Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Fajr (Fajar) – surah 89 ayat 3 [QS. 89:3]

وَّ الشَّفۡعِ وَ الۡوَتۡرِ ۙ
Wasy-syaf’i wal watr(i);
demi yang genap dan yang ganjil,
―QS. Al Fajr [89]: 3

Daftar isi

And (by) the even (number) and the odd
― Chapter 89. Surah Al Fajr [verse 3]

وَٱلشَّفْعِ dan yang genap

And the even
وَٱلْوَتْرِ dan yang ganjil

and the odd,

Tafsir Quran

Surah Al Fajr
89:3

Tafsir QS. Al-Fajr (89) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Berikutnya lagi Allah bersumpah dengan
"yang genap dan yang ganjil"."Yang genap adalah yaumun-nahr di atas, yaitu tanggal 10 Zulhijah, dan
"yang ganjil"
adalah hari ‘Arafah, yaitu tanggal 9 Zulhijah.

Itu adalah hari-hari yang dimuliakan juga.
Tanggal 9 Zulhijah adalah hari wukuf di ‘Arafah, yaitu hari dimulainya ibadah haji, dan tanggal 10 Zulhijah adalah hari mulai penyembelihan hewan kurban.

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 3. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Demi genap dan ganjilnya segala sesuatu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi waktu fajar, dan demi sepuluh malam pertama dari Dzulhijjah dan apa yang dengannya ia dimuliakan, demi semua bilangan genap dan ganjil, dan demi malam apabila berlalu dengan kegelapannya.
Bukankah sumpah-sumpah tersebut dapat mengingatkan orang yang berakal?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan yang genap) atau tidak ganjil


(dan yang ganjil) dapat dibaca Al-Watr dan Al-Witr, artinya ganjil.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan yang genap dan yang ganjil.
(QS. Al-Fajr [89]: 3)

Dalam hadis di atas telah disebutkan bahwa yang dimaksud dengan al-watr ialah hari ‘Arafah karena jatuh pada tanggal sembilan Zul Hijjah, dan yang dimaksud dengan asy-syaf’u ialah Hari Raya Kurban karena ia jatuh pada tanggal sepuluh.
Hal yang sama telah dikatakan pula oleh Ibnu Abbas, Ikrimah, dan Ad-Dahhak.

Pendapat kedua.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepadaku Uqbah ibnu Khalid, dari Wasil ibnus Sa’ib yang mengatakan bahwa ia telah bertanya kepada Ata tentang makna firman-Nya:
dan yang genap dan yang ganjil.
(QS. Al-Fajr [89]: 3)
Apakah yang dimaksud adalah salat witir yang biasa kita kerjakan?
Ata menjawab,
"Bukan, tetapi yang dimaksud dengan asy-syaf’u ialah hari ‘ Arafah, dan yang dimaksud dengan al-watru adalah Hari Raya Ad-ha."


Pendapat ketiga.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Amir ibnu Ibrahim Al-Asbahani, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari An-Nu’man ibnu Abdus Salam, dari Abu Sa’id ibnu Auf yang menceritakan kepadaku di Mekah, bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnuz Zubair berkhotbah, lalu berdirilah seorang lelaki mengatakan,
"Wahai Amirul Mu’minin, terangkanlah kepadaku makna syaf’u dan watru.
Maka Abdullah ibnuz Zubair menjawab, bahwa yang dimaksud dengan asy-syaf’u ialah apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:
Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya.
(QS. Al-Baqarah [2]: 203)
Dan yang dimaksud dengan al-watru ialah apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:
Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosapula baginya.
(QS. Al-Baqarah [2]: 203)

Ibnu Juraij mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnul Murtafi",
ia pernah mendengar Ibnuz Zubair mengatakan bahwa asy-syaf’u adalah pertengahan hari-hari tasyriq, sedangkan al-watru ialah akhir hari-hari tasyriq.


Di dalam kitab Sahihain disebutkan melalui riwayat Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:

Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, yakni seratus kurang satu;
barang siapa yang menghafalnya, maka ia masuk surga;
Dia adalah Esa dan menyukai yang esa.

