Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 78


فَاَخَذَتۡہُمُ الرَّجۡفَۃُ فَاَصۡبَحُوۡا فِیۡ دَارِہِمۡ جٰثِمِیۡنَ
Faakhadzathumur-rajfatu faashbahuu fii daarihim jaatsimiin(a);

Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
―QS. 7:78
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Sabar dalam menghadapi sesuatu yang kita benci
7:78, 7 78, 7-78, Al A’raaf 78, AlAraaf 78, Al Araf 78, Al-A’raf 78
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 78. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah mereka menentang Nabi dengan memandangnya rendah seraya menuntut azab Allah yang dijanjikan, maka tentulah Allah membela umatnya dan utusan-Nya.
Dan ayat ini menerangkan azab Allah yang diturunkan kepada mereka itu yaitu berupa petir yang dahsyat yang menggentarkan jantung manusia, menggoncangkan bumi bagaikan gempa besar yang menghancurkan semua bangunan sehingga mereka semuanya habis yang sedang berada di luar rumah.
Tentulah petir tersebut tidak seperti biasa tetapi adalah petir yang luar biasa yang khusus ditimpakan kepada mereka sebagai azab atas kedurhakaan kaum Tsamud.

Al A'raaf (7) ayat 78 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 78 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 78 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Lalu mereka ditimpa gempa bumi yang sangat dahsyat.
Semuanya mati berserakan di tempat tinggal mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Karena itu mereka ditimpa gempa) gempa bumi yang keras beserta suara gemuruh dari langit (maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka) mereka mati dalam keadaan bertekuk-lutut.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kemudian orang-orang kafir itu diguncang gempa yang keras hingga jantung mereka copot dan binasa di rumah-rumah mereka dengan telungkup, lutut dan wajah-wajah mereka menempel di tanah, dan tidak ada seorangpun yang selamat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumahnya.
(Al A'raf:78)

Yakni mereka mati tidak bernyawa lagi, tiada seorang pun yang luput dari azab itu, baik anak kecil, orang dewasa, laki-laki, maupun perempuan.
Mereka mengatakan bahwa kecuali seorang wanita muda yang lumpuh, namanya Kalbah binti Salaq, tetapi nama panggilannya adalah Zari'ah.
Dia sangat kafir dan paling sengit dalam memusuhi Nabi Saleh 'alaihis salam

Ketika ia menyaksikan pemandangan azab yang menimpa kaumnya itu, dengan serta merta kakinya yang lumpuh tadi dapat bergerak dan ia dapat berlari, lalu ia melarikan diri dengan sangat cepatnya.
Ia men­datangi suatu kabilah dari kalangan kabilah lainnya, kemudian men­ceritakan kepada mereka apa yang telah dilihatnya dan azab yang menimpa kaumnya.
Lalu ia meminta minum, dan setelah diberi air minum, ia langsung mati.

Ulama tafsir mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang tersisa dari keturunan kaum Samud selain Nabi Saleh 'alaihis salam beserta orang-orang yang mengikutinya, dan seorang lelaki dari kalangan mereka yang dikenal dengan nama panggilan Abu Rigal.
Ketika azab menimpa kaumnya, ia sedang bermukim di tanah suci selama beberapa waktu, sehingga ia selamat dari azab itu dan tidak ada sesuatu pun yang menimpanya.

Tetapi ketika di suatu hari ia keluar dari tanah suci menuju ke tanah lainnya yang tidak suci, maka datanglah batu dari langit dan menimpa dirinya, lalu ia mati seketika itu juga.
Hadis yang menceritakan hal ini telah disebut pada permulaan kisah ini melalui hadis Jabir ibnu Abdullah.

Mereka menyebutkan bahwa Abu Rigal ini adalah orang tua dari Bani Saqif yang bertempat tinggal di Taif.

Abdur Razzaq meriwayatkan dari Ma'mar, telah menceritakan kepadanya Ismail ibnu Umayyah, bahwa Nabi ﷺ lewat di kuburan Abu Rigal, lalu beliau bersabda, "Tahukah kalian kuburan siapakah ini?"
Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Rasulullah ﷺ bersabda: Ini adalah kuburan Abu Rigal, seorang lelaki dari kaum Samud Dia tinggal di tanah suci Allah, maka kesucian tanah-Nya menghindarkan dia dari azab-Nya.
Tetapi setelah dia keluar darinya, maka dia pun tertimpa azab yang telah menimpa kaumnya, kemudian ia dikuburkan di tempat ini dan dimakamkan bersamanya sebatang emas.
Maka orang-orang yang ada saat itu segera menggali kuburan itu dengan pedang mereka untuk mencari emas tersebut, lalu mereka mengeluarkan emas itu.

Abdur Razzaq mengatakan bahwa Ma'mar mengatakan, Az-Zuhri pernah mengatakan bahwa Abu Rigal adalah bapak moyangnya orang-orang Saqif.

Riwayat ini berpredikat mursal bila ditinjau dari segi sanadnya.

Diriwayatkan pula melalui jalur lain secara muttasil, seperti yang dikatakan oleh Muhammad ibnu lshaq, dari Ismail ibnu Umayyah, dari Bujair ibnu Abu Bujair yang mengatakan, ia pernah mendengar Abdullah ibnu Amr mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda di saat para sahabat berangkat bersamanya menuju Taif dan di tengah jalan menjumpai sebuah kuburan, lalu beliau ﷺ bersabda:

Ini adalah kuburan Abu Rigal, bapak moyangnya orang-orang Saqif.
dia berasal dari kabilah Samud.
Dia tinggal di tanah suci ini sehingga ia beroleh perlindungan.
Tetapi ketika ia keluar darinya, maka ia pun tertimpa azab yang telah menimpa kaumnya di tempat ini, lalu ia dikuburkan di tempat ini.
Sebagai tandanya ialah ia dikuburkan bersama sebatang emas.
Jika kalian menggalinya, niscaya kalian akan memperolehnya.

Maka orang-orang segera menggali kuburan itu dan mengeluarkan batang emas darinya.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, dari Yahya ibnu Mu'in, dari Wahb ibnu Jarir ibnu Hazim, dari ayahnya, dari Ibnu Ishaq dengan sanad yang sama.
Menurut guru kami (yaitu Abul Hajjaj Al-Mazi), hadis ini hasan 'aziz.

Menurut kami, predikat mausul-nya diriwayatkan secara munfarid oleh Bujair ibnu Abu Bujair.
Bujair ini adalah seorang guru yang tidak dikenal kecuali melalui hadis ini.
Yahya ibnu Mu'in mengatakan bahwa ia belum pernah mengetahui ada seseorang meriwayatkan darinya selain Ismail ibnu Umayyah.

Menurut kami, berdasarkan pertimbangan ini dikhawatirkan predikat marfu' hadis ini hanyalah ilusi semata.
Sesungguhnya hal yang tidak meragukan ialah bila dianggap sebagai perkataan Abdullah ibnu Amr sendiri yang ia kutip dari kedua temannya.
Guru kami mengatakan, "Abul Hajjaj setelah saya ketengahkan hadis ini kepadanya mengatakan bahwa pendapat tersebut barangkali ada benarnya."

Kata Pilihan Dalam Surah Al A'raaf (7) Ayat 78

JAATSIM
جَٰثِمِين

Kata kerja (jatsima-yajtsumu) berarti diam di suatu tempat, terikat di tanah dan tidak bergerak. Orang yang diam di suatu tempat dan tidak bergerak disebut jaatsim dan bentuk jamaknya adalah jaatsimuun atau jaatsimiin

Lafaz ini di dalam Al Qur'an hanya di­ sebut dalam bentuk jamaknya yaitu jaatsimiin. Ia diulang lima kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al A'raaf (7), ayat 78, 91;
-Hud (11), ayat 67, 94;
-Al Ankaabut (29), ayat 37.

Dalam kesemua ayat itu, lafaz jaatsimiin berada dalam rangkaian kalimat yang berbentuk

فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَٰثِمِينَ

atau

فَأَصْبَحُوا۟ فِى دِيَٰرِهِمْ جَٰثِمِي

yang maksudnya ialah, "Dan jadilah mereka mayat-mayat yang ber­gelimpangan, diam dan tidak bergerak di tempat tinggal mereka" Keadaan seperti itu dialami oleh kaum-kaum yang mendustakan para nabi setelah mereka ditimpa bencana yang dahsyat. Kaum yang digambarkan di dalam Al Qur'an mengalami keadaan itu ada­lah kaum Madyan dan kaum Tsamud.

Kaum Madyan adalah kaum yang me­nentang dakwah Nabi Syu'aib yang me­nyembah Allah, memenuhi hak orang lain dengan menetapkan takaran dan timbangan secara tepat, tidak membuat kerusakan di muka bumi, tidak merampas harta orang lain secara batil dan sebagainya. Oleh karena mereka durhaka dan menentang Nabi Syu'aib, akhirnya Allah menimpakan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang hebat sehingga mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan, diam dan tidak bergerak di tempat tinggal mereka. Inilah yang diceritakan dalam surah Al A'raaf (7), ayat 91; surah Hud (11), ayat 94 dan surah Al Ankaabut (29), ayat 37.

Kaum kedua yang mengalami keadaan yang sama adalah kaum Tsamud. Mereka ada­lah kaum yang menentang ajakan Nabi Salih menyembah Allah. Malah ketika Nabi Salih melarang mereka menyembelih unta yang me­rupakan mukjizatnya mereka melanggarnya dan berani menyembelih unta itu dan akhir­ nya Allah mengazab mereka dengan mengirim suara yang penuh dengan guntur seperti guruh. Akhirnya, mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan, diam dan tidak bergerak di tempat tinggal mereka. Inilah yang dikisahkan dalam surah Al A'raaf (7), ayat 78 dan surah Hud (11), ayat 67.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:148-149

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 78 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 78



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.9
Rating Pembaca: 4.9 (27 votes)
Sending







✔ Asbabunnuzul Nuzul QS 7:78, Q S 7: 78, surat al a\rof ayat78