Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 249 [QS. 2:249]

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوۡتُ بِالۡجُنُوۡدِ ۙ قَالَ اِنَّ اللّٰہَ مُبۡتَلِیۡکُمۡ بِنَہَرٍ ۚ فَمَنۡ شَرِبَ مِنۡہُ فَلَیۡسَ مِنِّیۡ ۚ وَ مَنۡ لَّمۡ یَطۡعَمۡہُ فَاِنَّہٗ مِنِّیۡۤ اِلَّا مَنِ اغۡتَرَفَ غُرۡفَۃًۢ بِیَدِہٖ ۚ فَشَرِبُوۡا مِنۡہُ اِلَّا قَلِیۡلًا مِّنۡہُمۡ ؕ فَلَمَّا جَاوَزَہٗ ہُوَ وَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا مَعَہٗ ۙ قَالُوۡا لَا طَاقَۃَ لَنَا الۡیَوۡمَ بِجَالُوۡتَ وَ جُنُوۡدِہٖ ؕ قَالَ الَّذِیۡنَ یَظُنُّوۡنَ اَنَّہُمۡ مُّلٰقُوا اللّٰہِ ۙ کَمۡ مِّنۡ فِئَۃٍ قَلِیۡلَۃٍ غَلَبَتۡ فِئَۃً کَثِیۡرَۃًۢ بِاِذۡنِ اللّٰہِ ؕ وَ اللّٰہُ مَعَ الصّٰبِرِیۡنَ
Falammaa fashala thaaluutu bil junuudi qaala innallaha mubtaliikum binaharin faman syariba minhu falaisa minnii waman lam yath’amhu fa-innahu minnii ilaa maniightarafa ghurfatan biyadihi fasyaribuu minhu ilaa qaliilaa minhum falammaa jaawazahu huwa waal-ladziina aamanuu ma’ahu qaaluuu laa thaaqata lanaal yauma bijaaluuta wajunuudihi qaalal-ladziina yazhunnuuna annahum mulaaquullahi kam min fi-atin qaliilatin ghalabat fi-atan katsiiratan biidznillahi wallahu ma’ash-shaabiriin(a);
Maka ketika Talut membawa bala tentaranya, dia berkata,
“Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai.
Maka barangsiapa meminum (airnya), dia bukanlah pengikutku.
Dan barangsiapa tidak meminumnya, maka dia adalah pengikutku kecuali menciduk seciduk dengan tangan.”
Tetapi mereka meminumnya kecuali sebagian kecil di antara mereka.
Ketika dia (Talut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata,
“Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya.”
Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata,
“Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.”
Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
―QS. Al Baqarah [2]: 249

And when Saul went forth with the soldiers, he said,
"Indeed, Allah will be testing you with a river.
So whoever drinks from it is not of me, and whoever does not taste it is indeed of me, excepting one who takes (from it) in the hollow of his hand."
But they drank from it, except a (very) few of them.
Then when he had crossed it along with those who believed with him, they said,
"There is no power for us today against Goliath and his soldiers."
But those who were certain that they would meet Allah said,
"How many a small company has overcome a large company by permission of Allah.
And Allah is with the patient."
― Chapter 2. Surah Al Baqarah [verse 249]

فَلَمَّا maka tatkala

Then when
فَصَلَ keluar

set out
طَالُوتُ Talut

Talut
بِٱلْجُنُودِ dengan tentaranya

with the forces
قَالَ ia berkata

he said,
إِنَّ sesungguhnya

"Indeed,
ٱللَّهَ Allah

Allah
مُبْتَلِيكُم Dia menguji kamu

will test you
بِنَهَرٍ dengan sungai

with a river.
فَمَن maka barang siapa

So whoever
شَرِبَ dia meminum

drinks
مِنْهُ daripadanya

from it
فَلَيْسَ maka bukanlah dia

then he is not
مِنِّى dariku

from me,
وَمَن dan siapa

and whoever
لَّمْ tidak

(does) not
يَطْعَمْهُ dia merasakannya

taste it
فَإِنَّهُۥ maka sesungguhnya dia

then indeed, he
مِنِّىٓ dariku

(is) from me
إِلَّا kecuali

except
مَنِ orang

whoever
ٱغْتَرَفَ menciduk

takes
غُرْفَةًۢ seciduk

(in the) hollow
بِيَدِهِۦ dengan tangannya

(of) his hand."
فَشَرِبُوا۟ maka mereka meminum

Then they drank
مِنْهُ daripadanya

from it
إِلَّا kecuali

except
قَلِيلًا sedikit/beberapa

a few
مِّنْهُمْ diantara

of them.
فَلَمَّا maka tatkala

Then when

Tafsir

Alquran

Surah Al Baqarah
2:249

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 249. Oleh Kementrian Agama RI


Tatkala raja thalut keluar membawa tentaranya berperang melawan orang-orang Amalik, beliau memberi petunjuk lebih dahulu tentang peristiwa-peristiwa yang akan dialami, yaitu bahwa mereka nanti akan diuji oleh Allah dengan sebuah sungai yang mengalir di padang pasir.
Beliau memperingatkan bahwa sungai itu bukan sungai biasa tetapi sungai untuk menguji mereka siapa yang teguh imannya dan siapa yang akan tergoda.

Beliau berkata,
"Siapa minum dari air sungai itu, maka bukanlah ia termasuk pengikutku, dan siapa yang tidak minum, maka ia adalah pengikutku, kecuali jika minum sekadar seciduk tangan saja."
Diriwayatkan bahwa ketika Bani Israil melihat Tabut telah kembali, mereka tidak ragu-ragu lagi bahwa mereka akan mendapat kemenangan, karena itu mereka segera mempersiapkan tentara untuk berperang.

Atas petunjuk dari raja thalut maka yang boleh ikut perang itu hanyalah laki-laki yang masih muda dan sehat badannya, tidak diperkenankan seorang yang sedang membangun rumah tetapi belum selesai atau seorang pedagang yang sedang sibuk mengurus perniagaannya dan tidak pula laki-laki yang mempunyai utang dan tidak pula pengantin yang belum berkumpul dengan istrinya.
Dengan seleksi demikian maka raja thalut dapat menghimpun 80.000 tentara yang dapat diandalkan untuk berperang.
Oleh karena pada waktu mereka berangkat itu adalah musim panas dan penjalanan amat jauh melalui padang pasir, maka mereka mohon agar di tengah perjalanan diberi kesempatan minum dari sungai.

Sebagian besar tentara itu tidak menghiraukan peringatan raja thalut.
Mereka minum sepuas hati dari air sungai itu dan ada pula yang minum hanya seciduk tangan, dan sedikit sekali yang tidak minum sama sekali.


Ketika raja Thalut dan orang-orang yang beriman telah menyeberangi sungai itu untuk melangsungkan jihad fi sabilillah, maka berkatalah orang-orang yang telah minum itu,
"Kami tidak sanggup pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya."
Jalut itu adalah seorang yang besar tubuhnya dan menjadi raja bagi orang-orang Amalik.


Ucapan demikian itu tidak menakutkan tentara thalut yang beriman yang berkeyakinan akan menemui Allah pada hari Kiamat dengan penuh keteguhan hati.
Mereka berkata,
"Betapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak, dengan izin Allah.
Sebab Allah menyertai orang-orang yang sabar dengan pertolongannya.

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 249. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Ketika keluar bersama mereka, Thalut berkata,
"Sesungguhnya Allah menguji kalian dengan sebuah sungai di jalan yang akan kalian lalui.
Janganlah kalian meminum dari sungai itu kecuali seciduk tangan saja.


Yang meminum lebih dari itu bukan termasuk tentara dan kelompok kita, karena ia telah melanggar ketentuan Allah.
Yang menemaniku hanyalah orang yang minum tidak lebih dari seciduk air. "
Mereka tidak tahan uji, lalu meminum air sungai berkali-kali, kecuali sebagian kecil mereka saja.
Kelompok kecil yang tahan uji itu berangkat menemani Thalut menyeberangi sungai.


Ketika melihat musuh dalam jumlah besar, mereka berkata,
"Kita tidak akan bisa mengalahkan Jalut saat ini, karena jumlah mereka banyak dan jumlah kita sedikit."
Sebagian mereka yang telah diteguhkan hatinya karena hanya berharap pahala dari Allah di hari kelak berkata,
"Jangan takut! Betapa banyak kelompok kecil yang beriman mampu mengalahkan kelompok besar yang kafir.


Bersabarlah, sesungguhnya pertolongan Allah akan diberikan kepada orang-orang yang sabar."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Manakala Thalut membawa pasukannya untuk memerangi orang-orang yang sombong, dia berkata kepada mereka,
"Sesungguhnya Allah akan menguji kalian apakah kalian akan bersabar atau tidak dengan sebuah sungai yang akan kalian seberangi didepan kalian, agar orang mukmin bisa dipilah dari orang munafik.
Siapa diantara kalian yang minum air sungai, maka dia bukan termasuk pasukanku, dan tidak layak untuk berperang bersamaku.


Namun siapa yang tidak minum maka dia termasuk pasukanku karena dia taat kepada perintahku dan layak untuk berjihad.
Kecuali siapa yang mengambil keringanan dengan hanya menciduk satu kali saja, maka dia tidak disalahkan."
Manakala mereka tiba disungai, mereka langsung terjun kedalamnya dan sibuk minum darinya, kecuali hanya sedikit dari mereka yang sabar menahan haus dan panas, mereka merasa cukup hanya dengan sekali cidukan.
Pada saat itu orang-orang yang melanggar ditinggalkan.


Manakala Thalut dan sekelompok kecil pasukannya yang berjumlah tiga ratus dan belasan orang saja melewati sungai untuk melawan musuh, mereka melihat jumlah musuh yang besar dan perlengkapan mereka yang unggul, mereka pun berkata,
"Kita tidak akan mampu melawan pasukan Jalut yang kuat hari ini."
Lalu orang-orang yang merasa yakin bahwa mereka akan bertemu Allah mengingatkan saudara-saudara mereka kepada Allah dan kepada kekuasaan-Nya, mereka berkata,
"Tidak jarang sekelompok kecil orang yang beriman lagi sabar meraih kemenangan dengan izin Allah dan karunia-Nya atas kelompok kafir yang durhaka dalam jumlah besar.


Allah beserta orang-orang yang sabar dengan memberi mereka taufik, pertolongan dan balasan kebaikan."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka tatkala keluar) artinya berangkat


(Thalut bersama tentaranya) dari Baitulmakdis, sedang ketika itu hari amat panas hingga mereka meminta kepadanya agar diberi air,


(maka jawabnya,
"Sesungguhnya Allah akan mencoba kamu) atau menguji kamu


(dengan sebuah sungai) terletak antara Yordania dan Palestina, agar jelas siapa di antara kamu yang taat dan siapa pula yang durhaka.
"Maka barang siapa di antara kamu


(meminumnya), maksudnya meminum airnya


(maka tidaklah ia dari golonganku) bukan pengikut-pengikutku.


(Barang siapa yang tidak merasainya) artinya tidak meminumnya,


(kecuali orang yang hanya meneguk satu tegukan saja, maka ia adalah pengikutku) ‘ghurfah’ dengan baris di atas atau di depan


(dengan tangannya) mencukupkan dengan sebanyak itu dan tidak menambahnya lagi, maka ia termasuk golonganku.


(Maka mereka meminumnya) banyak-banyak ketika bertemu dengan anak sungai itu,


(kecuali beberapa orang di antara mereka).
Mereka ini mencukupkan satu tegukan tangan mereka, yakni untuk mereka minum dan untuk hewan-hewan mereka.
Jumlah mereka tiga ratus dan beberapa belas orang


(Tatkala ia telah melewati anak sungai itu, yakni Thalut dengan orang-orang yang beriman bersamanya) yakni mereka yang mencukupkan satu tegukan


(mereka pun berkata) maksudnya yang minum secara banyak tadi,


("Tak ada kesanggupan) atau daya dan kekuatan


(kami sekarang ini untuk menghadapi Jalut dan tentaranya") maksudnya untuk berperang dengan mereka.
Mereka jadi pengecut dan tidak jadi menyeberangi sungai itu.


(Berkatalah orang-orang yang menyangka), artinya meyakini


(bahwa mereka akan menemui Allah), yakni di hari berbangkit, mereka itulah yang berhasil menyeberangi sungai:


("Berapa banyaknya), artinya amat banyak terjadi


(golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah) serta kehendak-Nya


(Dan Allah beserta orang-orang yang sabar") dengan bantuan dan pertolongan-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Melalui ayat ini Allah menceritakan perihal Talut —Raja kaum Bani Israil— ketika keluar bersama bala tentaranya dan orang-orang yang taat kepadanya dari kalangan kaum Bani Israil.
Menurut apa yang dikatakan oleh As-Saddi, jumlah mereka ada delapan puluh ribu orang tentara.
Talut berkata kepada mereka yang disitir oleh firman-Nya:

Sesungguhnya Allah akan menguji kalian dengan suatu sungai,

Yakni Allah akan menguji kesetiaan kalian dengan sebuah sungai.
Menurut Ibnu Abbas, sungai tersebut terletak di antara negeri Yordania dan negeri Palestina, yaitu sebuah sungai yang dikenal dengan nama Syari’ah.