Pendapat keempat.
Al-Hasan Al-Basri dan Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa semua makhluk adalah genap dan ganjil;
Allah subhanahu wa ta’ala bersumpah dengan menyebut makhluk-Nya.
Pendapat ini merupakan suatu riwayat yang bersumber dari Mujahid.
Tetapi pendapat terkenal yang bersumber dari Mujahid menyebutkan sebagaimana pendapat yang pertama.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan yang genap dan yang ganjil.
(QS. Al-Fajr [89]: 3)
Ibnu Abbas mengatakan bahwa Allah Esa, sedangkan kamu adalah genap.
Dan dikatakan bahwa asy-syaf’u adalah salat Isya (genap rakaatnya), sedangkan salat yang witir (ganjil) adalah salat Magrib.

Pendapat kelima.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Musa, dari Israil, dari Abu Yahya, dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan yang genap dan yang ganjil.
(QS. Al-Fajr [89]: 3)
Bahwa yang dimaksud dengan asy-syaf’u ialah sejodoh, dan yang dimaksud dengan al-watru adalah Allah subhanahu wa ta’ala Abu Abdullah telah meriwayatkan dari Mujahid, bahwa Allah adalah al-watru;
sedangkan makhluk-Nya adalah asy-syaf’u alias genap, yakni laki-laki dan perempuan (jantan dan betina).


Ibnu Abu Najih telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan yang genap dan yang ganjil.
(QS. Al-Fajr [89]: 3)
Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah disebut asy-syaf’u (genap), langit dan bumi, daratan dan lautan, jin dan manusia, matahari dan rembulan, demikianlah seterusnya.
Mujahid dalam hal ini mengikuti pendapat yang dikatakan oleh mereka sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.
(QS. Adz-Dzariyat [51]: 49)

Yakni agar kamu mengetahui bahwa yang menciptakan makhluk yang berpasang-pasangan adalah Tuhan Yang Maha Esa.

Pendapat keenam.
Qatadah telah meriwayatkan dari Al-Hasan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan yang genap dan yang ganjil.
(QS. Al-Fajr [89]: 3)
Bahwa bilangan itu ada yang genap dan ada yang ganjil.

Pendapat yang ketujuh sehubungan dengan makna ayat ini diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir melalui jalur Ibnu Juraij.
Kemudian Ibnu Jarir mengatakan bahwa telah diriwayatkan dari Nabi ﷺ suatu hadis yang menguatkan pendapat yang telah kami sebutkan dari Ibnuz Zubair.


Disebutkan bahwa telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Abu Ziyad Al-Qatwani, telah menceritakan kepada kami Zaid Al-Habbab, telah menceritakan kepadaku Iyasy ibnu Uqbah, telah menceritakan kepadaku Khair ibnu Na’ im, dari Abuz Zubair, dari Jabir, bahwa rasulullah ﷺ telah bersabda:

Asy-syaf’u adalah dua hari dan al-watru adalah hari yang ketiganya.

Demikianlah hadis ini dikemukakan, yakni dengan lafaz tersebut.
tetapi bertentangan dengan lafaz yang telah disebutkan sebelumnya dalam riwayat Imam Ahmad, Imam Nasai, dan Ibnu Abu Hatim, juga apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir sendiri;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Abul Aliyah dan Ar-Rabi’ ibnu Anas serta selain keduanya mengatakan bahwa salat itu ada yang rakaatnya genap —seperti empat rakaat dan dua rakaat— ada juga yang ganjil —seperti salat Magrib yang jumlah rakaatnya ada tiga, yang boleh dibilang salat witir di (penghujung) siang hari—.
Demikian pula salat witir yang dilakukan di akhir tahajud yang terbilang witir malam hari.

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma’mar, dari Qatadah.
dan Imran ibnu Husain sehubungan dengan firman-Nya:
dan yang genap dan yang ganjil.
(QS. Al-Fajr [89]: 3)

Bahwa yang dimaksud adalah salatsalat fardu, yang antara lain ada yang genap bilangan rakaatnya dan ada pula yang ganjii.
Tetapi asar ini munqathi lagi mauquf, lafaznya hanya khusus menyangkut salat fardu.
Sedangkan menurut yang diriwayatkan secara muttasil lagi marfu’ sampai kepada Nabi ﷺ menyebutkan dengan lafaz yang umum (yakni salat fardu dan juga salat sunat).

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Daud At-Tayalisi, telah menceritakan kepada kami Hammam.
dari Qatadah, dari Imran ibnu Isam, bahwa seorang syekh dari ulama Basrah pernah menceritakan kepadanya sebuah hadis dari Imran ibnu Husain, bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang makna asy-syaf’u dan al-watru.
Maka beliau ﷺ menjawab:
Maksudnya adalah salat, sebagian darinya ada yang genap (rakaatnya) dan sebagian yang lain ada yang ganjil.

Demikianlah yang tertera di dalam kitab musnad.


Hal yang sama telah diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir, dari Bandar, dari Affan dan dari Abu Kuraib alias Ubaidillah ibnu Musa, keduanya dari Hammam ibnu Yahya, dari Qatadah, dari Imran ibnu Isam, dari seorang syekh, dari Imran ibnu Husain.


Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Abu Isa alias Imam Turmuzi, dari Amr ibnu Ali, dari Ibnu Mahdi dan Abu Daud, keduanya dari Hanimam, dari Qatadah, dari Imran ibnu Isam, dari seorang ulama Basrah, dari Imran ibnu Husain dengan sanad yang sama.
Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib, kami tidak mengenalnya melainkan hanya melalui hadis Qatadah.
Dan Khalid ibnu Qais telah meriwayatkannya pula dari Qatadah.
Telah diriwayatkan pula dari Imran ibnu Isam, dari Imran ibnu Husain sendiri;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Menurut hemat penulis, Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkannya pula, ia mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Qatadah, dari Imran ibnu Isam Ad-Dab"i seorang syekh dari kalangan penduduk Basrah, dari Imran ibnu Husain, dari Nabi ﷺ, lalu disebutkan hal yang semisal.
Demikianlah yang penulis lihat di dalam kitab tafsirnya, dia menjadikan syekh dari Basrah itu adalah Imran ibnu Isam sendiri.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, bahwa telah menceritakan kepada kami Nasr ibnu Ali, telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepadaku Khalid ibnu Qais, dari Qatadah, dari Imran ibnu Isam, dari Imran ibnu Husain, dari Nabi ﷺ sehubungan dengan makna asy-syaf’u dan al-watru.
Beliau ﷺ bersabda:
Maksudnya ialah salat, di antaranya ada yang genap dan di antaranya ada yang ganjil (rakaatnya).

Dalam riwayat ini tidak disebutkan syekh yang tidak dikenal itu, dan hanya disebutkan Imran ibnu Isam Ad-Dab’i sendiri, dia adalah Abu linarah Al-Basri Imam masjid Bani Dabi’ah.
Dia adalah orang tua dari Abu Jamrah Nasr ibnu Imran Ad-Dab’i.
Qatadah dan putranya (yaituAbu Jamrah) dan Al-Musanna ibnu Sa’id serta Abut Tayyah alias Yazid ibnu Humaid telah mengambil riwayat darinya.

Ibnu Hibban menyebutkannya di dalam Kitabus Siqat sebagai salah seorang yang berpredikat siqah, dan Khalifah ibnu Khayyat menyebutkannya di kalangan para tabi’in dari kalangan penduduk Basrah.
Dia adalah seorang yang terhormat, mulia, dan mempunyai kedudukan di sisi Al-Hajjaj ibnu Yusuf.
Kemudian Al-Hajjaj membunuhnya di dalam Perang Ar-Rawiyah pada tahun 82 Hijriah, karena ia bergabung dengan Ibnul Asy’as.
Pada Imam Turmuzi tiada lagi hadisnya selain dari hadis ini;
tetapi menurut hemat penulis, predikat mauquf hadis ini hanya sampai kepada Imran ibnu Husain, lebih mendekati kepada kebenaran;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Dan Ibnu Jarir tidak memutuskan dengan tegas mana yang dipilihnya di antara pendapat-pendapat tersebut di atas mengenai masalah genap dan ganjil ini.

Unsur Pokok Surah Al Fajr (الفجر)

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Lail.

Nama "Al Fajr" diambil dari kata Al Fajr yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "fajar".

Keimanan:

▪ Allah bersumpah bahwa azab terhadap orang-orang kafir tidak akan dapat dielakkan.
▪ Beberapa contoh dari umat-umat yang sudah dibinasakan.
▪ Kenikmatan hidup atau bencana yang dialami oleh seseorang, bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan belaka.
▪ Celaan terhadap orang-orang yang tidak mau memelihara anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin.
▪ Kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan orang yang amat mencintai harta.
▪ Malapetaka yang dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat.
▪ Orang-orang yang berjiwa muthmainnah (tenang) mendapat kemuliaan di sisi Allah.

Audio Murottal

QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fajr ayat 3 - Gambar 1 Surah Al Fajr ayat 3 - Gambar 2
Statistik QS. 89:3
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fajr.

Surah Al-Fajr (bahasa Arab:الفجر, “Fajar”) adalah surah ke-89 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al-Fajr yang berarti Fajar diambil dari perkataan Al-Fajr yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah 89
Nama Surah Al Fajr
Arab الفجر
Arti Fajar
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 10
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 30
Jumlah kata 139
Jumlah huruf 584
Surah sebelumnya Surah Al-Gasyiyah
Surah selanjutnya Surah Al-Balad
Sending
User Review
4.5 (11 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

89:3, 89 3, 89-3, Surah Al Fajr 3, Tafsir surat AlFajr 3, Quran Al-Fajr 3, Surah Al Fajr ayat 3

Video Surah

89:3

cURL error 28: Resolving timed out after 5000 milliseconds

Kandungan Surah Al Fajr

۞ QS. 89:6 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 89:13 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 89:14 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 89:15 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 89:16 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 89:21 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 89:22 Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 89:23 • Kedahsyatan hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka •

۞ QS. 89:24 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 89:25 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 89:26 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 89:27 • Pahala iman • Keluarnya ruh orang mukmin

۞ QS. 89:28 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keluarnya ruh orang mukmin

۞ QS. 89:29 • Pahala iman

۞ QS. 89:30 • Pahala iman

Ayat Pilihan

Tertolaklah kalian karena telah mengingkari kebenaran hari kebangkitan.
Bahkan kalian adalah orang-orang yang mencintai dunia dengan kegemerlapannya & mengabaikan akhirat dengan segala kenikmatannya.
QS. Al-Qiyamah [75]: 20

Mahasuci Allah yang telah menciptakan segala sesuatu secara berpasangan–jantan & betina–baik dalam dunia tumbuh-tumbuhan,
diri mereka sendiri & hal-hal yang tidak diketahui oleh manusia.
QS. Ya Sin [36]: 36

Kami menciptakan itu semua sebagai pelajaran & peringatan bagi setiap hamba yang mau kembali kepada Allah dengan memikirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya.
QS. Qaf [50]: 8

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah,
dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut,
sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu,
karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.
QS. An-Nisa’ [4]: 76

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

There is no question

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Kamus Istilah Islam

Abu Sufyan

Siapa itu Abu Sufyan? Shakhr bin Harb adalah salah seorang pemimpin utama Bani Quraisy di Mekkah yang sangat menentang Muhammad, akan tetapi di kemudian hari memeluk agama Islam. Keturunan Abu Sufyan...

Manquul

Apa itu Manquul? Manquul berasal dari bahasa Arab “naqola yanqulu”, yang artinya adalah “pindah”. Maka ilmu yang “manquul” adalah ilmu yang dipindahkan dari guru ke...

kutubusitah

Apa itu kutubusitah? ku.tu.bu.si.tah buku-buku hadis Rasul yang diriwayatkan oleh enam orang perawi terkenal … •