QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 98 [QS. 7:98]

اَوَ اَمِنَ اَہۡلُ الۡقُرٰۤی اَنۡ یَّاۡتِیَہُمۡ بَاۡسُنَا ضُحًی وَّ ہُمۡ یَلۡعَبُوۡنَ
Awaamina ahlul qura an ya’tiyahum ba’sunaa dhuhan wahum yal’abuun(a);

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?
―QS. 7:98
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Kewajiban beriman pada hari akhir
7:98, 7 98, 7-98, Al A’raaf 98, AlAraaf 98, Al Araf 98, Al-A’raf 98

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 98

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 98. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini sekali lagi Allah subhanahu wa ta’ala mencela tingkah-laku orang-orang yang ingkar, yaitu bahwa mereka tampak lebih aman dan tidak mempunyai kekhawatiran tentang kemungkinan datangnya siksaan Allah kepada mereka ketika mereka dalam keadaan lalai, seperti kanak-kanak yang sedang asyik bermain di waktu duha, yakni ketika matahari sedang naik.

Dengan firman ini Allah subhanahu wa ta’ala memperingatkan mereka bahwa siksaan-Nya mungkin saja menimpa mereka ketika mereka sedang lalai baik di waktu tidur maupun di waktu mereka asyik berfoya-foya hingga mereka tidak akan sempat lagi mempersiapkan diri untuk keselamatan mereka.
Oleh sebab itu sebaiknyalah mereka insyaf dan waspada terhadap siksaan Allah apalagi mereka telah mendengar seruan Rasul dan nasihat-nasihat yang diberikan-Nya kepada mereka untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apakah mereka lalai dan merasa aman dari datangnya siksa Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik pada saat mereka hanyut dalam permainan yang sama sekali tidak berguna?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalah naik) pada waktu siang hari (ketika mereka sedang bermain).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ataukah penduduk negeri itu merasa aman apabila siksa Allah datang kepada mereka pada pagi hari saat mereka dalam keadaan lalai, sibuk dengan urusan dunia mereka?
Allah mengkhususkan dua waktu ini (siang dan malam) sebagai peringatan, karena manusia sering lengah pada kedua waktu itu, maka siksa yang datang pada waktu keduanya sangat menyakitkan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

di waktu mereka sedang tidur?
Atau apakah penduduk kota-kota itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalah naik ketika mereka sedang bermain?
(Q.S. Al-A’raf [7]: 97-98)

Yaitu di saat mereka sedang sibuk dan lalai.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 98 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 98 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 98 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:98
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.5
Ratingmu: 4.5 (9 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/7-98









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim