Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Fajr (Fajar) – surah 89 ayat 27 [QS. 89:27]

یٰۤاَیَّتُہَا النَّفۡسُ الۡمُطۡمَئِنَّۃُ
Yaa ai-yatuhaannafsul muthma-innat(u);
Wahai jiwa yang tenang!
―QS. Al Fajr [89]: 27

Daftar isi

(To the righteous it will be said),
"O reassured soul,
― Chapter 89. Surah Al Fajr [verse 27]

يَٰٓأَيَّتُهَا hai

"O
ٱلنَّفْسُ jiwa/diri

soul!
ٱلْمُطْمَئِنَّةُ tenang

who is satisfied,

Tafsir Quran

Surah Al Fajr
89:27

Tafsir QS. Al-Fajr (89) : 27. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat-ayat ini, Allah memanggil jiwa yang tenang dan damai ketika diwafatkan, yaitu jiwa yang suci karena iman dan amal saleh yang dikerjakannya, sehingga memperoleh apa yang dijanjikan Allah kepadanya.
Jiwa itu diminta Allah untuk pulang memenuhi panggilan-Nya dengan menghadap kepada-Nya kembali dengan perasaan puas dan senang karena telah memenuhi perintah-perintah-Nya waktu hidup di dunia.

Allah juga puas dan senang kepadanya karena sudah menjalankan perintah-perintah-Nya.
Setelah datang kepada-Nya, jiwa itu dipersilakan Allah masuk ke dalam kelompok hamba-hamba-Nya, yaitu ke dalam surga-Nya.

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 27. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai jiwa yang tenang dengan kebenaran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai jiwa yang tenang dengan mengingat Allah dan beriman kepada-Nya, dan tenang karena apa yang dijanjikan Allah kepadanya berupa surga kenikmatan yang disediakan bagi orang-orang yang beriman.
Kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadan ridha kepada anugerah yang Allah berikan kepadamu, dan Allah pun ridha kepadamu.


Masuklah ke dalam golongan hamba Allah yang shalih, dan masuklah bersama mereka ke dalam surga-Ku.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai jiwa yang tenang) atau yang aman, dimaksud adalah jiwa yang beriman.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala

dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatannya.
(QS. Al-Fajr [89]: 26)

Artinya tiada seorang pun yang lebih keras ikatannya dan pukulannya daripada ikatan dan pukulan Malaikat Zabaniyah (juru siksa) terhadap orang-orang yang kafir kepada Tuhan mereka.
Hal ini hanyalah menyangkut orang-orang yang berdosa dan orang-orang yang aniaya.
Adapun apa yang dialami oleh jiwa yang suci lagi tenang yang selalu tetap tunduk patuh kepada kebenaran, maka dikatakan kepadanya:

Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-28)

Yaitu ke sisi-Nya, ke pahala-Nya, dan kepada apa yang telah disediakan oleh-Nya bagi hamba-hamba-Nya di dalam surga-Nya.

dengan hati yang puas lagi diridai.
(QS. Al-Fajr [89]: 28)


Yakni hati yang puas karena mendapat rida dari Allah subhanahu wa ta’ala

Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 29)

Maksudnya, ke dalam golongan mereka yang diridai.

dan masuklah ke dalam surga-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 30)

Hal ini dikatakan kepada yang bersangkutan manakala dia menjelang ajalnya dan juga disaat hari kiamat.
Sebagaimana para malaikat menyampaikan kepadanya berita gembira ini di saat ia menjelang ajalnya dan di saat ia dibangkitkan dari kuburnya.

Kemudian ulama tafsir berbeda pendapat tentang siapa yang melatar belakangi turunnya ayat ini.
Maka menurut riwayat Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas, ayat ini diturunkan berkenaan dengan sahabat Usman ibnu Affan.
Dan menurut riwayat yang bersumberkan dari Buraidah ibnul Hasib, ayat ini diturunkan berkenaan dengan Hamzah ibnu Abdul Muttalib r.a.
Al-Aufi telah meriwayatkan dari ibnu Abbas, bahwa dikatakan kepada arwah yang tenang di hari kiamat:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-28)
Maksudnya kepada temanmu masing-masing, yakni badannya masing-masing yang telah dihuninya ketika di dunia.
dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
(QS. Al-Fajr [89]: 28)

Diriwayatkan pula darinya bahwa dia membaca ayat ini dengan bacaan berikut:
Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 29-30)


Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah dan Al-Kalbi, dan pendapat ini dipilih oleh ibnu Jarir, tetapi pendapat ini garib.
Dan pendapat yang paling jelas (kuat) adalah yang pertama karena ada firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menyebutkan:

kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya.
(QS. Al-An’am [6]: 62)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah.
(QS. Al-Mu’min [40]: 43)

Yakni kembali kepada hukum-Nya dan berdiri di hadapan-Nya.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdur Rahman ibnu Abdullah Ad-Dusytuki.
telah menceritakan kepadaku ayahku, dari ayahnya, dari Asy’as., dari Ja’far, dari Said ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai -Nya.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-28)

Bahwa ayat ini diturunkan ketika Abu Bakar r.a. sedang duduk dihadapan Nabi ﷺ, lalu ia berkata,
"Wahai Rasulullah, alangkah baiknya hal ini."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:

Ingatlah, sesungguhnya hal itu akan dikatakan kepadamu.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Ibnu Yaman, dari Asy’as., dari Sa’id ibnu Jubair yang mengatakan bahwa ia membaca firman Allah subhanahu wa ta’ala berikut ini di hadapan nabi ﷺ:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmn dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-28)
Maka Abu Bakar r.a. berkata, bahwa sesungguhnya hal itu benar-benar baik.
Maka nabi ﷺ bersabda kepadanya:

Ingatlah sesungguhnya malaikat akan mengatakan hal itu kepadamu di saat (engkau) meninggal

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh ibnu Jarir dari Abu Kuraib, dari ibnu Yaman dengan sanad yang sama.
Dan hadis ini bepredikat mursal lagi hasan.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan pula kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Syuja’ Al-Jazari, dari Salim Al-Aftas, dari Sa’id ibnu Jubair yang mengatakan bahwa ketika Ibnu Abbas meninggal dunia di Taif, datanglah suatu makhluk yang terbang yang tidak pernah terlihat sebelumnya berbentuk seperti Ibnu Abbas .
Lalu makhluk yang terbang itu masuk ke dalam katilnya dan tidak pernah kelihatan lagi keluar dari padanya.
Dan ketika jenazah Ibnu Abbas diletakkan di dalam liang lahatnya, maka terdengarlah ada yang membaca ayat berikut di pinggir kuburnya tanpa ada yang mengetahui siapa yang membacanya, yaitu firman-Nya:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Kii, dan masuklah ke dalam surga-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-30)

Imam Tabrani meriwayatkannya dari Abdullah ibnu Ahmad, dari ayahnya, dari Marwan ibnu Syuja’, dari Salim ibnu Ajlan Al-Aftas dengan sanad yang sama, lalu disebutkan hal yang sama.

Al-Hafiz Muhammad ibnul Munzir Al-Harawi yang dikenal dengan Basyukr telah menyebutkan di dalam Kitabul ‘Aja’ib berikut sanadnya dari Qabbas ibnu Razin alias Abu Hasyim yang mengatakan, bahwa ia ditawan di negeri Romawi, lalu Raja Romawi mengumpulkan semua tawanan, dan ia menawarkan agamanya kepada kami, bahwa barangsiapa yang menolak maka akan dipenggal kepalanya.Maka murtadlah ketiga orang dari kalangan mereka, lalu datanglah orang yang ke empat;
setelah ditawarkan kepadanya untuk murtad, ia menolak, maka dipenggallah kepalanya, lalu dijatuhkan (dilemparkan) ke sebuah sungai di sana.

Kemudian kepala orang itu pada mulanya tenggelam ke dalam air, tidak lama kemudian muncul mengambang dan ia memandang kepada ketiga orang temannya yang telah murtad itu dan mengatakan kepada mereka, bahwa hai Fulan, Fulan dan Fulan, dengan menyebutkan nama-nama mereka satu per satu.
Lalu ia melanjutkan, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman di dalam kitab-Nya:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-30)
Kemudian kepala orang itu tenggelam kembali ke dalam air.

Abu Hasyim melanjutkan kisahnya, bahwa pada saat itu juga hampir semua orang Nasrani masuk Islam, dan singgasana raja terjatuh;
dan ketiga orang yang tadinya murtad bertobat, lalu kembali lagi kepada agama Islam.

Abu Hasyim melanjutkan bahwa tidak lama kemudian datanglah tebusan para tawanan pasukan kaum muslim yang dikirim oleh khalifah Abu Ja’far Al-Mansur, sehingga kami pun bebas.

Al-Hafiz ibnu Asakir di dalam biografi Rawwahah binti Abu Amr Al-Auza’i, telah meriwayatkan dari ayahnya, bahwa telah menceritakan kepadaku Sulaiman ibnu Habib Al-Muharibi, telah menceritakan kepadaku Abu Umamah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada seorang lelaki:

Katakanlah,
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau jiwa yang hanya tenang kepada Engkau, beriman kepada hari bersua dengan Engkau, dan rida dengan keputusan Engkau dan menerima dengan tulus pemberian Engkau.

Kemudian Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abu Sulaiman ibnu Wabar, bahwa ia telah mengatakan bahwa hadis Rawwahah ini adalah hadis yang tunggal (seorang budak wanita).

Demikian akhir tafsir surat Al-Fajr dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas limpahan karunia-Nya.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Fajr (89) Ayat 27

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Juwaibir, dari adl-Dlahak, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Siapa yang akan membeli sumur Rumat untuk melepaskan dahaga.
Mudah-mudahan Allah mengampuni dosanya.” Sumur itupun dibeli oleh Utsman.
Nabi ﷺ bersabda: “Apakah engkau rela sumur itu dijadikan sumber minum bagi semua orang?” Utsman mengiyakannya.
Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Fajr: 27) berkenaan dengan Utsman.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Fajr (الفجر)

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Lail.

Nama "Al Fajr" diambil dari kata Al Fajr yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "fajar".

Keimanan:

▪ Allah bersumpah bahwa azab terhadap orang-orang kafir tidak akan dapat dielakkan.
▪ Beberapa contoh dari umat-umat yang sudah dibinasakan.
▪ Kenikmatan hidup atau bencana yang dialami oleh seseorang, bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan belaka.
▪ Celaan terhadap orang-orang yang tidak mau memelihara anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin.
▪ Kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan orang yang amat mencintai harta.
▪ Malapetaka yang dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat.
▪ Orang-orang yang berjiwa muthmainnah (tenang) mendapat kemuliaan di sisi Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Al Fajr (30 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fajr ayat 27 - Gambar 1 Surah Al Fajr ayat 27 - Gambar 2
Statistik QS. 89:27
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fajr.

Surah Al-Fajr (bahasa Arab:الفجر, “Fajar”) adalah surah ke-89 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al-Fajr yang berarti Fajar diambil dari perkataan Al-Fajr yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah 89
Nama Surah Al Fajr
Arab الفجر
Arti Fajar
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 10
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 30
Jumlah kata 139
Jumlah huruf 584
Surah sebelumnya Surah Al-Gasyiyah
Surah selanjutnya Surah Al-Balad
Sending
User Review
4.5 (21 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

89:27, 89 27, 89-27, Surah Al Fajr 27, Tafsir surat AlFajr 27, Quran Al-Fajr 27, Surah Al Fajr ayat 27

Video Surah

89:27


Load More

Kandungan Surah Al Fajr

۞ QS. 89:6 • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 89:13 • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 89:14 • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 89:15 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 89:16 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 89:21 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 89:22 • Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 89:23 • Kedahsyatan hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka •

۞ QS. 89:24 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 89:25 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 89:26 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 89:27 • Pahala iman • Keluarnya ruh orang mukmin

۞ QS. 89:28 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keluarnya ruh orang mukmin

۞ QS. 89:29 • Pahala iman

۞ QS. 89:30 • Pahala iman

Ayat Pilihan

Bergegaslah melaksanakan amal saleh, agar kalian mendapat ampunan Allah atas dosa-dosa kalian!
Juga agar kalian mendapatkan surga yang amat luas, seluas langit & bumi, yang hanya disediakan untuk orang yang takut kepada Allah & siksa-Nya
QS. Ali ‘Imran [3]: 133

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan & senda gurau.
Dan jika kamu beriman & bertakwa,
Allah akan memberikan pahala kepadamu & Dia tidak akan meminta harta-hartamu.
QS. Muhammad [47]: 36

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya,
dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.
QS. An-Nisa’ [4]: 58

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah ...

Correct! Wrong!

Era ketidaktahuan juga disebut zaman ...

Correct! Wrong!

Arti hadits maudhu' adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Pengertian ijtihad menurut istilah adalah ...

Correct! Wrong!

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujtahid (bahasa Arab: u0627u0644u0645u062cu062au0647u062f) atau fakih (u0627u0644u0641u0642u064au0647) adalah seseorang yang dalam ilmu fikih sudah mencapai derajat ijtihad dan memiliki kemampuan istinbath (inferensi) hukum-hukum syariat dari sumber-sumber muktabar dan diandalkan.

Pendidikan Agama Islam #9
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #9 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #9 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Kamus Istilah Islam

Az-Zariyat

Apa itu Az-Zariyat? Surah Az-Zariyat adalah surah ke-51 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 60 ayat. Dinamakan Az-Zariyat yang berarti Angin Yang Menerbangkan diambil dari perkataan Az-Zariyat yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Nomor Surah 51< ... • Adz-Dzariyat, Az-Zariyat, Az Zariyat

Tahsin

Apa itu Tahsin? Tahsin adalah kata Arab yang berarti memperbaiki, meningkatkan, atau memperkaya. Hal ini juga umumnya digunakan sebagai nama jang diberikan untuk anak-anak laki-laki di dunia Arab dan Islam. Tahsin dalam islam mengandung makna bahwa tuntutan agar dalam membaca alquran harus benar dan tepat sesuai dengan contohnya demi terjaganya orisinalita … •

Bilal bin Rabah

Siapa itu Bilal bin Rabah? KBBI bi.lal orang yang bertugas menyerukan azan; muazin; modin; suara azan bilal telah terdengar Bilal bin Rabah adalah seorang budak berkulit hitam dari Habsyah yang masuk Islam ketika masih diperbudak. Setelah majikannya mengetahui … • Bilal ibn Ribah, Bilal, Bilal al-Habsyi, Bilal bin Riyah, Ibnu Rabah