QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 7 [QS. 7:7]

فَلَنَقُصَّنَّ عَلَیۡہِمۡ بِعِلۡمٍ وَّ مَا کُنَّا غَآئِبِیۡنَ
Falanaqush-shanna ‘alaihim bi’ilmin wamaa kunnaa ghaa-ibiin(a);

maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).
―QS. 7:7
Topik ▪ Hisab ▪ Lembaran catatan amal perbuatan ▪ Kewajiban beriman pada hari akhir
7:7, 7 7, 7-7, Al A’raaf 7, AlAraaf 7, Al Araf 7, Al-A’raf 7

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 7

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 7. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa kepada mereka, baik kepada rasul-rasul maupun kepada umat yang telah menerima seruan rasul, akan diceritakan kelak hal-hal yang telah mereka perbuat karena semuanya itu telah diketahui Allah, dan semuanya itu telah dicatat di dalam buka catatan malaikat pencatat.
Tidak ada sesuatu pun yang luput dari pencatatan malaikat sebagaimana firman Allah:

Dan mereka berkata, “Aduhai, celaka kami! Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar melainkan ia mencatat semuanya?”
Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis).
Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun.

(Q.S. Al-Kahfi [18]: 49)

Allah subhanahu wa ta’ala selalu mengikuti gerak-gerik dan segala perbuatan mereka pada setiap waktu.
Allah subhanahu wa ta’ala mendengarkan apa-apa yang mereka katakan, melihat apa yang mereka lakukan, mengetahui semua perbuatan mereka, baik yang mereka lakukan, mengetahui semua perbuatan mereka, baik yang mereka perbuat secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi sebagaimana firman Allah:

Padahal Allah beserta mereka ketika pada suatu malam mereka menerapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridai.
Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.

(Q.S. An-Nisa’ [4]: 108)

Pertanyaan ini bukanlah untuk meminta penjelasan tentang sesuatu yang bukan diketahui Allah subhanahu wa ta’ala tetapi semata-mata untuk mencela perbuatan dan kelakuan mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Akan Kami kabarkan kepada mereka semua kabar yang benar, yang sesuai dengan apa yang mereka lakukan.
Sebab Kami telah menghitung semua apa yang mereka kerjakan.
Kami tidak pernah jauh dari mereka dan selalu tahu apa yang mereka lakukan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka dengan penuh pengetahuan).

Kami akan menceritakan kepada mereka tentang apa-apa yang telah mereka perbuat dengan penuh pengetahuan (dan Kami sekali-kali tidak gaib) untuk menyampaikan kepada rasul-rasul dan umat-umat terdahulu tentang apa-apa yang pernah mereka perbuat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh Kami akan kisahkan kepada seluruh manusia berdasarkan pengetahuan Kami apa-apa yang telah mereka kerjakan di dunia terhadap perintah-perintah dan larangan-larangan Kami.
Dan Kami sekali-kali tidak jauh dari mereka dalam keadaan apa pun.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).

Yakni Allah subhanahu wa ta’ala.
akan memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya kelak di hari kiamat tentang apa yang telah mereka katakan dan apa yang telah mereka kerjakan, baik yang kecil maupun yang besar, yang berat maupun yang ringan, tidak ada yang terlewat, karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala.
Maha Menyaksikan segala sesuatu, tiada sesuatu pun yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya dan tiada sesuatu pun yang terlupakan oleh-Nya, bahkan Dia mengetahui apa yang tersembunyi di balik lirikan mata yang khianat dan apa yang tersimpan di dalam kalbu.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Dan tiada sehelai daun pun yang gugur, melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).
(Q.S. Al-An’am [6]: 59)


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 7 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 7 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 7 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:7
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.4
Ratingmu: 4.2 (16 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta