Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Fajr (Fajar) – surah 89 ayat 18 [QS. 89:18]

وَ لَا تَحٰٓضُّوۡنَ عَلٰی طَعَامِ الۡمِسۡکِیۡنِ
Walaa tahaadh-dhuuna ‘ala tha’aamil miskiin(i);
dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
―QS. Al Fajr [89]: 18

And you do not encourage one another to feed the poor.
― Chapter 89. Surah Al Fajr [verse 18]

وَلَا dan tidak

And not
تَحَٰٓضُّونَ saling menganjurkan

you feel the urge
عَلَىٰ atas

to
طَعَامِ memberi makan

feed
ٱلْمِسْكِينِ orang miskin

the poor.

Tafsir

Alquran

Surah Al Fajr
89:18

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 18. Oleh Kementrian Agama RI


Di samping itu, mereka tidak menaruh kasihan pada penderitaan orang miskin.
Jangankan untuk melepaskan mereka dari kemiskinan, membantu mencukupkan kebutuhan pokok mereka saja mereka tidak ada perhatian.

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 18. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan karena kalian tidak saling menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Urusannya tidak sebagaimana yang diduga manusia.
Bahwa kemuliaan diperoleh dengan taat kepada Allah, dan kehinakan karena kemaksiatan kepada-Nya.


Kalian tidak memuliakan anak yatim, yaitu anak yang ditinggal mati ayahnya sejak masih kecil, dan kalian tidak memperlakukannya dengan baik.
Kalian tidak saling menganjurkan untuk memberi makan orang yang membutuhkan, yang tidak mempunyai sesuatu pun yang bisa mencukupi dan menutupi kebutuhannya.


Kalian memakan

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan kalian tidak mengajak) diri kalian atau orang lain


(memberi makan)


(orang miskin.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, mengingkari sifat manusia yang apabila Allah meluaskan baginya dalam hal rezeki untuk mengujinya melalui rezeki itu, maka ia menganggap bahwa hal itu merupakan kemuliaan dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk dirinya.
Padahal kenyataanya tidaklah demikian, bahkan sebenarnya hal itu merupakan ujian dan cobaan, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka?
Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.
(QS. Al-Mu’minun [23]: 55-56)

Demikian pula sebaliknya Allah menguji dan mencobanya dengan kesempitan rezeki, dia mengira bahwa hal itu merupakan penghinaan dari Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya.
Maka disanggah oleh firman-Nya:

Sekali-kali tidak (demikian).
(QS. Al-Fajr [89]: 17)

Yakni sebenarnya tidaklah seperti yang diduganya baik dalam keadaan mendapat kesukaan maupun dalam keadaan mendapat kedukaan;karena sesungguhnya Allah memberi harta kepada siapa yang disukai-Nya dan juga kepada orang yang tidak disukai-Nya, dan Dia menyempitkan rezeki terhadap orang yang disukai-Nya dan juga terhadap orang yang tidak disukai-Nya.
Dan sesungguhnya pokok pangkal permasalahan dalam hal ini bergantung kepada ketaatan yang bersangkutan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam dua keadaan tersebut.
Apabila ia diberi kekayaan, hendaknya ia bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya itu;
dan apabila mendapat kemiskinan, hendaknya ia bersabar dan tetap menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.
(QS. Al-Fajr [89]: 17)

Di dalam ayat ini terkandung makna perintah untuk memuliakan anak yatim, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah ibnul Mubarak, dari Sa’id ibnu Ayyub, dari Yahya ibnu Sulaiman, dari Yazid ibnu Abu Gayyas., dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:

Sebaik-baik rumah dikalangan kaum muslim adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik, dan seburuk-buruk rumah di kalangan kaum muslim adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang di perlakukan dengan buruk.
Kemudian Nabi ﷺ berisyarat dengan kedua jari tangannya, lalu bersabda:
Aku dan orang yang menjamin anak yatim berada di dalam surga seperti ini.

Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnus Sabah ibnu Sufyan, telah menceritakan kepada Kami Abdul Aziz (yakni Ibnu Abu Hazim), telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Sahl (yakni Ibnu Sa’id) bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Aku dan orang yang menjamin anak yatim seperti kedua jari ini di dalam surga.
Yakni berdekatan, seraya mengisyaratkan kedua jarinya, yaitu telunjuk dan jari tengahnya.

dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin.
(QS. Al-Fajr [89]: 18)

Yaitu tidak memerintahkan orang lain untuk memberi santunan kepada orang-orang fakir dan miskin dan sebagian dari mereka tidak menganjurkan hal ini kepada sebagian yang lainnya.

dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur-adukan (yang halal dan yang haram).
(QS. Al-Fajr [89]: 19).

Yang dimaksud dengan turas ialah harta warisan, yakni memakannya tanpa mempedulikan dari arah mana dihasilkannya, baik dari cara halal maupun cara haram.

dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
(QS. Al-Fajr [89]: 20)

Yakni kecintaan yang banyak;
sebagian ulama mengartikannya kecintaan yang berlebihan.

Unsur Pokok Surah Al Fajr (الفجر)

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Lail.

Nama "Al Fajr" diambil dari kata Al Fajr yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "fajar".

Keimanan:

▪ Allah bersumpah bahwa kafir tidak akan dapat dielakkan.
▪ Beberapa contoh dari umat-umat yang sudah dibinasakan.
▪ Kenikmatan hidup atau bencana yang dialami oleh seseorang, bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan belaka.
▪ Celaan terhadap orang-orang yang tidak mau memelihara anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin.
▪ Kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan orang yang amat mencintai harta.
▪ Malapetaka yang dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat.
▪ Orang-orang yang berjiwa muthmainnah (tenang) mendapat kemuliaan di sisi Allah.

Audio

QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fajr ayat 18 - Gambar 1 Surah Al Fajr ayat 18 - Gambar 2
Statistik QS. 89:18
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fajr.

Surah Al-Fajr (bahasa Arab:الفجر, “Fajar”) adalah surah ke-89 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al-Fajr yang berarti Fajar diambil dari perkataan Al-Fajr yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah89
Nama SurahAl Fajr
Arabالفجر
ArtiFajar
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu10
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat30
Jumlah kata139
Jumlah huruf584
Surah sebelumnyaSurah Al-Gasyiyah
Surah selanjutnyaSurah Al-Balad
Sending
User Review
4.4 (12 votes)
Tags:

89:18, 89 18, 89-18, Surah Al Fajr 18, Tafsir surat AlFajr 18, Quran Al-Fajr 18, Surah Al Fajr ayat 18

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 91 [QS. 10:91]

Mendengar pernyataan Firaun bahwa dia beriman dan menyerahkan diri ketika ajal akan menghampirinya, lalu dijawab dalam ayat ini dengan pernyataan keras, Mengapa baru sekarang kamu beriman, padahal ses … 10:91, 10 91, 10-91, Surah Yunus 91, Tafsir surat Yunus 91, Quran Yunus 91, Surah Yunus ayat 91

QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 72 [QS. 19:72]

72. Setelah peristiwa itu kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membuktikan ketakwaannya dengan menaati syariat, dan Kami akan membiarkan orang-orang yang zalim dan ingkar tet … 19:72, 19 72, 19-72, Surah Maryam 72, Tafsir surat Maryam 72, Quran Maryam 72, Surah Maryam ayat 72

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Benar! Kurang tepat!

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #9

Era ketidaktahuan juga disebut zaman … abu jahal sanawiyah madaniyah makiyah jahiliyah Benar! Kurang tepat! Arti hadits maudhu’ adalah …

Pendidikan Agama Islam #8

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali … Hadits Syaz Hadits Daif Hadits Daif wa Mursal Hadits Mursal Hadits Mu’allaq Benar!

Pendidikan Agama Islam #20

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu … Membentuk pos pertahanan Perluasan daerah Mendirikan kakbah

Instagram