Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Baqarah

Al Baqarah (Sapi Betina) surah 2 ayat 249


فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوۡتُ بِالۡجُنُوۡدِ ۙ قَالَ اِنَّ اللّٰہَ مُبۡتَلِیۡکُمۡ بِنَہَرٍ ۚ فَمَنۡ شَرِبَ مِنۡہُ فَلَیۡسَ مِنِّیۡ ۚ وَ مَنۡ لَّمۡ یَطۡعَمۡہُ فَاِنَّہٗ مِنِّیۡۤ اِلَّا مَنِ اغۡتَرَفَ غُرۡفَۃًۢ بِیَدِہٖ ۚ فَشَرِبُوۡا مِنۡہُ اِلَّا قَلِیۡلًا مِّنۡہُمۡ ؕ فَلَمَّا جَاوَزَہٗ ہُوَ وَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا مَعَہٗ ۙ قَالُوۡا لَا طَاقَۃَ لَنَا الۡیَوۡمَ بِجَالُوۡتَ وَ جُنُوۡدِہٖ ؕ قَالَ الَّذِیۡنَ یَظُنُّوۡنَ اَنَّہُمۡ مُّلٰقُوا اللّٰہِ ۙ کَمۡ مِّنۡ فِئَۃٍ قَلِیۡلَۃٍ غَلَبَتۡ فِئَۃً کَثِیۡرَۃًۢ بِاِذۡنِ اللّٰہِ ؕ وَ اللّٰہُ مَعَ الصّٰبِرِیۡنَ
Falammaa fashala thaaluutu bil junuudi qaala innallaha mubtaliikum binaharin faman syariba minhu falaisa minnii waman lam yath’amhu fa-innahu minnii ilaa maniightarafa ghurfatan biyadihi fasyaribuu minhu ilaa qaliilaa minhum falammaa jaawazahu huwa waal-ladziina aamanuu ma’ahu qaaluuu laa thaaqata lanaal yauma bijaaluuta wajunuudihi qaalal-ladziina yazhunnuuna annahum mulaaquullahi kam min fi-atin qaliilatin ghalabat fi-atan katsiiratan biidznillahi wallahu ma’ash-shaabiriin(a);

Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata:
“Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai.
Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku.
Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku”.
Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka.
Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata:
“Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya”.
Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata:
“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.
Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”.
―QS. 2:249
Topik ▪ Iman ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala ▪ Perputaran matahari dan bulan
2:249, 2 249, 2-249, Al Baqarah 249, AlBaqarah 249, Al-Baqarah 249
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 249. Oleh Kementrian Agama RI

Tatkala raja Talut keluar membawa tentaranya berperang melawan orang-orang Amaliqah beliau memberi petunjuk lebih dahulu tentang peristiwa-peristiwa yang akan dialami, yaitu bahwa mereka nanti akan dicoba oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan sebuah sungai yang mengalir di padang pasir.
Beliau memperingatkan bahwa sungai itu bukan sungai biasa tetapi sungai percobaan untuk menguji mereka siapa yang teguh imannya dan siapa yang akan tergoda.
Beliau berkata, “Barang siapa yang minum dari air sungai itu, maka bukanlah ia termasuk pengikutku, dan barang siapa yang tidak minum, maka ia adalah pengikutku, kecuali jika meminum sekedar seceduk tangan saja.” Diriwayatkan bahwa ketika Bani Israil itu melihat tabut telah kembali, mereka tidak ragu-ragu lagi bahwa mereka akan mendapat kemenangan.
Karena itu mereka segera mempersiapkan tentara untuk berperang.
Atas petunjuk dari raja Thalut maka yang boleh ikut perang itu hanyalah laki-laki yang masih muda dan sehat badannya, tidak diperkenankan seorang yang sedang membangun rumah tetapi belum selesai atau seorang pedagang yang sedang sibuk mengurus perniagaannya dan tidak pula laki-laki yang mempunyai utang dan tidak pula pengantin yang belum berkumpul dengan istrinya.
Dengan seleksi demikian maka raja Talut dapat menghimpunkan 80.000 tentara yang dapat diandalkan untuk berperang.
Oleh karena pada waktu mereka berangkat itu adalah dalam musim panas dan perjalanan amat jauh melalui padang pasir, maka mereka mohon agar supaya di tengah perjalanan diberi kesempatan minum dari sungai.
Sebagian besar tentara itu tidak menghiraukan peringatan raja Thalut.

Mereka minum sepuas hati dari air sungai itu dan ada pula yang minum hanya seceduk tangan, dan sedikit sekali yang tidak minum sama sekali.

Ketika raja Talut dan orang-orang yang beriman telah menyeberangi sungai itu untuk melangsungkan jihad fisabilillah, maka berkatalah orang-orang yang telah minum itu, “Kami tidak sanggup pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Jalut itu adalah seorang yang besar tubuhnya seperti raksasa dan menjadi raja bagi orang-orang Amaliqah.

Ucapan demikian itu tidak menakutkan tentara Talut yang beriman yang berkeyakinan akan menemui Allah pada hari kiamat dengan penuh keteguhan hati.
Mereka berkata, “Betapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah, sebab Allah menyertai orang-orang yang sabar dengan pertolongannya.”

Al Baqarah (2) ayat 249 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Baqarah (2) ayat 249 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Baqarah (2) ayat 249 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ketika keluar bersama mereka, Thalut berkata, “Sesungguhnya Allah menguji kalian dengan sebuah sungai di jalan yang akan kalian lalui.
Janganlah kalian meminum dari sungai itu kecuali seciduk tangan saja.
Yang meminum lebih dari itu bukan termasuk tentara dan kelompok kita, karena ia telah melanggar ketentuan Allah.
Yang menemaniku hanyalah orang yang minum tidak lebih dari seciduk air.” Mereka tidak tahan uji, lalu meminum air sungai berkali-kali, kecuali sebagian kecil mereka saja.
Kelompok kecil yang tahan uji itu berangkat menemani Thalut menyeberangi sungai.
Ketika melihat musuh dalam jumlah besar, mereka berkata, “Kita tidak akan bisa mengalahkan Jalut saat ini, karena jumlah mereka banyak dan jumlah kita sedikit.” Sebagian mereka yang telah diteguhkan hatinya karena hanya berharap pahala dari Allah di hari kelak berkata, “Jangan takut! Betapa banyak kelompok kecil yang beriman mampu mengalahkan kelompok besar yang kafir.
Bersabarlah, sesungguhnya pertolongan Allah akan diberikan kepada orang-orang yang sabar.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka tatkala keluar) artinya berangkat (Thalut bersama tentaranya) dari Baitulmakdis, sedang ketika itu hari amat panas hingga mereka meminta kepadanya agar diberi air, (maka jawabnya, “Sesungguhnya Allah akan mencoba kamu) atau menguji kamu (dengan sebuah sungai) terletak antara Yordania dan Palestina, agar jelas siapa di antara kamu yang taat dan siapa pula yang durhaka.
“Maka barang siapa di antara kamu (meminumnya), maksudnya meminum airnya (maka tidaklah ia dari golonganku) bukan pengikut-pengikutku.
(Barang siapa yang tidak merasainya) artinya tidak meminumnya, (kecuali orang yang hanya meneguk satu tegukan saja, maka ia adalah pengikutku) ‘ghurfah’ dengan baris di atas atau di depan (dengan tangannya) mencukupkan dengan sebanyak itu dan tidak menambahnya lagi, maka ia termasuk golonganku.
(Maka mereka meminumnya) banyak-banyak ketika bertemu dengan anak sungai itu, (kecuali beberapa orang di antara mereka).
Mereka ini mencukupkan satu tegukan tangan mereka, yakni untuk mereka minum dan untuk hewan-hewan mereka.
Jumlah mereka tiga ratus dan beberapa belas orang (Tatkala ia telah melewati anak sungai itu, yakni Thalut dengan orang-orang yang beriman bersamanya) yakni mereka yang mencukupkan satu tegukan (mereka pun berkata) maksudnya yang minum secara banyak tadi, (“Tak ada kesanggupan) atau daya dan kekuatan (kami sekarang ini untuk menghadapi Jalut dan tentaranya”) maksudnya untuk berperang dengan mereka.
Mereka jadi pengecut dan tidak jadi menyeberangi sungai itu.
(Berkatalah orang-orang yang menyangka), artinya meyakini (bahwa mereka akan menemui Allah), yakni di hari berbangkit, mereka itulah yang berhasil menyeberangi sungai:
(“Berapa banyaknya), artinya amat banyak terjadi (golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah) serta kehendak-Nya (Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”) dengan bantuan dan pertolongan-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Manakala Thalut membawa pasukannya untuk memerangi orang-orang yang sombong, dia berkata kepada mereka :
Sesungguhnya Allah akan menguji kalian apakah kalian akan bersabar atau tidak dengan sebuah sungai yang akan kalian seberangi didepan kalian, agar orang mukmin bisa dipilah dari orang munafik.
Siapa diantara kalian yang minum air sungai, maka dia bukan termasuk pasukanku, dan tidak layak untuk berperang bersamaku.
Namun siapa yang tidak minum maka dia termasuk pasukanku karena dia taat kepada perintahku dan layak untuk berjihad.
Kecuali siapa yang mengambil keringanan dengan hanya menciduk satu kali saja, maka dia tidak disalahkan.
Manakala mereka tiba disungai, mereka langsung terjun kedalamnya dan sibuk minum darinya, kecuali hanya sedikit dari mereka yang sabar menahan haus dan panas, mereka merasa cukup hanya dengan sekali cidukan.
Pada saat itu orang-orang yang melanggar ditinggalkan.
Manakala Thalut dan sekelompok kecil pasukannya yang berjumlah tiga ratus dan belasan orang saja melewati sungai untuk melawan musuh, mereka melihat jumlah musuh yang besar dan perlengkapan mereka yang unggul, mereka pun berkata :
Kita tidak akan mampu melawan pasukan Jalut yang kuat hari ini.
Lalu orang-orang yang merasa yakin bahwa mereka akan bertemu Allah mengingatkan saudara-saudara mereka kepada Allah dan kepada kekuasaan-Nya, mereka berkata :
Tidak jarang sekelompok kecil orang yang beriman lagi sabar meraih kemenangan dengan izin Allah dan karunia-Nya atas kelompok kafir yang durhaka dalam jumlah besar.
Allah beserta orang-orang yang sabar dengan memberi mereka taufik, pertolongan dan balasan kebaikan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Melalui ayat ini Allah menceritakan perihal Talut —Raja kaum Bani Israil— ketika keluar bersama bala tentaranya dan orang-orang yang taat kepadanya dari kalangan kaum Bani Israil.
Menurut apa yang dikatakan oleh As-Saddi, jumlah mereka ada delapan puluh ribu orang tentara.
Talut berkata kepada mereka yang disitir oleh firman-Nya:

Sesungguhnya Allah akan menguji kalian dengan suatu sungai,

Yakni Allah akan menguji kesetiaan kalian dengan sebuah sungai.
Menurut Ibnu Abbas, sungai tersebut terletak di antara negeri Yordania dan negeri Palestina, yaitu sebuah sungai yang dikenal dengan nama Syari’ah.

Maka siapa di antara kalian meminum airnya, bukanlah ia pengikutku.

Artinya, janganlah ia menemaniku sejak hari ini menuju ke arah ini.

Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali mencedok secedok tangan, maka ia adalah pengikutku.

Yakni tidak mengapa baginya.

Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka.

Ibnu Juraij mengatakan, “Menurut Ibnu Abbas, barang siapa yang mencedok air dari sungai itu dengan secedok tangannya, maka ia akan kenyang, dan barang siapa yang meminumnya, maka ia tidak kenyang dan tetap dahaga.”

Hal yang sama dikatakan oleh As-Saddi, dari Abu Malik,dari Ibnu Abbas, dikatakan pula oleh Qatadah dan Ibnu Syauzab.

As-Saddi mengatakan bahwa jumlah pasukan Talut terdiri atas delapan puluh ribu orang tentara.
Yang meminum air sungai itu adalah tujuh puluh enam ribu orang, sehingga yang tersisa hanyalah empat ribu orang.

Telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui jalur Israil dan Sufyan As-Sauri serta Mis’ar ibnu Kidam, dari Abu Ishaq As-Subai’i, dari Al-Barra ibnu Azib yang menceritakan bahwa kami menceritakan sahabat-sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang ikut dalam Perang Badar adalah tiga ratus lebih belasan orang, sesuai dengan jumlah sahabat Talut yang ikut bersamanya menyeberangi sungai.
Tiada yang menyeberangi sungai itu bersama Talut melainkan hanya orang yang mukmin.

Imam Bukhari telah meriwayatkan hal yang semisal dari Abdullah ibnu Raja, dari Israil ibnu Yunus, dari Abu Ishaq, dari kakeknya, dari Al-Barra.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka tatkala Talut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata, “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.”

Yakni mereka mengundurkan dirinya, tidak mau menghadapi musuh karena jumlah musuh itu jauh lebih banyak.
Maka para ulama dan orang-orang yang ahli perang membangkitkan semangat mereka, bahwa janji Allah itu benar, dan sesungguhnya kemenangan itu dari sisi Allah, bukan karena banyaknya bilangan, bukan pula karena perlengkapan senjata.
Karena itulah disebutkan di dalam firman selanjutnya:

Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.
Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
(Al Baqarah:249)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Baqarah (2) Ayat 249

JAALUUT
جَالُوت

Jalut atau Goliat adalah pemimpin perang Palestina yang kasar dan bengis. Dia tewas di tangan Nabi Daud.’ Kata Jaaluut diulang tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al­ Baqarah (2), ayat 249, 250 dan 251.

Raja-raja yang pertama memimpin Bani Israel adalah Thalut, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, Kisah kepemimpinan mereka di­ catat dalam Injil Perjanjian Lama, kitab Samuel yang pertama, Bab XI dan seterusnya; kitab Samuel yang kedua; kitab raja-raja yang pertama, Bab I sampai Bab XII; kitab Tawarikh yang pertama; dan kitab Tawarikh yang kedua Bab I sampai Bab X.

Kerajaan Yahudi terbentuk lebih kurang pada tahun 1095 sebelum Masehi dan raja pertamanya adalah Thalut. Masa pemerintahan Thalut dan dua raja sesudahnya yaitu Nabi Daud dan Nabi Sulaiman ter­kenal dengan panggilan zaman raja-raja yang pertama. Berakhirnya zaman ini adalah dengan wafatnya Nabi Sulaiman lebih kurang pada tahun 975 sebelum Masehi. Sedangkan zaman setelah itu hingga zaman hancurnya kerajaan Bani Israil di tangan Bukhtunashar pada tahun 586 sebelum Masehi dinamakan dengan zaman raja-raja yang kedua. Thalut memimpin Bani Israil dengan gagah berani. Beliau sering me­mimpin perang melawan kaum-kaum yang ada di sekitarnya. Diantara peperangan yang terkenal adalah peperangan beliau melawan rakyat Palestina yang pada masa itu berada di bawah kekuasaan Goliat pemimpin yang kasar dan bengis. Dalam peperangan itu, Nabi Daud turut serta dalam pasukan Thalut dan beliau yang berhasil membunuh Goliat.

Kisah mengenai peperangan Bani Israil dibawah pimpinan Thalut melawan tentara Palestina di bawah pimpinan Goliat diceritakan pada tiga ayat dalam surah Al Baqarah.

Al Baqarah:249
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku”. Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya”. Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”.

Al Baqarah:250
Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”.

Al Baqarah:251
Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.

Dalam ayat-ayat itu ditegaskan, kejayaan Bani Israil adalah disebabkan kemampuan mereka dalam menguasai hawa nafsu meskipun jumlah mereka sedikit, namun dengan kesabaran, ketabahan dan harapan yang tinggi kepada pertolongan Allah, mereka berhasil mendapat kejayaan yang besar.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:139-140

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.


Gambar Kutipan Surah Al Baqarah Ayat 249 *beta

Surah Al Baqarah Ayat 249



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.7
Rating Pembaca: 4.9 (11 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku