QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 82 [QS. 7:82]

وَ مَا کَانَ جَوَابَ قَوۡمِہٖۤ اِلَّاۤ اَنۡ قَالُوۡۤا اَخۡرِجُوۡہُمۡ مِّنۡ قَرۡیَتِکُمۡ ۚ اِنَّہُمۡ اُنَاسٌ یَّتَطَہَّرُوۡنَ
Wamaa kaana jawaaba qaumihi ilaa an qaaluuu akhrijuuhum min qaryatikum innahum unaasun yatathahharuun(a);

Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan:
“Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri”.
―QS. 7:82
Topik ▪ Usia dan rezeki sesuai dengan takdir
7:82, 7 82, 7-82, Al A’raaf 82, AlAraaf 82, Al Araf 82, Al-A’raf 82

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 82

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 82. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan sambutan kaum Lut terhadap kecaman dan nasihat-nasihat yang dikemukakan olehnya yang disertai dengan alasan-alasan yang tepat dan tidak dapat dibantah.
Namun demikian mereka tetap menolak kebenaran.
Beberapa pemuka mereka mengeluarkan perintah supaya Nabi Lut beserta orang-orang yang beriman kepadanya diusir dari kampung halaman mereka dengan alasan bahwa Nabi Lut, dan orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang bersih-bersih dan tidak patut berkumpul dengan mereka karena mereka adalah orang-orang yang rusak dan kotor.
Oleh karena itu sebaiknya Nabi Lut dan pengikutnya tidak sekampung dengan mereka, karena antara mereka dengan Nabi Lut terdapat perbedaan-perbedaan dalam budi pekerti.
Mereka berbuat perbuatan-perbuatan yang keji dengan bangga, sedang Nabi Lut beserta orang-orang yang beriman adalah orang-otang yang membersihkan diri dari perbuatan terkutuk itu.
Sambil mengejek, mereka menghendaki supaya Nabi Lut dengan pengikutnya diusir dengan demikian mereka tetap dapat berbuat secara bebas tanpa ada yang mengganggu mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Penolakan atas perbuatan yang sangat keji itu dijawab oleh kaumnya dengan hanya mengatakan, “Usirlah Luth beserta keluarga dan para pengikutnya dari kota kalian ini.
Sebab mereka menyucikan diri dan menjauhi perbuatan yang jelek menurut akal dan fitrah tetapi dipandang baik oleh mereka.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, “Usirlah mereka) Luth dan pengikut-pengikutnya (dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri.”) dari mendatangi dubur laki-laki/homosek.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Jawaban kaum Luth ketika Nabi Luth mengingkari perbuatan mereka yang buruk itu tidak lain sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain :
Usirlah Luth dan keluarganya dari negeri kalian.
Sesungguhnya dia dan orang-orang yang bersamanya adalah orang yang tidak mau mendatangi laki-laki dari dubur.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Mereka tidak menjawab tawaran Nabi Lut, melainkan sebaliknya berniat mengusir Lut ‘alaihis salam dan membuangnya bersama-sama para pengikutnya dari kota mereka.
Maka Allah mengeluarkan mereka dalam keadaan selamat dan membinasakan kaumnya di negerinya sendiri dalam keadaan terhina lagi tercela.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri.

Menurut Qatadah, mereka mencela Nabi Lut dan para pengikutnya tanpa alasan yang dibenarkan.
Mujahid mengatakan, sesungguhnya Lut ‘alaihis salam dan para pengikutnya adalah orang-orang yang berpura-pura suci dari liang anus lelaki dan liang anus perempuan.
Hal yang sama diriwayatkan dari Ibnu Abbas.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 82 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 82 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 82 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:82
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.7
Ratingmu: 4.5 (21 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/7-82







Pembahasan ▪ qs 7:82

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta