QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 90 [QS. 7:90]

وَ قَالَ الۡمَلَاُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا مِنۡ قَوۡمِہٖ لَئِنِ اتَّبَعۡتُمۡ شُعَیۡبًا اِنَّکُمۡ اِذًا لَّخٰسِرُوۡنَ
Waqaalal malal-ladziina kafaruu min qaumihi la-iniittaba’tum syu’aiban innakum idzan lakhaasiruun(a);

Pemuka-pemuka kaum Syu’aib yang kafir berkata (kepada sesamanya):
“Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi”.
―QS. 7:90
Topik ▪ Perbuatan orang kafir sia-sia
7:90, 7 90, 7-90, Al A’raaf 90, AlAraaf 90, Al Araf 90, Al-A’raf 90

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 90

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 90. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang yang kafir di antara kaum Nabi Syuaib, yaitu pemuka-pemuka mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah dan mendustakan Rasul-Nya sudah keterlaluan dalam berbuat kezaliman, antara lain dengan menghalang-halangi orang lain untuk beriman kepada Nabi Syuaib dan agama yang dibawanya, mereka itu berkata: “Jika kamu beriman dan mengikuti seruan Syuaib yang mengajak kepada agama tauhid, niscaya kamu akan merugi akibat perbuatan itu dan karena meninggalkan agama nenek moyang yang kamu anut selama ini.
Kamu akan kehilangan kemuliaan dan kehormatan, karena dengan mengikuti Syuaib itu kamu akan menganggap bahwa nenek moyang kamu adalah orang-orang yang sesat dan akan diazab di sisi Allah subhanahu wa ta’ala Di samping itu, kamu juga akan kehilangan harta benda dan keuntungan yang berlipat ganda dalam perdagangan karena agama Syuaib tidak memperbolehkan melakukan penipuan dalam jual beli, terutama mengenai takaran dan timbangan.

Pemuka-pemuka kaum Nabi Syuaib itu bersikap angkuh dan kufur.
Sikap angkuh itu timbul karena mereka berkuasa di negeri itu, dan sifat inilah yang mendorong mereka untuk mengeluarkan ancaman kepada Nabi Syuaib dan para pengikutnya untuk mengusir mereka dari Madyan.
Sedang sifat kufur mereka telah menyebabkan mereka itu bertindak untuk menghalang-halangi orang lain untuk menganut agama Allah yang dibawa oleh Nabi Syuaib.
Teranglah bahwa mereka itu adalah orang-orang yang sesat dan berusaha untuk menyesatkan orang lain.

Related Images:

We cannot display this gallery

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sampai di sini, kaum Syu’aib merasa putus asa menundukkan Syu’ayb dan pengikutnya.
Mereka tetap teguh pada agama mereka.
Mereka merasa cemas pengikut Syu’ayb akan semakin banyak melihat kekuatan dan ketegarannya dalam berdakwah.
Karena itulah para pembesar mereka yang kafir beralih kepada pengikut mereka, mengancam mereka dengan mengatakan, “Demi Tuhan, jika kalian tunduk kepada Syu’ayb dengan menerima ajakannya, maka sesungguhnya kalian telah merugikan kehormatan dan kekayaan kalian dengan mengikuti agama yang salah, yang belum pernah diikuti oleh leluhur kalian.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Pemuka-pemuka kaum Syuaib yang kafir berkata,) sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain (“Sesungguhnya jika) lam adalah untuk qasam atau sumpah (kamu mengikut Syuaib, tentu jika kamu berbuat demikian menjadi orang-orang yang merugi.”)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Para pemuka dan pembesar dari kaum Syuaib yang mendustakan dan menolak seruan Tauhid karena kesombongan mereka itu berkata kepada pengikut Syuaib dengan nada mengancam :
Jika kalian tetap mengikuti Syuaib maka sungguh kalian pasti akan binasa.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan perihal kekerasan kekufuran mereka, juga kebinalan, kesombongan, kesesatan yang mereka lakukan, dan tabiat hati mereka yang suka menentang kebenaran.
Mereka nyatakan hal ini melalui sumpah mereka yang disebutkan oleh firman-Nya:

Sesungguhnya jika kalian mengikuti Syu’aib.
tentulah kalian jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi.

Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam ayat selanjutnya:

Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka.
(Al-A’rif: 91)

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala.
memberitahukan bahwa mereka ditimpa gempa yang dahsyat, sebagaimana mereka telah membuat Syu’aib dan sahabat-sahabatnya terguncang oleh ancaman mereka yang hendak mengusirnya.
Seperti yang disebutkan perihal mereka dalam surat Hud melalui firman-Nya:

Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu teriakan yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
(Huud:94)

Kaitannya dengan ayat di atas —hanya Allah yang lebih mengetahui— ialah, ketika mereka melancarkan cemoohan kepada Syu’aib ‘alaihis salam melalui perkataan mereka, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Apakah salatmu yang menyuruh kamu.
(Huud:87), hingga akhir ayat.

Maka datanglah teriakan yang mengguntur dan mendiamkan mereka (yakni mematikan mereka).
Dalam surat Asy-Syu’ara Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman menceritakan perihal mereka:

Kemudian mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan.
Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.
(Asy Syu’ara:189)

Hal tersebut tidak sekali-kali terjadi melainkan karena mereka mengata­kan kepada Nabi Syu’aib seperti yang disebutkan dalam konteks kisah­nya melalui firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit.
(Asy Syu’ara:187)


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 90 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 90 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 90 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar

We cannot display this gallery



Statistik Q.S. 7:90
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.9
Ratingmu: 4.5 (15 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/7-90









Video

Panggil Video Lainnya

We cannot display this gallery
RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta