QS. Al Bayyinah (Pembuktian) – surah 98 ayat 5 [QS. 98:5]

وَ مَاۤ اُمِرُوۡۤا اِلَّا لِیَعۡبُدُوا اللّٰہَ مُخۡلِصِیۡنَ لَہُ الدِّیۡنَ ۬ۙ حُنَفَآءَ وَ یُقِیۡمُوا الصَّلٰوۃَ وَ یُؤۡتُوا الزَّکٰوۃَ وَ ذٰلِکَ دِیۡنُ الۡقَیِّمَۃِ ؕ
Wamaa umiruu ilaa liya’buduullaha mukhlishiina lahuddiina hunafaa-a wayuqiimuush-shalaata wayu’tuuzzakaata wadzalika diinul qai-yimat(i);

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.
―QS. 98:5
Topik ▪ Takwa ▪ Ikhlas dalam berbuat ▪ Iman adalah ucapan dan perbuatan
98:5, 98 5, 98-5, Al Bayyinah 5, AlBayyinah 5, Al Bayinah 5, Al-Bayyinah 5

Tafsir surah Al Bayyinah (98) ayat 5

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Bayyinah (98) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Karena adanya perpecahan di kalangan mereka maka pada ayat ini dengan nada mencerca Allah menegaskan bahwa mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah.
Perintah yang ditujukan kepada mereka adalah untuk kebaikan dunia dan agama mereka, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, yang berupa ikhlas lahir dan batin dalam berbakti kepada Allah dan membersihkan amal perbuatan dari syirik serta mematuhi agama Nabi Ibrahim yang menjauhkan dirinya dari kekafiran kaumnya kepada agama tauhid dengan mengikhlaskan ibadat kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Dalam ayat lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman:

Kemudian kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif”
(Q.S. An-Nahl [16]: 123)

dan firman-Nya

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah)”
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 67

Yang dimaksud mendirikan satat adalah mengerjakan terus-menerus setiap waktu dengan memusatkan jiwa kepada kebesaran Allah ketika salat, untuk membiasakan diri tunduk kepada-Nya.
Dan yang dimaksud dengan mengeluarkan zakat yaitu membagi-bagikannya kepada yang berhak menerimanya sebagaimana yang telah ditentukan oleh Alquran Karim

Keterangan ayat tersebut di atas tentang keikhlasan beribadat serta menjauhkan diri dari syirik, mendirikan salat dan mengeluarkan zakat itulah yang dimaksud dengan agama yang lurus yang tersebut dalam kitab-kitab suci lainnya

Maksud ungkapan-ungkapan yang telah lalu bahwa orang-orang ahli Kitab berselisih dalam memahami dasar-dasar agama mereka dan furuk-furuknya, padahal mereka diperintahkan untuk memperhambakan diri kepada Allah dengan tulus ikhlas dalam akidah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka tidak dibebani tugas kecuali agar ibadah mereka hanya ditujukan kepada Allah dengan ikhlas, agar mereka menjauhi kebatilan, beristikamah dalam kebenaran dan agar mereka selalu melaksanakan salat dan menunaikan zakat.
Itulah agama yang lurus.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Padahal mereka tidak disuruh) di dalam kitab-kitab mereka yaitu Taurat dan Injil (kecuali menyembah Allah) kecuali supaya menyembah Allah, pada asalnya adalah An Ya’budullaaha, lalu huruf An dibuang dan ditambahkan huruf Lam sehingga jadilah Liya’budullaaha (dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam beragama) artinya membersihkannya dari kemusyrikan (dengan lurus) maksudnya berpegang teguh pada agama Nabi Ibrahim dan agama Nabi Muhammad bila telah datang nanti.

Maka mengapa sewaktu ia datang mereka menjadi jadi ingkar kepadanya (dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama) atau tuntunan (yang mustaqim) yang lurus.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.
(Q.S. Al-Bayyinah [98]: 5)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 25)

Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Dengan lurus.
(Q.S. Al-Bayyinah [98]: 5)

Yakni menyimpang dari kemusyrikan dan menuju kepada tauhid, sepetti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah tagut.” (Q.S. Al-Hijr [15]: 36)

Dalam pembahasan yang lalu di tafsir surat Al-An’am telah diterangkan makna hanif ini dengan keterangan yang lengkap, hingga tidak perlu diulangi lagi dalam bab ini.

dan supaya mereka mendirikan salat.
(Q.S. Al-Bayyinah [98]: 5)

Salat adalah ibadah badaniyah yang paling mulia.

dan menunaikan zakat.
(Q.S. Al-Bayyinah [98]: 5)

Yaitu memberikan santunan dan kebaikan kepada orang-orang fakir dan orang-orang yang memerlukan pertolongan.

dan yang demikian itulah agama yang lurus.
(Q.S. Al-Bayyinah [98]: 5)

Yakni agama yang tegak lagi adil, atau maknanya umat yang lurus lagi pertengahan.
Banyak dari kalangan para imam —seperti Az-Zuhri dan Asy-Syafii— yang menyimpulkan dalil dari ayat ini, bahwa amal perbuatan itu termasuk ke dalam iman.
Oleh karenanya disebutkan di dalam firman-Nya:

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
(Q.S. Al-Bayyinah [98]: 5)


Informasi Surah Al Bayyinah (البينة)
Surat Al Bayyinah terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ath Thalaq.

Dinamai “Al Bayyinah” (bukti yang nyata) diambil dari perkataan “Al Bayyinah” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

Pernyataan dari ahli Kitab dan orang-orang musyrik bahwa mereka akan tetap dalam agamanya masing-masing sampai datang nabi yang telah dijanjikan oleh Tuhan. Setelah Nabi Muhammad ﷺ datang, mereka terpecah belah, ada yang beriman dan ada yang tidak, padahal Nabi yang datang itu sifat-sifatnya sesuai dengan sifat-sifat yang mereka kenal pada kitab-kitab mereka dan membawa ajaran yang benar yaitu ikhlas dalam beribadah, mendirikan shalat, menunaikan zakat.

Lain-lain:

Pernyataan dari ahli Kitab dan orang-orang musyrik bahwa mereka akan tetap dalam agamanya masing-masing sampai datang nabi yang telah dijanjikan oleh Tuhan. Setelah Nabi Muhammad ﷺ datang, mereka terpecah belah, ada yang beriman dan ada yang tidak, padahal Nabi yang datang itu sifat-sifatnya sesuai dengan sifat-sifat yang mereka kenal pada kitab-kitab mereka dan membawa ajaran yang benar yaitu ikhlas dalam beribadah, mendirikan shalat, menunaikan zakat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Bayyinah (8 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Bayyinah (98) ayat 5 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Bayyinah (98) ayat 5 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Bayyinah (98) ayat 5 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Bayyinah (98) ayat 1-8 - Chewy Dilmy (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Bayyinah (98) ayat 1-8 - Chewy Dilmy (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Bayyinah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 8 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 98:5
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Bayyinah.

Surah Al-Bayyinah (bahasa Arab:البينة, "Pembuktian") adalah surah ke-98 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyah, diturunkan sesudah surah At-Talaq.
Dinamai Al-Bayyinah (Pembuktian) diambil dari perkataan Al-Bayyinah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 98
Nama Surah Al Bayyinah
Arab البينة
Arti Pembuktian
Nama lain Bariyah, Ahlulkitab, Lam Yakun dan Kiamat
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 100
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 8
Jumlah kata 94
Jumlah huruf 404
Surah sebelumnya Surah Al-Qadr
Surah selanjutnya Surah Az-Zalzalah
4.6
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/98-5







Pembahasan ▪ surah al bayyinah tafsir

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta