Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Buruuj (Gugusan bintang) – surah 85 ayat 21 [QS. 85:21]

بَلۡ ہُوَ قُرۡاٰنٌ مَّجِیۡدٌ
Bal huwa quraanun majiidun;
Bahkan (yang didustakan itu) ialah Alquran yang mulia,
―QS. Al Buruuj [85]: 21

Daftar isi

But this is an honored Qur’an
― Chapter 85. Surah Al Buruuj [verse 21]

بَلْ bahkan

Nay!
هُوَ dia

It
قُرْءَانٌ Quran

(is) a Quran
مَّجِيدٌ agung/mulia

Glorious,

Tafsir Quran

Surah Al Buruuj
85:21

Tafsir QS. Al-Buruj (85) : 21. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa Alquran itu adalah kitab Allah yang mulia, tersimpan dalam Lauh Mahfuzh.
Tidak ada yang dapat menandingi isi dan susunan kata-katanya, terpelihara dari pemalsuan dan perubahan.

Ini sebagai jawaban kepada orang-orang kafir yang mendustakan Alquran dengan mengatakan bahwa ia adalah cerita-cerita orang dahulu kala.

Tafsir QS. Al Buruuj (85) : 21. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya apa yang kamu datangkan kepada mereka adalah kitab suci Alquran yang mahaagung, yang berisi keterangan yang jelas mengenai kebenaran misi kerasulanmu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Rasul, apakah telah datang kepadamu berita orang-orang kafir yang mendustakan nabi-nabi mereka, yaitu Fir’aun dan Tsamud, serta azab dan hukuman yang menimpa mereka.
Kaum itu tidak mengambil pelajaran dari hal tersebut, bahkan orang-orang kafir itu terus-menerus mendustakan, seperti yang dilakukan kaum sebelum mereka.


Padahal Allah meliputi mereka dengan ilmu dan kekuasaan-Nya.
Tidak ada satu pun perbuatan mereka yang tersembunyi dari-Nya.


Dan Alquran ini tidak seperti persangkaan orang-orang yang mendustakan dan kaum musyrikin bahwa ia adalah syair dan sihir.
Akan tetapi, ia adalah Alquran yang agung dan mulia, yang tersimpan dalam Lauhul Mahfudz sehingga tidak akan mengalami perubahan dan penyimpangan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Alquran yang mulia) atau yang agung.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(11-21)

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal hamba-hamba-Nya yang beriman, bahwa:

bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
(QS. Al-Buruj [85]: 11)

Berbeda dengan apa yang disediakan-Nya bagi musuh-musuh-Nya, yaitu api yang membakar dan neraka Jahim, karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

itulah keberuntungan yang besar.
(QS. Al-Buruj [85]: 11)


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.
(QS. Al-Buruj [85]: 12)

Sesungguhnya azab dan pembalasan Allah terhadap musuh-musuh-Nya yang telah mendustakan rasul-rasul-Nya dan menentang perintah-Nya benar-benar keras, besar.
lagi kuat.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala memiliki kekuatan Yang Mahakokoh, yang segala sesuatu yang dikehendaki-Nya pasti terjadi menurut apa yang dikehendaki-Nya dalam sekejap atau lebih cepat dari itu.
Untuk itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Sesungguhnya Dialah yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali).
(QS. Al-Buruj [85]: 13)

Yakni kekuatan dan kekuasaan-Nya yang sempurna dapat menciptakan makhluk dan menghidupkannya kembali seperti semula.
tanpa ada yang dapat menghalang-halangi atau mencegah-Nya.

Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.
(QS. Al-Buruj [85]: 14)

Dia memberi ampun dosa orang yang bertobat kepada-Nya dan tunduk patuh pada-Nya betapapun besarnya dosa yang bersangkutan.
Makna al-wadud menurut Ibnu Abbas dan lain-lainnya ialah Maha Pengasih.

Yang mempunyai ‘Arasy.
(QS. Al-Buruj [85]: 15)

Yaitu yang memiliki ‘Arasy yang besar lagi tinggi di atas semua makhluk.


Lafaz al-majid ada dua qiraat mengenainya, ada yang membacanya rafa karena menganggapnya menjadi sifat dari Ar-Rabb, sedangkan bacaan lainnya ialah jar karena menganggapnya menjadi sifat dari ‘Arasy.
Kedua-duanya dibenarkan.

Mahakuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.
(QS. Al-Buruj [85]: 16)

Artinya, apa pun yang hendak dilakukan-Nya tiada hambatan bagi keputusan-Nya, dan tiada yang menanyakan apa yang dikerjakan-Nya karena kebesaran, keperkasaan, kebijaksanaan, dan keadilan-Nya.
Sebagaimana yang diriwayatkan kepada kami dari Abu Bakar As-Siddiq r.a. ketika dikatakan kepadanya saat ia menjelang ajalnya,
"Apakah tabib telah memeriksamu?"
Abu Bakar menjawab,
"Ya."
Mereka bertanya, ‘"Apakah yang dikatakan olehnya?"
Abu Bakar menjawab, ”Dia berkata kepadaku ‘Sesungguhnya Aku Mahakuasa berbuat apa yang Kukehendaki’."


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang, (yaitu kaum) Fira’un dan (kaum) Samud?
(QS. Al-Buruj [85]: 17-18)

Yakni apakah pernah kamu dengar pembalasan yang ditimpakan oleh Allah kepada mereka dan azab yang diturunkan-Nya kepada mereka tanpa ada seorang pun yang dapat menolaknya dari mereka?
Hal ini merupakan penegasan dari makna yang terkandung di dalam firman-Nya:
Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.
(QS. Al-Buruj [85]: 12)

Apabila Dia menghukum orang zalim, maka Dia menghukumnya dengan hukuman yang keras, sebagaimana layaknya hukuman dari Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Iyasy, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun, bahwaNabi ﷺ melewati seorang wanita yang sedang membaca firman-Nya:
Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang?
(QS. Al-Buruj [85]: 17)
Maka Nabi ﷺ bangkit dan mendengarkan seraya bersabda:
Ya benar, telah datang kepadaku kisah mereka.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan.
(QS. Al-Buruj [85]: 19)

Mereka selalu berada dalam keraguan, kebimbangan, kekufuran, dan keingkaran.

padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka.
(QS. Al-Buruj [85]: 20)

Yakni Dia berkuasa atas mereka lagi mengalahkan, mereka tidak dapat luput dari-Nya dan tidak dapat melarikan diri dari kekuasaan-Nya.

Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Alquran yang mulia.
(QS. Al-Buruj [85]: 21)

Yaitu Alquran yang agung lagi mulia.

yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuz.
(QS. Al-Buruj [85]: 22)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Buruuj (85) Ayat 21

QUR’AAN
قُرْءَان

Dari sudut bahasa, qur’aan adalah mashdar dari kata kerja qara’a yang berarti al maqru’ (yang dibaca), menurut bahasa Arab al maqru’ qur’anan dinamakan al maf’ul. Apabila ia dihubungkan dengan syara’ maka qur’aan menjadi Kalamullah.

Al Qur’an juga adalah ism ‘alm (nama yang diketahui) bagi kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad, sebagaimana lafaz Taurat.
Ia adalah ism ‘alm bagi kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa dan juga Injil adalah ism ‘alm bagi kitab yang diturunkan kepada Nabi ‘Isa ini adalah pendapat Imam Syafi’i, Ibnu Manzur dan Abi Hayyan.

Al Fayruz berkata,
"Dinamakan Al Qur’an karena ia menghimpun surah-surah dan menggabungkannya.

Ada juga yang mengatakan ia dinamakan Al Qur’an karena terhimpun di dalamnya kisah-kisah, perintah, larangan, janji, ancaman, atau karena ia penghimpun kitab terdahulu yang diturunkan oleh Allah, atau ia menghimpun di dalamnya seluruh ilmu-ilmu."

Lafaz qur’aan disebut 70 kali di dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
• Al Baqarah (2), ayat 185;
• An Nisaa’ (4), ayat 82;
• Al Maa’idah (5), ayat 101;
• Al An’aam (6), ayat 19;
• Al A’raaf (7), ayat 204;
• At Taubah (9), ayat 111;
Yunus (10), ayat 15, 37, 61;
Yusuf (12), ayat 2, 3;
• Ar Ra’d (13), ayat 31;
• Al Hijr (15), ayat 1, 87, 91;
• An Nahl (16), ayat 98;
Al Israa‘ (17), ayat 9, 41, 45, 46, 60, 78, 78, 82, 88, 89, 106;
• Al Kahfi (18), ayat 54;
Tha Ha (20), ayat 2, 113, 114;
• Al Furqaan (25), ayat 30, 32;
• An Naml (27), ayat 1, 6, 76, 92;
• Al Qashash (28), ayat 85;
• Ar Rum (30), ayat 58;
• Saba’ (34), ayat 31;
Yaa Siin (36), ayat 2, 69;
Shad (38), ayat 1;
• Az Zumar (39), ayat 27, 28;
• Fushshilat (41), ayat 3, 26, 44;
• Asy Syuura (42), ayat 7;
• Az Zukhruf (43), ayat 3, 31;
• Al Ahqaf (46), ayat 29;
Muhammad (47), ayat 24;
Qaf (50), ayat 1, 45;
• Al Qamar (54), ayat 22, 32, 40;
• Ar Rahmaan (55), ayat 2;
• Al Waaqi’ah (56), ayat 77;
• Al Hasyr (59), ayat 21;
• Al Jinn (72), ayat 1;
• Al Muzzammil (73), ayat 4, 20;
• Al Qiyaamah (75), ayat 17, 18;
• Al Insaan (76), ayat 23;
• Al Insyiqaaq (84), ayat 21;
• Al Buruuj (85), ayat 21.

Menurut Istilah, Al Qur’an ialah kalamullah yang diturunkan kepada Muhammad, melalui wahyu secara berangsur-angsur dalam bentuk ayat maupun surah selama 23 tahun kerasulan Nya.
Ia bermula dari Al Fatihah dan diakhiri dengan An Naas, dinukilkan secara tersusun (tawatur mutlaq) sebagai mukjizat dan bukti kebenaran risalah Islam serta mendapat pahala membacanya.

Wahyu Al Qur’an mula diturunkan pada tahun 610. Nabi Muhammad menerimanya ketika sedang bersendirian di gua Hira, pada pertengahan Jabal Nur (gunung cahaya) dalam bulan Ramadan.
Pada suatu malam, pada akhir bulan itu, malaikat Jibril datang kepadanya menyampaikan wahyu pertama, yaitu awal surah Al Alaq (91), ayat 1-5.

Penurunan Al Qur’an terbahagi kepada tiga tahap:

1. Al Qur’an turun ke lauhul mahfuz.
Buktinya Allah menyatakan yang bermakna, "Bahkan dialah Al Qur’an yang mulia, berada di lauh mahfuz".
(Al Buruuj (85), ayat 21).

2. Al Qur’an turun ke baytul ‘izzah di sama’ ad dunyaa.
Allah menyatakan yang bermakna, "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang penuh berkah."

Begitu juga dengan makna ayat Allah menyatakan, "Bulan Ramadan yang diturunkan di dalamnya Al Qur’an"."

Sesungguhnya Kami menurunkannya (Quran) pada malam Al qadr (laylatul qadr)"

Diriwayatkan oleh Al Hakim dengan perawinya dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas, beliau berkata,
"Al Qur’an mencakup zikir dan peringatan.
Maka ia diletakkan di baytul ‘izzah dari As samsa’ad dunya, lalu Jibril menyampaikannya kepada Nabi Muhammad"

Dilaporkan oleh Al Hakim dan Al Bayhaqi dan selain keduanya dari perawinya Mansur dari Sa’id bin Jubayr dari Ibnu Abbas katanya, "Al Qur’an diturunkan sekaligus ke samaa’ ad dunya, dan dia berada di tempat bintang-bintang, lalu Allah menurunkan (dengan perantara Jibril) kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur"

3. Al Qur’an diturunkan dengan perantara Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad, sebagaimana ayat Allah yang bermakna, "Dia turun bersama dengan Ar Ruh Al am in (fibril), ke dalam hatimu (wahai Muhammad), supaya engkau memberi peringatan."

Pembukuan Al Qur’an terjadi pada zaman Khalifah Abu Bakar atas pandangan Umar, disebabkan peperangan Al Yamamah pada tahun 12 H dan peperangan demi memerangi orang murtad yang dipimpin oleh Musaylamah Al Kadzdzab, yaitu peperangan Hamiyah Al Watis yang banyak mengorbankan para hafiz dan qurra’ dari kalangan sahabat pada tahun 633 M. Tugas ini diserahkan kepada Zaid bin Tsabit karena beliau adalah salah seorang penghafal Al Qur’an dan penulis wahyu bagi Rasulullah.
Dalam penulisan ini Abu Bakar dan Umar meletakkan dua syarat ketat dan teliti, yaitu:

(1). Ditulis apa yang ditulis di depan Rasulullah;
(2). Ia dihafal di dalam dada para sahabat.

Tidak diterima apa yang ditulis melainkan terdapat dua saksi yang adil ia ditulis di depan Rasulullah.

Di zaman Khalifah Utsman bin Affan, kawasan pemerintahan Islam sudah meluas ke segenap penjuru negeri.
Maka setiap negeri belajar dan membaca qira’at dari sahabat yang tinggal di negeri itu.
Misalnya penduduk Syam menggunakan qira’at Abi bin Ka’ab, penduduk Kufah membaca dengan qira’at Abdullah bin Mas’ud dan sebagainya.
Terdapat perbedaan antara qira’at itu sehingga ianya menimbulkan perselisihan dan perdebatan dalam membaca Al Qur’an, bahkan sampai ke tahap sebahagian mereka mengkafirkan sebahagian yang lain.
Hal ini diketahui oleh Hudzaifah bin Al Yaman ketika pembukaan Armenia dan Azarbeijan, lalu ia mengadukannya kepada Khalifah Uthman, Dengan adanya perselisihan ini, beliau kuatir ia akan meluas.
Kemudian, beliau mengambil inisiatif menulis beberapa mushaf yang dikirimkan ke negeri-negeri dan menyuruh mereka membakar setiap mushaf yang ada serta tidak menggunakan selain mushaf yang dikirim.
Untuk menyempurnakan ide ini, beliau mengadakan kumpulan untuk menyeragamkan teks Al Qur’an itu yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit yang pernah menjadi juru tulis Nabi, bersama dengan Abdullah bin Zubair, Sa’id bin Al ‘As dan Abd Ar Rahman bin Al Harits bin Hisyam.
Kemudian, Khalifah Utsman mengirimkan utusan kepada Hafsah binti Umar supaya diberikan kepadanya sebuah mushaf yang ada padanya, yaitu mushaf yang menghimpunkan Al Qur’an pada zaman Khalifah Abu Bakar dan menyuruh empat kumpulan penulis menulisnya.

Di dalam penulisan ini, kumpulan penulis yang terdiri dari empat sahabat tidak akan menulis di dalam mushaf kecuali ianya benar-benar Al Qur’an, diketahui ia benar-benar diturunkan pada akhir penurunannya (al ‘ardah al akhirah) dan yakin kebenarannya dari Nabi Muhammad" dengan "fas’aw ilaa dzikrillah".
Apabila mereka berselisih dalam penulisan itu, mereka kembali kepada bahasa Quraisy karena Al Qur’an diturunkan dengan bahasa mereka sebagaimana yang dikatakan oleh Utsman dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari.

Setelah itu, beliau mengembalikan mushaf yang dipinjam dari Hafsah tadi dan mengirimkan beberapa mushaf yang ditulis itu ke seluruh negeri dan beliau memerintahkan supaya mushaf lain dibakar.
Pembukuan dan suntingan Al Qur’an adalah berdasarkan resensi rasmi yang terjadi pada tahun 650 M.

Al Qu’ran adalah sumber pertama bagi umat Islam.
Ia adalah rujukan pertama dari sudut hukum, pengajaran, penafsiran dan sebagainya, sumber selanjutnya adalah hadits atau sunnah.
Ia terdiri dari 114 surah, di mana setiap surah itu tersusun dari sejumlah ayat-ayat.

Keseluruhan Al Qur’an terbagi kepada tiga puluh juz.
Setiap juz terbagi menjadi dua hizb (bahagian) dan jenis pembagian ini biasanya disertai dengan tanda di tepi halaman muka surat mushaf Al Qur’an.

Terdapat lafaz qur’aan yang disandarkan kepada lafaz ”fajr" yaitu dalam surah Al Israa‘ (17), ayat 78.

Ibnu Katsir menafsirkan lafaz qur’aanal fajr dengan shalat subuh.
Diriwayatkan Sa’id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda, "Kelebihan orang yang shalat berjemaah dari orang yang shalat sendirian adalah 25 derajat dan malaikat berkumpul semasa shalat fajar pada waktu malam dan siang."

At Tabari menafsirkannya, "Sesungguhnya apa yang engkau baca di dalam shalat fajar (shalat subuh) dari Al Qur’an akan menjadi saksi dan disaksikan oleh malaikat pada waktu malam dan siang, sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah, Abu Darda, Abu Ubaidah bin Abdullah."

Ibnu Abbas, Mujahid, Ad Dahhak, Ibnu Zaid berpendapat qur’aanal fajr bermakna shalat subuh.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:496-499

Unsur Pokok Surah Al Buruuj (البروج)

Surat Al Buruuj terdiri atas 22 ayat, terrnasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Asy-Syams.

Dinamai "Al Buruuj" (gugusan bintang) diambil dari perkataan "Al Buruuj" yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Keimanan:

▪ Sikap dan tindakan-tindakan orang-orang kafir terhadap orang-orang yang mengikuti seruan para rasul.
▪ Bukti-bukti kekuasaan dan ke-Esaan Allah.
▪ Isyarat dari Allah bahwa orang-orang kafir Mekah akan ditimpa azab sebagaimana kaum Fir’aun dan Tsamud telah ditimpa azab.
▪ Jaminan Allah terhadap kemurnian Alquran.

Ayat-ayat dalam Surah Al Buruuj (22 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Buruuj (85) : 1-22 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 22 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Buruuj (85) : 1-22 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 22

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Buruuj ayat 21 - Gambar 1 Surah Al Buruuj ayat 21 - Gambar 2
Statistik QS. 85:21
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Buruuj.

Surat Al-Buruj (bahasa Arab:البروج) adalah surat ke 85 dalam Al Qur’an.
Surat ini tergolong surat makiyyah yang terdiri atas 22 ayat.
Dinamakan Al Buruuj yang berarti Gugusan bintang diambil dari perkataan Al Buruuj yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 85
Nama Surah Al Buruuj
Arab البروج
Arti Gugusan bintang
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 27
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 22
Jumlah kata 109
Jumlah huruf 468
Surah sebelumnya Surah Al-Insyiqaq
Surah selanjutnya Surah At-Tariq
Sending
User Review
4.3 (15 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

85:21, 85 21, 85-21, Surah Al Buruuj 21, Tafsir surat AlBuruuj 21, Quran Al Buruj 21, Al-Buruj 21, Surah Al Buruj ayat 21

Video Surah

85:21


Load More

Kandungan Surah Al Buruuj

۞ QS. 85:2 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 85:8 • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 85:9 • Segala sesuatu milik Allah • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 85:10 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 85:11 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbedaan derajat di surga • Keutamaan iman •

۞ QS. 85:12 • Siksaan Allah sangat pedih • Ar Rabb (Tuhan) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 85:13 • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 85:14 • Ampunan Allah yang luas • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Al Wadud (Maha Kasih sayang)

۞ QS. 85:15 Arsy • Al Majid (Maha Bagus)

۞ QS. 85:16 Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 85:18 • Azab orang kafir

۞ QS. 85:19 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 85:20 • Keluasan ilmu Allah • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 85:22 Al Qur’an terpelihara dari penyelewengan

Ayat Pilihan

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya & ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
QS. Al-Baqarah [2]: 286

Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara & menguasai) manusia.
Raja manusia. Sembahan manusia.
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin & manusia
QS. An-Nas [114]: 1-6

“Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit & di bumi”.
Katakanlah:
“Kepunyaan Allah”.
Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang.
Dia sungguh akan menghimpunmu pada hari kiamat yang tak ada keraguan padanya.

QS. Al-An’am [6]: 12

Apa saja yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia.
Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.
Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.
QS. Al-Hasyr [59]: 7

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Arti al-Kaafirun adalah ...

Correct! Wrong!

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

+

Array

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Kamus Istilah Islam

mufti

Apa itu mufti? muf.ti pemberi fatwa untuk memutuskan masalah yang berhubungan dengan hukum Islam … •

Yerusalem

Di mana itu Yerusalem? Yerusalem (/dʒəˈruːsələm/; Ibrani: יְרוּשָׁלַיִם Yerushaláyim; bahasa Arab: القُدس‎ al-Quds diucapkan merupakan salah satu kota tertua di dunia, terletak di sebuah dataran tinggi di Pegunungan Yudea antara Laut Tengah dan Laut Mati. Kota ini dianggap suci dalam tiga agama Abrahamik utamaYudaisme, Kekristenan, dan Islam. Sepanjang s … •

Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi

Siapa itu Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi? Nama Dan Nasabnya Beliau adalah Muhammad bin Ka’ab bin Salim Al-Quradhi Al-Madani. Beliau dinisbatkan kepada suku Quraidhah sebuah suku yang terkenal dari Yahudi. Ahli sejarah memasukan beliau kedalam tingkatan kedua dari tabi’in. Beliau tinggal di Kufah, kemudian berpindah ke Madinah. Sikap Beliau Terhadap Umar Bin Abdul Aziz