Maka siapa di antara kalian meminum airnya, bukanlah ia pengikutku.

Artinya, janganlah ia menemaniku sejak hari ini menuju ke arah ini.

Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali mencedok secedok tangan, maka ia adalah pengikutku.

Yakni tidak mengapa baginya.


Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka.

Ibnu Juraij mengatakan,
"Menurut Ibnu Abbas, barang siapa yang mencedok air dari sungai itu dengan secedok tangannya, maka ia akan kenyang, dan barang siapa yang meminumnya, maka ia tidak kenyang dan tetap dahaga."

Hal yang sama dikatakan oleh As-Saddi, dari Abu Malik,dari Ibnu Abbas, dikatakan pula oleh Qatadah dan Ibnu Syauzab.

As-Saddi mengatakan bahwa jumlah pasukan Talut terdiri atas delapan puluh ribu orang tentara.
Yang meminum air sungai itu adalah tujuh puluh enam ribu orang, sehingga yang tersisa hanyalah empat ribu orang.

Telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui jalur Israil dan Sufyan As-Sauri serta Mis’ar ibnu Kidam, dari Abu Ishaq As-Subai’i, dari Al-Barra ibnu Azib yang menceritakan bahwa kami menceritakan sahabat-sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang ikut dalam Perang Badar adalah tiga ratus lebih belasan orang, sesuai dengan jumlah sahabat Talut yang ikut bersamanya menyeberangi sungai.
Tiada yang menyeberangi sungai itu bersama Talut melainkan hanya orang yang mukmin.

Imam Bukhari telah meriwayatkan hal yang semisal dari Abdullah ibnu Raja, dari Israil ibnu Yunus, dari Abu Ishaq, dari kakeknya, dari Al-Barra.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka tatkala Talut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata,
"Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya."


Yakni mereka mengundurkan dirinya, tidak mau menghadapi musuh karena jumlah musuh itu jauh lebih banyak.
Maka para ulama dan orang-orang yang ahli perang membangkitkan semangat mereka, bahwa janji Allah itu benar, dan sesungguhnya kemenangan itu dari sisi Allah, bukan karena banyaknya bilangan, bukan pula karena perlengkapan senjata.
Karena itulah disebutkan di dalam firman selanjutnya:


Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.
Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
(QS. Al-Baqarah [2]: 249)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Baqarah (2) Ayat 249

JAALUUT
جَالُوت

Jalut atau Goliat adalah pemimpin perang Palestina yang kasar dan bengis.
Dia tewas di tangan Nabi Daud.’ Kata Jaaluut diulang tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Baqarah (2), ayat 249, 250 dan 251.

Raja-raja yang pertama memimpin Bani Israel adalah Thalut, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, Kisah kepemimpinan mereka di catat dalam Injil Perjanjian Lama, kitab Samuel yang pertama, Bab XI dan seterusnya; kitab Samuel yang kedua; kitab raja-raja yang pertama, Bab I sampai Bab XII; kitab Tawarikh yang pertama; dan kitab Tawarikh yang kedua Bab I sampai Bab X.

Kerajaan Yahudi terbentuk lebih kurang pada tahun 1095 sebelum Masehi dan raja pertamanya adalah Thalut.
Masa pemerintahan Thalut dan dua raja sesudahnya yaitu Nabi Daud dan Nabi Sulaiman terkenal dengan panggilan zaman raja-raja yang pertama.
Berakhirnya zaman ini adalah dengan wafatnya Nabi Sulaiman lebih kurang pada tahun 975 sebelum Masehi.
Sedangkan zaman setelah itu hingga zaman hancurnya kerajaan Bani Israil di tangan Bukhtunashar pada tahun 586 sebelum Masehi dinamakan dengan zaman raja-raja yang kedua.
Thalut memimpin Bani Israil dengan gagah berani.
Beliau sering memimpin perang melawan kaum-kaum yang ada di sekitarnya.
Diantara peperangan yang terkenal adalah peperangan beliau melawan rakyat Palestina yang pada masa itu berada di bawah kekuasaan Goliat pemimpin yang kasar dan bengis.
Dalam peperangan itu, Nabi Daud turut serta dalam pasukan Thalut dan beliau yang berhasil membunuh Goliat.

Kisah mengenai peperangan Bani Israil dibawah pimpinan Thalut melawan tentara Palestina di bawah pimpinan Goliat diceritakan pada tiga ayat dalam surah Al Baqarah.

Al Baqarah:249
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai.
Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku.
Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku".
Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka.
Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya".
Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.
Dan Allah beserta orang-orang yang sabar".

Al Baqarah:250
Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir".

Al Baqarah:251
Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya.
Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini.
Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.

Dalam ayat-ayat itu ditegaskan, kejayaan Bani Israil adalah disebabkan kemampuan mereka dalam menguasai hawa nafsu meskipun jumlah mereka sedikit, namun dengan kesabaran, ketabahan dan harapan yang tinggi kepada pertolongan Allah, mereka berhasil mendapat kejayaan yang besar.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 139-140

Unsur Pokok Surah Al Baqarah (البقرة)

Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).

Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Alquran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Dinamai "Fusthaathul-Qur’an" (puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat.
Menunaikan zakat.
Hukum puasa.
Hukum umrah.
Hukum qishash.
▪ Hal-hal yang halal dan yang haram.
▪ Bernafkah di jalan Allah.
Hukum arak dan judi.
▪ Cara menyantuni anak yatim, larangan riba.
▪ Hutang piutang.
▪ Nafkah dan yang berhak menerimanya.
▪ Wasiyat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat.
Hukum sumpah.
▪ Kewajiban menyampaikan amanat.
▪ Sihir.
Hukum merusak masjid.
Hukum merubah kitabkitab Allah.
Hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’.
Hukum susuan.
Hukum melamar.
Mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya.
Hukum perang.

Kisah:

▪ Kisah penciptaan Nabi Adam `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang munafik.
▪ Sifat-sifat Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
Kiblat.
▪ Kebangkitan sesudah mati.

Audio

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 286

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Baqarah ayat 249 - Gambar 1 Surah Al Baqarah ayat 249 - Gambar 2
Statistik QS. 2:249
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku’40 ruku’
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali ‘Imran
Sending
User Review
4.9 (11 votes)
Tags:

2:249, 2 249, 2-249, Surah Al Baqarah 249, Tafsir surat AlBaqarah 249, Quran Al-Baqarah 249, Surah Al Baqarah ayat 249

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 150 [QS. 6:150]

Katakanlah kepada orang-orang musyrik itu, wahai Rasulullah, “Bawalah saksi-saksimu yang dapat membuktikan dan berani mengakui bahwa Allah mengharamkan beberapa binatang ternak ini seperti sa ibah dan … 6:150, 6 150, 6-150, Surah Al An ‘aam 150, Tafsir surat AlAnaam 150, Quran Al Anaam 150, Al Anam 150, AlAnam 150, Al An’am 150, Surah Al Anam ayat 150

QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 63 [QS. 18:63]

Dia, yaitu pembantunya, menjawab, “Tahukah engkau wahai guru ketika kita tengah mencari tempat berlindung di batu tadi, untuk beristirahat, maka aku lupa meninggalkan ikan itu lalu ikan itu hilang men … 18:63, 18 63, 18-63, Surah Al Kahfi 63, Tafsir surat AlKahfi 63, Quran Al-Kahf 63, Surah Al Kahfi ayat 63

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis ...

Benar! Kurang tepat!

Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah ...

Benar! Kurang tepat!

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada bulan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal, di Tahun Gajah. Lalu pada tanggal 17 Rabiul Awal ini merupakan hari ketika Rasulullah hijrah atau meninggalkan Mekkah menuju Madinah.

Pendidikan Agama Islam #12
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #12 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #12 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #25

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَAyat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat … 4 2 3 6 5 Benar! Kurang tepat! Penjelasan:وَوَضَعْنَا

Pendidikan Agama Islam #1

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah … Taha ayat 8 Al Hadid ayat

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … empat tujuh tiga enam lima Benar! Kurang tepat! Meja, kursi, manusia,

Instagram