Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Balad (Negeri) – surah 90 ayat 12 [QS. 90:12]

وَ مَاۤ اَدۡرٰىکَ مَا الۡعَقَبَۃُ
Wamaa adraaka maal ‘aqabat(u);
Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?
―QS. Al Balad [90]: 12

Daftar isi

And what can make you know what is (breaking through) the difficult pass?
― Chapter 90. Surah Al Balad [verse 12]

وَمَآ da apakah

And what
أَدْرَىٰكَ kamu tahu

can make you know
مَا apa

what
ٱلْعَقَبَةُ pendakian itu

the steep path (is)?

Tafsir Quran

Surah Al Balad
90:12

Tafsir QS. Al-Balad (90) : 12. Oleh Kementrian Agama RI

Allah bertanya kepada manusia untuk memotivasi mereka,
"Apakah jalan mendaki yang terjal itu?"
Artinya, pekerjaan-pekerjaan besar itu memang sulit dikerjakan tetapi harus diatasi.

Tafsir QS. Al Balad (90) : 12. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tahukah kamu, apakah yang dimaksud dengan menempuh jalan yang mendaki dan sulit itu?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tahukah kamu apa kesulitan akhirat itu, dan apakah yang bisa membantu untuk bisa melewatinya?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tahukah kamu) maksudnya apakah kamu mengetahui


(apakah jalan yang sulit) yang akan ditempuhnya itu?
Ungkapan ini mengagungkan kedudukan jalan tersebut.
Ayat ini merupakan Jumlah Mu’taridhah atau kalimat sisipan, kemudian dijelaskan oleh ayat berikutnya, yaitu:

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Umar ibnu Ismail ibnu Mujalid, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Idris, dari ayahnya, dari Abu Atiyyah, dari Ibnu Umar sehubungan dengan makna firman-Nya:
Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sulit.
(QS. Al-Balad [90]: 11)
Maksudnya, memasuki jalan yang mendaki lagi sulit, yaitu nama sebuah gunung di dalam neraka Jahanam.
(Dengan demikian, berarti huruf lam di sini bukan lam nafi, melainkan lam taukid.
Sehingga makna ayat menjadi seperti berikut,
"Maka sesungguhnya manusia itu akan menempuh jalan yang sulit lagi mendaki,"

Ka’bul Ahbar mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sulit.
(QS. Al-Balad [90]: 11)
‘Aqabah adalah tingkatan yang terdiri dari tujuh puluh tingkatan di dalam neraka Jahanam.


Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sulit.
(QS. Al-Balad [90]: 11)
Yaitu jalan yang mendaki lagi sulit di dalam neraka Jahanam.
Qatadah mengatakan bahwa sesungguhnya hal itu merupakan jalan mendaki, sulit, lagi keras, maka jinakkanlah ia dengan mengerjakan ketaatan kepada Allah.

Qatadah mengatakan bahwa selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya:
Tahukah ‘kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?
(QS. Al-Balad [90]: 12)
Lalu disebutkan pula bagaimana cara melaluinya dalam firman berikutnya:
(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan.
(QS. Al-Balad [90]: 13-14)

Ibnu Zaid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?
(QS. Al-Balad [90]: 11)
Yakni tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang membawanya kepada keselamatan dan kebaikan.


Kemudian dijelaskan dalam firman berikutnya:

{وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ فَكُّ رَقَبَةٍ أَوْ إِطْعَامٌ}

Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu:
(Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan atau memberi makan.
(QS. Al-Balad [90]: 12-14)

Suatu qiraat ada yang membacanya fakku raqabatin dengan me-mudaf-kannya.
Dan qiraat lain ada yang membacanya fakkun raqabatan.
Lafaz fakkun menjadi mudaf yang beramal dengan amal fi’il-nya.
Ia mengandung damir yang menjadi fa’il-nya, sedangkan raqabatan menjadi maf’ulnya.
Kedua qiraat ini maknanya berdekatan.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Sa’id ibnu Abu Hindun, dari Ismail ibnu Abu Hakim pelayan keluarga Az-Zubair, dari Sa’id ibnu Marjanah;
ia pernah mendengar Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

«مَنْ أَعْتَقَ رَقَبَةً مُؤْمِنَةً أَعْتَقَ اللَّهُ بِكُلِّ إرب- أي عضو- مِنْهَا إِرْبًا مِنْهُ مِنَ النَّارِ حَتَّى إِنَّهُ لَيُعْتِقُ بِالْيَدِ الْيَدَ وَبِالرِّجْلِ الرِّجْلَ وَبِالْفَرْجِ الْفَرْجَ»

Barang siapa yang memerdekakan seorang budak yang mukmin.
maka Allah memerdekakan tiap anggota tubuhnya dengan tiap anggota tubuh budak itu dari api neraka, sehingga sesungguhnya Allah memerdekakan tangan dengan tangan, kaki dengan kaki, dan kemaluan dengan kemaluan.

Kemudian Ali ibnul Husain bertanya,
"Apakah engkau benar mendengar hadis ini dari Abu Hurairah?"
Sa’id menjawab,
"Benar."
Maka Ali ibnul Husain berkata kepada salah seorang budaknya untuk memanggil budak yang paling disayanginya."Panggilah si Mutarrif!"
Ketika Mutarrif telah berada di hadapan Ali ibnu Husain, maka Ali berkata kepadanya.
Pergilah kamu, sekarang engkau merdeka karena Allah."

Imam Bukhari dan Imam Muslim, juga Imam Turmuzi dan Imam Nasai, telah meriwayatkan hadis ini melalui berbagai jalur dari Sa’id ibnu Mirjanah dengan sanad yang sama.
Menurut lafaz yang ada pada Imam Muslim budak yang dimerdekakan oleh Ali ibnul Husain alias Zainul Abidin ini adalah seorang budak yang sebelum dimerdekakan diberi uang sebanyak sepuluh ribu dirham (untuk bekalnya).

Qatadah telah meriwayatkan dari Salim ibnu Abul Ja’d, dari Ma’dan ibnu Abu Talhah, dari Abu Najih yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

أَيُّمَا مُسْلِمٍ أَعْتَقَ رَجُلًا مُسْلِمًا فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ وَفَاءَ كل عظم من عظامه عظما من عظامه محررا من النار، وأيما امرأة أَعْتَقَتِ امْرَأَةً مُسْلِمَةً فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ وَفَاءَ كُلِّ عَظْمٍ مِنْ عِظَامِهَا عَظْمًا مِنْ عِظَامِهَا مِنَ النَّارِ

Orang muslim yang memerdekakan seorang budak laki-laki yang muslim, maka sesungguhnya Allah menjadikan imbalannya untuk setiap anggota tubuhnya dengan anggota tubuh budak yang dimerdekakannya itu dari neraka.
Dan wanita muslimah yang memerdekakan seorang budak perempuan, maka sesungguhnya Allah menjadikan imbalannya untuk setiap anggota tubuhnya dengan setiap anggota tubuh budak perempuan yang dimerdekakannya itu dimerdekakan dari api neraka,

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.
Dan Abu Najih ini adalah Amr ibnu Absah As-Sulami r.a.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Haiwah ibnu Syuraih.
telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, telah menceritakan kepadaku Bujair ibnu Sa’d.
dari Khalid ibnu Ma’dan.
dari Kasir ibnu Murrah, dari Amr ibnu Absah;
ia telah menceritakan kepada mereka bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:

«مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِيُذْكَرَ اللَّهُ فِيهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ.
وَمَنْ أَعْتَقَ نَفْسًا مُسَلِمَةً كَانَتْ فِدْيَتَهُ مِنْ جَهَنَّمَ، وَمَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ»

Barang siapa yang membangun masjid agar disebutkan nama Allah di dalamnya, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah gedung di dalam surga.
Dan barang siapa yang memerdekakan seorang budak yang muslim, maka budak itu menjadi tebusannya dari neraka Jahanam.
Dan barang siapa yang mengalami ubanan pada sehelai rambutnya di masa Islam, maka hal itu kelak akan menjadi nur (cahaya) baginya di hari kiamat.

Jalur lain.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hakam ibnu Nafi’, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Salim ibnu Amir, bahwa Syurahbil ibnus Simt pernah mengatakan kepada Amr ibnu Absah,
"Ceritakanlah kepada kami sebuah hadis yang tidak panjang dan tidak mudah dilupakan."
Maka Amr ibnu Absa berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

Barang siapa memerdekakan seorang budak yang muslim, maka budak itu menjadi kebebasannya dari neraka;
setiap anggota tubuh dengan setiap anggota tubuh lainnya.
Dan barang siapa yang tumbuh ubannya sehelai dijalan Allah, maka hal itu akan menjadi cahaya baginya kelak di hari kiamat.
Dan barang siapa yang membidikkan anak panahnya, lalu mencapai sasarannya atau meleset (di jalan Allah), maka dia bagaikan seorang yang memerdekakan seorang budak dari kalangan Bani Ismail.

Imam Abu Daud dan Imam Nasai telah meriwayatkan sebagian dari hadis ini.

Jalur lain.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Faraj, telah menceritakan kepada kami Luqman, dari Abu Umamah, dari Amr ibnu Absah As-Sulami.
Abu Umamah mengatakan kepadanya,
"Ceritakanlah kepada kami sebuah hadis yang di dalamnya tidak mengandung kekurangan dan tidak pula hal yang sulit dicapai."
Amr ibnu Absah menjawab, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

Barang siapa yang dilahirkan baginya tiga orang anak dalam masa Islam, lalu mereka semuanya mati sebelum mencapai usia balig, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga berkat kemurahan rahmat-Nya kepada mereka.
Dan barang siapa yang beruban sehelai rambutnya di jalan Allah, maka uban itu akan menjadi cahaya baginya kelak di hari kiamat.
Dan barang siapa yang membidikkan anak panah di jalan Allah hingga mencapai musuhnya, baik mengenainya atau meleset, maka baginya pahala seperti memerdekakan seorang budak.
Dan barang siapa memerdekakan seorang budak yang mukmin, maka Allah memerdekakan tiap anggota tubuhnya berkat tiap anggota tubuh budak yang dimerdekakannya dari api neraka.
Dan barang siapa yang membelanjakan dua jenis keperluan di jalan Allah, maka sesungguhnya surga itu mempunyai delapan buah pintu, Allah akan memasukkannya ke dalam surga dari pintu mana pun yang disukainya.

Semua sanad hadis-hadis di atas berpredikat jayyid lagi kuat;
segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala

Hadis lain.

Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ais ibnu Muhammad Ar-Ramli, telah menceritakan kepada kami Damrah, dari Ibnu Abu Ablah, dari Al-Arrif ibnu Iyasy Ad-Dailami yang mengatakan bahwa kami datang kepada Wasilah ibnul Asqa’, dan kami berkata kepadanya,
"Ceritakanlah kepada kami sebuah hadis yang tidak ada penambahan dan tidak pula pengurangan."
Maka Wasilah marah dan berkata,
"Sesungguhnya seseorang dari kamu benar-benar membaca Alquran dan mushaf yang dibacanya tergantung di rumahnya (tersimpan di dalamnya), maka apakah dia berani menambah-nambahi atau menguranginya?"
Kami berkata,
"Bukan itu kami maksudkan, sesungguhnya yang kami maksudkan hanyalah sebuah hadis dari Rasulullah ﷺ yang pernah engkau dengar secara harfiah."
Wasilah ibnu Asqa’ mengatakan,
"Kami datang menghadap kepada Rasulullah ﷺ untuk menanyakan kepada beliau tentang seorang teman kami yang sudah dapat dipastikan akan masuk neraka karena bunuh diri, maka Rasulullah ﷺ menjawab:

«أَعْتِقُوا عَنْهُ يُعْتِقُ اللَّهُ بِكُلِّ عُضْوٍ مِنْهُ عُضْوًا مِنَ النَّارِ»

‘Merdekakanlah olehmu untuknya seorang budak, maka Allah akan memerdekakan setiap anggota tubuhnya dengan setiap anggota tubuh budak itu dari neraka’."

