Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 96


وَ لَوۡ اَنَّ اَہۡلَ الۡقُرٰۤی اٰمَنُوۡا وَ اتَّقَوۡا لَفَتَحۡنَا عَلَیۡہِمۡ بَرَکٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَ الۡاَرۡضِ وَ لٰکِنۡ کَذَّبُوۡا فَاَخَذۡنٰہُمۡ بِمَا کَانُوۡا یَکۡسِبُوۡنَ
Walau anna ahlal qura aamanuu waattaqau lafatahnaa ‘alaihim barakaatin minassamaa-i wal ardhi walakin kadz-dzabuu faakhadznaahum bimaa kaanuu yaksibuun(a);

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
―QS. 7:96
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
7:96, 7 96, 7-96, Al A’raaf 96, AlAraaf 96, Al Araf 96, Al-A’raf 96
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 96. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan dalam ayat ini, bahwa seandainya penduduk kota Mekah dan penduduk negeri-negeri yang berada di sekitarnya serta umat manusia seluruhnya beriman kepada agama yang dibawa oleh Nabi dan Rasul terakhir, yaitu Nabi Muhammad ﷺ.
dan seandainya mereka bertakwa kepada Allah sehingga mereka menjauhkan diri dari segala yang dilarangnya, seperti kemusyrikan dan berbuat kerusakan di bumi, niscaya Allah akan melimpahkan kepada mereka kebaikan dan keberkatan yang banyak, baik yang datang dari langit maupun yang datang dari bumi.
Nikmat yang datang dari langit, misalnya ialah hujan yang menyirami dan menyuburkan bumi, sehingga tumbuhlah tanam-tanaman dan berkembang-biaklah binatang ternak yang kesemuanya sangat diperlukan oleh manusia.
Di samping itu mereka akan memperoleh ilmu pengetahuan yang banyak, serta kemampuan untuk memahami sunatullah yang berlaku di alam ini, sehingga mereka mampu menghubungkan antara sebab dan akibat dan dengan demikian mereka akan dapat membina kehidupan yang baik, serta menghindarkan malapetaka yang biasa menimpa umat yang ingkar kepada Allah dan tidak mensyukuri nikmat dan karunia-Nya.

Akan tetapi apabila penduduk Mekah dan sekitarnya tidak beriman dan bertakwa, bahkan sebaliknya mereka mendustakan Rasul dan membelakangi yang dibawanya, maka kejahatan yang mereka lakukan, yaitu kemusyrikan dan kemaksiatan tidak mustahil Allah menimpakan siksa kepada mereka walaupun tidak sama dengan siksa yang telah ditimpakan kepada umat yang dahulu yang bersifat memusnahkan.
Dan datangnya azab tersebut adalah sesuai dengan sunnatullah yang telah ditetapkan-Nya dan tak dapat diubah oleh siapa pun juga selain-Nya.

Al A'raaf (7) ayat 96 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 96 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 96 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kalau saja penduduk negeri itu beriman kepada apa yang dibawa oleh para rasul, melakukan pesan- pesan mereka dan menjauhi larangan Allah, maka niscaya mereka akan Kami berikan sejumlah keberkahan dari langit dan bumi berupa hujan, tanaman, buah-buahan, binatang ternak, rezeki, rasa aman dan keselamatan dari segala macam bencana.
Tetapi mereka ingkar dan mendustakan para rasul.
Maka Kami timpakan kepada mereka hukuman ketika mereka sedang tidur, akibat kemusyrikan dan kemaksiatan yang mereka lakukan.
Hukuman yang mereka terima itu adalah akibat perbuatan mereka yang jelek.
Dan itu juga merupakan pelajaran bagi orang lain, jika mereka selalu menggunakan akal.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan jika sekiranya penduduk negeri-negeri) yang mendustakan (beriman) terhadap Allah dan rasul-rasul mereka (dan bertakwa) tidak kafir dan maksiat (pastilah Kami akan melimpahkan) dengan dibaca takhfif dan tasydid (kepada mereka berkah dari langit) dengan melalui hujan (dan bumi) dengan melalui tetumbuhan (tetapi mereka mendustakan) rasul-rasul (maka Kami siksa mereka) Kami hukum mereka (disebabkan perbuatan mereka sendiri).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Jika penduduk suatu negeri beriman kepada rasul-rasul Allah, mengikuti mereka, dan meninggalkan apa yang Allah larang, niscaya Allah akan membukakan bagi mereka pintu-pintu kebaikan dari arah mana saja.
Akan tetapi mereka mendustakan Allah sehingga Dia menimpakan siksa yang berat disebabkan kekufuran dan kedurhakaan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menceritakan perihal tipisnya keimanan penduduk kota-kota yang para rasul diutus kepada mereka.
Hal ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus?
Tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.
(Yunus:98)

Maksudnya, tidak ada suatu penduduk kota pun yang seluruhnya beriman kecuali kaum Nabi Yunus.
Demikian itu terjadi setelah mereka menyaksikan adanya azab.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain:

Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih, lalu mereka beriman.
Karena itu, Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.
(Ash Shaaffat:147-148)

Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun.
(Saba':34), hingga akhir ayat.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Jikalau penduduk kota-kota beriman dan bertakwa.

Yaitu hati mereka beriman kepada apa yang disampaikan oleh rasul-rasul, membenarkannya, mengikutinya, dan bertakwa dengan mengerjakan amal-amal ketaatan dan meninggalkan semua yang diharamkan.

...pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi

Maksudnya hujan dari langit dan tetumbuhan dari bumi.
Tetapi dalam firman selanjutnya disebutkan:

...tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Artinya, tetapi mereka mendustakan rasul-rasul-Nya, maka kami siksa mereka dengan menimpakan kebinasaan atas mereka karena perbuatan-perbuatan dosa dan hal-hal haram yang mereka kerjakan.

Kata Pilihan Dalam Surah Al A'raaf (7) Ayat 96

AHLAL QURAA'
أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ

Istilah ini mengandung dua kata yaitu ahl dan al qura. Pengertian ahl dan penggunaannya sudah diuraikan sebelum ini. Sedangkan al quraa adalah bentuk jamak dari al qaryah yang berarti desa dan kumpulan manusia.

Apabila al qaryah disandarkan kepada an naml, ia bermakna kumpulan semut.

Apabila dikaitkan dengan Al Ansar, ia berarti kota Madinah atau Yatsrib.

Apabila lafaz umm disandarkan kepada Al Qura atau ummul quraa ia bermakna ibu kota.

Istilah ahlal quraa disebut sebanyak lima kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
- Al A'raaf (7), ayat 96, 97, 98;
- Yusuf (12), ayat 109;
- Al Hasyr (59), ayat 7.

At Tabari menafsirkan ahlal quraa dalam surah Al A'raaf dengan maksudnya,

"Wahai Muhammad, apakah tenang dan merasa aman orang yang mendustakan Allah dan rasul Nya itu dan ingkar kepada ayat-ayat Nya. Allah membiarkan mereka dengan memberikan nikmat kepada mereka di dunia dengan kesehatan badan dan kehidupan yang mewah, sebagaimana Allah membiarkan orang yang diceritakan kepada mereka dari kalangan umat-umat terdahulu. Maka sesungguhnya rancangan atau azab Allah tidak menjadikan mereka berasa aman dan mereka akan musnah."

Az Zamakhsyari mengatakan alif-lam yang ada pada al qura mengisyaratkan kepada al qura yang terdapat pada ayat sebelumnya, yaitu :

wamaa arsalnaa fii qaryatim min nabiyyin

Inilah yang dimaksudkan oleh penafsiran At Tabari berkenaan ayat Allah, dimana beliau berkata berkata,
"Al qura yang disebutkan kepada engkau ini, wahai Muhammad adalah kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, kaum Luth dan Syu'aib" Sedangkan dalam surah Yusuf, ahlal quraa di sini bermakna al mada'in atau orang kota dan bukan orang Badwi, karena mereka jahil serta kasar dan karena orang bandar (Amsar) lebih sempurna akalnya, kesabarannya dan lebih tinggi budi pekertinya.

Qatadah berpendapat, ahlal quraa itu bermaksud ahlal ­amsar karena mereka lebih sabar dan lembut berbanding ahlal-umud (orang Badwi).

Pengertian ahlal quraa dalam surah Al Hasyr, Ibn Abbas berpendapat ia bermaksud Bani Quraizah dan Bani Nadir. Kedua-duanya berada di Madinah dan Fadak. Jaraknya adalah perjalanan tiga hari dari Madinah dan Khaibar.

Ibn Katsir berpendapat, ia bermaksud keseluruhan negeri-negeri yang dibuka, hukumnya adalah sama dengan hukum harta benda Bani Nadir.

Kesimpulannya, maksud ahlal quraa secara umumnya adalah kumpulan manusia, negeri atau kaum. Secara khususnya terbagi menjadi tiga maksud sebagaimana yang dimaksudkan dalam surah-surah di atas.

Pertama, ia bermaksud umat-umat terdahulu seperti dalam surah Al A'raaf.

Kedua, ia bermaksud orang kota sebagaimana dalam surah Yusuf.

Ketiga, ia bermaksud negeri-negeri seperti Bani Quraizah dan Bani Nadir seperti dalam surah Al Hasyr.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:29-30

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 96 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 96



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.9
Rating Pembaca: 4.3 (21 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ qs 7 96, Al-Quran surah ke 7 ayat 96, qs 7 ayat 96, al araf 96, qs 7:96, QS AL araf ayat 96, quran 7 96, quran surat al anfal ayat 96 sampai 98