Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Fath (Kemenangan) - surah 48 ayat 15 [QS. 48:15]

سَیَقُوۡلُ الۡمُخَلَّفُوۡنَ اِذَا انۡطَلَقۡتُمۡ اِلٰی مَغَانِمَ لِتَاۡخُذُوۡہَا ذَرُوۡنَا نَتَّبِعۡکُمۡ ۚ یُرِیۡدُوۡنَ اَنۡ یُّبَدِّلُوۡا کَلٰمَ اللّٰہِ ؕ قُلۡ لَّنۡ تَتَّبِعُوۡنَا کَذٰلِکُمۡ قَالَ اللّٰہُ مِنۡ قَبۡلُ ۚ فَسَیَقُوۡلُوۡنَ بَلۡ تَحۡسُدُوۡنَنَا ؕ بَلۡ کَانُوۡا لَا یَفۡقَہُوۡنَ اِلَّا قَلِیۡلًا
Sayaquulul mukhallafuuna idzaaanthalaqtum ila maghaanima lita’khudzuuhaa dzaruunaa nattabi’kum yuriiduuna an yubaddiluu kalaamallahi qul lan tattabi’uunaa kadzalikum qaalallahu min qablu fasayaquuluuna bal tahsuduunanaa bal kaanuu laa yafqahuuna ilaa qaliilaa;
Apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan, orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata,
“Biarkanlah kami mengikuti kamu.”
Mereka hendak mengubah janji Allah.
Katakanlah,
“Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami.
Demikianlah yang telah ditetapkan Allah sejak semula.”
Maka mereka akan berkata,
“Sebenarnya kamu dengki kepada kami.”
Padahal mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

―QS. Al Fath [48]: 15

Daftar isi

Those who remained behind will say when you set out toward the war booty to take it,
"Let us follow you."
They wish to change the words of Allah.
Say,
"Never will you follow us.
Thus did Allah say before."
So they will say,
"Rather, you envy us."
But (in fact) they were not understanding except a little.
― Chapter 48. Surah Al Fath [verse 15]

سَيَقُولُ akan berkata

Will say
ٱلْمُخَلَّفُونَ orang-orang yang tertinggal

those who remained behind
إِذَا apabila

when
ٱنطَلَقْتُمْ kamu berangkat

you set forth
إِلَىٰ kepada

towards
مَغَانِمَ rampasan perang

(the) spoils of war
لِتَأْخُذُوهَا untuk kamu mengambilnya

to take it,
ذَرُونَا biarkanlah kami

"Allow us
نَتَّبِعْكُمْ kami mengikuti kamu

(to) follow you."
يُرِيدُونَ mareka hendak

They wish
أَن bahwa

to
يُبَدِّلُوا۟ mereka akan mengganti

change
كَلَٰمَ firman

(the) Words
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah.
قُل katakanlah

Say,
لَّن tidak

"Never
تَتَّبِعُونَا kamu mengikuti kami

will you follow us.
كَذَٰلِكُمْ demikianlah

Thus
قَالَ berfirman

Allah said *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah said *[meaning includes next or prev. word]
مِن dari

before." *[meaning includes next or prev. word]
قَبْلُ sebelum

before." *[meaning includes next or prev. word]
فَسَيَقُولُونَ maka akan berkata mereka

Then they will say,
بَلْ tetapi

"Nay,
تَحْسُدُونَنَا kamu dengki pada kami

you envy us."
بَلْ tetapi

Nay,
كَانُوا۟ adalah mereka

they were
لَا tidak

not
يَفْقَهُونَ mereka mengerti

understanding
إِلَّا kecuali

except

Tafsir Quran

Surah Al Fath
48:15

Tafsir QS. Al-Fath (48) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang Arab Badui yang tidak ikut mengerjakan umrah ke Mekah bersama Rasulullah ﷺ berkata kepada Nabi Muhammad ﷺ pada waktu beliau akan pergi ke Khaibar,
"Hai Muhammad, berilah kesempatan kepada kami untuk ikut bersamamu ke Khaibar."
Kesediaan mereka untuk pergi ke Khaibar itu karena mereka yakin bahwa Perang Khaibar akan dimenangkan oleh kaum Muslimin, sehingga akan memperoleh harta rampasan yang banyak dalam peperangan itu.

Rasulullah ﷺ bersama sahabat pergi ke medan Perang Khaibar pada bulan Muharram tahun ketujuh, sekembali beliau dari Perjanjian Hudaibiyyah.
Dalam peperangan itu, kaum Muslimin mendapat kemenangan dan memperoleh harta rampasan yang banyak dari orang Yahudi.

Dalam satu hadis sahih, diterangkan bahwa Allah telah menjanjikan kepada para sahabat yang ikut bersama Rasulullah ﷺ ke Hudaibiyyah bahwa mereka akan mendapat kemenangan di Perang Khaibar dan harta rampasan yang banyak.
Janji ini secara tidak langsung menolak kesediaan orang-orang Arab Badui yang ingin ikut berperang bersama Rasulullah ﷺ karena perang ini khusus diikuti oleh kaum Muslimin yang ikut ke Hudaibiyyah.

Karena maksud mereka yang tidak baik, maka Allah memerintahkan kepada Rasul untuk mengatakan kepada orang-orang yang bersedia ikut ke Khaibar, tetapi tidak ikut ke Hudaibiyyah,
"Kamu tidak perlu ikut dengan kami ke Khaibar karena kamu telah mengenal kami.
Kamu hanya mau ikut jika akan memperoleh keuntungan diri sendiri, sedangkan jika tidak ada keuntungan bahkan yang ada hanya kesengsaraan dan malapetaka, maka kamu tidak mau pergi bersama kami, bahkan mengemukakan alasan yang bermacam-macam.

Demikianlah Allah telah membukakan rahasia hatimu kepada kami sebelum kami kembali dari Hudaibiyyah dan Allah telah menyatakan kepada kami bahwa rampasan Khaibar hanya akan diterima oleh orang-orang yang ikut ke Hudaibiyyah saja, itulah sebabnya kamu tidak boleh ikut bersama kami."

Orang-orang Arab Badui menjawab,
"Wahai Muhammad, kamu mengadakan kebohongan terhadap kami.

Sebenarnya Allah tidak mengatakan demikian.
Kamu mengadakan kebohongan itu semata-mata karena rasa dengki yang timbul dalam hatimu terhadap kami."
Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa orang-orang munafik Arab Badui yang mengatakan hal itu adalah orang yang tidak mengetahui agama Allah.
Mereka juga tidak mengetahui tujuan perintah jihad.
Allah memerintahkan jihad bukan karena Dia tidak mampu menghancurkan mereka, melainkan untuk membedakan siapa di antara mereka yang beriman dan siapa pula yang kafir.

Tafsir QS. Al Fath (48) : 15. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Penduduk Badui yang munafik dan tidak ikut perang bersamamu akan berkata,
"Apabila kamu pergi untuk mengambil harta rampasan perang yang telah dijanjikan Allah kepadamu, maka izinkanlah kami mengikutimu untuk mengambilnya."
Dengan begitu mereka ingin mengubah janji Allah untuk memberikan harta rampasan perang kepada orang-orang yang keluar bersama Rasulullah ke Hudaibiyah.


Katakanlah kepada mereka, wahai Muhammad,
"Kalian tidak akan boleh mengikuti kami."
Ketentuan yang tidak membolehkan mereka ikut mengambil harta rampasan perang pernah ditetapkan Allah sebelumnya bagi orang-orang yang ikut berperang bersama Rasulullah.


Mereka lalu akan mengatakan,
"Allah tidak memerintahkan kalian demikian.
Sebenarnya kalian hanya dengki kepada kami kalau kami bergabung dengan kalian dalam harta itu. "
Dengan perkataan itu mereka sebenarnya tidak memahami syariat Allah kecuali sedikit.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang yang tertinggal di Makkah akan meminta kepadamu, wahai Nabi, ketika kamu dan sahabatmu berangkat untuk mengambil harta rampasan perang Khaibar yang Allah telah janjikan,
"Biarkanlah kami ikut serta denganmu berangkat ke Khaibar."
Mereka bermaksud untuk mengubah ketetapan Allah bagi kalian.


Katakanlah kepada mereka,
"Janganlah kalian ikut bersama kami untuk berangkat ke Khaibar! Sesungguhnya Allah telah berkata kepada kami sebelum kami kembali ke Madinah, ‘Sesungguhnya harta rampasan perang Khaibar adalah bagi orang yang bersaksi di Perdamaian Hudaibiyah bersama kami.’"
Kemudian mereka akan mengatakan,
"Bukan begitu urusannya.


Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan kalian seperti ini.
Sesungguhnya kalian telah menghalangi kami untuk keluar bersama kalian dikarenakan kalian dengki, supaya kami tidak mendapatkan bagian dari ghanimah bersama kalian."
Sesungguhnya urusannya tidak seperti yang mereka sangkakan bahkan mereka tidak memahami petunjuk dari Allah, apa saja yang menjadi hak mereka dan apa saja yang menjadi tanggungjawab mereka dari urusan agama.
Mereka hanya memahami hal yang mudah saja bagi mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Orang-orang yang tertinggal itu akan berkata) yakni mereka yang telah disebutkan tadi


(apabila kalian berangkat menuju tempat barang rampasan) yang dimaksud adalah ganimah perang Khaibar


(untuk mengambilnya,
"Biarkanlah kami) maksudnya janganlah kalian halangi kami


(mengikuti kalian") supaya kami dapat mengambil sebagian dari ganimah tersebut


(mereka bermaksud) dengan sikap mereka yang demikian itu


(hendak merubah keputusan Allah) menurut suatu qiraat dibaca Kalimullah artinya, janji atau ancaman-Nya.
Maksudnya, mereka mengubah ancaman Allah dengan ganimah Khaibar yang khusus hanya untuk mereka yang ikut dalam baiat Ridwan di Hudaibiyah.


(Katakanlah,
"Kalian sekali-kali tidak boleh mengikuti kami, demikian Allah telah menetapkan sebelumnya") sebelum kami kembali


(mereka akan mengatakan,
"Sebenarnya kalian dengki kepada kami") bila kami ikut memperoleh ganimah bersama kalian, karena bagian kalian akan berkurang jadinya.


(Bahkan mereka tidak mengerti) masalah agama


(melainkan sedikit sekali) dari kalangan mereka yang mengerti tentangnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal orang-orang Badui yang tidak ikut berangkat bersama Rasulullah ﷺ dalam umrah Hudaibiyah.
Yaitu ketika Nabi ﷺ dan para sahabatnya berangkat menuju ke Khaibar dengan tujuan untuk menaklukkannya.
Disebutkan bahwa orang-orang Badui itu meminta (kepada Rasulullah ﷺ) agar diizinkan ikut berangkat bersama pasukan kaum muslim menuju ke tempat penjarahan Khaibar itu.
Padahal sebelumnya mereka tidak mau ikut saat mereka diminta untuk berangkat memerangi musuh dan berjuang melawan mereka dengan penuh keteguhan hati.

Maka Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk tidak memberi izin kepada mereka ikut dalam Perang Khaibar, sebagai hukuman terhadap mereka sesuai dengan dosa dan pelanggaran yang pernah mereka lakukan sebelumnya.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menjanjikan kepada ahli Hudaibiyah untuk mendapat ganimah Khaibar, hanya mereka semata, tiada seorang pun dari selain mereka yang menemani mereka, seperti orang-orang Badui yang sebelumnya tidak ikut.
Mereka yang tidak ikut sebelumnya bersama Rasulullah ﷺ di Hudaibiyah sama sekali tidak boleh mendapatkannya.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

mereka hendak mengubah janji Allah.
(QS. Al-Fath [48]: 15)

Mujahid dan Qatadah serta Juwaibir mengatakan bahwa yang dimaksud ialah apa yang telah dijanjikan oleh Allah kepada ahli Hudaibiyah.
Pendapat ini dipilih pula oleh Ibnu Jarir.
Lain halnya dengan Ibnu Zaid, ia mengatakan bahwa yang dimaksud adalah apa y ang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Maka jika Allah mengembalikanmu kepada satu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah,
"Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku.
Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang yang pertama kali.
Karena itu, duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang."
(QS. At-Taubah [9]: 83)

Tetapi pendapat Ibnu Zaid ini masih diragukan, karena ayat ini yang ada di dalam surat At-Taubah diturunkan berkenaan dengan Perang Tabuk, sedangkan Perang Tabuk terjadi sesudah umrah Hudaibiyah.

Ibnu Juraij telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
mereka hendak mengubah janji Allah.
(QS. Al-Fath [48]: 15)
Yakni disebabkan keengganan mereka untuk bergabung bersama kaum muslim dalam jihad.

Katakanlah,
"Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami, demikian Allah telah menetapkan sebelumnya."
(QS. Al-Fath [48]: 15)

Allah telah menjanjikan kepada ahli Hudaibiyah sebelum kalian meminta bergabung bersama mereka.

Mereka akan mengatakan,
"Sebenarnya kamu dengki kepada kami."(QS. Al-Fath [48]: 15)

Yakni tidak boleh kami ikut serta dengan kalian memperoleh ganimah.

Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.
(QS. Al-Fath [48]: 15)

Maksudnya, duduk perkaranya tidaklah seperti apa yang mereka kira, bahkan sebenarnya mereka tidak mempunyai pengertian.

Unsur Pokok Surah Al Fath (الفتح)

Surat Al-Fath terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Jumu’ah.

Dinamai "Al-Fath (kemenangan)" diambil dari perkataan "Fat-han" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangan-peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari.
"Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari."

Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya.

Keimanan:

▪ Allah mempunyai tentara di langit dan di bumi.
▪ Janji Allah kepada orang mukmin bahwa mereka akan mendapat ampunan Tuhan dan pahala yang besar.
▪ Allah mengutus Muhammad ﷺ sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
▪ Agama Islam akan mengalahkan agama-agama lain.

Hukum:

▪ Orang pincang dan orang-orang yang sakit dibebaskan dari kewajiban berperang.

Kisah:

▪ Kejadian-kejadian sekitar Bai’aturridhwan dan Perdamaian Hudaibiyyah".

Lain-lain:

▪ Berita gembira yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa dia bersama-sama orang-orang mukmin akan memasuki kota Mekah dengan kemenangan, dan hal ini memang terlaksana setelah setahun kemudian.
▪ Sikap orang-orang mukmin terhadap sesama mukmin dan sikap mereka terhadap orang-orang kafir.
▪ Sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya sudah disebutkan dalam Taurat dan Injil.
▪ Janji Allah bahwa orang Islam akan menguasai daerah-daerah yang sewaktu Nabi Muhammad ﷺ belum dikuasai.

Audio Murottal

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fath ayat 15 - Gambar 1 Surah Al Fath ayat 15 - Gambar 2
Statistik QS. 48:15
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fath.

Surah Al-Fath (Arab: الفتح , “Kemenangan”) adalah surah ke-48 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al-Fath yang berarti Kemenangan diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda dia yang diriwayatkan Sahih Bukhari; Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari.
Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah kepadanya.

Nomor Surah 48
Nama Surah Al Fath
Arab الفتح
Arti Kemenangan
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 111
Juz Juz 26
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 29
Jumlah kata 560
Jumlah huruf 2509
Surah sebelumnya Surah Muhammad
Surah selanjutnya Surah Al-Hujurat
Sending
User Review
4.7 (13 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

48:15, 48 15, 48-15, Surah Al Fath 15, Tafsir surat AlFath 15, Quran Al-Fath 15, Surah Al Fath ayat 15

Video Surah

48:15


More Videos

Kandungan Surah Al Fath

۞ QS. 48:1 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 48:2 • Ampunan Allah yang luas

۞ QS. 48:3 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 48:4 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Segala sesuatu milik Allah • Kasih sayang Allah yang luas • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 48:5 • Pahala iman • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman

۞ QS. 48:6 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir • Siksa orang munafik • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 48:7 • Segala sesuatu milik Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 48:9 • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 48:10 • Balasan dan pahala dari Allah • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 48:11 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 48:12 • Sifat orang munafik

۞ QS. 48:13 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 48:14 • Segala sesuatu milik Allah • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 48:16 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 48:17 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka •

۞ QS. 48:18 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 48:19 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 48:20 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah menepati janji • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 48:21 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 48:22 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 48:23 • Pahala iman • Hukum alam

۞ QS. 48:24 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 48:25 • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 48:26 • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 48:27 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 48:28 • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 48:29 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Keutamaan umat nabi Muhammad • Kekuatan umat Islam di dunia • Iman adalah ucapan dan perbuatan

Ayat Pilihan

Bila mereka dilempar ke tempat yang sempit di Neraka itu dengan dibelenggu, mereka mengharap kebinasaan.
(Akan dikatakan kepada mereka):
“Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan,
melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak”
QS. Al-Furqan [25]: 13-14

Kawanmu (Muhammad) tidak sesat & tidak pula keliru,
tiadalah yang diucapkannya itu (Alquran) menurut kemauan hawa nafsunya.
Ucapannya itu tiada lain wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat
QS. An-Najm [53]: 2-5

Kalau Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka & Kami kumpulkan segala sesuatu ke hadapan mereka,
niscaya mereka tak akan beriman, kecuali jika Allah kehendaki,
tapi banyak mereka tak tahu
QS. Al-An’am [6]: 111

Orang-orang yang bersedekah & berinfak di jalan Allah,
baik laki-laki maupun perempuan,
secara sukarela,
pahala mereka akan dilipatgandakan.
Lebih dari itu,
di hari kiamat mereka akan mendapatkan upah yang mulia.
QS. Al-Hadid [57]: 18

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu ...

Correct! Wrong!

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ,

potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--QS. Al Mujadalah [58] : 11

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Correct! Wrong!

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #29
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #29 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #29 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Kamus Istilah Islam

istianah

Apa itu istianah? is.ti.a.nah permohonan pertolongan kepada Allah; upaya mencapai kebahagiaan selain bekerja keras adalah istianah … •

As Syahiid

Apa itu As Syahiid? Allah itu Asy-Syahid ◀ Artinya bahwa Allah itu Maha Menyaksikan segala peristiwa, baik yang terjadi di dunia maupun di akhirat. Perbuatan-perbuatan kita senantiasa disaksikan ol...

Yawm al Hisãb

Apa itu Yawm al Hisãb? Yawm al Hisãb artinya hari perhitungan/ penghakiman amal baik dan amal buruknya manusia. Setelah berada di Mahsyar selanjutnya mereka satu persatu dihisab. Sebelum dihisab, me...