Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Fajr (Fajar) – surah 89 ayat 20 [QS. 89:20]

وَّ تُحِبُّوۡنَ الۡمَالَ حُبًّا جَمًّا
Watuhibbuunal maala hubban jamman;
dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.
―QS. Al Fajr [89]: 20

And you love wealth with immense love.
― Chapter 89. Surah Al Fajr [verse 20]

وَتُحِبُّونَ dan kamu mencintai

And you love
ٱلْمَالَ harta

wealth
حُبًّا cinta

(with) love
جَمًّا berlebihan

immense.

Tafsir

Alquran

Surah Al Fajr
89:20

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 20. Oleh Kementrian Agama RI


Orang yang durhaka itu terus mencari dan mengumpulkan kekayaan tanpa mengenal rasa lelah dan tidak peduli halal atau haram.
Di samping itu, mereka sangat pelit, tidak mau mengeluarkan kewajiban berkenaan harta, yaitu membayar zakat dan membantu orang yang berkekurangan.


Allah tidak mungkin sayang kepada orang kaya raya yang memperoleh kekayaan itu dengan cara yang tidak benar.
Juga kepada orang yang tidak mau membantu orang lain.

Mereka jangan mengira bahwa mereka memperoleh kekayaan itu sebagai tanda bahwa Allah menyayangi mereka.
Sebaliknya, Allah sesungguhnya membenci mereka.

Tidak mustahil mereka akan dijatuhi azab seperti yang telah ditimpakan-Nya kepada umat-umat terdahulu itu.
Di akhirat nanti, Allah akan memasukkan mereka ke dalam neraka.

Hakikat ini hendaknya disadari oleh kaum kafir Mekah yang masih juga membangkang.
Hal itu hendaknya dijadikan pelajaran oleh seluruh umat manusia.

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 20. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Juga karena kalian sangat mencintai harta benda, sesuatu yang mendorong kalian untuk selalu mengumpulkan dan kikir untuk menginfakkannya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Urusannya tidak sebagaimana yang diduga manusia.
Bahwa kemuliaan diperoleh dengan taat kepada Allah, dan kehinakan karena kemaksiatan kepada-Nya.


Kalian tidak memuliakan anak yatim, yaitu anak yang ditinggal mati ayahnya sejak masih kecil, dan kalian tidak memperlakukannya dengan baik.
Kalian tidak saling menganjurkan untuk memberi makan orang yang membutuhkan, yang tidak mempunyai sesuatu pun yang bisa mencukupi dan menutupi kebutuhannya.


Kalian memakan hak-hak orang lain dalam warisan dan mencintai harta benda secara berlebihan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan) sehingga kalian merasa sayang untuk menafkahkannya di jalan kebaikan.
Menurut suatu qiraat pada keempat Fi’il tadi, yaitu Laa Tukrimuuna, Laa Tahaadhdhuuna, Ta’kuluuna, dan Tuhibbuuna, dibaca Laa Yukrimuuna, Laa Yahaadhdhuuna, Ya’kuluuna, dan Yuhibbuuna.
Makna ayat-ayat di atas berdasarkan bacaan pertama.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, mengingkari sifat manusia yang apabila Allah meluaskan baginya dalam hal rezeki untuk mengujinya melalui rezeki itu, maka ia menganggap bahwa hal itu merupakan kemuliaan dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk dirinya.
Padahal kenyataanya tidaklah demikian, bahkan sebenarnya hal itu merupakan ujian dan cobaan, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka?
Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.
(QS. Al-Mu’minun [23]: 55-56)

Demikian pula sebaliknya Allah menguji dan mencobanya dengan kesempitan rezeki, dia mengira bahwa hal itu merupakan penghinaan dari Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya.
Maka disanggah oleh firman-Nya:

Sekali-kali tidak (demikian).
(QS. Al-Fajr [89]: 17)

Yakni sebenarnya tidaklah seperti yang diduganya baik dalam keadaan mendapat kesukaan maupun dalam keadaan mendapat kedukaan;karena sesungguhnya Allah memberi harta kepada siapa yang disukai-Nya dan juga kepada orang yang tidak disukai-Nya, dan Dia menyempitkan rezeki terhadap orang yang disukai-Nya dan juga terhadap orang yang tidak disukai-Nya.
Dan sesungguhnya pokok pangkal permasalahan dalam hal ini bergantung kepada ketaatan yang bersangkutan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam dua keadaan tersebut.
Apabila ia diberi kekayaan, hendaknya ia bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya itu;
dan apabila mendapat kemiskinan, hendaknya ia bersabar dan tetap menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.
(QS. Al-Fajr [89]: 17)

Di dalam ayat ini terkandung makna perintah untuk memuliakan anak yatim, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah ibnul Mubarak, dari Sa’id ibnu Ayyub, dari Yahya ibnu Sulaiman, dari Yazid ibnu Abu Gayyas., dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:

Sebaik-baik rumah dikalangan kaum muslim adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik, dan seburuk-buruk rumah di kalangan kaum muslim adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang di perlakukan dengan buruk.
Kemudian Nabi ﷺ berisyarat dengan kedua jari tangannya, lalu bersabda:
Aku dan orang yang menjamin anak yatim berada di dalam surga seperti ini.

Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnus Sabah ibnu Sufyan, telah menceritakan kepada Kami Abdul Aziz (yakni Ibnu Abu Hazim), telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Sahl (yakni Ibnu Sa’id) bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Aku dan orang yang menjamin anak yatim seperti kedua jari ini di dalam surga.
Yakni berdekatan, seraya mengisyaratkan kedua jarinya, yaitu telunjuk dan jari tengahnya.

dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin.
(QS. Al-Fajr [89]: 18)

Yaitu tidak memerintahkan orang lain untuk memberi santunan kepada orang-orang fakir dan miskin dan sebagian dari mereka tidak menganjurkan hal ini kepada sebagian yang lainnya.

dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur-adukan (yang halal dan yang haram).
(QS. Al-Fajr [89]: 19).

Yang dimaksud dengan turas ialah harta warisan, yakni memakannya tanpa mempedulikan dari arah mana dihasilkannya, baik dari cara halal maupun cara haram.

dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
(QS. Al-Fajr [89]: 20)

Yakni kecintaan yang banyak;
sebagian ulama mengartikannya kecintaan yang berlebihan.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Fajr (89) Ayat 20

JAMM
جَم

Arti lafaz jamm ialah banyak atau lebih.
Lafaz ini hanya disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam bentuk jamma dalam surah Al Fajr (89), ayat 20. Ayat ini berada dalam rangkaian ayat yang menceritakan tentang perkataan dan perbuatan yang biasa dilakukan manusia, tetapi mereka tidak patut mengucapkan dan melakukannya.

Pada saat Allah memudahkan rezeki dan memberi nikmat kepada manusia, kita tidak boleh mengatakan Allah sedang meninggikan derajat dan memuliakan kita.
Pada waktu Allah menyulitkan rezeki, kita juga tidak boleh mengatakan Allah menghina dan merendahkan kita.
Kekayaan dan kemiskinan bukanlah tanda cinta Allah kepada hamba Nya.
Manusia mestilah meyakini semuanya itu adalah ujian baginya, ketika kaya dia haruslah bersyukur dan ketika miskin dia juga haruslah bersabar.

Sedangkan perbuatan yang biasa dilakukan manusia, namun tidak patut dilakukan adalah:
(1) Tidak memuliakan anak yatim;
(2) Tidak mengajak dan memberi makan orang miskin;
(3) Memakan harta warisan dengan cara mencampurkan yang halal dan yang haram;
(4) Mencintai harta benda dengan berlebihan.

Imam Ibnu Katsir menerangkan, sebahagian pakar mengatakan, lafaz jamma selain bermakna cinta yang berlebihan, ia juga mengandung arti cinta yang keji dan kotor Perbuatan seperti ini semestinya tidak patut dilakukan oleh manusia.
Mereka haruslah melakukan perbuatan yang baik yang berlawanan dari perbuatan ini.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 143-144

Unsur Pokok Surah Al Fajr (الفجر)

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Lail.

Nama "Al Fajr" diambil dari kata Al Fajr yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "fajar".

Keimanan:

▪ Allah bersumpah bahwa azab terhadap orang-orang kafir tidak akan dapat dielakkan.
▪ Beberapa contoh dari umat-umat yang sudah dibinasakan.
▪ Kenikmatan hidup atau bencana yang dialami oleh seseorang, bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan belaka.
▪ Celaan terhadap orang-orang yang tidak mau memelihara anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin.
▪ Kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan orang yang amat mencintai harta.
▪ Malapetaka yang dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat.
▪ Orang-orang yang berjiwa muthmainnah (tenang) mendapat kemuliaan di sisi Allah.

Audio

QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fajr ayat 20 - Gambar 1 Surah Al Fajr ayat 20 - Gambar 2 Surah Al Fajr ayat 20 - Gambar 3
Statistik QS. 89:20
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fajr.

Surah Al-Fajr (bahasa Arab:الفجر, “Fajar”) adalah surah ke-89 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al-Fajr yang berarti Fajar diambil dari perkataan Al-Fajr yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah89
Nama SurahAl Fajr
Arabالفجر
ArtiFajar
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu10
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat30
Jumlah kata139
Jumlah huruf584
Surah sebelumnyaSurah Al-Gasyiyah
Surah selanjutnyaSurah Al-Balad
Sending
User Review
4.6 (14 votes)
Tags:

89:20, 89 20, 89-20, Surah Al Fajr 20, Tafsir surat AlFajr 20, Quran Al-Fajr 20, Surah Al Fajr ayat 20

▪ qs al fajr
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 104 [QS. 11:104]

Dan Kami tidak akan menunda datangnya hari Kiamat, karena waktunya telah ditetapkan, kecuali sampai waktu yang sudah ditentukan menurut perhitungan dan ketentuan Allah. … 11:104, 11 104, 11-104, Surah Hud 104, Tafsir surat Hud 104, Quran Hud 104, Surah Hud ayat 104

QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 1 [QS. 10:1]

Alif Lam Ra. Hanya Allah yang mengetahui secara pasti makna hurufhuruf yang menjadi pembuka surah-surah dalam Al-Qur’an. Inilah ayatayat Al-Qur’an yang keseluruhannya penuh hikmah, yakni petunjuk yang … 10:1, 10 1, 10-1, Surah Yunus 1, Tafsir surat Yunus 1, Quran Yunus 1, Surah Yunus ayat 1

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Sebelum berpakaian, kita harus ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Dalam Islam, pakaian harus ...

Benar! Kurang tepat!

Pembatasan aurat wanita adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #3
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #3 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #3 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #3

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut … pusar sampai mata kaki dekorasi pakaian aurat hijab Benar!

Pendidikan Agama Islam #5

Lawan kata dari jujur ​​adalah … takwa kebohongan riya’ muslihat ajur Benar! Kurang tepat! Orang yang suka berbohong adalah orang

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat. 8 7 9 5 6 Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam

Instagram