Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 91


فَاَخَذَتۡہُمُ الرَّجۡفَۃُ فَاَصۡبَحُوۡا فِیۡ دَارِہِمۡ جٰثِمِیۡنَ
Faakhadzathumur-rajfatu faashbahuu fii daarihim jaatsimiin(a);

Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,
―QS. 7:91
Topik ▪ Kelebihan yang diberikan Allah untuk bangsa Yahudi
7:91, 7 91, 7-91, Al A’raaf 91, AlAraaf 91, Al Araf 91, Al-A’raf 91
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 91. Oleh Kementrian Agama RI

Keingkaran kepada Allah subhanahu wa ta'ala serta perbuatan menghalangi orang lain untuk menganut agama Allah adalah kejahatan yang amat besar.
Dan orang-orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman yang setimpal.
Oleh sebab itu, Allah subhanahu wa ta'ala telah menimpakan kepada mereka azab yang berat yaitu gempa yang dahsyat yang membinasakan mereka, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka seolah-olah mereka tidak pernah ada di negeri itu.

Kisah Nabi Syuaib ini selain kita dapati dalam surah Al-A'raf juga kita dapati dalam surah Hud.
Akan tetapi ada perbedaan yang menyebutkan nama azab yang ditimpakan kepada kaumnya yang kafir itu.
Dalam surah Al-A`raf ayat 91 disebutkan, bahwa azab tersebut adalah berupa Ar-Rajfah, yaitu gempa yang dahsyat.
Sedangkan dalam surah Hud ayat 94 disebutkan, bahwa azab tersebut adalah berupa Ash-Shaihatu, yaitu suara keras yang mengguntur.
Namun kedua ayat itu tidaklah berlawanan, karena kedua macam azab ini dapat terjadi dalam satu rentetan dan menimbulkan akibat yang sama, yaitu membinasakan mereka, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka.

Kisah Nabi Syuaib juga terdapat dalam surah Asy-Syu'ara, dan di sini disebutkan bahwa Nabi Syuaib diutus Allah kepada penduduk negeri Aikah.
Sedangkan dalam surah Al-A`raf disebutkan bahwa Nabi Syuaib adalah saudara sebangsa dari kaum Madyan, yaitu penduduk negeri Madyan.

Menurut keterangan Ishak Ibnu Basyar yang diperolehnya dari Ibnu Asakir, mengatakan bahwa Ibnu Abbas telah memberikan penjelasan sebagai berikut: "Penduduk Aikah itu adalah orang-orang yang mendiami daerah rawa-rawa yang terletak antara pantai Laut Merah dan negeri Madyan." Dari keterangan ini dapat dipahami bahwa Nabi Syuaib telah diutus Allah kepada kaumnya yang telah mempunyai hubungan dengan mereka sampai ke pantai Laut Merah.
Dan kedua kaum itu sama halnya, baik mengenai kekafiran mereka maupun mengenai perbuatan-perbuatan maksiat yang mereka lakukan, misalnya ketidakjujuran mereka dalam menimbang dan menakar ketika berjual beli.
Nabi Syuaib menyiarkan agama kepada mereka semua.
Azab yang ditimpakan Allah telah mengenai kedua golongan itu dalam waktu yang sama, atau dalam waktu yang berdekatan jaraknya, maka azab yang ditimpakan kepada penduduk Madyan adalah berupa Ar-Rajfah, yaitu suara gempa yang amat dahsyat yang disertai suara gemuruh yang amat keras.
Sedang azab yang ditimpakan kepada penduduk Aikah adalah berwujud angin samun dan udara yang sangat panas yang berakhir dengan datangnya gumpalan awan.
Mereka lalu berkumpul ke tempat yang teduh untuk mendapatkan udara yang sejuk, akan tetapi tiba-tiba awan itu ditimpakan kepada mereka sehingga semuanya mati terhimpit karena tidak dapat bernafas.
Akan tetapi di samping itu, sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa azab yang ditimpakan kepada kedua golongan itu adalah sama dan serupa.

Al A'raaf (7) ayat 91 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 91 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 91 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Siksa Allah pantas mereka terima.
Maka Allah menimpakan mereka gempa bumi yang membuat hati mereka kacau.
Lalu matilah mereka, bergelimpangan di rumah-rumah dengan muka terjerumus.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kemudian mereka ditimpa gempa) gempa bumi yang dahsyat (maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka) mereka mati dalam keadaan bertekuk-lutut.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kemudian mereka ditimpa gempa yang keras sehingga mereka mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan bahwa mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi, sedangkan mereka semuanya dalam keadaan berkumpul.
Azab yang menimpa mereka pada hari mereka dinaungi itu berupa awan yang menaungi mereka, di dalam awan terdapat percikan dan nyala api serta kobaran yang hebat.
Lalu pekikan yang mengguntur datang menimpa mereka dari langit, sedangkan bumi mengalami gempa besar dari bawah mereka, sehingga nyawa mereka dicabut dan mati, sedangkan tubuh mereka kaku.

...maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka.

Kata Pilihan Dalam Surah Al A'raaf (7) Ayat 91

RAAJIFAH
لرَّاجِفَة

Lafaz ini dalam bentuk ism fa'il ber­asal dari ar rajfah atau rajafa-yarjufu yang bermakna bergerak dan bergoncang dengan sangat kuat.

Rajafa fulaan berarti tidak tenang disebabkan takut berulang apa yang dialaminya.

Rajafa yadahu bermakna tangannya gementar karena sakit.

Rajafat al ardh artinya gempa.

Dalam Mu'jam Alfaaz Al Qur'an, lafaz ar raajifah dengan banyak perubahan di dalam Al Qur'an mengandung beberapa makna yaitu bergoncang, sekali goncangan, hari kiamat yang menggoncangkan semua perkara, menyebarkan fitnah dan berita­ berita buruk. Darinya lafaz murjif dan jamaknya al murjifuun yang bermakna orang yang menyebarkan berita-berita buruk bagi menggemparkan dan menjadikan mereka hura-hara.

Lafaz ar raajifah disebut sekali di dalam Al­ Quran yaitu dalam surah An Naazi'aat (79), ayat 6.

Sedangkan ar rajfah disebut empat kali yaitu dalam surah:
-Al A'raaf (7), ayat 78, 91, 155;
-Al Ankabut (29), ayat 37.

Al murjifuun disebut sekali saja yaitu dalam surah Al­ Ahzab (33), ayat 60.
Allah berfirman:

يَوْمَ تَرْجُفُ ٱلرَّاجِفَةُ

Ibn Abbas, Al Hasan, Qatadah dan Ad Dahhak berpendapat, ar raajifah adalah tiupan pertama yang mematikan semua makhluk dengan izin Allah.

Al Hasan menjelaskan firman Allah,

وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُۖ

Artinya, "Dan sudah tentu akan di­ tiup sangkakala, maka pada waktu itu mati­lah makhluk-makhluk yang ada di langit dan yang ada di bumi kecuali siapa yang dikehendaki oleh Allah".

Mujahid berkata yauma tarjufur raajifah bermakna hari bumi dan gunung digoncangkan.

Kesimpulannya, kedua pendapat ini benar karena ia adalah tanda bermula­nya hari kiamat.

Asy Syawkani mengatakan, ar raajifah bermaksud tiupan dahsyat yang menggoncangkan segala sesuatu seperti suara petir yaitu tiupan pertama yang mematikan seluruh makhluk.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:248-249

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 91 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 91



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.4
Rating Pembaca: 4.6 (16 votes)
Sending