QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 43 [QS. 2:43]

وَ اَقِیۡمُوا الصَّلٰوۃَ وَ اٰتُوا الزَّکٰوۃَ وَ ارۡکَعُوۡا مَعَ الرّٰکِعِیۡنَ
Waaqiimuush-shalaata waaatuuzzakaata waarka’uu ma’arraaki’iin(a);

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.
―QS. 2:43
Topik ▪ Perintah bersabar
2:43, 2 43, 2-43, Al Baqarah 43, AlBaqarah 43, Al-Baqarah 43

Tafsir surah Al Baqarah (2) ayat 43

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 43. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini terdapat pula tiga macam perintah Allah yang ditujukan kepada Bani Israil, ialah:

1.
Agar mereka mendirikan salat, yaitu melaksanakan salat dengan cara yang sebaik-baiknya dengan melengkapi segala syarat-syarat dan rukun-rukunnya serta menjaga waktu-waktunya yang telah ditentukan dan menghadapkan seluruh hati kepada-Nya dengan tulus dan khusuk.
Inilah jiwa dari ibadah salat.
Adapun bentuk lahir dari pada ibadah salat ini adalah formalitas yang dapat berbeda-beda caranya menurut perbedaan agama, namun isi dan jiwanya tetap sama.

2.
Agar mereka menunaikan zakat, karena zakat itu merupakan salah satu dari pernyataan syukur kepada Allah atas nikmat yang telah dilimpahkan-Nya dan menumbuhkan hubungan yang erat antar sesama manusia dan karena zakat itu merupakan pengorbanan harta benda untuk membantu fakir miskin.
Dengan zakat itu pula dapat dilakukan kerja sama dan saling membantu dalam masyarakat, di mana orang-orang yang miskin memerlukan bantuan dari yang kaya dan sebaliknya, yang kaya pun memerlukan pertolongan orang-orang yang miskin.
Dalam hubungan ini Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Orang Mukmin terhadap mukmin yang lain tak obahnya seperti sebuah bangunan, masing-masing bagiannya saling menguatkan.
(H.R. Bukhari dan Muslim)

3.
Agar mereka rukuk bersama orang-orang yang rukuk.
Maksudnya ialah agar mereka masuk dalam jemaah kaum muslimin dan agar mendirikan salat sebagaimana mereka mengerjakannya.
Jadi ayat ini menganjurkan untuk mendirikan salat dengan berjemaah yang merupakan perpaduan jiwa dalam bermunajat kepada Allah dan menumbuhkan hubungan yang erat antara sesama mukmin dan karena dalam kesempatan berjemaah itu mereka dapat pula mengadakan musyawarah sesudah beribadah, untuk merundingkan usaha-usaha yang akan mereka lakukan, baik untuk memperoleh sesuatu kebaikan, maupun untuk membendung malapetaka yang akan menimpa.
Dalam hubungan ini Rasulullah pun telah bersabda:

Salat berjemaah itu lebih utama daripada salat sendirian dengan beda 27 derajat lebih tinggi daripada salat seorang diri”.
(H.R. Bukhari dan Muslim)

Kita telah mengetahui, bahwa salat menurut agama Islam terdiri dari bermacam-macam gerakan jasmaniyah, seperti rukuk, sujud, iktidal dan sebagainya.
Tetapi pada akhir ayat ini salat tersebut hanya diungkapkan dengan kata-kata “rukuk ini adalah untuk menekankan agar mereka menunaikan salat itu benar-benar seperti yang dikehendaki syariat Islam, seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ bukan salat menurut cara mereka dahulunya, yaitu salat tanpa rukuk.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Terimalah ajakan untuk beriman, lalu kerjakanlah salat dengan rukun yang benar dan berikanlah zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
Salatlah berjamaah dengan orang-orang Muslim agar kalian mendapatkan pahala salat dan pahala jamaah.
Hal ini menuntut kalian untuk menjadi orang-orang Muslim.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan dirikanlah salat, bayarkan zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk) artinya salatlah bersama Muhammad dan para sahabatnya.

Lalu Allah Taala menunjukkan kepada para ulama mereka yang pernah memesankan kepada kaum kerabat mereka yang masuk Islam, “Tetaplah kalian dalam agama Muhammad, karena ia adalah agama yang benar!”

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Masuklah kalian ke dalam agama islam dengan mendirikan sholat secara shahih sebagaimana yang di ajarkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wa Sallam.
Bayarlah zakat yang wajib sesuai dengan yang di syariatkan, dan hendaknya kalian termasuk orang-orang yang rukuk dari ummatnya Sallallahu Alaihi Wa Sallam.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan rukuklah kalian bersama orang-orang yang rukuk.

Maksudnya, jadilah kalian bersama orang-orang mukmin dalam amal perbuatan mereka yang paling baik, salah satunya dan paling khusus serta paling sempurna ialah salat.

Banyak kalangan ulama menyimpulkan dalil ayat ini akan wajibnya salat berjamaah.
Masalah ini —insya Allah— akan kami terangkan dengan panjang lebar dalam kitab kami Al-Ahkamul Kabir.
Al-Qurtubi mengetengahkan berbagai masalah mengenai salat berjamaah dan imamah, ternyata pembahasannya itu cukup baik.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Baqarah (2) Ayat 43

ZAKAAH
لزَّكَوٰة

Lafaz ini dalam bentuk mashdar, diambil dari kata kerja zakaa yang artinya memperbaiki, menyucikan dan memuji.

Dalam Ensiklopedi Islam, zakaah ialah penyucian, tumbuh dengan subur, bermanfaat dan menjadi suci.”

Al Kafawi berkata,
setiap sesuatu yang bertambah adalah zakaah. Sesuatu yang dikeluarkan dari harta untuk orang miskin berdasarkan kewajiban dari syara’ adalah zakaah karena ia menambahkan harta yang dikeluarkannya, mengembangkannya dan menjauhkannya dari segala cacat dan kerusakan.”

Disebut 32 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 43, 83, 110, 177, 277;
-An Nisaa (4), ayat 77, 162;
-Al Maa’idah (5), ayat 12, 55;
-Al A’raaf (7), ayat 156;
-At Taubah (9), ayat 5, 11, 18, 71;
-Al Kahfi (18), ayat 81;
-Maryam (19), ayat 13, 31, 55;
-Al Anbiyaa (21), ayat 73;
-Al Haj (22), ayat 41, 78;
-Al Mu’minuun (23), ayat 4;
-An Nuur (24), ayat 37, 56;
-An Naml (27), ayat: 3;
-Ar Rum (30), ayat 39;
-Luqman (31), ayat 4;
-Al Ahzab (33), ayat 33;
-Fushshilat (41), ayat 7;
-Al Mujadalah (58), ayat 13;
-Al Muzzammil (73), ayat 20;
-Al Bayyinah (98), ayat 5.

Al Qurtubi berkata,
az zakaah dipetik dari zaka asy syai’ apabila ia bertambah dan berkembang.

Dikatakan zakaa az zar’ wal mal artinya apabila tanaman dan harta bertambah banyak.

Rajul zakiyy bermakna kebaikan lelaki itu bertambah. Pengeluaran dari harta ialah zakaah. karena ia berkembang dari sudut ke­berkahan atau ganjaran pahala yang diberikan bagi mengeluarkan.

Sebahagian ulama mengatakan az zakaah diambil dari Ath thathir yaitu penyucian dan pembersihan seperti perkataan zakaa fulaan yang berarti menyucikan dirinya dari kekotoran dan kebodohan. Dari makna ini, seolah-olah yang keluar dari harta menyucikan dan membersihkannya dengan memberi kepada yang berhak dan Allah menjadikannya untuk orang miskin. Tidakkah engkau mendengar Nabi Muhammad me­namakan bagi yang tidak mengeluarkan zakat dengan kotoran manusia.Allah berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا

Asy Sya’rawi berkata,
“Kewajiban menunaikan zakat pada hamba mukmin mesti bergerak dalam kehidupannya untuk bekerja dan beramal sesuatu yang bermanfaat padanya dan orang yang tidak mampu bergerak dalam kehidupannya.

Ketika Allah meminta manusia berusaha di muka bumi, tidak me­minta berusaha sebatas yang termampu saja, malah meminta bergerak dan berusaha lebih dari sekadar keperluan, sehingga usaha ini meluas dan mencakup kehidupan orang yang tidak mampu berusaha dan bergerak. Oleh karena itu, masyarakat meluas bagi semuanya, menghilangkan hasad dan dengki serta hasil­nya dapat membersihkan jiwa.”

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:260-261

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 43 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 43 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 43 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 43-44 - Ikang Fawzi (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 43-44 - Ikang Fawzi (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Baqarah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 286 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 2:43
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah 2
Nama Surah Al Baqarah
Arab البقرة
Arti Sapi Betina
Nama lain Fasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 87
Juz Juz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku' 40 ruku'
Jumlah ayat 286
Jumlah kata 6156
Jumlah huruf 26256
Surah sebelumnya Surah Al-Fatihah
Surah selanjutnya Surah Ali 'Imran
4.5
Ratingmu: 4.3 (15 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/2-43







Pembahasan ▪ al baqarah 43 ▪ al baqarah 43 83 110 ▪ arti q s 2:43 ▪ QS 2/43

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]lim.id
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim