Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Buruuj (Gugusan bintang) – surah 85 ayat 15 [QS. 85:15]

ذُو الۡعَرۡشِ الۡمَجِیۡدُ
Dzuul ‘arsyil majiid(u);
yang memiliki ‘Arsy, lagi Mahamulia,
―QS. Al Buruuj [85]: 15

Daftar isi

Honorable Owner of the Throne,
― Chapter 85. Surah Al Buruuj [verse 15]

ذُو memiliki/mempunyai

Owner (of)
ٱلْعَرْشِ ‘Arsy

the Throne
ٱلْمَجِيدُ maha Terpuji/Mulia

the Glorious,

Tafsir Quran

Surah Al Buruuj
85:15

Tafsir QS. Al-Buruj (85) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah Maha Pengampun bagi orang-orang yang kembali kepada-Nya dengan bertobat, Maha Pengasih bagi mereka yang sungguh-sungguh dan dengan ikhlas mencintai-Nya.
Allah juga mempunyai kekuasaan yang mesti berlaku, perintah-Nya tidak dapat dibantah, dan Ia berbuat apa yang Ia kehendaki.

Apabila Allah menghendaki kebinasaan bagi mereka yang ingkar dan durhaka, tidak ada suatu kekuasaan pun yang dapat menghalangi-Nya.

Tafsir QS. Al Buruuj (85) : 15. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dialah yang memiliki dan menguasai Arasy, Yang zat dan sifat-Nya begitu besar.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya, balasan dan siksa Tuhanmu terhadap musuh-Nya sangatlah besar dan keras.
Sesungguhnya, Dialah yang menciptakan makhluk dari permulaan kemudian menghidupkannya kembali.


Dan Dialah yang Maha Pengampun kepada siapa yang mau bertobat, Mengasihi dan Mencintai para wali-Nya.
Dialah pemilik ‘Arsy yang agung, yang Mahadermawan dalam karunia dan kemuliaan, Mahakuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.


Tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi apa yang dikehendaki-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yang mempunyai Arasy) yakni Yang menciptakan dan Yang memilikinya


(lagi Maha Agung) dibaca Rafa’ yakni Al-Majiidu, artinya Yang berhak menyandang kesempurnaan sifat-sifat Yang Maha Tinggi.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(11-21)

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal hamba-hamba-Nya yang beriman, bahwa:

bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
(QS. Al-Buruj [85]: 11)

Berbeda dengan apa yang disediakan-Nya bagi musuh-musuh-Nya, yaitu api yang membakar dan neraka Jahim, karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

itulah keberuntungan yang besar.
(QS. Al-Buruj [85]: 11)


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.
(QS. Al-Buruj [85]: 12)

Sesungguhnya azab dan pembalasan Allah terhadap musuh-musuh-Nya yang telah mendustakan rasul-rasul-Nya dan menentang perintah-Nya benar-benar keras, besar.
lagi kuat.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala memiliki kekuatan Yang Mahakokoh, yang segala sesuatu yang dikehendaki-Nya pasti terjadi menurut apa yang dikehendaki-Nya dalam sekejap atau lebih cepat dari itu.
Untuk itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Sesungguhnya Dialah yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali).
(QS. Al-Buruj [85]: 13)

Yakni kekuatan dan kekuasaan-Nya yang sempurna dapat menciptakan makhluk dan menghidupkannya kembali seperti semula.
tanpa ada yang dapat menghalang-halangi atau mencegah-Nya.

Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.
(QS. Al-Buruj [85]: 14)

Dia memberi ampun dosa orang yang bertobat kepada-Nya dan tunduk patuh pada-Nya betapapun besarnya dosa yang bersangkutan.
Makna al-wadud menurut Ibnu Abbas dan lain-lainnya ialah Maha Pengasih.

Yang mempunyai ‘Arasy.
(QS. Al-Buruj [85]: 15)

Yaitu yang memiliki ‘Arasy yang besar lagi tinggi di atas semua makhluk.


Lafaz al-majid ada dua qiraat mengenainya, ada yang membacanya rafa karena menganggapnya menjadi sifat dari Ar-Rabb, sedangkan bacaan lainnya ialah jar karena menganggapnya menjadi sifat dari ‘Arasy.
Kedua-duanya dibenarkan.

Mahakuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.
(QS. Al-Buruj [85]: 16)

Artinya, apa pun yang hendak dilakukan-Nya tiada hambatan bagi keputusan-Nya, dan tiada yang menanyakan apa yang dikerjakan-Nya karena kebesaran, keperkasaan, kebijaksanaan, dan keadilan-Nya.
Sebagaimana yang diriwayatkan kepada kami dari Abu Bakar As-Siddiq r.a. ketika dikatakan kepadanya saat ia menjelang ajalnya,
"Apakah tabib telah memeriksamu?"
Abu Bakar menjawab,
"Ya."
Mereka bertanya, ‘"Apakah yang dikatakan olehnya?"
Abu Bakar menjawab, ”Dia berkata kepadaku ‘Sesungguhnya Aku Mahakuasa berbuat apa yang Kukehendaki’."


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang, (yaitu kaum) Fira’un dan (kaum) Samud?
(QS. Al-Buruj [85]: 17-18)

Yakni apakah pernah kamu dengar pembalasan yang ditimpakan oleh Allah kepada mereka dan azab yang diturunkan-Nya kepada mereka tanpa ada seorang pun yang dapat menolaknya dari mereka?
Hal ini merupakan penegasan dari makna yang terkandung di dalam firman-Nya:
Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.
(QS. Al-Buruj [85]: 12)

Apabila Dia menghukum orang zalim, maka Dia menghukumnya dengan hukuman yang keras, sebagaimana layaknya hukuman dari Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Iyasy, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun, bahwaNabi ﷺ melewati seorang wanita yang sedang membaca firman-Nya:
Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang?
(QS. Al-Buruj [85]: 17)
Maka Nabi ﷺ bangkit dan mendengarkan seraya bersabda:
Ya benar, telah datang kepadaku kisah mereka.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan.
(QS. Al-Buruj [85]: 19)

Mereka selalu berada dalam keraguan, kebimbangan, kekufuran, dan keingkaran.

padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka.
(QS. Al-Buruj [85]: 20)

Yakni Dia berkuasa atas mereka lagi mengalahkan, mereka tidak dapat luput dari-Nya dan tidak dapat melarikan diri dari kekuasaan-Nya.

Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Alquran yang mulia.
(QS. Al-Buruj [85]: 21)

Yaitu Alquran yang agung lagi mulia.

yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuz.
(QS. Al-Buruj [85]: 22)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Buruuj (85) Ayat 15

ARSY
عَرْش

Lafaz ‘arsy adalah mashdar dari kata ‘arasya, jamaknya adalah ‘urusy dan a’raasy, artinya singgasana raja, tahta, inti perkara, payung, kerajaan dan sebagainya."

Lafaz ‘arsy disebut sebanyak 22 kali di dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
• Al A’raaf (7), ayat 54;
• At Taubah (9), ayat 129;
Yunus (10), ayat 3;
Yusuf (12), ayat 100;
• Ar Ra’d (13), ayat 2;
Al Israa‘ (17), ayat 42;
Tha Ha (20), ayat 5;
• Al Anbiyaa’ (21), ayat 22;
• Al Mu’minuun (23), ayat 86, 116;
• Al Furqaan (25), ayat 59;
An Naml (27), ayat 23, 26;
• As Sajadah (32), ayat 4;
• Az Zumar (39), ayat 75;
Al Mu’min (40), ayat 7, 15;
Az Zukhruf (43), ayat 82;
• Al Hadid (57), ayat 4;
• Al Haaqqah (69), ayat 17;
• At Takwir (81), ayat 20;
Al Buruuj (85), ayat 15.

Lafaz ‘arsy mengandung dua makna berdasarkan sandarannya pada lafaz lain:

1. Jika ia disandarkan kepada Allah, maka bermakna singgahsana Allah (arsy Allah), sebagaimana terdapat dalam kebanyakkan makna lafaz arsy di dalam Al Qur’an.

Al Fayruz berkata,
"Arsy Allah tidak dapat diketahui oleh manusia pada hakikatnya kecuali hanya sekadar nama dan ia tidak sebagaimana disangka kebanyakan orang.
Oleh karena itu, lafaz dzu Al ursy bermakna isyarat pada kerajaan Nya dan kekuasaan Nya dan tidak bermakna tempat Allah bersernayam."

Asy Syawkani berkata,
"Terdapat 14 pendapat mengenai ‘arsy Allah dan bagaimana Allah menetap dan bersemayam.
Namun, pendapat yang paling benar adalah pendapat mazhab salaf yang meyakini Allah bersemayam di atas arsy tanpa diketahui hakikatnya dan jauh dari tafsiran yang tidak patut ke atasnya, sebagaimana pendapat Abu Al Hasan Al Asy’ari dan kinayah (perumpamaan) tentang kekuasaan dan kerajaan Nya.
Sedangkan Allah menyatakan, "Wa kaana ‘arsyuhuu ala almaa’" (Arsy Nya di atas air) maksudnya menyatakan ‘arasy tetap wujud sejak ia diciptakan lagi tinggi di atas air’"

Az Zamakhsyari berkata,
"Ayat ini bermakna kerajaan Allah wujud sebelum diciptakan langit dan bumi dan ia menunjukkan air dan singgahsananya adalah makhluk’"

Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Ibnu Majah dari hadis Laqit bin Amir bin Al Muntafiq Al Uqayli, katanya, "Aku berkata,
"Wahai Rasulullah! Di mana Allah berada sebelum mencipta makhluknyai" Beliau menjawab, "Dia berada di ‘amaa di mana di bawahnya tidak ada udara dan juga di atasnya kemudian setelah itu Dia menciptakan arasy.
"

Qatadah berkata,
"Ayat ini adalah berita awal penciptaan Nya sebelum penciptaan langit dan bumi."

Anas bin Rabi’ berkata,
"Ketika langit dan bumi diciptakan, Allah membagi air itu kepada dua bahagian.
Bahagian pertama dijadikan di atas arsy Nya dan ia adalah laut yang terbentang."

2. Makna kedua adalah kerajaan makhluk atau singgasana raja, sebagaimana yang terdapat dalam surah Yusuf (12), ayat 100 dan Al Naml (27), ayat 23.
Ibnu ‘Abbas, As Suddi, Mujahid, Qatadah mengatakan makna al ‘Arsy di sini adalah al sariir (singgahsana) atau tempat duduk yang mulia bagi para pembesar.

Ibnu Zayd berkata,
"Ia bermakna majlisuh (majlis Yusuf)." Maksudnya, Nabi Yusuf mendudukkan ibu bapaknya di singgahsana atau kursi kebesaran di sebelahnya"

Al Qurtubi berkata,
"Al ‘Arsy bermakna singgahsana raja yang megah dan ia adalah sifat bagi kedudukan dan kerajaan yang megah.

Ada juga yang berpendapat ia bermakna kerajaan, tetapi pendapat pertama lebih tepat."

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:383-385

Unsur Pokok Surah Al Buruuj (البروج)

Surat Al Buruuj terdiri atas 22 ayat, terrnasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Asy-Syams.

Dinamai "Al Buruuj" (gugusan bintang) diambil dari perkataan "Al Buruuj" yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Keimanan:

▪ Sikap dan tindakan-tindakan orang-orang kafir terhadap orang-orang yang mengikuti seruan para rasul.
▪ Bukti-bukti kekuasaan dan ke-Esaan Allah.
▪ Isyarat dari Allah bahwa orang-orang kafir Mekah akan ditimpa azab sebagaimana kaum Fir’aun dan Tsamud telah ditimpa azab.
▪ Jaminan Allah terhadap kemurnian Alquran.

Ayat-ayat dalam Surah Al Buruuj (22 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Buruuj (85) : 1-22 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 22 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Buruuj (85) : 1-22 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 22

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Buruuj ayat 15 - Gambar 1 Surah Al Buruuj ayat 15 - Gambar 2
Statistik QS. 85:15
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Buruuj.

Surat Al-Buruj (bahasa Arab:البروج) adalah surat ke 85 dalam Al Qur’an.
Surat ini tergolong surat makiyyah yang terdiri atas 22 ayat.
Dinamakan Al Buruuj yang berarti Gugusan bintang diambil dari perkataan Al Buruuj yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 85
Nama Surah Al Buruuj
Arab البروج
Arti Gugusan bintang
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 27
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 22
Jumlah kata 109
Jumlah huruf 468
Surah sebelumnya Surah Al-Insyiqaq
Surah selanjutnya Surah At-Tariq
Sending
User Review
4.5 (9 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

85:15, 85 15, 85-15, Surah Al Buruuj 15, Tafsir surat AlBuruuj 15, Quran Al Buruj 15, Al-Buruj 15, Surah Al Buruj ayat 15

Video Surah

85:15


Load More

Kandungan Surah Al Buruuj

۞ QS. 85:2 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 85:8 • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 85:9 • Segala sesuatu milik Allah • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 85:10 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 85:11 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbedaan derajat di surga • Keutamaan iman •

۞ QS. 85:12 • Siksaan Allah sangat pedih • Ar Rabb (Tuhan) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 85:13 • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 85:14 • Ampunan Allah yang luas • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Al Wadud (Maha Kasih sayang)

۞ QS. 85:15 Arsy • Al Majid (Maha Bagus)

۞ QS. 85:16 Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 85:18 • Azab orang kafir

۞ QS. 85:19 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 85:20 • Keluasan ilmu Allah • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 85:22 Al Qur’an terpelihara dari penyelewengan

Ayat Pilihan

Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya,
lalu dia mati dalam kekafiran,
maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia & di akhirat,
dan mereka itulah penghuni neraka,
mereka kekal di dalamnya.
QS. Al-Baqarah [2]: 217

dan pada pergantian malam & siang & hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya,
dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.
QS. Al-Jasiyah [45]: 5

Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?
Ketahuilah,
sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,
(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
QS. Al-‘Alaq [96]: 14-16

Dan kepunyaan Allah-lah timur & barat,
maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.
QS. Al-Baqarah [2]: 115

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Correct! Wrong!

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Correct! Wrong!

+

Array

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Correct! Wrong!

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

An-Nas

Apa itu An-Nas? Surah An-Nas adalah surah penutup dalam Alquran. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang berarti manusia. Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah. Isi surah adalah anjuran supaya manusia memohon perlindungan kepada Allah terhadap pengaruh hasutan jahat setan yang m … • An-Nas, An Nas

Mahar

Apa itu Mahar? Mahar atau mas kawin adalah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan pada saat pernikahan. Istilah yang sama pula digunakan sebaliknya bila pemberi mahar adalah pihak keluarga atau mempelai perempuan. Secara antropologi, mahar seringkali dijelaskan sebaga … •

hijab

Apa itu hijab? hi.jab dinding yang membatasi sesuatu dengan yang lain; dinding yang membatasi hati manusia dan Allah; dinding yang menghalangi seseorang dari mendapat harta waris; anak laki-laki adalah hijab dari saudara sebapak … •