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Nasai melalui hadis Ibrahim ibnu Abu Ablah, dari Al-Arrif ibnu Iyasy Ad-Dailami, dari Wasilah dengan lafaz yang sama.

Hadis lain.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdus Samad, telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari Qatadah, dari Qais Al-Juzami, dari Uqbah ibnu Amir Al-Juhani, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

«من أعتق رقبة مُسْلِمَةٍ فَهُوَ فِدَاؤُهُ مِنَ النَّارِ»

Barang siapa memerdekakan seorang budak yang muslim, maka budak itu menjadi penebus dirinya dari neraka.

Telah menceritakan pula kepada kami Abdul Wahhab Al-Khaffaf, dari Sa’d, dari Qatadah yang mengatakan bahwa pernah diceritakan kepada kami bahwa Qais Al-Juzami menceritakan hadis dari Uqbah ibnu Amir, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

«مَنْ أَعْتَقَ رَقَبَةً مُؤْمِنَةً فَهِيَ فِكَاكُهُ مِنَ النَّارِ»

Barang siapa memerdekakan seorang budak yang mukmin, maka budak itu menjadi pembebasnya dari neraka.

Imam Ahmad meriwayatkannya secara munfarid melalui jalur ini.

Hadis lain.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Adam dan Abu Ahmad, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Isa ibnu Abdur Rahman Al-Bajali, dari Bani Bajilah, dari Ibnu Sulaim, dari Talhah ibnu Muarrif, dari Abdur Rahman ibnu Ausajah, dari Al-Barra ibnu Azib yang mengatakan bahwa pernah seorang lelaki Badui datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu bertanya,
"Wahai Rasulullah, ajarilah aku suatu amal yang dapat memasukkan diriku ke dalam surga."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:

«لَئِنْ كُنْتَ أَقْصَرْتَ الْخُطْبَةَ لَقَدْ أَعْرَضْتَ الْمَسْأَلَةَ، أَعْتِقِ النَّسَمَةَ وَفُكَّ الرَّقَبَةَ»

Sesungguhnya aku telah berniat akan meringkas khotbah ini, tetapi ternyata engkau menjadikannya panjang.
Merdekakanlah budak dan bantulah untuk memerdekakannya.

Lelaki Badui itu bertanya,
"Wahai Rasulullah, bukankah keduanya itu sama?"
Rasulullah ﷺ menjawab:


«لَا إِنَّ عِتْقَ النَّسَمَةِ أَنْ تَنْفَرِدَ بِعِتْقِهَا، وَفَكَّ الرَّقَبَةِ أَنْ تُعِينَ فِي عِتْقِهَا، وَالْمِنْحَةُ الْوَكُوفُ ، وَالْفَيْءُ عَلَى ذِي الرَّحِمِ الظَّالِمِ فَإِنْ لَمْ تُطِقْ ذَلِكَ فَأَطْعِمِ الْجَائِعَ، وَاسْقِ الظَّمْآنَ، وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ، فَإِنْ لَمْ تُطِقْ ذَلِكَ فَكُفَّ لِسَانَكَ إِلَّا من الخير»

Tidak, sesungguhnya yang pertama berarti engkau memerdekakan budak seutuhnya, sedangkan yang kedua berarti engkau hanya membantu memerdekakannya.
Dan gemarlah berderma, berilah saudara yang zalim.
Maka jika kamu tidak mampu mengerjakannya, berilah makan orang yang kelaparan, berilah minum orang yang kehausan, beramar ma’ruf dan bernahi munkarlah.
Dan jika kamu tidak mampu mengerjakannya, maka cegahlah lisanmu kecuali terhadap kebaikan.

Unsur Pokok Surah Al Balad (البلد)

Surat Al Balad terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Qaaf.

Dinamai "Al Balad, diambil dari perkataan "Al Balad" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan negeri di sini ialah kota Mekah (Tanah Haram).

Keimanan:

▪ Manusia diciptakan Allah untuk berjuang menghadapi kesulitan.
▪ Janganlah manusia terperdaya oleh kekuasaan dan harta benda yang banyak yang telah dibelanjakannya.
▪ Beberapa peringatan kepada manusia atas beberapa nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya dan bahwa Allah telah menunjukkan jalan-jalan yang akan menyampaikannya kepada kebahagiaan dan yang akan membawanya kepada kecelakaan.

Ayat-ayat dalam Surah Al Balad (20 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Balad (90) : 1-20 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 20 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Balad (90) : 1-20 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 20

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Balad ayat 12 - Gambar 1 Surah Al Balad ayat 12 - Gambar 2
Statistik QS. 90:12
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Balad.

Surah Al-Balad (bahasa Arab: البلد) adalah surah ke-90 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 20 ayat.
Dinamakan “Al-Balad” yang berarti Negeri diambil dari perkataan “Al-Balad” yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan kota dalam ayat ini ialah kota Mekkah.

Nomor Surah 90
Nama Surah Al Balad
Arab البلد
Arti Negeri
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 35
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 20
Jumlah kata 82
Jumlah huruf 343
Surah sebelumnya Surah Al-Fajr
Surah selanjutnya Surah Asy-Syams
Sending
User Review
4.4 (8 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

90:12, 90 12, 90-12, Surah Al Balad 12, Tafsir surat AlBalad 12, Quran Al-Balad 12, Surah Al Balad ayat 12

Video Surah

90:12


Load More

Kandungan Surah Al Balad

۞ QS. 90:7 • Keluasan ilmu Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 90:10 • Manusia antara memilih dan dipaksa • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 90:11 • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 90:12 • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 90:13 • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 90:14 • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 90:15 • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 90:16 • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 90:17 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 90:18 • Pahala iman • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 90:19 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 90:20 • Sifat neraka • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga),
dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).
QS. Yunus [10]: 25

Kami ciptakan manusia dari nutfah yang miliki berbagai unsur.
Lalu Kami uji dengan berbagai perintah & larangan.
Karena itu ia Kami jadikan memiliki pendengaran & penglihatan agar dapat mendengar ayat & menyaksikan bukti kekuasaan Kami
QS. Al-Insan [76]: 2

Dialah yang turunkan air hujan,
lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuhan itu tanaman yang hijau.
Sungguh pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman
QS. Al-An’am [6]: 99

Ya Tuhanku,
anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.
QS. As-Saffat [37]: 100

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Correct! Wrong!

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Correct! Wrong!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

+

Array

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Correct! Wrong!

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Kamus Istilah Islam

Gharar

Apa itu Gharar? Gharar atau taghrir adalah istilah dalam kajian hukum Islam yang berarti keraguan, tipuan, atau tindakan yang bertujuan untuk merugikan orang lain. Garar dapat berupa suatu akad yang mengandung unsur penipuan karena tidak adanya kepastian, baik mengenai ada atau tidaknya objek akad, besar kecilnya jumlah, maupun kemampuan menyerahkan objek yang dis … •

Al-Hasyr

Apa itu Al-Hasyr? Surah Al-Hasyr adalah surah ke-59 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat. Dinamakan Al Hasyr yang berarti pengusiran diambil dari perkataan Al Hasyr yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini. Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdi … • Al-Hasyr, Al Hasyr

Abdullah bin Jahsy

Siapa itu Abdullah bin Jahsy? Abdullah bin Jahsy bin Ri’ab bin Ya‘mur al-Asadi ) adalah seorang sahabat, sepupu, dan sekaligus saudara ipar Nabi Muhammad. Abdullah termasuk pemeluk Islam pertama. Dia memimpin pasukan pertama dalam Islam yang sukses, yaitu pasukan Ekspedisi Nakhl … •