QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 81 [QS. 7:81]

اِنَّکُمۡ لَتَاۡتُوۡنَ الرِّجَالَ شَہۡوَۃً مِّنۡ دُوۡنِ النِّسَآءِ ؕ بَلۡ اَنۡتُمۡ قَوۡمٌ مُّسۡرِفُوۡنَ
Innakum lata’tuunarrijaala syahwatan min duuninnisaa-i bal antum qaumun musrifuun(a);

Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.
―QS. 7:81
Topik ▪ Tugas manusia di muka bumi
7:81, 7 81, 7-81, Al A’raaf 81, AlAraaf 81, Al Araf 81, Al-A’raf 81

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 81

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 81. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini kelanjutan dari ayat 80 menerangkan bahwa Nabi Lut menegaskan kepada kaumnya bahwa sesungguhnya mereka melakukan homoseksual, perbuatan bukan saja bertentangan dengan fitrah manusia malahan ia adalah pemutusan pembiakan manusia.
Perbuatan homosexuil hanya bertujuan pelepasan nafsu birahi semata karena pelakunya lebih rendah dari tingkatan hewan.
Hewan masih memerlukan jenis kelamin lain untuk memuaskan nafsu birahinya dan keinginan mempunyai keturunan.
Misalnya binatang yang merayap dan yang terbang memulai kehidupannya dengan suami istri untuk bersama-sama membuat sarang di atas pohon dan yang merayap mencari tempat di lubang-lubang.
Sedangkan kelakuan homosex tidak mempunyai maksud demikian itu selain melampiaskan nafsu birahi semata.

Dengan bersemangat Nabi Lut mengutuk dan mencemoohkan tingkah laku mereka.
Pada akhir ayat ini diutarakan bahwa Nabi Lut selalu mengakhiri ucapannya dengan kata-kata: “Tetapi wahai kaumku, kamu adalah benar-benar golongan orang-orang yang melampaui batas.” Disebabkan kamu meninggalkan fitrah manusia dan akal yang sehat, sehingga kamu tidak memikirkan akibat buruk yang memutuskan keturunan dan merusak kesehatan serta melanggar peradaban.
Kaum Lut ini jika mereka masih berada di atas fitrah dan pikiran yang sehat serta mempunyai akhlak yang tinggi tentulah mereka menjauhi pekerjaan yang buruk dan terkutuk itu berulang-ulang kali dikemukakan meskipun dengan tutur kata yang berlainan sebagaimana diketahui dari firman Allah yaitu:

Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan (mendatangi) wanita?
Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).

(Q.S. An-Naml [27]: 55)

Dan juga firman Allah pada ayat-ayat yang lain yaitu:

Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?
(Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 29)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yaitu, kalian mendatangi laki-laki untuk melampiaskan nafsu seksual dengan mereka, sementara wanita- wanita itu kalian tinggalkan.
Sungguh kalian telah berlebihan.
Karena itulah kalian telah keluar dari fitrah dan melakukan sesuatu yang binatang saja belum pernah melakukannya.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tiada lain kamu itu) dengan menetapkan dua hamzah yang ditashilkan nomor duanya serta memasukkan alif di antara keduanya, menurut dua bacaan (mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu kepada mereka bukan kepada wanita, melainkan kamu itu adalah orang-orang yang melampaui batas) melewati batas kehalalan menuju kepada keharaman.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh kalian mendatangi laki-laki dari dubur-dubur mereka untuk melampiaskan syahwat, kalian tidak memperhatikan betapa kotornya itu, dan justru kalian malah meninggalkan istri-istri yang telah dihalalkan bagi kalian.
Kalian adalah kaum yang berlebihan dan melanggar batas-batas Allah.
Sesungguhnya mendatangi laki-laki dan meninggalkan wanita adalah perbuatan keji yang diada-adakan oleh kaum Luth dan tidak seorangpun yang melakukannya sebelum mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yakni mengapa kalian enggan terhadap kaum wanita yang telah diciptakan oleh Allah buat kalian, lalu kalian beralih menyukai laki-laki.
Hal ini merupakan perbuatan kalian yang melampaui batas dan suatu kebodohan kalian sendiri, karena perbuatan seperti itu berarti menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya.
Karena itulah dalam ayat yang lain disebutkan bahwa Nabi Lut berkata kepada kaumnya:

Inilah putri-putriku (kawinilah mereka), jika kalian hendak berbuat (secara halal).
(Q.S. Al-Hijr [15]: 71)

Nabi Lut memberikan petunjuk kepada mereka untuk mengawini putri-putrinya.
Tetapi mereka merasa keberatan dan beralasan tidak meng­inginkannya.

Mereka menjawab, “Sesungguhnya engkau telah mengetahui bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya engkau tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.”(Q.S. Hud [11]: 79)

Yaitu sesungguhnya engkau telah mengetahui bahwa kami tidak berselera terhadap putri-putrimu, tidak pula mempunyai kehendak kepada mereka.
Sesungguhnya engkau pun mengetahui apa yang kami maksudkan terhadap tamu-tamumu itu.

Para ahli tafsir mengatakan bahwa kaum lelaki mereka melampias­kan nafsunya kepada lelaki lain, sebagian dari mereka kepada sebagian yang lain.
Demikian pula kaum wanitanya, sebagian dari mereka merasa puas dengan sebagian yang lainnya.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 81 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 81 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 81 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:81
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.6
Ratingmu: 4.4 (20 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/7-81







Pembahasan ▪ Tafsir alaraf 81

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim