Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Fajr (Fajar) – surah 89 ayat 10 [QS. 89:10]

وَ فِرۡعَوۡنَ ذِی الۡاَوۡتَادِ
Wafir’auna dziil autaad(i);
dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar),
―QS. Al Fajr [89]: 10

And (with) Pharaoh, owner of the stakes?

― Chapter 89. Surah Al Fajr [verse 10]

وَفِرْعَوْنَ dan Fir’aun

And Firaun,
ذِى memiliki

owner of
ٱلْأَوْتَادِ pasak-pasak (bala tentara)

stakes?

Tafsir

Alquran

Surah Al Fajr
89:10

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 10. Oleh Kementrian Agama RI


Allah juga telah menghancurkan Fir’aun.
Ia terkenal sebagai raja yang zalim bahkan memandang dirinya tuhan bangsa Mesir.

Bangsa ini di bawah Fir’aun juga telah mencapai peradaban yang tinggi, di antara buktinya adalah kemampuan mereka membangun piramid-piramid yang merupakan salah satu keajaiban dunia sampai sekarang.
Mereka juga telah memiliki angkatan bersenjata yang besar.

Akan tetapi, semuanya itu juga sudah dihancurleburkan Allah sehingga sekarang mereka hanya tinggal nama untuk dikenang.

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 10. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu menurunkan hukuman-Nya kepada Fir’aun yang memiliki tentara yang mengokohkan kerajaannya, seperti pasak yang mengokohkan kemah?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Bagaimana perlakuan Allah terhadap Fir’aun, Raja Mesir yang memiliki tentara-tentara yang mengukuhkan dan menguatkan kekuasaannya?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Firaun yang mempunyai pasak-pasak) ia dikenal dengan julukan tersebut, bila menyiksa seseorang ia membuat empat pasak, kemudian kedua tangan dan kedua kaki orang yang disiksanya itu diikatkan pada masing-masing pasak.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak.
(QS. Al-Fajr [89]: 10)

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan al-autad ialah bala tentaranya yang mendukung dan menguatkan kedudukannya.
Menurut suatu pendapat, Firaun —bila menghukum— mengikat kedua tangan dan kedua kaki si terhukum pada pasak-pasak besi, lalu digantungkan dengannya.
Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid, bahwa dia mematok tangan dan kaki terhukum pada pasak-pasak, yakni dipasung.
Hal yang sama di katakan oleh Sa’id ibnu Jubair dan Al-Hasan dan As-Saddi.
As-Saddi menyebutkan bahwa Fir’aun mengikat seorang lelaki pada tiap-tiap tangan dan kakinya ke pasak-pasak, kemudian menggelindingkan sebuah batu besar ke atas tubuhnya hingga si lelaki terhukum itu hancur karenanya.

Qatadah mengatakan, telah sampai suatu kisah kepada kami, bahwa Fir’aun mempunyai mainan berupa pasak-pasak dan tambang-tambang yang di letakkan di dalam suatu tempat yang mempunyai naungan.
Sabit Al-Bannani telah meriwayatkan dari Abu Rafi’.
bahwa Fir’aun dijuluki Zul Autad karena dia memasang cmpat pasak untuk istrinya yang kedua tangan dan kedua kakinya diikat pada pasak-pasak itu.
Lalu diatas punggung istrinya diletakkan sebuah batu penggilingan yang besar, hingga istrinya mati (karena ia beriman kepada Musa Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, lain mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu.
(QS. Al-Fajr [89]: 11-12).

Yakni angkara murka, angkuh, lagi senang menebarkan kerusakan di muka bumi dan menyakiti orang lain.

karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti Al-Fajr [89]: 13).

Yaitu Allah menurunkan kepada mereka durhaka itu.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
(QS. Al-Fajr [89]: 14).

Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah mendengar dan melihat, yakni mengawasi semua amal perbuatan makhluk-Nya dan kelak Dia akan menimpakan balasan-Nya terhadap masing-masing, baik di dunia maupun di akhirat nanti.
Dan kelak Dia akan memberdirikan semua makhluk di hadapan-Nya, lau dia memutuskan hukum-Nya terhadap mereka dengan adil, dan memberikan pembalasan kepada masing-masing sesuai dengan apa yang berhak diterimanya.
Dia Mahasuci dari perbuatan aniaya dan melampaui batas.


Ibnu Abu Hatim dalam hal ini telah mengetengahkan sebuah hadis yang garib sekali dan sanadnya masih perlu di teliti kesahihannya.
Untuk itu ia mengatakan:


telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ahmad Ibnu Abul Hawari, telah menceritakan kepada kami Yunus Al Hazza, dari Abu Hamzah Al-Bisani, dari Mu’az ibnu Jabal yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Hai Mu’az., sesungguhnya orang mukmin itu menjadi tawanan Tuhan yang mukmin itu tidak dapat terbebas dari ketakutannya dan tidak merasa aman dari kekhawatirannya sebelum ia meninggalkan jembatan Jahanam berada di belakang punggungnya (telah melaluinya dengan selamat).
Hai Mu’az., sesungguhnya orang mukmin itu diikat oleh Alquran terhadap kebanyakan nafsu syahwatnya dan terhadap hal-hal yang membinasakan dirinya karena terjerumus ke dalamnya dengan seizin Allah subhanahu wa ta’ala maka Alquran adalah penunjuk jalannya, takut kepada Allah adalah alasannya, dan rindu kepada-Nya merupakan kendaraannya, salat adalah gua perlindimgannya, puasa adalah bentengnya, sedekah adalah kebebasannya, dan kejujuran (kebenaran) adalahpemimpinnya, malu adalahpembantunya, dan Allah subhanahu wa ta’ala dibelakang itu semuanya selalu mengawasinya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Yunus Al-Hazza dan Abu Hamzah merupakan perawi yang tidak dikenal;
Abu Hamzah meriwayatkan dari Mu’az berpredikat mursal, seandainya hanya dikatakan dari Abu Hamzah saja tentulah baik.
Yakni seandainya hadis ini hanyalah semata-mata perkataan Abu Hamzah saja, tentulah baik (karena berarti seadanya, mengingat Abu Hamzah tidak mengalami masa Mu’az ibnu Jabal).

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Safwan ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim, dari Safwan ibnu Amr, dari Aifa’, dari Ibnu Abdul Kala’i, bahwa Aifa’ pernah mendengarnya sedang memberi pelajaran kepada orang banyak, yang antara lain ibnu Abdul Kala’i mengatakan bahwa sesungguhnya neraka Jahanam itu mempunyai tujuh buah tanggul, sedangkan sirat berada di atas semiianya itu.
ia mengatakan bahwa lalu semua makhluk ditahan di tanggul yang pertama.
dan dikatakan kepada mereka:

Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya.
(QS. As-Saffat [37]: 24)

Lalu mereka dihisab tentang salat mereka dan mereka dimintai pertanggung jawaban mengenainya.
Maka binasalah karenanya orang-orang yang binasa dan selamatlah karenanya orang-orang yang selamat.
Apabila mereka telah sampai di tanggul yang kedua, maka dihisablah mereka terhadap amanatnya, apakah mereka menunaikannya dan apakah mereka mengkhianatinya.
Maka binasalah orang-orang yang binasa dan selamatlah orang-orang yang ditakdirkan selamat.
Dan apabila mereka telah sampai di tanggul yang ketiga, maka mereka dimintai pertanggung jawaban tentang hubungan persaudaraan, apakah mereka menjalinnya ataukah memutuskannya.
Maka binasalah orang-orang yang binasa dan selamatlah orang-orang yang selamat.

Ibnu Abdul Kala’i melanjutkan kisahnya, bahwa rahim (persaudaraan) pada hari itu menjulur ke udara diatas neraka Jahanam seraya berdoa
"Ya Allah, barangsiapa yang menghubungkan diriku, maka hubungilah dia.
Dan barangsiapa yang memutuskan aku, maka putuskanlah dia."
Ibnu Abdul Kala’i mengatakan bahwa itulah yang dimaksud oleh firman-Nya:
Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
(QS. Al-Fajr [89]: 14)

Demikianlah menurut apa yang diketengahkan dari asar ini secara apa adanya, tetapi Ibnu Abu Hatim tidak menyebutkannya secara lengkap.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Fajr (89) Ayat 10

AWTAAD
أَوْتَاد

Lafaz ini adalah jamak dari al-watiid, artinya apa yang ditanam di dalam bumi, dinding buku atau aur.

Awtaad al ardh artinya bukit-bukit.

Awtaad al-famm maknanya gigi-gigi

Awtaad al-bilad maknanya para pemimpin."

Awtaad as sufiyyah bermakna empat lelaki di mana kedudukan mereka di atas kedudukan empat tiang di bumi, Timur dan Barat, Utara dan Selatan.

Lafaz ini disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Fajr (89), ayat 10 dan
-An Nabaa (78), ayat 7.
Dalam surah Firaun.

Az Zamakhsyari berkata,
"Ia bermakna rumah yang kukuh yang berdiri dengan pasak-pasaknya,"

Asy Syawkani berkata,
"Para mufassir berpendapat, dzu al-awtaad bermakna dia (Firaun) mempunyai tiang-tiang untuk mendera manusia dengannya yaitu apabila dia marah kepada seseorang, tangan dan kakinya diikat sedangkan kepalanya di atas bumi."

Ada pendapat yang mengatakan, ia bermakna kumpulan atau bala tentara yang ramai.
Mereka menguatkan kerajaannya sebagaimana menguatkan tiang-tiang sehingga tidak dapat dimusnahkan dan dikalahkan."

Ibn Qutaibah berkata,
"Ia bermakna mempunyai bangunan yang tersusun dan kukuh dan asal dari ini rumah-rumah mereka kukuh dengan pasak-pasaknya."

Diriwayatkan dari As-Suddi dan Ar-Rabi’ bin Anas", makna dzu al-awtaad ialah bagi mengazab dan menyiksa manusia dengan tiang-tiang, menyiksa mereka dengan empat tiang.
Kemudian batu diangkat ke atas yang diikat dengan tali, lalu dilemparkan kepadanya, maka hancurlah ia.

At Tabari berkata,
"Makna lafaz awtaad dalam surah An Nabaa ialah gunung-gunung bagi bumi seperti pasak atau tiang, berfungsi menetapnya supaya tidak mengayun ayunkan manusia sebagaimana Allah menyatakan dalam surah An Nahl, ayat 15,

"Dan Dia menancaokan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu,.."

Ibn Katsir berkata,
"Maksudnya menjadikan bagi bumi tiang atau pasak yang mengukuhkannya, menetapkannya dan menguatkannya sehingga menjadi tenang dan tidak menggoyangkan siapa yang berada di atasnya’"

Kesimpulannya, lafaz awtaad mengandung dua makna.

Pertama, ia bermakna tiang-tiang kepunyaan Fir’aun bagi menyiksa manusia dengannya, atau rumah dan istana dengan bala tentara yang kuat.

Kedua, ia bermakna pasak untuk menstabilkan keadaan bumi.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 88-89

Unsur Pokok Surah Al Fajr (الفجر)

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Lail.

Nama "Al Fajr" diambil dari kata Al Fajr yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "fajar".

Keimanan:

▪ Allah bersumpah bahwa kafir tidak akan dapat dielakkan.
▪ Beberapa contoh dari umat-umat yang sudah dibinasakan.
▪ Kenikmatan hidup atau bencana yang dialami oleh seseorang, bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan belaka.
▪ Celaan terhadap orang-orang yang tidak mau memelihara anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin.
▪ Kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan orang yang amat mencintai harta.
▪ Malapetaka yang dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat.
▪ Orang-orang yang berjiwa muthmainnah (tenang) mendapat kemuliaan di sisi Allah.

Audio

QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fajr ayat 10 - Gambar 1 Surah Al Fajr ayat 10 - Gambar 2
Statistik QS. 89:10
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fajr.

Surah Al-Fajr (bahasa Arab:الفجر, “Fajar”) adalah surah ke-89 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al-Fajr yang berarti Fajar diambil dari perkataan Al-Fajr yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah89
Nama SurahAl Fajr
Arabالفجر
ArtiFajar
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu10
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat30
Jumlah kata139
Jumlah huruf584
Surah sebelumnyaSurah Al-Gasyiyah
Surah selanjutnyaSurah Al-Balad
Sending
User Review
4.4 (28 votes)
Tags:

89:10, 89 10, 89-10, Surah Al Fajr 10, Tafsir surat AlFajr 10, Quran Al-Fajr 10, Surah Al Fajr ayat 10

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 183 [QS. 3:183]

Orang-orang yang mendapat laknat dan murka Allah yaitu orangorang Yahudi yang mengatakan, dengan melontarkan perkataan bohong diatasnamakan Allah, “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, … 3:183, 3 183, 3-183, Surah Ali Imran 183, Tafsir surat AliImran 183, Quran Al Imran 183, Surah Ali Imran ayat 183

QS. Al Anfaal (Harta rampasan perang) – surah 8 ayat 34 [QS. 8:34]

Allah bukannya tidak akan menyiksa mereka, tetapi hanya menangguhkan, karena Nabi Muhammad masih berada di tengah mereka dan juga karena masih ada yang beristigfar. Pada waktunya mereka tetap akan dis … 8:34, 8 34, 8-34, Surah Al Anfaal 34, Tafsir surat AlAnfaal 34, Quran Al Anfal 34, AlAnfal 34, Al-Anfal 34, Surah Al Anfal ayat 34

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Takdir yang bisa diubah dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #22
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #22 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #22 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #30

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًاArti dari kalimat di atas adalah … Kebodohan mendekatkan pada kemiskinan Kebodohan mendekati kekayaan Kekufuran mendekati

Pendidikan Agama Islam #15

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًاDalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu Al Dzikr Alkitab

Pendidikan Agama Islam #5

Orang yang suka berbohong adalah orang … jujur mukmin kaya munafik yang suka melarikan diri Benar! Kurang tepat! Bekerja tepat

Instagram