Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Fajr (Fajar) – surah 89 ayat 13 [QS. 89:13]

فَصَبَّ عَلَیۡہِمۡ رَبُّکَ سَوۡطَ عَذَابٍ
Fashabba ‘alaihim rabbuka sautha ‘adzaabin;
karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka,
―QS. Al Fajr [89]: 13

So your Lord poured upon them a scourge of punishment.
― Chapter 89. Surah Al Fajr [verse 13]

فَصَبَّ maka menimpakan

So poured
عَلَيْهِمْ atas mereka

on them
رَبُّكَ Tuhanmu

your Lord
سَوْطَ cemeti/cambuk

scourge
عَذَابٍ (of) punishment.

Tafsir

Alquran

Surah Al Fajr
89:13

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 13. Oleh Kementrian Agama RI


Akhirnya Allah
"menumpahkan kepada mereka cemeti Muhammad!), yang berarti bahwa peristiwa-peristiwa itu hendaknya menjadi pelajaran bagi kaum kafir Mekah agar mereka tidak terus-menerus membangkang.


Bagaimana Maka adapun kaum Tsamud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras, sedangkan kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus;
maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?
Kemudian datang Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkirbalikkan karena kesalahan yang besar.

Maka mereka mendurhakai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras. (al-Haqqah [69]: 5-10)

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 13. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Lalu Tuhanmu menurunkan bermacam siksaan yang menyala kepada mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Mereka adalah orang-orang yang berbuat sewenang-wenang dan berbuat kezaliman di negeri-negeri Allah, lalu mereka memperbanyak kerusakan di dalamnya dengan kezaliman mereka.
Karena itu, Tuhanmu menimpakan Wahai Rasul, sesungguhnya Tuhanmu mengawasi siapa yang bermaksiat kepada-Nya.
Dia menangguhkannya sesaat kemudian menghukumnya sebagai hukuman Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Karena itu Rabbmu menimpakan kepada mereka cemeti) sejenis


(

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak.
(QS. Al-Fajr [89]: 10)

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan al-autad ialah bala tentaranya yang mendukung dan menguatkan kedudukannya.
Menurut suatu pendapat, Firaun —bila menghukum— mengikat kedua tangan dan kedua kaki si terhukum pada pasak-pasak besi, lalu digantungkan dengannya.
Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid, bahwa dia mematok tangan dan kaki terhukum pada pasak-pasak, yakni dipasung.
Hal yang sama di katakan oleh Sa’id ibnu Jubair dan Al-Hasan dan As-Saddi.
As-Saddi menyebutkan bahwa Fir’aun mengikat seorang lelaki pada tiap-tiap tangan dan kakinya ke pasak-pasak, kemudian menggelindingkan sebuah batu besar ke atas tubuhnya hingga si lelaki terhukum itu hancur karenanya.

Qatadah mengatakan, telah sampai suatu kisah kepada kami, bahwa Fir’aun mempunyai mainan berupa pasak-pasak dan tambang-tambang yang di letakkan di dalam suatu tempat yang mempunyai naungan.
Sabit Al-Bannani telah meriwayatkan dari Abu Rafi’.
bahwa Fir’aun dijuluki Zul Autad karena dia memasang cmpat pasak untuk istrinya yang kedua tangan dan kedua kakinya diikat pada pasak-pasak itu.
Lalu diatas punggung istrinya diletakkan sebuah batu penggilingan yang besar, hingga istrinya mati (karena ia beriman kepada Musa Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, lain mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu.
(QS. Al-Fajr [89]: 11-12).

Yakni angkara murka, angkuh, lagi senang menebarkan kerusakan di muka bumi dan menyakiti orang lain.

karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti Al-Fajr [89]: 13).

Yaitu Allah menurunkan kepada mereka durhaka itu.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
(QS. Al-Fajr [89]: 14).

Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah mendengar dan melihat, yakni mengawasi semua amal perbuatan makhluk-Nya dan kelak Dia akan menimpakan balasan-Nya terhadap masing-masing, baik di dunia maupun di akhirat nanti.
Dan kelak Dia akan memberdirikan semua makhluk di hadapan-Nya, lau dia memutuskan hukum-Nya terhadap mereka dengan adil, dan memberikan pembalasan kepada masing-masing sesuai dengan apa yang berhak diterimanya.
Dia Mahasuci dari perbuatan aniaya dan melampaui batas.


Ibnu Abu Hatim dalam hal ini telah mengetengahkan sebuah hadis yang garib sekali dan sanadnya masih perlu di teliti kesahihannya.
Untuk itu ia mengatakan:


telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ahmad Ibnu Abul Hawari, telah menceritakan kepada kami Yunus Al Hazza, dari Abu Hamzah Al-Bisani, dari Mu’az ibnu Jabal yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Hai Mu’az., sesungguhnya orang mukmin itu menjadi tawanan Tuhan yang mukmin itu tidak dapat terbebas dari ketakutannya dan tidak merasa aman dari kekhawatirannya sebelum ia meninggalkan jembatan Jahanam berada di belakang punggungnya (telah melaluinya dengan selamat).
Hai Mu’az., sesungguhnya orang mukmin itu diikat oleh Alquran terhadap kebanyakan nafsu syahwatnya dan terhadap hal-hal yang membinasakan dirinya karena terjerumus ke dalamnya dengan seizin Allah subhanahu wa ta’ala maka Alquran adalah penunjuk jalannya, takut kepada Allah adalah alasannya, dan rindu kepada-Nya merupakan kendaraannya, salat adalah gua perlindimgannya, puasa adalah bentengnya, sedekah adalah kebebasannya, dan kejujuran (kebenaran) adalahpemimpinnya, malu adalahpembantunya, dan Allah subhanahu wa ta’ala dibelakang itu semuanya selalu mengawasinya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Yunus Al-Hazza dan Abu Hamzah merupakan perawi yang tidak dikenal;
Abu Hamzah meriwayatkan dari Mu’az berpredikat mursal, seandainya hanya dikatakan dari Abu Hamzah saja tentulah baik.
Yakni seandainya hadis ini hanyalah semata-mata perkataan Abu Hamzah saja, tentulah baik (karena berarti seadanya, mengingat Abu Hamzah tidak mengalami masa Mu’az ibnu Jabal).

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Safwan ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim, dari Safwan ibnu Amr, dari Aifa’, dari Ibnu Abdul Kala’i, bahwa Aifa’ pernah mendengarnya sedang memberi pelajaran kepada orang banyak, yang antara lain ibnu Abdul Kala’i mengatakan bahwa sesungguhnya neraka Jahanam itu mempunyai tujuh buah tanggul, sedangkan sirat berada di atas semiianya itu.
ia mengatakan bahwa lalu semua makhluk ditahan di tanggul yang pertama.
dan dikatakan kepada mereka:

Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya.
(QS. As-Saffat [37]: 24)

Lalu mereka dihisab tentang salat mereka dan mereka dimintai pertanggung jawaban mengenainya.
Maka binasalah karenanya orang-orang yang binasa dan selamatlah karenanya orang-orang yang selamat.
Apabila mereka telah sampai di tanggul yang kedua, maka dihisablah mereka terhadap amanatnya, apakah mereka menunaikannya dan apakah mereka mengkhianatinya.
Maka binasalah orang-orang yang binasa dan selamatlah orang-orang yang ditakdirkan selamat.
Dan apabila mereka telah sampai di tanggul yang ketiga, maka mereka dimintai pertanggung jawaban tentang hubungan persaudaraan, apakah mereka menjalinnya ataukah memutuskannya.
Maka binasalah orang-orang yang binasa dan selamatlah orang-orang yang selamat.

Ibnu Abdul Kala’i melanjutkan kisahnya, bahwa rahim (persaudaraan) pada hari itu menjulur ke udara diatas neraka Jahanam seraya berdoa
"Ya Allah, barangsiapa yang menghubungkan diriku, maka hubungilah dia.
Dan barangsiapa yang memutuskan aku, maka putuskanlah dia."
Ibnu Abdul Kala’i mengatakan bahwa itulah yang dimaksud oleh firman-Nya:
Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
(QS. Al-Fajr [89]: 14)

Demikianlah menurut apa yang diketengahkan dari asar ini secara apa adanya, tetapi Ibnu Abu Hatim tidak menyebutkannya secara lengkap.

Unsur Pokok Surah Al Fajr (الفجر)

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Lail.

Nama "Al Fajr" diambil dari kata Al Fajr yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "fajar".

Keimanan:

▪ Allah bersumpah bahwa kafir tidak akan dapat dielakkan.
▪ Beberapa contoh dari umat-umat yang sudah dibinasakan.
▪ Kenikmatan hidup atau bencana yang dialami oleh seseorang, bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan belaka.
▪ Celaan terhadap orang-orang yang tidak mau memelihara anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin.
▪ Kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan orang yang amat mencintai harta.
▪ Malapetaka yang dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat.
▪ Orang-orang yang berjiwa muthmainnah (tenang) mendapat kemuliaan di sisi Allah.

Audio

QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fajr ayat 13 - Gambar 1 Surah Al Fajr ayat 13 - Gambar 2
Statistik QS. 89:13
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fajr.

Surah Al-Fajr (bahasa Arab:الفجر, “Fajar”) adalah surah ke-89 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al-Fajr yang berarti Fajar diambil dari perkataan Al-Fajr yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah89
Nama SurahAl Fajr
Arabالفجر
ArtiFajar
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu10
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat30
Jumlah kata139
Jumlah huruf584
Surah sebelumnyaSurah Al-Gasyiyah
Surah selanjutnyaSurah Al-Balad
Sending
User Review
4.7 (21 votes)
Tags:

89:13, 89 13, 89-13, Surah Al Fajr 13, Tafsir surat AlFajr 13, Quran Al-Fajr 13, Surah Al Fajr ayat 13

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 87 [QS. 38:87]

87-88. Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan dari Allah. Allah memenuhinya dengan petunjuk bagi seluruh alam, baik jin maupun manusia, menuju jalan yang lurus dan menjadikannya pembeda antara y … 38:87, 38 87, 38-87, Surah Shaad 87, Tafsir surat Shaad 87, Quran Shad 87, Sad 87, Surah Shad ayat 87

QS. An Nas (Umat Manusia) – surah 114 ayat 6 [QS. 114:6]

4-6. Aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi pada diri manusia dan selalu bersamanya layaknya darah yang mengalir di dalam tubuhnya, yang membisikkan kejahatan dan kese … 114:6, 114 6, 114-6, Surah An Nas 6, Tafsir surat AnNas 6, Quran Anas 6, An-Nas 6, Surah An Nas ayat 6

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hadis Mu’allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

+

Array

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #10

Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … QS. Al Maidah : 33

Pendidikan Agama Islam #23

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … ومن شرّ النفّثت فى العقد ومن شرّ حاسدٍ إذا حسدٍ ومن شرّ

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … perdebatan peradaban permasalahan

Instagram