Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 87


وَ اِنۡ کَانَ طَآئِفَۃٌ مِّنۡکُمۡ اٰمَنُوۡا بِالَّذِیۡۤ اُرۡسِلۡتُ بِہٖ وَ طَآئِفَۃٌ لَّمۡ یُؤۡمِنُوۡا فَاصۡبِرُوۡا حَتّٰی یَحۡکُمَ اللّٰہُ بَیۡنَنَا ۚ وَ ہُوَ خَیۡرُ الۡحٰکِمِیۡنَ
Wa-in kaana thaa-ifatun minkum aamanuu biil-ladzii ursiltu bihi wathaa-ifatun lam yu’minuu faashbiruu hatta yahkumallahu bainanaa wahuwa khairul haakimiin(a);

Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita, dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.
―QS. 7:87
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Keingkaran dan sifat keras kepala bangsa Yahudi
7:87, 7 87, 7-87, Al A’raaf 87, AlAraaf 87, Al Araf 87, Al-A’raf 87
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 87. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini mengutarakan keahlian Nabi Syuaib menyampaikan amanat-amanat Tuhannya di mana dikemukakannya kata-kata yang tegas tapi cukup lunak dan mengesankan.
Nabi Syuaib berkata kepada mereka jika ada golongan di antara mereka yang membenarkan seruannya supaya menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa dan meninggalkan perbuatan-perbuatan zalim seperti mengurangi hak manusia dalam menimbang dan menakar maka mereka akan terhindar dari siksa Allah.
Demikian pula sekiranya ada golongan di antara mereka itu yang masih belum menyambut seruannya dan masih tetap kufur dan zalim, maka Nabi Syuaib mengancam mereka supaya menunggu keputusan Tuhan yang seadil-adilnya, membela hamba-hamba-Nya yang beriman dan membinasakan golongan kafir yang berbuat kezaliman.

Al A'raaf (7) ayat 87 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 87 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 87 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Jika ada sekelompok orang di antara kalian yang beriman kepada kebenaran yang aku bawa dan ada sekelompok lain yang tidak beriman, maka tunggulah sampai Allah menetapkan hukum-Nya di antara dua kelompok tersebut.
Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya, dan ada pula segolongan yang tidak beriman) terhadapnya (maka bersabarlah kamu) artinya kamu harap menunggu (hingga Allah menetapkan hukum-Nya di antara kita) antara kami dan kamu, dengan menyelamatkan yang hak dan menghancurkan yang batil (dan Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya) yang paling adil.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan jika ada segolongan di antara kalian percaya pada apa yang Allah wahyukan kepadaku dan segolongan yang lain tidak percaya, tunggulah oleh kalian (wahai orang-orang yang mendustakan) ketentuan Allah.
Dialah yang akan memutuskan hukum antara kami dan kalian pada saat kalian ditimpa siksa-Nya yang pernah aku peringatkan kepada kalian.
Dan Allah yang Mahaagung lagi Mahatinggi adalah sebaik-baik pemberi keputusan terhadap hamba-hamba-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Jika ada segolongan dari kalian beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman.

Yaitu kalian berselisih pendapat tentang Aku.

...maka bersabarlah kalian.

Artinya, tunggulah oleh kalian.

...hingga Allah menetapkan hukum-Nya di antara kita.

Maksudnya, antara kalian dan kami.
yakni Allah akan memutuskannya.

...dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.

Karena sesungguhnya Dia akan menjadikan kesudahan yang terpuji bagi orang-orang yang bertakwa, sedangkan orang-orang kafir mendapat kehancuran dan kebinasaan.

Kata Pilihan Dalam Surah Al A'raaf (7) Ayat 87

THAA'IFAH
طَآئِفَة

Dalam Kamus Al Munjid disebutkan, lafaz ini adalah mu'annath dari thaa'if dan maknanya kembali kepada putaran, seolah­olah ia mengelilingi sesuatu. Setiap jemaah atau kelompok yang mengelilingi sesuatu dinamakan thaa'ifah. Selain itu, thaa'ifah dari sesuatu bermakna sebahagiannya. Apabila disandarkan kepada manusia membawa makna golongan dan setengah dari mereka yang dihimpunkan oleh mazhab atau pendapat yang membedakannya dari golongan lain.

Al Kafawi berkata,
"Thaa'ifah adalah sebahagian dari sesuatu, sepotong daripadanya, atau terdiri dari satu hingga seterusnya, atau hingga seribu, paling sedikit dua lelaki atau satu, dan ia menjadi makna diri. Apabila ia dimaksudkan jamak, ia adalah jamak dan apabila dimaksudkan satu ia bisa dikatakan jamak'"

Lafaz thaa'ifah disebut 20 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 69, 72, 154 (dua kali);
-An Nisaa (4), ayat 81, 102 (dua kali), 113;
-Al A'raaf (7), ayat 87 (dua kali);
-At Taubah (9), ayat 66 (dua kali), 83, 122;
-An Nuur (24), ayat 2;
-Al Qashash (28), ayat 4;
-Al Ahzab (33), ayat 13;
-Ash Shaff (61),ayat 14 (dua kali);
-Al Muzzammil (73), ayat 20.

Lafaz thaa'ifah di dalam Al Qur'an merujuk kepada manusia dan ia dapat digolongkan kepada beberapa kelompok:

1. Kelompok orang Yahudi atau Ahli Kitab seperti dalam surah:
-Ali Imran, ayat 69, 72;
-Ash Shaff, ayat 14;
-Al Qashash, ayat 4;

Dimana segolongan mereka diperbudak, dijadikan buruh kasar dan dipaksa bekerja oleh Fir'aun.

2. Kelompok orang mukmin sebagaimana yang terdapat dalam surah:
-Ali 'Imran (3), ayat 154;
-An Nisaa (4), ayat 102;
-Al A'raaf (7), ayat 87;
-At Taubah (8), ayat 122;
-An Nuur (24), ayat 2;
-Al Muzzarnmil (73), ayat 20.

3. Kelompok orang munafik seperti dalam surah:
-An Nisaa (4), ayat 81;
-At Taubah, ayat 66, 83

Yaitu sebanyak 12 orang yang balik dari Perang Badar, dan dalam surah Al Ahzab (33), ayat 13. Mereka ialah Aus bin Qayzi, ayah kepada Arabah bin Aus dan Ubayy bin Salul serta kawannya.

4. Bermakna Asid bin 'Urwah dan sahabatnya. Diriwayatkan dari 'Asim bin 'Umar bin Qatadah Al Ansari, dari ayahnya dari kakeknya Qatadah bin An Nu'man, beliau menyebut kisah Bani Ubairiq, lalu turunlah ayat ini, yang dimaksudkan dalam ayat ini ialah Asid bin 'Urwah dan sahabatnya. Ketika mereka memuji Bani Ubairiq dan mencela Qatadah bin An Nu'man yang menuduh mereka ketika mereka bebas dari tuduhan itu seperti dalam ayat 113 dari surah Ali Imran.

Ibn Jarir berkata,
"Mereka ialah golongan yang mengkhianati diri mereka dan menyokong Bani Ubairiq."

5. Kelompok dari kalangan orang kafir seperti dalam surah Al A'raaf (7), ayat 87.

6. Kelompok yang bertaubat dengan ikhlas dari kalangan orang munafik seperti dalam surah At Taubah (9) ayat 66.

إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ

artinya, "Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat),"

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:333-334

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 87 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 87



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.6
Rating Pembaca: 4.2 (12 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku