau orang yang tidak berpengetahuan atau jahil dalam kalangan bangsa Arab.

Lafaz ini disebut sebanyak 10 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
At Taubah (9) ayat 90, 97, 98, 99, 101, 120;
Al Ahzab (33) ayat 20;
Al Fath (48) ayat 11, 16;
Al Hujurat (49) ayat 14.
Wahbah Az Zuhaili menafsirkan kata al a’raab dalam surah Al Fath dengan "kabilah dari bangsa Arab Badwi yang ada di sekitar Madinah," pada surah ini Allah mengabarkan kepada rasulnya ketika kembali dari Hudaibiah, mereka akan membuat alasan keuzuran sehingga mereka dapat tinggal bersama keluarga dan tenggelam dalam kesibukan.
Oleh karena itu, mereka tidak ikut pergi bersama Rasulullah ke Makkah pada tahun Hudaibiah untuk membuat umrah.
Mereka adalah penduduk Arab yang ada di sekitar Madinah yaitu dari kabilah Aslam, Juhaynah, Muzaynah, Ghiffar, Asyja’ dan Ad Dayl.

Al Qurtubi menafsirkan kata al a’raab dalam surah At Taubah pada ayat 97 dan 98 dengan "orang Arab di luar Madinah disebabkan kekufuran mereka karena tidak mengetahui hukumhukum Allah, sebagai mana pendapat yang dikemukakan oleh Qatadah," sedangkan dalam ayat 99, lafaz al a’rab berrmakna, "bangsa Arab yang beriman kepada Allah yaitu Bani Muqarran dari suku Muzaynah sebagaimana yang disebut oleh Al Mahdawi."

Ibn Katsir memberikan tafsiran untuk ayat 101 dengan katanya ”Allah mengabarkan kepada rasul-Nya ada orang munafik dalam kalangan bangsa Arab yang tinggal di sekitar Madinah, dan begitu juga dalam penduduk Madinah sendiri." Demikian pula dalam ayat 120, Allah mencela orang yang tidak ikut bersama Rasulullah pada Perang Tabuk dari kalangan penduduk Madinah dan yang berada di sekitarnya.
Dalam surah Al Ahzab, beliau menafsirkannya dengan penduduk Arab Badwi atau penduduk desa yang jauh dari kota Madinah.

Dalam surah Al Hujurat, makna kata a’raab ialah Bani Asad yang memperlihatkan keislaman mereka pada tahun berlakunya musim kemarau di mana tujuan mereka sebenarnya adalah menginginkan sedekah.
Maka Allah menyuruh Rasulullah menyangkal keimanan mereka itu.

Kesimpulannya, makna umum lafaz a’raab adalah penduduk Arab secara umumnya baik itu yang terdapat di pedalaman, di sekitar kota Madinah atau penduduk Madinah.
Makna khususnya adalah Bani Asad sebagaimana yang terkandung dalam surah Al-Hujurat.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 8

Unsur Pokok Surah Al Fath (الفتح)

Surat Al-Fath terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Jumu’ah.

Dinamai "Al-Fath (kemenangan)" diambil dari perkataan "Fat-han" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangan-peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari.
"Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari."

Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya.

Keimanan:

▪ Allah mempunyai tentara di langit dan di bumi.
▪ Janji Allah kepada orang mukmin bahwa mereka akan mendapat ampunan Tuhan dan pahala yang besar.
▪ Allah mengutus Muhammad ﷺ sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
▪ Agama Islam akan mengalahkan agama-agama lain.

Hukum:

▪ Orang pincang dan orang-orang yang sakit dibebaskan dari kewajiban berperang.

Kisah:

▪ Kejadian-kejadian sekitar Bai’aturridhwan dan Perdamaian Hudaibiyyah".

Lain-lain:

▪ Berita gembira yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa dia bersama-sama orang-orang mukmin akan memasuki kota Mekah dengan kemenangan, dan hal ini memang terlaksana setelah setahun kemudian.
▪ Sikap orang-orang mukmin terhadap sesama mukmin dan sikap mereka terhadap orang-orang kafir.
▪ Sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya sudah disebutkan dalam Taurat dan Injil.
▪ Janji Allah bahwa orang Islam akan menguasai daerah-daerah yang sewaktu Nabi Muhammad ﷺ belum dikuasai.

Audio

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fath ayat 16 - Gambar 1 Surah Al Fath ayat 16 - Gambar 2
Statistik QS. 48:16
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fath.

Surah Al-Fath (Arab: الفتح , “Kemenangan”) adalah surah ke-48 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al-Fath yang berarti Kemenangan diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda dia yang diriwayatkan Sahih Bukhari; Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari.
Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah kepadanya.

Nomor Surah48
Nama SurahAl Fath
Arabالفتح
ArtiKemenangan
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu111
JuzJuz 26
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat29
Jumlah kata560
Jumlah huruf2509
Surah sebelumnyaSurah Muhammad
Surah selanjutnyaSurah Al-Hujurat
Sending
User Review
4.8 (14 votes)
Tags:

48:16, 48 16, 48-16, Surah Al Fath 16, Tafsir surat AlFath 16, Quran Al-Fath 16, Surah Al Fath ayat 16

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. An Najm (Bintang) – surah 53 ayat 13 [QS. 53:13]

13-14. Dan sungguh, dia, yaitu Nabi Muhammad, telah melihatnya, yakni Jibril, dalam rupanya yang asli pada waktu yang lain, yaitu di Sidratul Muntahà saat mikraj. … 53:13, 53 13, 53-13, Surah An Najm 13, Tafsir surat AnNajm 13, Quran An-Najm 13, Surah An Najm ayat 13

QS. An Naazi’at (Malaikat-Malaikat Yang Mencabut) – surah 79 ayat 20 [QS. 79:20]

20. Fir‘aun marah mendengar ajakan Nabi Musa dan memintanya memperlihatkan bukti kerasulannya. Nabi Musa lalu memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar, yaitu tongkat yang berubah menjadi ular dan … 79:20, 79 20, 79-20, Surah An Naazi’at 20, Tafsir surat AnNaaziat 20, Quran AnNaziat 20, An Naziat 20, An-Nazi’at 20, Surah An Naziat ayat 20

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Arti dari kalimat di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran'
--HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah.

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dalam hadits shahih disebutkan.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.'
[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Arti dari hadist diatas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallalhu'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

'Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.'
(HR. Bukhari no. 3461)

+

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.

Pendidikan Agama Islam #30
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #30 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #30 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #15

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah … agar manusia selamat dunia dan akhirat agar manusia bisa melihat dan

Pendidikan Agama Islam #29

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Ibnu Miskawaih Ibnu Sina Ibnu Batutah Al Farabi

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan…..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. musibah dari Allah SWT penghormatan Allah SWT ujian Allah SWT

Instagram