Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Fajr (Fajar) – surah 89 ayat 8 [QS. 89:8]

الَّتِیۡ لَمۡ یُخۡلَقۡ مِثۡلُہَا فِی الۡبِلَادِ ۪ۙ
Allatii lam yukhlaq mitsluhaa fiil bilaad(i);
yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain,
―QS. Al Fajr [89]: 8

Daftar isi

The likes of whom had never been created in the land?
― Chapter 89. Surah Al Fajr [verse 8]

ٱلَّتِى yang

Which
لَمْ tidak/belum

not
يُخْلَقْ diciptakan/dibangun

had been created
مِثْلُهَا seperti itu/serupa itu

like them
فِى pada

in
ٱلْبِلَٰدِ negeri

the cities,

Tafsir Quran

Surah Al Fajr
89:8

Tafsir QS. Al-Fajr (89) : 8. Oleh Kementrian Agama RI

Allah bertanya kepada Nabi Muhammad, yang maksudnya untuk memberitahukan kepada beliau atau siapa saja untuk direnungkan, tentang kaum ‘Ad.
Kaum ini adalah umat Nabi Hud yang mendiami daerah yang disebut Ahqaf di daerah Hadramaut, Yaman.

‘Ad adalah nama nenek moyang mereka, ‘Ad bin Iram bin Sam bin Nuh.
Mereka diberi nama dengan nama nenek moyang mereka itu.

Mereka terkenal sebagai bangsa yang kuat dan memiliki tubuh yang tinggi, besar, dan perkasa.
Bukti keperkasaan mereka adalah bahwa mereka telah mampu membangun kota yang disebut Iram dengan gedung-gedung yang kokoh, tinggi, dan megah untuk ukuran pada masa itu.

Mereka juga menguasai bangsa-bangsa sekitarnya.
Walaupun demikian perkasa dan memiliki peradaban yang tinggi, Allah tetap mampu menghancurkan mereka sehingga hanya tinggal nama.

Semua itu akibat pembangkangan mereka kepada Allah dan kesewenang-wenangan mereka kepada manusia.

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 8. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Yang belum pernah dibangun di negeri mana pun bangunan-bangunan sekokoh dan sebesar itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Rasul, apakah engkau tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu memperlakukan kaum ‘Ad, kabilah Iram yang mempunyai kekuatan dan bangunan-bangunan tinggi bertumpu di atas tiang-tiang, yang belum pernah diciptakan seperti itu di negeri-negeri lain dalam hal kekuatan fisik dan kekuatan berperang?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yang belum pernah diciptakan sepertinya di negeri-negeri lain) dalam hal kekuatan dan keperkasaannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain.
(QS. Al-Fajr [89]: 8)

Ibnu Zaid mengatakan bahwa domir yang ada merujuk kepada ‘imad karena ketinggiannya yang tidak terperikan, dan ia mengatakan bahwa mereka telah membangun bangunan-bangunan yang tinggi di atas bukit-bukit pasir, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain.
Lain halnya dengan Qatadah dan Ibnu Jarir, keduanya merujukkan damir yang ada kepada kabilah.
Yakni belum pernah ada suatu kabilah pun yang diciptakan seperti mereka di masanya.
Pendapat inilah yang benar, sedangkan pendapat Ibnu Zaid dan orang-orang yang mengikutinya lemah.
Karena seandainya makna yang dimaksud adalah seperti yang ditakwilkan oleh mereka, tentulah bunyi ayat bukan lam yukhlaq, melainkan lamyu’mal mi’sluha fil bilad.
Dan sesungguhnya bunyi ayat adalah seperti berikut:
yang belum pernah diciptakan (suatu kabilah pun) seperti mereka di negeri-negeri lain.
(QS. Al-Fajr [89]: 8)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Saleh juru tulis Al-Lais, telah menceritakan kepadaku Mu’awiyah ibnu Saleh, dari orang yang telah menceritakan hadis ini kepadanya, dari Al-Miqdam, dari Nabi ﷺ sehubungan dengan penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi.
Maka beliau ﷺ bersabda:
Adalah seseorang dari mereka (kaum ‘Ad) dapat mengangkat sebuah batu yang amat besar (seperti bukit), lalu ia memikulnya dan menimpakannya kepada suatu penduduk desa, maka binasalah mereka.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Abut Tahir, telah menceritakan kepada kami Anas ibnu Iyad, dari Saur ibnu Zaid Ad-Daili yang mengatakan bahwa ia pernah membaca sebuah prasasti kuno yang bunyinya seperti berikut,
"Akulah Syaddad ibnu Ad, akulah yang meninggikan bangunan-bangunan yang tinggi.
dan akulah orang yang hastaku sama besarnya dengan tubuh satu orang;
dan akulah orang yang menyimpan perbendaharaan sedalam tujuh hasta, tiada yang dapat mengeluarkannya selain umat Muhammad ﷺ"

Menurut hemat saya, pendapat apa pun dari yang telah disebutkan di atas, baik yang mengatakannya sebagai bangunan-bangunan tinggi yang mereka bangun, atau menganggapnya sebagai tiang-tiang rumah mereka di daerah pedalaman, ataukah menganggapnya sebagai senjata yang dipakai mereka untuk berperang atau menggambarkan ketinggian seseorang dari mereka.
Semuanya itu pada garis besarnya menunjukkan bahwa mereka adalah suatu umat yang disebutkan di dalam Alquran bukan hanya pada satu tempat saja yang penyebutan mereka dibarengi dengan kisah kaum Samud, sebagaimana yang disebutkan dalam surat ini;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Dan mengenai orang yang mengira bahwa firman-Nya:
(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi.
(QS. Al-Fajr [89]: 7)
Bahwa makna yang dimaksud adalah suatu kota yang adakalanya kota Dimasyq seperti apa yang diriwayatkan dari Sa’id ibnul Musayyab dan Ikrimah, atau menganggapnya kota Iskandariah seperti yang diriwayatkan dari Al-Qurazi, atau dianggap kota lainnya.
Maka pendapat-pendapat ini masih perlu diteliti kebenarannya;
karena bila diartikan demikian, mana mungkin dapat sesuai dengan firman-Nya:
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Ad (Yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangun an-bangunan yang tinggi.
(QS. Al-Fajr [89]: 6-7)

Jika hal itu dijadikan sebagai badal atau ‘ataf bayan, maka tidak sealur dengan konteks pembicaraannya.
Karena sesungguhnya yang dimaksud dalam topik pembicaraan ayat ini tiada lain memberitakan tentang kebinasaan suatu kabilah yaitu ‘Ad, dan azab yang ditimpakan oleh Allah kepada mereka sebagai pembalasan dari-Nya, tanpa ada seorang pun yang dapat mencegahnya.
Dan makna yang dimaksud bukanlah menceritakan perihal suatu kota atau suatu kawasan.

Sesungguhnya kami ingatkan hal ini tiada lain agar jangan ada orang yang terpedaya oleh berbagai macam pendapat yang dikemukakan oleh sebagian ulama tafsir sehubungan dengan ayat ini.
Yang diantaranya ada yang menyebutkan bahwa Iram adalah suatu kota yang memiliki bangunan-bangunan yang tinggi, yang dibangun dengan bata emas dan perak gedung-gedung, rumah-rumah, dan taman-tamannya.
Dan bahwa batu kerikilnya dari intan dan mutiara, sedangkan tanahnya dari kesturi, dan sungai-sungainya mengalir, sedangkan buah-buahannya berjatuhan;
rumah-rumahnya tiada berpenghuni, tembok-tembok dan pintu-pintunya dalam keadaan terbuka, tetapi tiada seorang pun yang ada di dalamnya.
Dan bahwa kota tersebut berpindah-pindah;
adakalanya di negeri Syam dan adakalanya di negeri Yaman, dan adakalanya berpindah ke negeri Iraq, dan lain sebagainya.
Maka sesungguhnya kisah seperti ini termasuk dongengan-dongengan Israiliyat, yang tiada kenyataanya, dan termasuk yang dibuat oleh orang-orang Zindiq dari kalangan mereka, yang sengaja dituangkan untuk memperdaya akal orang-orang yang bodoh agar mau percaya dengan kisah buatan mereka.

As-Sa’labi dan lain-lainnya menyebutkan bahwa pernah ada seorang lelaki Badui yang bernama Abdullah ibnu Qilabah hidup di masa mu’awiyah.
Lelaki Badui itu pergi mencari beberapa ekor untanya yang lepas;
ketika ia sedang mencarinya kemana-mana, tersesatlah ia di suatu daerah.
Dan tiba-tiba ia menjumpai suatu kota yang besar dengan tembok-temboknya yang tinggi dan pintu-pintu gerbangnya yang besar.
Lalu ia memasukinya dan menjumpai di dalamnya banyak hal yang mendekati, seperti apa yang telah kami sebutkan diatas, yaitu kota emas.
Lalu lelaki itu kembali dan menceritakan kepada orang-orang apa yang telah dilihatnya, maka orang-orang beramai-ramai pergi bersama dia menuju ke tempat yang disebutkannya, dan ternyata mereka tidak melihat sesuatu pun di tempat tersebut.

Ibnu Abu Hatim telah menyebutkan kisah mengenai kota Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi ini dengan kisah yang panjang sekali.
Dan kisah ini tidak sahih sanadnya.
Seandainya memang sahih sampai kepada lelaki Badui tersebut, maka barangkali lelaki Badui itu membuat-buatnya;
atau dia terkena semacam penyakit kejiwaan yang menimbulkan ilusi berbagai macam hal, sehingga ia menganggap bahwa ilusinya itu suatu kenyataan, padahal hakikatnya tidaklah demikian.
Dan faktor inilah yang memastikan tidak sahnya kisah lelaki Badui itu.

Hal ini hampir sama dengan apa yang di beritakan oleh kebanyakan orang yang kurang akalnya, yang tamak kepada keduniawian.
Mereka beranggapan bahwa di dalam perut bumi terdapat banyak emas, perak dan berbagai macam permata, yaqut, mutiara, dan keajaiban (teka-teki) yang besar.
Akan tetapi, mereka beranggapan bahwa untuk mencapainya ada banyak hambatan yang harus dilenyapkan terlebih dahulu agar dapat diambil.
Karenanya mereka banyak menipu harta orang-orang kaya dan orang-orang yang lemah lagi kurang akalnya (yang mau membelanjakan hartanya untuk tujuan itu) sehingga mereka yang melakukan praktek demikian, memakan harta orang lain dengan cara yang batil.
Mereka mengilusikan kepada orang-orang yang mereka perdaya, bahwa biaya itu untuk membeli dupa, ramu-ramuan, dan lain sebagainya yang diada-adakan oleh mereka, padahal kenyataanya hanyalah tipuan belaka.

Akan tetapi, yang pasti memang di dalam tanah banyak terdapat harta-harta yang terpendam, yang dahulunya adalah bekas-bekas peninggalan masa jahiliah dan masa Islam pertama.
Maka barang siapa yang berhasil mendapatkannya, ia dapat memindahkannya.
Adapun mengenai harta terpendam seperti apa yang digambarkan oleh dugaan mereka, hal itu hanyalah dusta dan buat-buatan belaka., dan tidak benar sama sekali bahwa hal itu dapat dipindahkan atau dapat diambil oleh orang yang menemukannya.
Hanya Allah-lah yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar.

Dan mengenai pendapat Ibnu Jarir yang mengatakan bahwa firman Allah subhanahu wa ta’ala:
(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi.
(QS. Al-Fajr [89]: 7).
dapat ditakwilkan sebagai nama suatu kabilah atau suatu negeri (kota) yang dihuni oleh kaum ;
Ad, yang karenanya lafaz Iram tidak menerima tamyin.
Pendapat ini masih perlu diteliti, karena makna yang dimaksud oleh konteks cerita hanyalah menceritakan tentang kabilah.
untuk itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

dan kaum Samud yang memotong batu-batu besar di lembah.
(QS. Al-Fajr [89]: 9)

Yakni mereka memotong batu-batu yang ada di lembah tempat mereka.
Ibnu ‘Abbas mengatakan bahwa mereka mengukirnya dan melubanginya.
Hal yang sama di katakan oleh Mujahid, Qatadah.
Ad-Dahhak, dan Ibnu Zaid.
Dan termasuk kedalam pengertian kata ini bila dikatakan mujtabin nimar, artinya bila mereka melubanginya.
Dan dikatakan wajtabassauba bila seseorang membukanya (memotongnya);
oleh karena itulah maka kantong dalam bahasa Arab disebut al-jaib.
Dan Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin.
(Asy-Syu’ara: 149)

Dan Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim sehubungan dengan kisah ayat ini menyebutkan ucapan seorang penyair:


Ingatlah segala sesuatu selain Allah pasti lenyap (binasa) sebagaimana telah lenyap suatu kabilah dari Syanif dan Marid.


Mereka telah mengukir dan memotong batu-batu gunung dengan tangan-tangan yang keras dan lengan-lengan yang kekar.

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang Arab, dan tempat tinggal mereka adalah di lembah Al-Qura.
Kami telah menyebutkan kisah kaum ‘Ad secara rinci di dalam tafsir surat Al-A’raf, sehingga tidak perlu diulangi lagi.

Unsur Pokok Surah Al Fajr (الفجر)

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Lail.

Nama "Al Fajr" diambil dari kata Al Fajr yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "fajar".

Keimanan:

▪ Allah bersumpah bahwa azab terhadap orang-orang kafir tidak akan dapat dielakkan.
▪ Beberapa contoh dari umat-umat yang sudah dibinasakan.
▪ Kenikmatan hidup atau bencana yang dialami oleh seseorang, bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan belaka.
▪ Celaan terhadap orang-orang yang tidak mau memelihara anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin.
▪ Kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan orang yang amat mencintai harta.
▪ Malapetaka yang dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat.
▪ Orang-orang yang berjiwa muthmainnah (tenang) mendapat kemuliaan di sisi Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Al Fajr (30 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fajr ayat 8 - Gambar 1 Surah Al Fajr ayat 8 - Gambar 2
Statistik QS. 89:8
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fajr.

Surah Al-Fajr (bahasa Arab:الفجر, “Fajar”) adalah surah ke-89 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al-Fajr yang berarti Fajar diambil dari perkataan Al-Fajr yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah 89
Nama Surah Al Fajr
Arab الفجر
Arti Fajar
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 10
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 30
Jumlah kata 139
Jumlah huruf 584
Surah sebelumnya Surah Al-Gasyiyah
Surah selanjutnya Surah Al-Balad
Sending
User Review
1 (1 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

89:8, 89 8, 89-8, Surah Al Fajr 8, Tafsir surat AlFajr 8, Quran Al-Fajr 8, Surah Al Fajr ayat 8

Video Surah

89:8


Load More

Kandungan Surah Al Fajr

۞ QS. 89:6 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 89:13 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 89:14 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 89:15 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 89:16 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 89:21 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 89:22 Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 89:23 • Kedahsyatan hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka •

۞ QS. 89:24 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 89:25 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 89:26 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 89:27 • Pahala iman • Keluarnya ruh orang mukmin

۞ QS. 89:28 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keluarnya ruh orang mukmin

۞ QS. 89:29 • Pahala iman

۞ QS. 89:30 • Pahala iman

Ayat Pilihan

Hendaknya kamu tak menggerakkan lidahmu untuk membaca Alquran karena didorong oleh keinginan untuk cepat membaca & menghafalnya.
Sesungguhnya Kamilah yang akan mengumpulkannya dalam dadamu & memantapkan bacaannya di lidahmu.
QS. Al-Qiyamah [75]: 17

dan kerjakanlah amalan yang saleh.
Sesungguhnya Allah melihat apa yang kamu kerjakan.
QS. Saba’ [34]: 11

Tetapi jika mereka (musuh-musuhmu) condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakallah kepada Allah.
Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
QS. Al-Anfal [8]: 61

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian,
sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri,
padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)?
Maka tidaklah kamu berpikir?
QS. Al-Baqarah [2]: 44

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam Islam, pakaian harus ...

Correct! Wrong!

Pembatasan aurat wanita adalah ...

Correct! Wrong!

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut ...

Correct! Wrong!

Sebelum berpakaian, kita harus ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #3
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #3 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #3 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Kamus Istilah Islam

bank syariah

Apa itu bank syariah? bank yang didasarkan atas hukum Islam … •

Syura

Apa itu Syura? Syura adalah sebuah kata Arab untuk “konsultasi”. Al-Qur’an dan Muhammad mendorong Muslim untuk memutuskan urusan mereka dalam konsultasi dengan orang-orang yang akan berdampak pada keputusan tersebut. Syura disebutkan sebagai kegiatan terpuji yang sering dipakai dalam mengorganisir urusan masjid, organisasi Islam, dan merupakan istil … •

Al-Jasiyah

Apa itu Al-Jasiyah? Surah Al-Jasiyah adalah surah ke-45 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah makkiyah yang terdiri atas 37 ayat. Dinamakan Al-Jasiyah yang berarti Yang Berlutut diambil dari perkataan Jaatsiyah yang terdapat pada ayat 28 surah ini. Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dik … • Al-Jaatsiyah, Al-Jatsiyah, Al-Jasiyah, Al Jasiyah