Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Falaq (Waktu Subuh) – surah 113 ayat 4 [QS. 113:4]

وَ مِنۡ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِی الۡعُقَدِ ۙ
Wamin syarrin-naffaatsaati fiil ‘uqad(i);
dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
―QS. Al Falaq [113]: 4

Daftar isi

And from the evil of the blowers in knots
― Chapter 113. Surah Al Falaq [verse 4]

وَمِن dan dari

And from
شَرِّ kejahatan

(the) evil
ٱلنَّفَّٰثَٰتِ orang yang meniup-niup

(of) the blowers
فِى dalam

in
ٱلْعُقَدِ ikatan/simpul

the knots,

Tafsir Quran

Surah Al Falaq
113:4

Tafsir QS. Al-Falaq (113) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan agar manusia berlindung kepada-Nya dari kejahatan tukang sihir yang meniupkan mantra-mantra dengan maksud memutuskan tali kasih sayang dan mengoyak-ngoyak ikatan persaudaraan, seperti ikatan nikah dan lain-lain.

Perbuatan sihir itu dapat mengubah kasih sayang antara dua teman yang akrab menjadi permusuhan.

Penghasut membawa berita yang tampaknya benar dan sulit dibantah, sebagaimana dilakukan oleh tukang sihir dalam usahanya memisahkan suami istri.
Jumhur ulama berdasarkan hadis sahih yang menerangkan bahwa Rasulullah ﷺ disihir oleh Labid Al-A’sam.

Hal ini tidak mempengaruhi wahyu yang diturunkan Allah kepadanya, namun hanya jasmani dan perasaan yang tidak berhubungan dengan syariat.



Syekh Muhammad ‘Abduh berkata,
"Berkenaan dengan keterangan tersebut di atas, telah diriwayatkan hadis tentang Nabi ﷺ yang disihir oleh Labid bin Al-A’sam, yang sangat mengesankan pada pribadi Nabi, sehingga seakan-akan beliau mengerjakan sesuatu padahal beliau tidak mengerjakannya, atau mengambil sesuatu padahal beliau tidak mengambilnya.

Lalu Allah memberitahukan kepadanya tentang tukang sihir itu.
Kemudian dikeluarkan sihir itu dalam hatinya, lalu Nabi ﷺ menjadi sehat kembali, dan turunlah surah ini.

Nabi ﷺ kena sihir sehingga menyentuh akal yang berhubungan langsung dengan jiwa beliau, karena itu orang-orang musyrik berkata, sebagaimana firman Allah:

اِنْ تَتَّبِعُوْنَ اِلَّا رَجُلًا مَّسْحُوْرًا

Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir. (Al Israa [17]: 47)

Di sisi lain, yang wajib kita yakini bahwa Alquran adalah mutawatir dan menyangkal bahwa Nabi ﷺ kena sihir, karena yang menyatakan demikian itu adalah orang-orang musyrik.

Alquran mencela ucapan mereka itu.

Hadis tersebut seandainya termasuk di antara hadis-hadis sahih, tetapi tergolong hadis Ahad yang tidak cukup untuk dijadikan dasar dalam akidah.

Sedangkan kemaksuman nabi-nabi adalah merupakan akidah yang telah dipegangi dengan yakin.
Terhindarnya Nabi ﷺ dari sihir bukanlah berarti mematikan sihir secara keseluruhan.
Mungkin seseorang yang kena sihir menjadi gila akan tetapi mustahil terjadi pada Nabi ﷺ karena Allah menjaga dan melindunginya.

Menurut ‘Atha’, Al-hasan, dan Jabir, Surah Al-Falaq ini adalah surah Makkiyyah yang diturunkan sebelum hijrah, sedangkan yang mereka tuduhkan bahwa Nabi ﷺ kena sihir di Madinah.
Oleh karena itu, sangat lemah untuk berpegang pada hadis tersebut dan untuk menyatakannya sebagai hadis sahih.
Umat Islam harus berpegang pada nas Alquran, tidak perlu berpegang kepada hadis ahad tersebut.

Tafsir QS. Al Falaq (113) : 4. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dari kejahatan yang berusaha membuat kerusakan diantara manusia.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dari keburukan wanita penyihir yang menghembuskan pada simpul-simpul yang diikatnya untuk melakukan sihir.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus) yaitu tukang-tukang sihir wanita yang menghembuskan sihirnya


(pada buhul-buhul) yang dibuat pada pintalan, kemudian pintalan yang berbuhul itu ditiup dengan memakai mantera-mantera tanpa ludah.
Zamakhsyari mengatakan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh anak-anak perempuan Lubaid yang telah disebutkan di atas tadi.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ}

dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus pada buhul-buhul.
(QS. Al-Falaq [113]: 4)

Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, dan Ad-Dahhak telah mengatakan bahwa yang dimaksud ialah wanita-wanita penyihir.
Mujahid mengatakan bahwa yaitu apabila wanita-wanita penyihir itu mengembus pada buhul-buhulnya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Saur, dari Ma’mar, dari Ibnu Tawus, dari ayahnya yang mengatakan bahwa tiada suatu perbuatan pun yang lebih mendekati kepada kemusyrikan selain dari ruqyatul hayyah dan majanin, yakni sejenis perbuatan sihir.

Di dalam hadis lain disebutkan bahwa Malaikat Jibril datang kepada Nabi ﷺ, lalu bertanya,
"Hai Muhammad, apakah engkau sakit?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Ya."
Jibril berkata (yakni berdoa):

Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu dari semua penyakit yang mengganggumu dan dari kejahatan setiap orang yang dengki dan kejahatan pandangan mata;
semoga Allah menyembuhkanmu.

Barangkali hal ini terjadi di saat Nabi ﷺ sakit akibat terkena sihir, kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menyelamatkan dan menyembuhkannya, dan menolak rencana jahat para penyihir dan orang-orang yang dengki dari kalangan orang-orang Yahudi, lalu menimpakannya kepada mereka dan menjadikan kehancuran mereka oleh tipu muslihat mereka sendiri hingga mereka dipermalukan.
Tetapi sekalipun mendapat perlakuan demikian, Rasulullah ﷺ tidak menegur atau mengecam pelakunya di suatu hari pun, bahkan beliau merasa cukup hanya meminta pertolongan kepada Allah, dan Dia menyembuhkan serta menyehatkannya.

Imam Ahmad mengatakan.
telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Yazid ibnu Hibban, dari Zaid ibnu Arqam yang mengatakan bahwa seorang lelaki Yahudi menyihir Nabi ﷺ Karena itu, beliau merasa sakit selama beberapa hari.

Lalu datanglah Jibril dan berkata,
"Sesungguhnya seorang lelaki Yahudi telah menyihirmu dan membuat suatu buhul yang ditujukan terhadapmu, lalu ia meletakkannya di dalam sumurmu.’"
Lalu Rasulullah ﷺ menyuruh seseorang untuk mengambil buhul tersebut dari dalam sumur yang dimaksud.
Setelah buhul itu dikeluarkan dari sumur, lalu diberikan kepada Rasulullah ﷺ dan beliau membukanya, maka dengan serta merta seakan-akan Rasulullah ﷺ baru terlepas dari suatu ikatan.
Dan Rasulullah ﷺ tidak pernah menyebutkan lelaki Yahudi itu dan tidak pula melihat mukanya sampai beliau wafat.

Imam Nasai telah meriwayatkan hadis ini dari Hamad, dari Abu Mu’awiyah alias Muhammad ibnu Hazim Ad-Darir.

Imam Bukhari mengatakan di dalam Kitabut Tib, dari kitab sahihnya, bahwa telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Sufyan ibnu Uyaynah mengatakan bahwa orang yang mula-mula menceritakan kisah ini kepada kami adalah ibnu Juraij.
Ia mengatakan, telah menceritakan kepadaku keluarga Urwah, dari Urwah, lalu aku menanyakan tentangnya kepada Hisyam, maka Hisyam mengatakan bahwa Urwah memang pernah menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Aisyah r.a. yang mengatakan bahwa dahulu Rasulullah ﷺ pernah disihir hingga beliau beranggapan bahwa dirinya telah mendatangi istri-istrinya, padahal tidak.

Sufyan selanjutnya mengatakan bahwa sihir jenis ini merupakan sihir yang paling keras, bila pengaruhnya demikian.
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda:

Hai Aisyah, tahukah engkau bahwa Allah telah memberiku nasihat tentang masalah yang aku telah memohon petunjuk dari-Nya mengenainya"
Dua orang lelaki datang kepadaku yang salah seorangnya duduk di dekat kepalaku, sedangkan yang lainnya duduk di dekat kakiku.
Maka orang yang ada di dekat kepalaku berkata kepada temannya,
"Mengapa lelaki ini?"
Ia menjawab,
"Terkena sihir."
Orang yang berada dekat kepalaku bertanya,
"Siapakah yang menyihirnya?"
Ia menjawab,
"Lubaid ibnu A ‘sam, seorang lelaki dari Bani Zuraiq teman sepakta orang-orang Yahudi, dia adalah seorang munafik."
Yang berada di dekat kepalaku bertanya,
"Dengan apa?"
Ia menjawab,
"Sisir dan rambut."
Orang yang berada di dekat kepalaku bertanya, ‘ ‘Di taruh di mana?” Ia menjawab,
"Di dalam mayang kurma jantan di bawah sebuah batu di dalam sumur Zirwan."

Siti Aisyah melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Rasulullah ﷺ mendatangi sumur tersebut dan mengeluarkannya, kemudian beliau bersabda:

Inilah sumur yang diperlihatkan kepadaku dalam mimpiku;
airnya seakan-akan seperti warna pacar (merah) dan pohon-pohon kurmanya seakan-akan seperti kepala-kepala setan.

Kemudian benda itu dikeluarkan dan dikatakan kepada beliau ﷺ,
"Tidakkah engkau membalikkannya?"
Rasulullah ﷺ menjawab:

Ingatlah, demi Allah, sesungguhnya Allah telah menyembuhkan diriku, dan aku tidak suka menimpakan suatu keburukan terhadap seseorang.

Dan Imam Bukhari meng-isnad-kan hadis ini melalui Isa ibnu Yunus, Abu Damrah alias Anas ibnu Iyad, Abu Usamah, dan Yahya Al-Qattan, yang di dalamnya disebutkan bahwa Aisyah r.a. mengatakan bahwa beliau ﷺ sering berilusi seakan-akan telah melakukan sesuatu padahal tidak.
Dalam riwayat ini disebutkan pula bahwa setelah itu Nabi ﷺ memerintahkan agar sumur tersebut dimatikan, lalu ditimbun.

Imam Bukhari menyebutkan bahwa hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Abuz Zanad dan Al-Lais ibnu Sa’d, dari Hisyam.
Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Abu Usamah alias Hammad ibnu Usamah dan Abdullah ibnu Namir.
Imam Ahmad meriwayatkannya dari Affan, dari Wahb, dari Hisyam dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad meriwayatkannya pula dari Ibrahim ibnu Khalid, dari Ma’mar, dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah yang menceritakan bahwa Nabi ﷺ tinggal selama enam bulan sering mengalami seakan-akan mengerjakan sesuatu, padahal kenyataannya tidak.
Kemudian datanglah kepadanya dua malaikat, salah seorang duduk di dekat kepalanya, sedangkan yang lain duduk di dekat kakinya.

Salah seorangnya berkata kepada yang lain,
"Kenapa dia?"
Yang lain menjawab,
"Terkena sihir."
Ia bertanya,
"Siapakah yang menyihirnya?"
Yang lain menjawab,
"Labid ibnul A’sam,"
lalu disebutkan hingga akhir hadis.

Al-Ustaz Al-Mufassir As-Sa’labi telah menyebutkan di dalam kitab tafsirnya, bahwa ibnu Abbas dan Aisyah pernah menceritakan bahwa pernah ada seorang pemuda Yahudi menjadi pelayan Rasulullah ﷺ Lalu orang-orang Yahudi mempengaruhi pemuda itu dengan gencarnya hingga pemuda itu mau menuruti kemauan mereka.
Maka ia mengambil beberapa helai rambut Rasulullah ﷺ dan beberapa buah gigi sisir yang biasa dipakai oleh beliau ﷺ, setelah itu kedua barang tersebut ia serahkan kepada orang-orang Yahudi.

Lalu mereka menyihir Nabi ﷺ melalui kedua benda itu, dan orang yang melakukannya adalah salah seorang dari mereka yang dikenal dengan nama Ibnu A’sam.
Kemudian kedua barang tersebut ia tanam di dalam sebuah sumur milik Bani Zuraiq yang dikenal dengan nama Zirwan.
Maka Rasulullah ﷺ mengalami sakit dan rambut beliau kelihatan rontok.
Beliau tinggal selama enam bulan seakan-akan mendatangi istri-istrinya, padahal kenyataannya tidak, dan beliau kelihatan gelisah dan tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada dirinya.

Ketika beliau sedang tidur, tiba-tiba ada dua malaikat datang kepadanya.
Maka salah seorangnya duduk di dekat kepalanya, sedangkan yang lain duduk di dekat kakinya.
Malaikat yang ada di dekat kakinya bertanya kepada malaikat yang ada di dekat kepalanya,
"Apakah yang dialami oleh lelaki ini?"
Ia menjawab,
"Pengaruh Tib."
Yang ada di dekat kakinya bertanya,
"Apakah Tib itu?"
Ia menjawab,
"Sihir."
Yang ada di dekat kakinya bertanya
"Siapakah yang menyihirnya?"
Ia menjawab,
"Labid Ibnul A’sam, seorang Yahudi."
Malaikat yang ada di dekat kakinya bertanya,
"Dengan apakah ia menyihirnya?"
Ia menjawab,
"Dengan rambutnya dan gigi sisirnya."
Yang ada di dekat kakinya bertanya,
"Di manakah hal itu diletakkan?"
Ia menjawab,
"Di dalam mayang kurma jantan di bawah batu yang ada di dalam sumur Zirwan."

Al-juff artinya.
kulit mayang kurma.
Dan ar-raufah adalah sebuah batu yang di dalam sumur, tetapi menonjol digunakan untuk tempat berdirinya orang yang mengambil air.

Maka Rasulullah ﷺ terbangun dalam keadaan terkejut, lalu bersabda:
Hai Aisyah, tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah telah menceritakan kepadaku tentang penyakitku ini.

Lalu Rasulullah ﷺ menyuruh Ali, Az-Zubair, dan Ammar ibnu Yasir untuk mengeringkan sumur tersebut;
maka mereka bertiga mengeringkan sumur itu, yang airnya kelihatan seakan-akan seperti warna pacar (merah).
Mereka bertiga mengangkat batu itu dan mengeluarkan mayang kurma yang ada di bawahnya.
Maka ternyata di dalamnya terdapat beberapa helai rambut Rasulullah ﷺ dan beberapa gigi sisirnya, dan tiba-tiba di dalamnya terdapat benang yang berbuhul (mempunyai ikatan) sebanyak dua belas ikatan yang ditusuk dengan jarum.

Maka Allah menurunkan dua surat Mu’awwizatain, dan setiap kali Rasulullah ﷺ membaca suatu ayat dari kedua surat tersebut, beliau merasa agak ringan, hingga terlepaslah semua ikatan benang itu dan bangkitlah beliau seakan-akan baru terlepas dari ikatan.
Sedangkan Jibril ‘alaihis salam mengucapkan:
Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang mengganggumu dari orang yang dengki dan pandangan mata yang jahat;
semoga Allah menyembuhkanmu.

Setelah itu mereka berkata,
"Wahai Rasulullah, bolehkah kami menangkap orang yang jahat itu dan membunuhnya?"
Rasulullah ﷺ menjawab:


Adapun diriku telah disembuhkan oleh Allah, dan aku tidak suka menimpakan keburukan terhadap orang lain.

Demikianlah bunyi hadis ini tanpa isnad, di dalamnya terdapat hal yang garib dan pada sebagiannya terdapat mungkar yang parah, dan sebagiannya lagi ada yang diperkuat oleh hadis-hadis yang telah disebutkan di atas.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Falaq (113) Ayat 4

NAFFATSAAT
لنَّفَّٰثَٰت

Arti kata kerja natsa-yanfutsu-yanfitsu ialah meniup dengan menyemburkan sedikit air ludah atau tanpa menyemburkan air ludah.
Orang yang melakukannya dinamakan dengan naafist dan naafitsah.
Sedangkan an nafaast dan an nafaastah artinya orang yang sering melakukan pekerjaan itu, atau tiupan nafas yang semburannya sangat kuat.

Di dalam Al Quran, lafaz naffatsaat disebut sekali saja yaitu dalam surah Al Falaq (113), ayat 4. Dalam ayat ini, naffatsaat ialah wanita-wanita tukang sihir yang suka menghembuskan nafas mereka kepada simpulan-simpulan tali yang biasa digunakan sebagai perantara menyihir orang lain.

Sedangkan Imam Al Alusi lebih cenderung menjadikan naffatsaat sebagai sifat tiupan nafas sehingga artinya "tiupan nafas yang menyembur dengan kuat," baik tiupan nafas itu dari mulut penyihir lelaki maupun perempuan.
Hal ini karena, kesan sihir disebabkan oleh nafas-nafas yang kotor dan keji serta roh-roh jahat.

Dalam surah ini, Allah mengajar orang beriman mengenai cara menjaga diri daripada berbagai kejahatan makhluk.
Diantaranya adalah para penyihir yaitu melalui cara meminta perlindungan kepada Allah dengan membaca surah Al Falaq ini.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:585-586

Unsur Pokok Surah Al Falaq (الفلق)

Surat ini terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Fill.

Nama "Al Falaq" diambil dari kata Al Falaq yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya waktu subuh.

Diriwayatkan oleh Abu Daud, At Tirmizi dan An Nasa’i dari ‘Uqbah bin ‘Aamir bahwa Rasulullah ﷺ melakukan shalat dengan membaca surat Falaq dan surat An Naas dalam perjalanan.

Keimanan:

▪ Perintah agar kita berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala dari segala macam kejahatan.

Ayat-ayat dalam Surah Al Falaq (5 ayat)

1 2 3 4 5

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Falaq (113) : 1-5 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 5 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Falaq (113) : 1-5 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 5

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Falaq ayat 4 - Gambar 1 Surah Al Falaq ayat 4 - Gambar 2
Statistik QS. 113:4
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Falaq.

Surah Al-Falaq adalah surah ke-113 dalam Alquran.
Nama Al-Falaq diambil dari kata Al-Falaq yang terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya waktu subuh.
Surat ini tergolong surah Makkiyah.

Inti dari Surah ini adalah perintah agar umat manusia senantiasa memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala menghadapi segala keburukan yang tersembunyi.

Nomor Surah 113
Nama Surah Al Falaq
Arab الفلق
Arti Waktu Subuh
Nama lain Al-Mua’adzzah • Al-Musyaqsyaqah,
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 20
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 5
Jumlah kata 23
Jumlah huruf 73
Surah sebelumnya Surah Al-Ikhlas
Surah selanjutnya Surah An-Nas
Sending
User Review
4.6 (20 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

113:4, 113 4, 113-4, Surah Al Falaq 4, Tafsir surat AlFalaq 4, Quran Al-Falaq 4, Surah Al Falaq ayat 4

Video Surah

113:4


Load More

Ayat Pilihan

Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan),
maka siapa berat timbangan kebaikannya,
maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
QS. Al-A’raf [7]: 8

Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air,
maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan.
QS. Al-Qamar [54]: 12

Bacalah Alquran & dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji & mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (salat) ialah lebih besar (keutamaannya dari ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan
QS. Al-‘Ankabut [29]: 45

Apa orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) Islam lalu mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?
Maka kecelakaan bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka dalam kesesatan yang nyata
QS. Az-Zumar [39]: 22

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Correct! Wrong!

+

Array

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Correct! Wrong!

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Kamus Istilah Islam

isim manshub

Apa itu isim manshub? اِسْم مَنْصُوْب ISIM MANSHUB Isim yang terkena I’rab Nashab disebut Isim Manshub. Yang menjadi Isim Manshub adalah semua Isim selain Fa’il atau Naib al-...

Al-Insyirah

Apa itu Al-Insyirah? Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha. Nomor Sura...

Kharijah bin Zaid

Siapa itu Kharijah bin Zaid? Abu Zaid Kharijah bin Zaid bin Tsabit al-Anshari adalah seorang ulama ahli fiqih dan faraidh terkenal dari golongan tabi’in, yang merupakan salah seorang dari Tujuh...